NovelToon NovelToon
Fitnah Kejam Ibu Mertuaku

Fitnah Kejam Ibu Mertuaku

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:528.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Meylani Putri Putti

Karena Fitnah Ibu Mertua ku, rumah tangga ku berantakan. Dia tega memfitnah dan menghadirkan orang ketiga di dalam rumah tangga ku.

Aku tak tahu, kenapa ibu mertua jadi kejam seperti ini, bahkan bukannya dia yang meminta agar aku dan Mas Doni segera menikah.

Ada apa ini?

Bagaimana nasib rumah tangga ku?

Siapa yang akan bertahan, aku atau ibu mertua ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Godaan Sang Pelakor

Doni membawa mobilnya keluar dari halaman kompleks. Matanya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan bu Misye.

"Ke mana Mama perginya, cepat sekali," guman Doni.

Doni terus mencari keberadaan bu Misye di jalan raya. Hingga sebuah dering telepon mengagetkan Doni.

Doni meraih handphone tersebut kemudian mengangkat telepon dari nomor yang tak dikenal.

"Halo selamat siang dengan Pak Doni?" ucap seorang yang berada di sambungan telepon.

"Iya saya Doni, ada apa ya Pak, bapak Siapa?" tanya Doni.

"Oh kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan jika Ibu Misye baru saja tertabrak motor dan saat ini ia tengah mendapatkan perawatan di ruang UGD."

"Tertabrak motor?"tanya Doni.

"Oke Pak, Baiklah saya akan segera ke sana."

Setelah memutus sambungan teleponnya, Doni membawa mobilnya melaju menuju rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit Ia langsung menghampiri ruang UGD.

Saat itu Doni mencari keberadaan Bu Misye, dan mendapati Bu Misye sedang mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

"Ma, Mama tidak apa-apa?" tanya Doni.

Bu Misye menangis sambil membuang wajahnya.

"Mah,  maafkan Doni, bukan maksud Doni untuk mengusir mama."

"Sudahlah Doni, mama sadar setelah kehadiran Sindy di rumah itu, mama gak berarti sama sekali dimata kamu," ucap Bu Misye.

"Ma, jangan nyalahin Sindy terus dong ma. Kasihan Sindy."

Bu Misye semakin jauh membuang wajahnya.

"Setelah Mama diobati kita akan pulang ma," bujuk Doni kembali.

"Mama nggak mau pulang sebelum Sindy yang keluar dari rumah itu."

Doni menghela nafas panjang.

Sindy sudah pergi dari rumah kita, sekarang mama pulang ya? Dokter menyatakan kondisi Mama baik-baik saja dan diperbolehkan untuk pulang."

"Benarkah Doni, apa Sindy benar-benar sudah pergi dari rumah itu.

"Iya ma,  lihatlah pesan yang dikirim oleh Sindy."

Sebenarnya Doni merasa sedih karena sang istri harus pergi dari rumah mereka, untuk sementara mungkin adalah adalah jalan yang terbaik.

Doni juga tak mungkin membiarkan Bu Misye terlunta-lunta di jalanan. Dia ingin jadi anak yang berbakti, karena hanya Doni yang dia miliki. 

Setelah mendapat pertolongan pertama, bu Misye dibawa pulang oleh Doni..

Dengan perasaan bangga dan bahagia bu Misye masuk ke dalam rumah itu. Tubuhnya dibopong oleh Doni menuju kamar.

'Akhirnya aku bisa menyingkirkan Sindy. Aku harus pikirkan cara agar Doni menceraikan wanita itu,' batin Bu Misye.

"Mah, Mama istirahat dulu ya."

"Iya Don."

Doni kembali ke kamar dan melihat barang-barang Sindy yang sudah tidak ada di tempat biasa.

"Maafkan aku Sindy, aku bingung harus bagaimana."

Doni coba menghubungi Sindy melalui aplikasi pesannya..

Sin, kamu dimana?

Masih di jalan Mas.

Sin, mas Doni sudah pikirkan jalan terbaik untuk kita Sin. Mas akan ngontrak rumah untuk kita berdua. Untuk sementara, kamu tinggal dulu di rumah orang tua mu. Setelah keadaan mama membaik dan mas sudah mendapatkan rumah atau apartemen barulah kita akan pindah Sin.

Maaf mas Doni berkata kasar kepada kamu, Mas Doni hanya bingung harus bagaimana.

Sindy membaca pesan tersebut tapi tak membalasnya.

Sin, maafkan Mas Doni. Mas Doni cuma cinta sama kamu Sin. Jangan sampai masalah ini sampai menghancurkan rumah tangga kita Sin.

Tolong mengerti lah Sin. Mas Doni lagi bingung saat itu.

