cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam kedua
bab 7
Setelah selesai sholat magrib berjamaah, ber sama Mas Tio.
Aku pun pergi ke dapur untuk membantu Ibu dan Mami memasak untuk makan malam. Ya, kami masih di rumah nya Mami dan Papi nya Tio. Mungkin setelah 3 hari pernikahan, kami akan pindah kerumah kami sendiri.
Begitu pun juga Ibu dan Bapa ku. Mereka juga akan pulang.
Saat ini kami masih di larang Mami mertua untuk pulang karna Mami mertua masih ingin bersama.
"Ehhh, Mami sama Ibu, sudah dulu an ya kedapur," ucap ku.
(padahal aku ingin yang pertama tadi datang ke dapur)😁
"Iya, Sin. Kamu sih lama benerr, jadi keduluan deh sama kami," sahut Ibu ku.
"Iya, maaf Bu. Tadi aku sibuk nyusun hadiah di kamar, karna banyak bnget hadiah nya."
Kami pun mulai memasak ber sama.
*****
Setelah makan ber sama, aku pun di ajak Mas Tio untuk pergi ke kamar kami, mau sholat isya ber jama'ah kata nya.
Setelah selesai sholat isya, Mas Tio pun ber doa seperti biasa nya, meminta keturunan. 🤭🤭
"Sin," ucap mas Tio
"Iya mas," sahut ku
"Apa kah, malam ini kita akan melakukan sesuatu?" ucap Mas Tio lagi.
"Sesuatu apa, mas?" sahut ku. Ya sok lugu dulu lah aku ini ya, so polos dulu pura pura nggak tau
apa apa aja dulu. 😁😁
"Ya sesuatu kaya orang-orang gitu, yang kaya di anu-anu gitu, kalo malam pertama itu harus anu," kata mas Tio
"Hahhhh, anu apa an, mas? nggak ngerti aku. Kita kan sudah malam kedua." 🤭
"Ooo iya, ya sin."
"Itu anu lo, yang malam pertama. Orang kan kalo sudah nikah, harus gituan kan? karna sudah jadi suami istri," ucap Tio
"Iya, kita sudah suami istri mas. Tapi maksud kamu yang anu itu apaan? aku nggak ngerti?"
padahal aku pura-pura aja nggak ngerti . YA biasa lah kalo soal itu otak ku ini pasti selalu mengerti. 😏😏
"Ya udah deh, sin. Kita tiduran aja kalo kamu nya nggak ngerti!" ucap mas Tio
"Ya elahh, mas--masss, masa kayak gitu aja udah merajukkk. Apa harus aku yang mulai?" ucap ku dengan tenang. 😌
"Eeehhhhh, nggak Sin. Hehe, masa cewek sih yang harus mulai. Ya harus aku lah Sin, kan aku ini cowok sejati yang tampan dan elegan, lagi maco ,dan ber otot ," ucap Mas Tio sambil me nampil kan Otot otot tangan nya itu.
Mulut ku pun seketika mengaga tanpa sadar. Karna mendengar Kata-kata Mas Tio yang kepedean bangetz ituuu.
"Ya elah, sin. Itu mulut nya me nganga gitu, nanti kemasukan lalat lagi, kan kesedak nanti," kata mas Tio
Aku pun mulai menutup mulut ku ... Tapi belum sempat ter tutup 100% ... Mulut ku ini malah sudah ke masukan lalat.
"Uhukkk-uhuukkkk." Aku pun langsung kesedak dan berlari ke kamar mandi, untuk kumur kumur. Gara gara lalat luocnut ini, aku jadi kesedak.
"Ini semua gara-gara ucapan mas Tio itu tadi, kan aku jadi ter sedak!" aku jadi ngomel-ngomel sendiri di kamar mandi.
"Sin ... Gak usah ngomel-ngomel mulu, aku denger tau, mending kamu kesini deh, temenin aku bobo," ucap mas Tio dengan suara yang terdengar manja.
😒 "Mas Tio, ini. Aku kan kesedak gini gara-gara kamu tau!" ucap ku yang setengah berlari untuk menuju ranjang king size kami.
"Loh kok gara-gara aku sih, Sin? ya salah kamu dongg, karna mulut kamu itu nganga."
"Iya, kan. Aku nganga juga gara-gara kamu mas!. Kamu sih sok ke tampanan, kepedean banget."😒
(Ya emang tampan sih,) batin ku sambil tersenyum.
"Lah tadi muka nya cemberut, kok ini senyum senyum lagi? kesambet ya, kamu sin? atau lagi mikirin aku yaaaa!"
"Ehhhh, enak ajee. Aku nggak lagi senyum kok,"
ucap ku mengelak.
Padahal dalam hati ku, (tau aja sih mas Tio ini) 😋
"Sin, kita mulai sekarang ya."
"Emmm ... ya udah deh, mas."
"Gimana cara mulai nya Sin?" Tio pun mulai duduk di hadapan ku. "Apa seperti ini?"
