Shafira dan Arya sudah lama menjalin hubungan rumah tangga tapi tak kunjung memiliki anak, mereka akhirnya mengadopsi anak perempuan bernama Kinara yang berusia sepuluh tahun.
Delapan tahun hidup dalam sebuah keluarga mereka terhitung harmonis, sampai akhirnya Shafira menyadari bahwa hubungan Arya dan Kinara lebih dari ayah dan anak pada umumnya, kecurigaan itu terbukti saat Shafira mendapati sang suami satu ranjang dengan sang anak angkat.
Rasa sakit hati, membuat Syafira berniat membalas dendam. Dia tak mau terpuruk dengan pengkhianatan sang suami. Dia ingin mengambil alih pimpinan perusahaan. Di bantu seorang pria bernama Garvin. Mampukah Syafira membalas sakit hatinya?
Harap baca setiap bab yang update. Jangan menumpuk bab. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tujuh
Mendengar ucapan Syafira, suaminya Arya langsung berdiri. Dia mendekati istrinya. Begitu juga Sari dan Melly. Mereka seolah ingin mengeroyok. Wanita itu menarik napas dalam. Dia sedikit mundur. Entah apa yang ingin suami dan mertuanya lakukan.
"Apa maksudmu? Apa salah aku pakai uang perusahaan? Aku yang memimpin perusahaan hingga berkembang seperti saat ini. Anggap saja semua itu bonus!" ucap Arya.
Melly maju dan mendorong tubuh Syafira hingga dia jatuh tersungkur. Mama mertuanya lalu berdiri dihadapannya.
"Jangan keterlaluan kamu! Apa kamu ingin masukan dia ke penjara? Sadar Fira, hidupmu itu sebatang kara, jika bukan karena belas kasihan Arya, mungkin kamu telah menjadi gembel!" ucap Ibu Sari.
Syafira tersenyum miris mendengar ucapan ibu mertuanya. Dia berdiri, lalu mundur dua langkah lagi. Tepat berada di ambang pintu masuk. Wanita itu berjaga-jaga, takut keluarga Arya nekat dan melakukan suatu tindakan yang berbahaya bagi keselamatan dirinya.
"Apa Ibu bilang? Apa Ibu tak salah bicara? Jika bukan karena Arya, aku bisa jadi gembel. Apa tidak kebalikannya. Arya yang akan jadi gembel jika tidak menikah denganku. Apa Ibu lupa jika dia hanyalah pegawai biasa diperusahaan ku. Sejak menikah denganku, derajatnya dan juga Ibu sekeluarga menjadi terangkat. Kalian semua hanya numpang hidup denganku, jadi siapa yang gembel sebenarnya?" tanya Syafira dengan suara tinggi.
Arya tak terima melihat ibunya dibentak. Dia lalu menarik kerah baju Syafira. Matanya tajam menatap ke arah wanita itu seolah ingin memakannya.
"Berani sekali kau membentak ibuku!" ucap Arya.
Kinara hanya diam melihat semua itu. Dalam hatinya kasihan melihat Syafira. Dia baru tahu jika semua harta ini milik wanita itu. Dia pikir memang keluarga Arya yang kaya. Delapan tahun menjadi anak angkat, dia bisa melihat jika keluarga ayah angkatnya itu suka berfoya-foya menghamburkan uang, padahal mereka pengangguran semuanya. Dulu dia pikir, uang Arya yang digunakan.
"Apa aku harus tetap menghargai dan menghormati padahal harga diriku sendiri sedang diinjak?" tanya Syafira
"Kau memang beda sekarang. Bisanya cuma melawan. Siapa yang membuat kamu berubah? Apa selingkuhan kamu itu?" tanya Arya dengan suara tinggi.
Kembali Syafira tersenyum miring. Dari kemarin Arya selalu menuduh dirinya selingkuh hanya untuk menutupi perselingkuhan dirinya sendiri.
"Dasar pecundang, bisanya playing victim! Kau yang selingkuh, kau balikan fakta aku yang berselingkuh," ucap Syafira.
"Sudahlah, Pi. Malu jika dilihat orang. Nanti nama baik Papi akan rusak. Lihatlah tangan Papi di baju Mami pasti menarik orang yang melihat, seolah Papi ingin memukul Mami," ucap Kinara.
Sebenarnya dia kasihan melihat Maminya di perlakukan kasar begitu. Walau dia telah merebut ayah angkatnya, bukan berarti dia tak punya perasaan. Rasa bersalah itu ada, tapi semua sudah terlanjur terjadi.
Arya akhirnya melepaskan cengkraman tangan di kerah baju Syafira. Dia memandangi wajah istrinya yang tampak sedikit pucat. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Entah mengapa akhir-akhir ini dia sering melakukan kekerasan pada wanita yang dulu sangat dia cintai.
Semua cintanya mulai berubah sejak dia tergoda sekretaris di kantor sahabatnya. Wanita itu merayunya dan morotin duitnya. Arya yang merasa dirinya pantas untuk bersenang-senang menjadi lupa daratan. Dia akhirnya berganti-ganti wanita.
Syafira menarik napas berat. Dia lalu berjalan masuk ke kamarnya dengan segera. Menguncinya dari dalam. Sebenarnya tadi dia sangat takut jika mereka akan nekat membunuhnya.
Syafira membuka brankasnya. Beruntung semua perhiasan masih utuh. Dia masuk ke dalam satu tas. Surat-surat berharga telah dia simpan dua hari lalu. Sejak dia memergoki suaminya berselingkuh.
Syafira mengambil tas dan memasukan beberapa pasang pakaiannya. Dia akan menginap di hotel sebelum membeli apartemen.
Setelah semua pakaian dan perhiasannya dimasukkan ke tas, dia menghubungi taksi yang akan membawa dirinya ke kantor
Syafira berjalan ke luar dari kamar setelah semuanya tersusun rapi. Dia membuka pintu perlahan. Terlihat semuanya masih duduk manis di ruang keluarga. Dengan langkah pasti wanita itu berjakan menuju ke luar rumah. Baru kakinya menginjak lantai teras rumah terdengar suara Arya dengan lantangnya bertanya sesuatu.
"Apa yang kamu bawa itu? Apa kau mencuri harta di rumah ini?" tanya Arya dengan lantang.
...----------------...
basartttt jabingan
semangat berkarya, mom...👍🏻
udah dipungut dari kecil malah gak berterimakasih