Doni terus saja mengirimkan permintaan maafnya.Namun Sindy tak pernah membalas.

Doni menghela nafas panjang sambil melempar handphonenya ke sembarang arah.

"Ya Tuhan, kenapa aku harus terjebak dalam dilema ini," dengus Doni sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

***

Sindy tiba  di rumah kediamannya. 

"Assalamualaikum Bu," ucap Sindy.

Bu Anita kaget melihat kedatangan Sindy yang tiba-tiba.

"Sindy, kamu datang sendiri?" tanya Bu Anita sambil melihat ke sekeliling.

"Iya Bu."

"Kamu kenapa sih, kamu bertengkar ya dengan Doni?"  tanya Bu Anita ketika melihat putrinya terlihat begitu sedih.

Sindy menggaguk  dengan lirih.

"Suami istri bertengkar itu biasa Sin, tapi tidak seharusnya kamu pergi dari rumah itu. Setiap permasalahan pasti ada jalan penyelesaiannya, Jika kamu pergi dari rumah itu hanya akan mempersulit masalah rumah tangga kalian,"nasehat Bu Anita.

"Masalahnya, Sindy memang harus pergi dari rumah itu Bu. Itu atas permintaan mamanya Mas Doni."

"Permintaan mamanya Doni?"

"Iya Bu Sindy tidak tahu kenapa Mama Mas Doni tidak menyukai Sindy,bahkan Sindy beberapa kali difitnah dan diprovokasi agar bertengkar dengan Mas Doni."

"Ya ampun sebegitunya Sin, emang kamu pernah melakukan salah apa sehingga bu Misye begitu membenci kamu?"

"Sindy juga tidak tahu Bu, perasaan Sindy tidak pernah berkata kasar. Sejak pertama Cindy datang ke rumah itu, sikap ibu mertua Sindy sudah berubah. Padahal terakhir kali kita bertemu dengan beliau saat acara lamaran, saat menikah pun mamanya Mas Doni tidak hadir kan?"

"Iya Ibu juga sempat bingung kenapa tiba-tiba Bu Misye berubah. Ya sudah Nak kamu masuk dulu."

"Kamu istirahat saja Sin, tenangkan dulu pikiranmu. Siapa tahu ada solusi setelah kalian berdua berpikir jernih."

"Iya Bu."

Pak Bramantyo keluar dari kamar ketika mendengar suara Sindy.

"Loh Sindy kamu pulang kok nggak kasih tahu bapak?"

Sindy menghampiri Pak Bramantyo kemudian mencium punggung tangannya.

"Ada masalah Pak, antara Doni dan Sindy," ucap Bu Anita.

"Masalah apa, kok kamu pulang ke rumah secara mendadak sih?"

"Ini lho Pak, Bu misye mamanya Doni yang meminta Sindy untuk meninggalkan rumah itu. Bu Misye bahkan mengancam akan pergi dari rumahnya, jika Sindy masih berada di rumah itu."

"Loh kok begitu, Sindy itu kan istrinya Doni. Tidak bisa dibiarkan itu mamanya Doni!  Seenaknya saja dia mau mengusir Putri kita. Biar bapak yang beri pelajaran, bapak yang akan datang ke rumah mereka dan bicara langsung pada mereka,," ancam Pak Bramantyo.

"Nggak usah Pak, nanti masalah rumah tangga kami semakin rumit, kita tunggu saja Pak. Jika memang Mas Doni lebih memilih ibunya, ya mungkin jodoh Sindy dan Mas Doni hanya sampai di sini," ucap 

Sindy dengan lirih.

"Nggak bisa gitu dong Sindy, itu sama saja dia mempermainkan kamu. Atau dia hanya pura-pura mencintai kamu, setelah mendapatkan kamu, dia mencampakkan kamu begitu saja ?"cetus Bramantyo dengan sedikit emosi.

"Sudahlah Pak, jangan memperkeruh suasana, mereka masih sama-sama muda. Biarkan saja dulu. Sebagai orang tua kita juga tidak baik terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka."

"Tapi bapak kesel Bu, Sindy itukan anak kita satu-satunya. Kalau Doni gak suka ya sudah cerai saja, daripada nanti punya anak baru pisah!"

"Ya sudah mending sindy ke kamar saja."

Sindy naik ke lantai atas menuju kamarnya, kemudian ia berbaring terlentang di tempat tidur.

"Kenapa ini harus terjadi pada ku, kenapa mertua ku selalu saja ingin merusak hubungan aku dan mas Doni."

Lamunan Sindy terhenti ketika melihat layar ponselnya menyala.Karena itu telpon dari suaminya, Sindy pun mengangkat telepon tersebut.

"Halo Sin, assalamualaikum." 