Aduuuhhh aduhhhh gimana ini?... Mas Tio mulai mendekat kan wajah nya kepada ku sambil me moyong kan bibir nya.
Aku pun, langsung terdiam kaku.
Mulai mendekattt ... Semakinnn mendekatttt ... Lebihhhhh dekatttt lagi ... Dan kini bibir Tio pun menyentuh bibir ku.
Bibir yang kenyal dan hangat.
"Kok berhenti sih, Mas?" Mas Tio mulai menjauh kan wajah nya.
"Ehh, sinn. Aku kok gerougi banget ya, jantung ku pun ber detak sangat kencang, nihhh coba pengang."
Mas Tio mulai mengarah kan tangan ku, ke dada nya.
"Iya, Masss. Kenceng bangettt! kaya mesin pabrik padi aja," umpat ku
"Ya elah, Sin. Kok jantung ku kamu sama kan dengan mesin pabrik padi sihhhh!
jantung ku ini kecil tau! dan punya perasaan, nanti kalo dia sakit gimana? apa kamu mau obatin jantung ku ini?"
"Itu kan hanya perumpama'an aja Mas, gak usah di masuk kan ke hati," umpat ku. "Lebih baik kita lanjutin aja yang tadi."
Hehhh, aku kok jadi nggak sabaran gini sih ...
ya udah dehh, nggak papa sama Suami sendiri juga. 😜
"Yakinnn, sinnn. Mau di lanjutin?..Apa kamu sudah siap?" ucap Mas Tio
"Emmmm, in sya ALLAH, AKU SIAP MASS!" sahut ku dengan lantang.
"Hussttt, sinn. Jangan keras keras juga kali jawab nya."
"Maaf, masss. Aku ter lalu ber semangat." 🤭
Mas Tio pun mendekat kan wajah nya lagi. Aku pun terdiam kaku tak bisa bergerak.
Mas Tio mulai m*ng**up dan m*lu*at bibir ku dengan sangat lembut. Di iringi tangan nya yang ber gerilya di per muka an dua gunung kembar ku.
Tapi ehhh, belumm juga lepas b@ju. Sudah di ketokkk mertua ni pintu kamarrr kami..
tok tok tokk
"Tio ,Sindi. Apa kah kalian sudah tidurrrr?"
Kami pun ter sentak dan melepas kan pagutan b*b*r kami yang menyatu ini.
"Kenapa Mi?" ucap Tio. Kami pun membuka kan pintu kamar.
"Itu lohh Tiiiooo ,ituuuuu."
"Ituuu apa an, mi?" Kami pun langsung khawatir karna wajah Mami mertua begitu histeris..
"Itu lohh, nakk. Kata nya lestoran baru kita ke bakaran." Kami pun lngsung kaget dan mas Tio mulai memasang jaket nya.
"Sinn, mas pergi dulu yaaa? Mas mau periksa dulu lestoran baru kita yang ter bakar itu!"
"I--iya Mas pergi lahh ... Aku tak apa," sahut ku.
Walau pun aku merasa kesal, tapi aku juga kasian melihat Mas Tio.
"Hati hati di jalan, ya Masss," ucap ku.
Mas Tio pun pergi ber sama Papi dan Bapa ku. Meninggal kan aku ,Mami ,dan Ibu.
Kami ber tiga pun hanya bisa ber doa. Semoga lestoran mas Tio masih bisa di selamat kan.
****
Sudah jam 1 malam, mas Tio tak kunjung pulang.
Kami bertiga pun memutus kan untuk pergi ke kamar masing-masing.
"Nak ... sudah jam 1 malam ini, ayo kita ke kamar, lebih baik kita nunggu nya di kamar aja sambil rebahan, agar lebih tenang" ucap Mami mertua.
"Iya, buk. Saya juga udahh ngantuk nih," sahut Ibu ku.
"Ya udah Bu,Mi, aku juga mau ke kamar."
Kami pun ber pisah, untuk ke kamar masing masing.
***
Aku menunggu mas Tio sambil rebahan di kamar. Lama-lama aku pun mulai mengantuk dan aku pun tertidur.
Aku ber mimpi. Aku rebahan di kasur empuk dan tidur ber paling. Tiba-tiba ada tangan nakal yang grepe grepe, di buntelan melon ku dari belakang.
Apa lagi hembusan nafas yang hangat dan lembut di leher ku, membuat aku kegelian.
Tiba-tiba, aku pun ter sadar dari mimpi ku. Aku mulai bangun dari tidur ku.
"Ehhh, kok ini terasa nyata banget ya? sentuhan nya?"
Aku pun mengumpul kan kesadaran ku yang masih setengah. Aku mem buka dan menutup lagi mata ku, dan ku buka lagi.
"Iya- yaa terasa bangett ini sentuhan nya."
Aku pun mulai menengok ke arah buntelan melon ku yang kembar ini, dan ter nyata ini benerannn...
Dan sekarang gantian.
Aku pun mulai loncat dari ranjang, langsung ber diri me masang kuda kuda. Siapa tau itu penjahat.
"Siapa, kamu!" ucap ku dengan lantang.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor