🧭 96 km Season 2
⏰
21+
"Mengapa kita begitu rumit?!" ujar Mina.
Kisah cinta langit timur (Mina) dan langit barat (Nagi) kembali berlanjut. Mereka terbawa kembali ke masa di saat pertama kali bertemu.
Nagi berhasil membalikkan waktu dan berusaha menghilangkan jarak 96 kilometer di antara mereka.
Namun Mina justru berusaha melupakan kisah cintanya bersama Nagi, karena masih terikat pada seseorang dari masa depan.
Apakah dengan mesin waktu, mereka bisa bersatu lagi di tengah rasa ragu dan bimbang?
Ayo ikuti kisah romansa di dalam mesin waktu ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Despacito
..."Mulai terasa adanya hambatan....
...Tidak apa, aku si optimis yang pantang mundur!...
...Aku akan maju perlahan."...
Esok harinya, Mina dan Risa berjalan menuju kelas setelah dari toilet. Kebetulan sekali, saat ini sedang kosong karena gurunya sedang berhalangan hadir.
Sampai di depan kelas, mereka memisahkan diri karena Risa memilih duduk bersantai di luar kelas bersama para cewek. Sedangkan Mina masuk ke kelas.
Di kelas, Mina melihat seorang perempuan sedang duduk sendirian. Ia tahu namanya adalah Gita. Ia mencoba mendekatinya dan mengobrol dengannya.
“Hai, Gita!”
“Hai, Mina!” ucapnya sembari tersenyum.
Mina menanyakan hal-hal yang sederhana padanya, seperti alamat rumahnya dimana dan dia naik apa ke sekolah.
Walaupun sebenarnya, Mina telah hafal dengan tingkah temannya yang satu ini. Namun ia tak boleh terlihat seperti time traveler.
Gita menjawab bahwa rumahnya lumayan jauh sehingga ia memilih untuk menge-kos yang terdekat dari sekolah. Ia berjalan dari kosan menuju sekolah.
Saat mengobrol, seseorang berjalan dihadapan mereka. Iya! Dia yang membuat Gita sukses membeli seragam baru dan hari ini langsung ia kenakan, yaitu Nagi.
Mina menatap Nagi dengan matanya yang melebar. Sesaat kemudian matanya kembali ke arah Gita dan kembali memulai obrolannya.
Hm, aku dicuekin nih? Nagi segera duduk di kursi kosong di belakang bangkunya. Aku menunggumu di sini, Mi.
Beby kembali lagi mendekati Nagi. Ia segera duduk di samping Nagi yang merupakan tempat duduk Risa.
"Kamu ngapain duduk disini, By?!" tanyanya dengan agak membentak.
"Eh, memang ngga boleh ya? Ya sudah deh, aku duduk di depanmu ya!" balas Beby yang tersenyum manis dan mengedipkan salah satu mata untuk menggodanya.
Huh! Aku tak peduli! Eh, tapi bagus dong! Nagi segera memanggil-manggil Arik supaya dirinya duduk di samping Beby.
Tersisa satu bangku kosong yang merupakan tempat duduk Risa. Namun, Risa masih asyik merumpi dengan teman-temannya di luar kelas. Nagi berpura-pura menyibukkan diri dengan bermain games sembari menunggu Mina kembali.
"Eh! Kamu kenal Leila ngga, Git?" tanya Mina yang membuat kerutan di dahi Gita.
"Iya dong! Aku mengenalnya sejak ospek kemarin. Karena waktu itu dia kadang mengantarku pulang ke kosan, hehe."
"Naik motor ya?" gumam Mina yang terdengar samar oleh Gita.
"Eh gimana, Mi?"
"Oh oh ngga kok!" Mina menyadari kesalahannya. "Aku kembali ke bangkuku ya!" ujarnya yang langsung melarikan diri.
Mina berjalan kembali ke bangkunya. tangan kanannya mengelus dada yang berdegup kencang seperti dikejar satpol PP. Hampir saja aku ketahuan.
Langkahnya berhenti sebentar saat hampir dekat dengan bangkunya. Itu ... ngapain dia duduk disitu?! Namun Mina tak bisa mundur, dan ia memilih melanjutkan langkahnya.
Nagi merasa ada yang duduk di sampingnya. Ia menoleh dan terlihat wajah Mina yang menunduk sembari memainkan handphone-nya.
Nagi memulai percakapan. "Mi ...," panggilnya, yang membuat orang di sebelahnya menoleh.
"Maaf ya... kemarin ucapan ku kelewatan," lirih Nagi yang terdengar seperti bisikan maut bagi Mina.
Belum dibalas, Beby justru mengganggu Mina dengan bertanya mengenai games.
"Loh Nag ... kok kamu off sih?!" ucap Beby.
Arik pun demikian. "Kok sudah keluar dari game, Nag?"
Mereka semua kompak menoleh ke arah orang yang sedang duduk di samping Nagi.
Mina sangat dan sungguh merasa bahwa mereka berdua saat ini sedang mengumpati dirinya dalam hati karena mengganggu fokus Nagi. Sialan! Mengapa tatapan kalian begitu menusukku?!
"Oh maaf hehe. Kalian lanjut main saja, aku mau belajar bareng Mina...," dusta Nagi, yang tak direspon oleh kedua temannya.
"Sudah sana...," ucap Nagi sembari mendorong kepala mereka untuk kembali menghadap ke depan. "Ayo By, coba kalahkan Arik!" titahnya.
Akhirnya mereka berdua menurut dan kembali mengisi waktu luang mereka dengan main bareng.
...***...
Salam Hangat dari "Sebuah Kisah Cintaku" 😆🙏🏼
Sungguh luar biasa
Apalagi bila bisa buat sesuatu yang positif 👍👍👍
semangatt yaa
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks