Seorang perempuan berparas cantik nan manis menjadi barista disebuah cafe,sikapnya yang ramah serta ceria membuat para pengunjung begitu menyukainya.
Ya,dia adalah Kei seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mengadu nasib ke kota besar demi memperbaiki ekonomi keluarganya.
Hingga suatu saat ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya harus memilih antara mempertahankan cintanya atau menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tetapi karena suatu kondisi tertentu membuat Kei harus menerima menikah kontrak dengan seorang laki-laki kayak bernama Nick agar masalahnya dapat selesai.
Akankah pernikahan sebatas tinta diatas kertas yang ia jalani dapat berubah menjadi cinta sejati??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Detaktor
Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB
Aku terbangun karena mendengar handphoneku berdering,dilayar terpampang nomer yang tidak ku kenal.
"Hallo,siapa ini?"
"Hay nona cantik,sedang apa kau disana"
jawab seorang laki-laki diseberang sana
Dari ucapannya aku jadi tahu kalau itu Nick
"Ohh,Hay juga Nick...aku baru saja bangun tidur"
"Bagaimana kondisi kakimu Kei,apakah masih sakit?"
"Ohh tidak apa-apa Nick,nyerinya sudah sedikit hilang,Ow ya ada apa kamu menelfon ku Nick"
"Bisakah kamu turun kebawah,aku membawakan mu sedikit makanan"
Aku kaget mendengar ucapannya,aku langsung turun kebawah dengan langkah yang sedikit tertatih. Ia melihatku menuruni tangga dan lari menghampiriku, lagi-lagi beberapa anak kost memperhatikan kami.
Sesampai diruang tamu Nick memberiku beberapa bingkisan. Astaga,aku hanya keseleo bukan opname ,fikir ku dalam hati sambil terkekeh pelan. Nick membuka salah satu bingkisan yang berisi nasi dan beberapa menu lainnya,ia menyendok kan dan ingin menyuapiku.
"Biarkan aku makan sendiri Nick,hanya kakiku yang sakit dan aku masih bisa untuk melakukannya sendiri"
Nick meletakkan makanan tersebut di depanku dan beralih dengan sekeranjang berisikan buah.
Ia mengupas jeruk dan meletakkannya disebelah makananku. Aku memperhatikannya,lama kelamaan dia memang laki-laki yang baik dan perhatian hanya saja beberapa orang menilainya sedikit buruk karena ia sering bergonta-ganti perempuan. Tanpa kusadari hari sudah begitu malam,aku menyuruh Nick untuk pulang. Ia membereskan semuanya dan membantuku menuju kamar.
"Good night nona cantik"
Ia tersenyum sambil mengusap pipiku lembut,kemudian hilang dibalik tangga.
Aku Pun juga senyum-senyum sendiri mengingat perlakuannya kepadaku. Ohh sungguh apakah ini rasanya jatuh cinta.
Aku bersiap untuk berangkat kerja,aku menuruni tangga dengan berhati-hati. Ketika aku membuka gerbang mobil Nick sudah berada disana. Ia keluar mobil dan menyapaku
"Hay nona,izinkan aku mengantarkan ku"
Aku tersenyum dan segera masuk kedalam mobil,didalam mobil ia diam dan kadang tersenyum kecil. Aku sesekali melihat wajahnya,tak jarang kami saling pandang dan berujung salah tingkah. Sesampai di cafe Troy melihat aku dan Nick,ia menghampiriku dengan muka yang sedikit tegang.
"Siapa dia Kei"
tanyanya kepadaku
"Ohh,kenalkan ini Nick pelanggan di cafe kita"
"Dan Nick,ini Troy partner kerjaku"
Nick hanya tersenyum sedangkan Troy menarik ku kedalam cafe,ia memegang tanganku dengan erat. Aku menahan sakit sambil melambaikan tanganku kepada Nick tanda perpisahan,lalu Nick pergi dengan tatapan kurang senang.
Sesampai di dapur Troy menanyaiku seperti seorang pencuri yang tertangkap basah. Astaga sungguh situasi yang kurang mengenakkan,aku menghela nafas sambil menjelaskan kepadanya bahwa kami hanya sebatas kenal saja.
Troy masih saja tidak percaya dan semakin menjadi. Aku kemudian pergi meninggalkannya tanpa menghiraukan perkataannya sedikitpun.
Aku melakukan pekerjaanku seperti biasa,mencoba menahan langkahku agar terlihat biasa.
Namun saat aku kembali mengantarkan pesanan ke meja pelanggan kakiku kembali merasa nyeri. Aku meringis dan terdiam di pojok pintu pantry,Troy melihatku dan segera menghampiriku. Ia memapah ku menuju ruang istirahat dan melihat kakiku yang terbalut koyo.
"Apa yang terjadi Kei,ada apa dengan pergelangan kakimu?"
Aku hanya menggeleng karena masih begitu kesal dengan perlakuannya pagi tadi. Aku berdiri menuju kasir,ia memanggilku dan aku hanya diam membisu.
Siang ini cafe lumayan rame dan Prasetyo tidak datang ke cafe hari ini. Troy mengerjakan semuanya sendiri karena ia melarang ku melakukan apapun,aku hanya berdiri dibalik meja kasir. Tiba-tiba Nick datang dan seperti biasa ia selalu mengagetkanku.
"Hay nona,kenapa melamun disiang bolong seperti ini"
Aku tersenyum kecil dan menanyakan pesanannya.
"Apakah kamu sudah makan siang?"
tanyanya lagi
"Aku terbiasa makan nanti ketika sudah benar-benar lapar,oh ya apa yang ingin kau pesan untuk hari ini??"
"Aku ingin dua espresso dan dua roti vanila ditambah satu es cream mix dengan toping special" ucapnya cepat.
Aku berfikir apakah ia akan bertemu dengan seseorang,karena kali ini dia memesan doubel dengan menu yang sama. "Ahh sudahlah mungkin ia akan ingin mengisi perutnya dengan banyak coffe dan desert hari ini"
Aku menyiapkan pesanannya dan membawakan ke meja favoritnya,Troy melarang ku melakukan itu dan ia mengambil pesanan Nick dan membawakannya sendiri. Sesampai di meja Nick melihat kearah ku.
"Bukankah aku ingin nona itu yang mengantarkan pesanan ini"
ucap Nick kepada Troy
"Apa bedanya,aku dan dia sama-sama pelayanan disini dan sejak kapan pelanggan bisa memilih siapa yang ditunjuk untuk mengantarkan pesanannya"
jawab Troy dengan nada tinggi
Nick kemudian berdiri berhadapan dengan Troy,perasaanku tidak enak melihat mereka berdua.
"Aku berhak meminta apapun,karena disini aku adalah pelanggan sedangkan kau hanya seorang pelayan yang harus melakukan pekerjaan dengan benar"
"Ohh,aku hanya melakukan perintah yang diberikan oleh atasanku,bukan dari pelanggan yang tidak tahu peraturan"
"Jadi apakah harus aku menjadi Bosmu agar bisa memerintah mu untuk menjilat kembali omonganmu tadi"
"Brakkk"
Troy membanting pesanan Nick ke meja,semua orang kaget dan memperhatikannya.
"Jika tidak suka dengan pelayanan disini,silahkan anda keluar" ucap Troy dengan nada marah
Nick tertawa kemudian mengayunkan pukulan ke wajah Troy,dan mereka saling balas. Aku berlari dan berusaha memisahkan mereka namun yang terjadi aku malah terkena pukulan Troy. Aku tersungkur kelantai sampai aku berteriak
"Stop"
Troy dan Nick membantuku berdiri namun aku menghela uluran tangan mereka.
"Kenapa sih kalian harus ribut hanya karena hal seperti ini,apa kalian fikir ini tempat milik kalian sehingga bisa seenaknya membuat gaduh disini"
Aku masih memegang pipiku yang membiru bekas pukulan Troy. Troy melihatku dan berusaha meminta maaf. Aku pergi keluar meninggalkan mereka berdua.
Aku duduk di bangku taman sekitar cafe dengan memegangi pipiku yang ternyata sungguh sakit. Tiba-tiba ada tangan mengulurkan pouch berisi es batu,aku mendongak melihat orang itu yang tak lain adalah Nick. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya yang duduk di sampingku.
"Pergi,tinggalkan aku" ucapku pelan
"Maaf Kei,aku sama sekali tidak bermaksud memukulmu aku tidak sengaja melakukannya"
"Lalu apa kamu sengaja melakukannya kepada Troy,dan membuat gaduh cafe. Aku tidak tahu bagaimana caramu bergaul dengan orang lain. Namun pada intinya aku benci kekerasan entah sekecil apapun itu"
aku kemudian pergi meninggalkannya.
Terlihat Nick masih terduduk disitu seperti merenungkan sesuatu.
Sesampai di cafe Troy segera menemuiku,ia melihatku yang duduk terdiam di balik meja kasir. Ia menempelkan kantong berisikan es ke pipiku dan aku hanya diam.
"Maafkan aku Kei,aku tidak tahu akan berakhir seperti ini. Aku hanya tidak terima laki-laki itu semena-mena memerintahkan kita"
Tiba-tiba Prasetyo datang dan melihat kami,ia meminta Troy untuk pergi keruangannya.
Aku berfikir kenapa tiba-tiba Prasetyo datang ke cafe disaat situasi seperti ini. Apakah Troy menelfon ya,fikir ku dalam hati.
"Kamu tahu kenapa aku memanggilmu kesini Troy" tanya Prasetyo
"Maaf pak,saya tahu apa yang saya lakukan"
"Kau tahu siapa laki-laki yang kau pukul tadi?"
"Ia hanya pelanggan disini pak"
jawab Troy dengan pelan
"Dia bukan hanya pelanggan disini tetapi dia partner usahaku,dia memiliki separuh hak cafe ini dalam artian dia juga Bosmu"
"Maksud bapak,bukankah cafe ini milik anda?"
"Ya memang dulu begitu,hingga beberapa akhir ini aku membutuhkan dana untuk membuka lahan usaha baru diluar kota,dan dia menawarkan kerja sama serta memberiku modal. Sebagai gantinya ia menjadi 50% pemilik cafe ini"
Troy hanya terdiam mendengarnya
"Jadi,untuk toleransi perbuatanmu hari ini dengan berat hati aku harus menskorsing mu selama seminggu dan gajimu bulan ini akan dipotong 50%"
Dari balik pintu ruangan Prasetyo aku mendengar itu semua,aku kaget ternyata Nick telah melangkah jauh sampai kesini. Aku segera pergi kedepan sebelum Tory keluar dari ruangan itu.
Troy menghampiriku dimeja kasir dan mengusap lembut pipiku,maafkan aku Kei aku benar-benar minta maaf. Air mataku serasa ingin jatuh melihat Troy seperti ini. Aku menggenggam tangannya dan ia menundukkan kepalanya di pundakku.
Nick memperhatikanku dari seberang cafe,ia melihat kejadian dikasir namun aku dan Tory tidak menyadari hal itu.
Malam itu setelah tutup cafe Troy memintaku untuk menemaninya kesalah satu supermarket. Ia membeli beberapa bungkus roti dan selai nanas kesuakaannya. Aku memasukkan beberapa botol susu dan yogurt kedalam keranjangnya.
"Berjuang juga butuh tenaga exstra"
ucapku mencoba menghiburnya.
Ia tersenyum kecil dan terlihat sekali raut sedih meski ia tersenyum.
Setelah sampai didepan kost Troy memegang tanganku sambil berkata
"Bolehkah aku mengantar dan menjemputmu bekerja seminggu kedepan"
"Bukankah kau selalu mengantarku pulang seusai kerja dan kost kita tidak searah" ucapku
"Seminggu kedepan aku diskors atas perbuatanku tadi,dan dari pada aku hanya bengong dikost aku akan mengantar dan menjemput mu"
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala,ia mengusap pipiku lagi dan pergi. Ketika aku akan membuka pagar tanganku ditarik oleh Nick.
Ia menarikku masuk kedalam mobil,aku mencoba melarangnya namun tidak bisa.
"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria itu" ucap Nick setengah membentakku
"Kamu tidak punya hak melarangku dekat dengan siapapun termasuk Troy,kita memang terlalu dekat akhir-akhir ini tetapi kita sama sekali tidak punya hubungan apapun" ucapku membantah Nick
"Apa kau harus kujadikan milikku agar bisa melarangmu"
"Seperti menjadi bosku supaya bisa meminta pelayanan seenak hatimu dan memberikan Tory skorsing hanya karena kesalahan bosnya sendiri"
Nick memandangku dengan aura marah
"Sejak kapan kau tahu aku bos cafe itu,dan siapa yang memberitahumu. Apa jangan-jangan pria itu sengaja mengadu kepadamu agar aku semakin terlihat salah didepanmu"
"Ternyata selama ini aku salah menilaimu Nick,kamu tidak lebih dari seorang detaktor yang ingin bersikap semaumu tanpa mempedulikan perasaan orang"
Aku keluar dari mobil Nick dan berlari masuk ke dalam kost,ia mengejarku dan menggedor-gedor pagar. Aku tidak mempedulikannya yang berteriak memanggil namaku. Sesampai dikamar handphoneku terus berdering dan ternyata itu Nick,ia terus menelfon ku. Aku mematikan ponselku dan segera membersihkan badan lalu aku tidur.
laki laki selalu tersandung harta,tahta dan wanita ya.....🙏🏻🙏🏻🙏🏻
clara perempuan tak punya aclak.
Nick...lelaki bejat tak bermoral dan tak berperi kemanusiaan.
Sori Thor...terbawa alor ceritamu
makasih ya Thor boleh menikmati karyamu