Seorang gadis yang terjebak cinta satu malam bersama seorang pria asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
Malam hari di rumah Lusy.
Menghampiri kamar yang Riana tempati dalam rumahnya. Kebetulan rumah sederhana itu memiliki tiga kamar. Dan kamar satunya lagi, kamar kakaknya Lois yang saat ini berada di indonesia.
Tok tok tok
Mendengar pintu kamarnya di ketuk, Riana mempersilahkan Lusy masuk ke dalam kamarnya.
"Riana, ini ada gaun, kau pakai dan bersiap-siap sekarang, sebentar lagi kita berangkat ke upacara ulang tahun idolaku" tersenyum manis.
"Idola? Artis?"Tanya Riana.
"Bukan, tapi seorang model ... Apa kau tau Monica, model papan atas itu?"
"Owh, aku ada mendengar tentangnya, tapi tidak banyak," jawab Riana seadanya.
"Kau harus mengenalnya, dia sangat ramah dan rendah hati, dermawan dan tidak sombong, kau pasti kenal dengan MR X kan? Pria misterius kaya raya itu, kau tau, dia itu adalah tunangannya nona Monica, ah, tapi sayang ... Wajahnya sering tertutup masker, Aaaa aku jadi penasaran dengan wajahnya seperti apa ya? Kalo dari bentuk tubuhnya sih, fuhhhh idaman para wanita bangetttttt'' girang Lusy. Lusy memang tidak mengetahui sikap sebenar dari seorang Monica yang sering menunjuk kedermawanannya di depan publick, untuk membohongi semua orang jika dia adalah seorang yang kaya raya dan dermawan. Tapi tidak sesuai kenyataan, Monica adalah seorang wanita yang sangat angkuh dan sombong.
,,,
Indonesia.
BRAKK!
PRANG! PRANG! PRANG!
Albert mengamuk saat mengetahui jika putrinya melarikan diri, sudah beberapa hari Riana pergi dari kontrakan-nya, ia baru saja mengetahui dan menyadari jika putrinya tidak berada di kontrakan.
"Aku akan mencari mu anak sialan! berani sekali kau pergi tanpa sepengetahuan ku! awas kau bocah, bersiap untuk mendapat hukuman dari ku." geram Albert mengambil kunci motor berniat mendatangi bengkel tempat Lois bekerja, ia juga tau jika Riana sangat dekat dengan Lois.
Beberapa menit berlalu.
Albert sudah tiba di bengkel tempat Lois bekerja. "LOIS!" teriak Albert marah pada Lois melangkah mendekati Lois, menarik kerah bajunya.
Lois hanya berwajah santai menghadapi sikap Albert yang menarik kerahnya seperti ingin memukul wajah tampannya.
"MANA RIANA?!!!" tanya Albert berteriak, dan berkilat amarah dari kedua bola matanya.
Menyeringai sambil mendorong tangan Albert dari kerah bajunya. "Bukannya Riana putri mu? Kenapa kau datang pada ku, dan mencari putri mu sini?" jawab Lois terdengar sinis pada Albert.
"Kau jangan mencoba untuk berbohong pada ku sialan! Aku tau kau yang menyembunyikan Riana dari ku! mana Riana!"
"Aku tidak tau paman, kau cari sendiri saja, jangan mencarinya pada ku karena aku tidak tau kemana putrimu" bohong Lois. Mana mungkin ia memberitahukan pada Albert yang brengsek, jika ia sudah mengirim Riana ke Amerika.
"KAU JANGAN BOHONG"
"Kalau aku dapat tau kau menyembunyikan anak itu, siap kau!" ancam Albert melangkah keluar dari bengkel.
"Gila" menggeleng melihat tingkah Ayah Riana yang tidak pernah berubah dari dulu hingga kini.
,,,
Amerika.
Braylee sudah siap dengan setelan jasnya yang tampak sangat rapi, tentu saja tidak lupa dengan masker yang menutupi wajah tampannya.
Sebentar lagi ia berangkat ke Mension Markus tempat acara ulang tahun Monica tunangannya, akan di adakan sebentar lagi.
Setelah bersiap, Braylee melangkah turun ke bawah. Di bawah sudah ada Monica menunggu-nya, tentu saja dengan pakaian sangat menggiurkan di mata para pria, tapi tidak untuk Braylee yang sama sekali tidak ada ketertarikan pada tubuh indah milik Monica, karena yang ada hanya perasaan dendam pada monica anak pembunuh Daddy-nya.
Alasan Braylee masih bertahan tidak membunuh Markus, itu karena ia ingin menemukan Albert terlebih dahulu, karena jika ia membunuh Markus sekarang, bisa jadi ia tidak akan bisa menemukan Albert yang sudah melarikan diri semenjak kematian sang Daddy 17 tahun silam.
"Kenapa kau masih di sini, bukannya seharusnya kau sudah berada di rumah Papi mu" terdengar datar bertanya pada Monica yang menunggunya.
Tersenyum cerah memeluk manja lengan Braylee "Aku ingin berangkat bersama dengan mu sayang" menggesek-gesek dadanya di lengan Braylee.
Tidak menanggapi Monica, mendorong tangan Monica, langsung melangkah keluar Mension tanpa peduli pada Monica, apa ia ingin menyusul atau tidak.
Mengepal tangan melihat Braylee yang sering mengabaikannya. Pria ini benar-benar telah menantang kesabaran ku, aku sudah dandan cantik seperti ini, masih saja tidak terlihat olehnya, ia bahkan mendorong pelukan ku, cih!. Batin Monica emosi tiap kali berhadapan dengan Braylee. Tapi ia tidak ingin memperlihatkan pada Braylee tentang dirinya yang sesungguhnya.
Tentu saja Braylee tau semunafik apa Monica. Hanya saja bagi Braylee, itu sama sekali tidak penting.
Monica menyusul di punggung Braylee. Saat melihat tuannya telah tiba, Xan langsung membuka pintu mobil untuk Braylee.
''Lama banget sih buka pintu mobil-nya" Monica melototi Asisten Xan karena menurutnya terlalu lama untuk membukakannya pintu mobil. Tentu saja dengan suara yang di kecilkan agar tidak di dengar Braylee yang sudah berada dalam mobil.
"Maaf nona" jawab Asisten Xan berwajah datar, ia sangat tidak menyukai tunangan tuannya, karena Monica sangat sombong bila di belakang camera, lain halnya jika ia berada di hadapan Camera dan di depan Braylee, ia akan berubah menjadi wanita sangat baik dan dermawan, seperti kucing kecil yang manis.