NovelToon NovelToon
Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Wanita Karir / Chicklit / Sugar daddy / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:547.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nindi'G

Bercerita tentang seorang wanita yang sedang bekerja di kota lain demi bisa menghidupi anaknya. Nabila Maharani namanya, bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perusahaan dikota tempat tinggalnya. Karna tuntutan pekerjaan Nabila terpaksa meninggalkan anaknya bersama sang suami dikampung halamannya....


Apa yang akan terjadi, Ikuti kisah selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindi'G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galaksi Bumi Pramudya

Hari kedua bekerja, Nabila sudah berada diruangan dan bersiap membawa laporan yang dikerjakan kemarin ke ruangan CEO.

"Bismillah, semoga hari ini berjalan dengan baik," gumam Nabila jalan menuju ruangan CEO.

Tok tok tok

Cklek

(Pintu tiba-tiba terbuka otomatis)

Dengan ragu Nabila melangkahkan kaki masuk keruangan bosnya, Ia kagum melihat desain ruangan yang saat ini dikunjunginya.

"MasyaAllah, ruangannya begitu nyaman, mewah dan elegan," ucap Nabila dalam hati seraya mendekat kemeja kerja bosnya.

"Galaksi Bumi Pramudya? jadi itu nama CEO perusahaan ini?" gumam Nabila saat sudah berdiri tepat didepan bosnya.

"Mmm... Permisi, Pak?"

"Iya silahkan, ada urusan apa?" tanya pak Galaksi.

"Ini Pak laporan yang kemarin," ucap Nabila seraya menyerahkan laporan yang dipegangnya.

Galaksi menerimanya dan memeriksanya, "Anda boleh kembali keruangan, Anda!" perintah Galaksi.

"Baik, Pak. Saya permisi dulu." Nabila memutar badannya dan meninggalkan ruangan bosnya.

Nabila masuk keruangannya dan melihat ternyata sudah ada laporan baru yang diletakkan diatas meja.

"Baru ditinggal beberapa menit aja udah nambah aja nih tugas," ucap Nabila tersenyum.

Sementara itu, diruangan Galaksi Bumi Pramudya.

Menekan tombol telfon yang langaung terhubung keruangan asistennya, "Keruangan saya sekarang."

"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?"

"Ikhsan, cari informasi tentangnya!"

Ikhsan mengerti siapa yang dimaksud bosnya, "Siap laksanakan, Pak." ikhsan sigap menjawab

"Besok laporannya sudah ada di meja saya," ucap Galaksi tegas.

"Baik, Pak. Ada lagi pak?"

"Tidak, cukup itu dulu."

"Yang ini harus berhasil," ucap Galaksi dalam hati.

"Kalau begitu saya permisi, Pak."

"Iya silahkan." Ikhsan keluar ruangan.

Galaksi Bumi Pramudya anak tunggal seorang pengusaha yang perusahaannya ada dimana-mana. Dia dibesarkan oleh ayahnya seorang diri tanpa bantuan dari keluarga karna dulu ayahnya adalah orang yang tak punya. Umur Galaksi masih sangat muda tapi karna ayahnya yang sudah tidak ingin bekerja dikantor jadi mau tidak mau Galaksi harus menjadi pemimpin perusahaan ayahnya.

Galaksi begitu menyayangi ayahnya, Wahyu Pramudya nama ayahnya. Orangtua tunggal untuk anak sematawayangnya.

Galaksi saat ini masih kuliah tapi sebelum kekampus Galaksi lebih dulu harus kekantor memeriksa laporan yang setiap hari ada menumpuk.

"Sangat melelahkan jika setiap hari harus seperti ini," gumam Galaksi.

Masa mudanya harus dihabiskan dikantor dan kampus. Sudah satu tahun ini Galaksi menduduki posisi CEO dan semenjak Galaksi mempimpin perusahaan omsetnya makin besar. Itulah sebabnya dewan direksi tidak keberatan jika pemimpin perusahaan masih sangat muda dan masih menempuh pendidikan s1 nya.

Galaksi tenggelam dengan kesibukannya memeriksa laporan yang tadi dibawa oleh sekretaris barunya. Sampai alarm dihp Galaksi berbunyi ia menghentikan kegiatannya dan bersiap untuk kekampus karna hari ini ia memiliki jadwal kuliah.

Galaksi menekan tombol telpon diruangannya yang langsung terhubung ke telpon diruangan asistennya.

"Ikhsan, hendel urusan di kantor, saya ada jadwal kuliah hari ini!" perintah Galaksi.

"Iya, Pak. Siap," jawab Ikhsan.

Mendengar jawaban dari asistennya, Galaksi segera keluar ruangannya dan menguncinya dengan remot yang selalu ia bawa kemana-mana. Galaksi tipe orang yang tidak suka jika ada orang lain masuk keruangannya tanpa ada ia didalamnya.

Kembali keruangan Nabila, ia begitu fokus menatap layar komputer didepannya sambil sesekali melirik kearah tumpukan kertas yang diatas mejanya untuk mencocokan data.

tok tok tok

Nabila mengangkat pandangannya kearah pintu, "masuk," perintah Nabila.

"Permisi, Bu Nabila." seorang karyawan wanita masuk dengan anggun.

"Silahkan duduk."

"Tidak perlu, Bu. Ini saya hanya mengantarkan laporan dari perusahaan yang ada di surabaya." menyerahkan beberapa map ke Nabila dan langsung diterima oleh Nabila.

"Baiklah, terimakasih yaa.. Anda boleh kembali," ucap Nabila lembut.

"Saya permisi, Bu." Dijawab anggukan oleh Nabila.

Nabila kembali fokus mencocokkan angka yang sudah diprintout dan yang ada dikomputernya. Setelah merasa cocok ia beralih ke map lainnya, begitu seterusnya sampai jam istrahat tiba, ia berhenti sejenak untuk shalat dan makan siang supaya tenaganya kembali pulih untuk mengerjakan laporan yang masih banyak itu.

Nabila shalat diruangannya, ia juga sudah membawa mukenah dari rumah dan akan disimpan dikantor agar jika shalat tidak perku keluar lagi. Makan siang yang dipesan juga sudah ada dimejanya dibawakan oleh OB saat ia shalat.

Nabila pindah duduk ke sofa agar lebih leluasa saat makan, "Sepi juga makan siang nggk ada mba Clara," gumam Nabila seraya menyantap makanannya.

Sore hari jam pulang tiba, barulah Clara masuk keruangan Nabila. "Hi Mba, ayo kita pulang," ucap Clara.

Nabila heran melihat Clara yang biasanya penuh semangat sekarang terlihat begitu lesuh, "Mba Clara kenapa?" tanya Nabila heran.

"Capek, Mbak. Kerjaan tadi banyak banget. Sakit mata saya liat layar komputer sepanjang hari," gerutu Clara.

"Hahaha kirain lagi putus cinta," gurau Nabila.

"Yee boro-boro putus cinta punya pacar aja nggk," gerutu Clara memonyongkan bibirnya.

"Bisa ajakan Mba Clara sedang jatuh cinta ke cowok eh cowoknya malah naksir cewek lain."

"Mba Nabila yang cantik ini itu dunia nyata bukan novel atau drama yang tv itu."

"Lah kan di novel kadang juga kisah nyata yang diambil dijadikan novel, di tv juga gitu loh kadang kisah nyata yang diangkat jadi film dan ditayangkan ditv."

"Yaa emang bener sih, tapi kan saya nggk gitu mba. Lagian saya nggk ada suka cowok saat ini."

"Hmmm jadi gitu, yaudahlah ayo kita pulang," ajak Nabila, "Kita singgah di supermark*t dulu yaa? Saya mau belanja bahan makanan, semalam mau keluar tapi malas kalau sendiri."

"Iya, Mbak. Saya juga mau belanja semua bahan dirumah udah pada habis," ucap Clara.

"Baguslah, mari kita belanja bersama," ucap Nabila.

"Ayo," ucap Clara setengah berteriak.

"Hee nggk usah teriak-teriak gitu, malu diliat orang," ucap Nabila melirik sekitar baseman banyak pasang mata yang melihat mereka dengan pandangan heran.

Clara ikut melirik kesekitarnya, "Hehehe maaf, Mbak. Ini karna saking semangatnya belanja ada yang nemenin."

Nabila menggelengkan kepala melihat Clara yang seperti remaja, "Bahagia itu saat belanja ditemeni pasangan atau gebetan, lah ini belanja sama saya, sesama wanita."

"Yaa setidaknya kan ada yang nemenin, dulu sebelum ada Mba Nabila saya malas banget kesupermark*t belanja, Mbak"

"Yaudah ayo berangkat sekarang aja ini udah jam berapa, makin lama disini makin lama kita sampai dirumah."

"Siap,Mbaku." Clara merasa bahagia karna sekarang punya teman yang bisa diajak kemana-mana dulu sebelum ada Nabila semua dilakukan sendiri.

Mereka langsung masuk kesupermark*t dan memilih troly masing-masing, Clara ikut ke stand atau rak mana Nabila pergi. Begitu terus sampai mereka menuju kasir.

Nabila melirik troly Clara yang belanjaannya sama persis belanjaan Nabila.

"Banyak juga belanjaan kita yaa mbak, bisa habis gaji sebulan kalo belanjan gini terus," ucap Clara tersenyum bahagia.

"Lagian ngapain Mba Clara belanja banyak begitu?"

"Lah Mba Nabila aja belanja banyak jadi aku juga samain aja," jawab Clara tidak mau kalah.

"Saya belanja untuk kita berdua jadi belanja banyak gini." mendengar jawaban Nabila, Clara terperangah dibuatnya.

"Astaga jadi Mba Nabila belanja buat saya juga?" tanya Clara melotot tidak percaya.

"Iya saya belanja untuk Mba Clara juga," jawab Nabila menahan tawanya.

"Astaga... Tau gitu saya nggk usah ambil ini semua." sesal Clara seraya mengangkat kresek yang ditangannya.

"Udah terlanjur jadi ayo kita pulang, ini bisa dijadikan stok dua bulan ke depan. hahaha," ucap Nabila meledakkan tawanya.

"Hmmm mba Nabila kenapa nggk bilang sih" ucap Clara kesal

"Mba Clara nggk nanya, jadi yaudah saya diamin aja hahaha..."

"Saya berhasil dikerjain, Mba Nabila," ucap Clara kesal lalu mengikuti langkah kaki Nabila yang menuju mobilnya.

...----------------...

1
salma
penasaran
Jasmin Melor
Luar biasa
Fetty Fineke
apalagi aku yg suaminya tukang ojek,,tiba2 dikasih ma suami duit segitu,,,,
mustahil .....
Memyr 67
𝗶𝗻𝗶 𝗴𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗹𝗮𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮? 𝗸𝗼𝗸 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗽𝗼𝗸? 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸, 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮.
Astrid valleria.s.
lama banget Thor update nya....apa udah ditamatin...ga enak digantung...
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg udah lama sekaleeeee
Erina Munir
halluu loh samud....udh dehh ...klo udh ga mampu ya udhh
Jue
Aku ingatkan Caca dan Mamanya aja yang Gila tapi rupanya yang lebih parah adalah Samudra , Sungguh keturunan keluarga yang tidak sedar diri .
AZ & AR
sudahlah samudra. ke kota fokus aja cari adek & mama kau. trus balik ke kampung sono. gk usah cari pintu masuk kehancuran..

udh bener2 di kasih kesempatan buat bahagia eh malah cari kehancuran lagi..
Nindi: Tiupin ketelinga Samudra supaya cepat kembali sadar kak🤭
total 1 replies
Tarminah Tarminah
lo sampai ga bahagia ku skip thor
Sulfia Nuriawati
dih g nyadar, dulu aja cm d jd kan sapi perah, skrg mw d ambil lg, telaaat mantan udah bahagia skrg, jgn d ganggu kalo g mw msk penjara pg
Rizky Sandy
kirain sdh insaf ternyata msh sama saja,,,,,
ros
yg terlanggar nabila pasti cici
Jue
Lucu nih Samudra , Kalau Nabila sendiri ngotot mahu cerai kena pula harus susah-susah rujuk kembali , Kamu aja sudah kek sampah yang layaknya hanya dalam Tong MDKT
Nindi: Entah apa yang dipikiran Samudra ini
total 1 replies
Ali aziz
pokoknya keluarga nabila jangan ada sangkut paut lagi sama keluarga samudera dan jangan pula galaksi dg cici pokoknya putus hubungan telak ga boleh ada ikatan apapun dlm kelurga nabila
Nindi: Oke siap dicatat kak
total 1 replies
Jue
Sungguh muka tak malu Samudra kalau masih tak sedar diri untuk berharap kembali kepada Nabila dan Raksa , Seluruh keluarga Samudra enggak ada benarnya , Nabila yang sudah hidup bahagia dengan Wahyu yang kaya raya serta Galaksi sebagai anak tiri yang baik , Jadi jangan pernah jodohkan Galaksi dan Cici Author , Ya mungkin sikap Cici berubah tapi dia bukanlah jodoh yang baik buat Galaksi , Tambah-tambah lagi kalau harus terikat kembali dengan keluarga mantan sampah , Euuh ... , Sungguh akan merosakkan jiwa Nabila kembali Author .
Nindi: Kapan tobatnya keluarga Samudra
total 1 replies
Erina Munir
niat jelek mah ga bakalan berhasil neeng....prett deh iihh...
Erina Munir
ya...ampuunn....anak n maknya sama aja klakuaan...klakuaan....
Ira
Makin serem aja kelakuan caca
Nindi: Hy, Kak. Terima kasih masih setia jadi pembaca karya author. lopeu sekebooon/Joyful/
total 1 replies
Memyr 67
𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝘀𝗵𝗼𝗰𝗸. 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻, 𝗾𝗸𝗶𝗿𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗴𝗶𝘁𝘂
Nindi: /Smirk/ maafkan author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!