Seorang pria tampan yang mempunyai segalanya harus rela menerima hukuman dari kedua sahabat yaitu menikahi wanita miskin.
Karena dia kalah dalam taruhan yang mana mengakibatkan seorang wanita centik harus rela menerima semua kekejaman pria itu.
Akankah gadis itu bertahan dengan sikap suaminya? dan seperti apa jalan hidupnya?
Ikuti terus. mohon dukungan dari kalian semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencanamu merubah hidupku
Gavin menyeringai melihat seorang wanita berparas cantik tengah tertunduk lesu,di pinggir jalan menuju toilet.
Tapi Sayang wanita yang Gavin tatap tak menyadari ke datangan dirinya,karena wanita itu menutup matanya.
Dari pakayan yang dia kenakan seperti Cleaning Service Club ini,tapi biarlah pekerjaanya tidak penting.yang penting itu surganya.gumam hati Gavin.
Tak lama panggilan alam kembali meronta minta di keluarkan,dan akhirnya Gavin memutuskan untuk masuk ke dalam toilet.
.
.
Adi yang tadi pergi entah kemana,perlahan menepuk pundak Kasih yang tengah tertidur di sisi lain toilet antara pria dan wanita.
Adi:"Kasih,Kasih bangun."tegurnya pelan.
Kasih:"Ahh Adi."sadarnya.
Adi:"Ayo bangun,kita harus kelantai atas."
Perlahan Kasih mengangguk dan berdiri dari duduk nyamannya.
Kasih:"Maaf ya aku ketiduran."tersenyum canggung.
Adi:"Ga papa,ayo."
Kedunya pun berjalan meninggalkan area toilet.
.
.
Gavin:"Kemana wanita itu.?"ucapnya heran yang baru saja keluar toilet.
Langkahnya dan juga kedua matanya terus menatap setiap sudut toilet,bahkan Gavin masuk ke dalam toilet wanita yang memang terlihat sepi.
Kemana wanita itu,aku harus menemukannya. tidak ada waktu lagi bagaimana ini.bingung batin Gavin.
Lamanya dia berpikir,akhirnya wajah tampannya yang tadi di tekuk kini di ganti dengan senyuman yang pastinya menakutkan.
Gavin:"Mari kita temui sang Manager,dia pasti tahu siapa wanita cantik itu."gumamnya dengan langkah kaki yang di buat sedramatis mungkin.
Para wanita cantik dan seksi kembali riuh, ketika manatap pria tampan yang baru saja datang dari arah pintu yang tadi dia lewati.
Gavin kembali mengacuhkan mata para wanita yang minta di puaskan seperti malam-malam sebelumnya.
Pria tampan itu hanya pokus berjalan melewati tatapan para orang di dalam Cub yang sudah mulai ramai.
Matanya seolah mencari objek hidup,tak lama Gavin berjalan menghampiri seseorang pria berjas hitam yang tengah berdiri di dekat meja Bar.
"Selamat malam,Tuan Gavin."ucap sang pria itu,dia bahkan membungkuk hormat.
Gavin dengan cepat duduk di depan pria yang di yakini sang manager Club Blue Eyes.
Sang manager sudah tahu ketika Gavin menemuinya pasti dia menginginkan seorang wanita untuk di puaskan,pikir manager.
Gavin:"Duduklah Pak Darwin."pintanya dengan meneguk satu gelas minuman berwaran bening di dalam gelas kecil.
Pak Darwin mengangguk dan duduk di samping Gavin.
Saat ini kedunya tengah duduk saling berhadapan.
Gavin:"Siapa wanita cantik yang tadi duduk di area toilet.?"pertanyaan itu membuat pak Darwin sang manager diam,dia seolah kebingungan dengan ucapan Gavin.
Darwin:"Maaf tuan,saya tidak mengerti.!"jawabnya gugup.
Gavin mengela nafas kasarnya,dia menahan rasa marahnya.tidak mungin juga Gavin menghajar sang manager yang tidak mengerti dengan ucapnnya.
Sebenarnya Gavin marah bukan karena pak Darwin tidak paham akan ucapnya,dia marah karena Teo tak kunjung datang.bahkan tadi ketika di dalam toilet dirinya berusaha menghubungi temanya itu tapi,Teo tak kunjung menerima panggilan darinya dan itu membuat dia marah.
Gavin:"dengar ini baik-baik pak darwin,saya tadi melihat seorang wanita dengan pakayan Cleaning Service Club ini siapa dia.?"bertanya dengan menahan rasa amarahnya.
walupan di dalam Club suara musik tidak terlalu kencang,tapi sang manager benar-benar tidak paham Tapi dia berusaha berfikir agar pria bule itu tidak marah.
Lamanya sang manager berfikir akhirnya"maksud tuan,wanita cantik yang bekerja di bagian Cleaning Service."
Gavin menagngguk"siapa dia,aku belum pernah melihat wanita itu,dia orang baru.?"menatap pak darwin seolah tidak sabar.
Jadi yang di maksud Tuan Gavin Kasih,karna memang dia yang baru bekerja di sini.di tambah lagi Kasih memang tercantik di antar pekerja yang lain.pikir pak darwin.
Gavin:"Siapa dia pak.?"bertanya dengan suara gelas kecil yang dia ketukan untuk menyadarkan sang manager.
Darwin:"Begini tuan Gavin,dia hanya Celening Service.kalau tuan mau,saya akan men-
gavin mengangkat satu tangannya,memberi isyarat agar pak Darwin berhenti berbicara.
Gavin:"Siapa Namanya,aku tidak perduli dengan pekerjaanya.cepat katakan kau sudah membuang waktuku."ucapnya penuh menekana.
Pak darwin menelan salvirnya gugup,dia bingung.pasalnya seorang tuan muda seperti Gavin bisa tertarik dengan wanita yang bekerja di bagian pembersih itu.
Darwin:"Namanya Kasih tuan,dia baru satu bulan bekerja di Club ini."jelasnya.
Nama yang cantik seperti orangnya,Noah kamu harus berterimakasih karna aku akan memberikan wanita yang sudah di pastikan masih perawan.senang batin Gavin.
Gavin:"Wanita itu bukan untukku,dia untuk temanku Noah Aditaman.kau tahu siapa pria itu."penjelasan itu membuat sang manager menangngguk.
Tuan Noah mencari wanita seperti Kasih apa aku tidak salah dengar,Gadis itu memang cantik tapi orang seperti tuan Noah bisa menemukan wanita yang lebih dari Gadis itu. artis dan model mungkin tidak akan menolak ketampanan tuan Noah.bingung hati pak Darwin.
Darwin:"Tapi maaf tuan Gavin,bukan saya membantah keinginan anda.tapi Kasih gadis biasa dan saya tidak tega kalau harus."ucapnnya kembali berhenti karena Gavin kembali mengangkat tangannya.
Gavin:"Baiklah kalau itu mau mu,tapi jangan salahkan aku.kalau besok bangunan ini dan beberpa cabang lainya berubah menjadi butiran debu."ancamnya santai.
.
.
Noah tengah duduk di ruang kerjanya,matnya begitu pokus menatap layar laptopnya.
Pria tampan itu memang gila kerja,dan baginya pekerja adalah segalanya.
Dan ketika sedang asik dengan beberapa dokumen di depannya.
Benda canggih yang ada di sisi mejanya bergetar menandakan ada panggilan telepon.
Noah:"Gavin mau apa dia,apa dia sudah menemukan makhluk itu(wanita)"
Tak lama Noah menggeser ikon hijau dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
Noah:"Ada apa.?"tanyanya malas.
Gavin:"Bersiaplah,besok malam kamu harus datang ke Club Blue Eyes.aku sudah menemukan wanita itu."ucapnya senang.
Noah:"Baik,aku akan datang."sahutnya tanpa ragu.
.
.
Ikuti terus.....
gk sanggup gue bca nya.. rsanya pengen d skip aja tp pnasaran
tapi kelakuan setan .....