"Waalaikumsalam,Mas."

"Sin, maafkan mas Doni ya. Mas Doni janji akan menjemput kamu setelah kita dapat rumah kontrakan."

"Begitukah Mas? Apa kamu yakin mas? Aku gak mau karena aku, hubungan kamu dan ibu kamu jadi renggang. Aku gak mau kamu jadi anak durhaka Mas," jawab Sindy dengan suara yang parau.

Doni menghempaskan nafas dengan panjang. 

"Iya Sin, mas Doni juga gak tahu kenapa Mama jadi arogan seperti itu. Sin, cuma kamu yang mas Doni cintai. Bukankah kita pernah berjanji untuk selalu bersama dalam suka dan duka Sin?"

"Iya Mas. Tapi kalau masalah ini antara aku dan ibu kamu ini pasti berat buat kamu. Apalagi sepertinya Mama memang gak suka dengan aku Mas. Di terus-terusan memfitnah aku pada tetangga. Aku gak tahu apa yang Mama katakan pada mereka, sehingga aku tuh di kucil oleh tetangga. Aku menyapa mereka saja gak ada yang mau menjawab sapaan ku mas. Mama tuh benar-benar keterlaluan!" 

'Iya Sayang kamu tenang ya, secepatnya mas akan jemput kamu! Dan gak akan lagi yang akan gangguin rumah tangga kita," ucap Doni.

"Iya Mas, kuharap begitu."

***

Makan malam telah tiba, Doni turun dari lantai atas menuju meja makan. Saat itu Viola sedang menyajikan makanan untuk Bu Misye. Padahal hari sebelumnya Viola seperti orang yang tak bisa berjalan tapi hari ini ia terlihat baik-baik saja.

Masih dengan style yang sama. Viola selalu memakai pakaian yang terbuka, bahkan sangat terbuka.

Viola mengenakan kaos tanpa lengan ketat sampai batas pusarnya, dengan hotpants yang ketat pula. 

"Aku masak istimewa loh Don untuk kamu," ujar Viola sambil meletakkan mangkuk suop di samping Doni. Viola juga sengaja menonjol buah dadanya mendekati Doni. Bukan tanpa alasan Viola berlaku seperti itu. Itu semua permintaan Bu Misye agar Doni tertarik pada Viola dan melupakan Sindy.

Doni terus menunduk wajahnya agar tak melihat pakaian yang menampakan urat dan aurat tersebut.

Viola memang cantik dan seksi, kebanyakan pria pasti akan mengagumi dan langsung terjerat oleh pesonanya.

Namun menurut Doni, wanita seperti itu hanya untuk dinikmati, bukan untuk dimiliki. 

Setelah makan malam, Doni bermaksud untuk segera menuju kamar, setelah berbincang dengan Bu Misye sebentar.

Doni berlari-lari kecil menaiki anak tangga kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Ketika hendak menutup pintu, Viola menahan pintu tersebut dengan tangannya.

"Viola?!" bentak Doni.

"Doni bisa kita bicara sebentar?" tanya Viola.

"Ada apa Viola?"

"Don, aku tahu kamu kesepian setelah kepergian istri kamu dari rumah ini."

"Apa hubungannya dengan kamu?" t

Viola tersenyum,sambil melepaskan kaosnya.

"Viola apa yang kamu lakukan?"

Matanya tak sengaja melihat dua buah dada yang begitu padat dan kenyal.

Ser…jiwa kelelakian Doni memberontak, jantungnya berdetak kencang dengan senjata tempur yang mulai bangkit.

Viola langsung mendorong tubuh Doni, kejadian itu begitu cepat dan tak terduga oleh Doni hingga Doni terlentang di atas tempat tidur, kemudian Viola segera  menindih tubuh Doni.

Jantung Doni berdetak kencang ketika buah dada yang kenyal itu menindih dadanya, dengan bibir Viola yang memagut bibirnya dengan lembut.

Deg deg 

 

1
gaby
Dah tau kere, malah nikah lg, mana pny anak lagi. Gimana biaya operasi Ainun bisa terkumpul, duitnya buat nafkahin istri & 2 anak
ryuuu
Buruk
Deli Sary Nadeak
dokter kandung??? emang ada dokter tiri thor??? 😆
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Ok kak thor ✌️
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya mereka semua hidup bahagia....
Yunerty Blessa
syukur lah Alesha juga hamil
Yunerty Blessa
semoga Dave cepat sembuh...
tahniah buat kehamilan mu Ainun
Yunerty Blessa
tahniah buat pernikahan Dave dan Alesha,, semoga berbahagia
Yunerty Blessa
akhirnya Aiman sembuh sepenuhnya
Yunerty Blessa
berharap Dave baik² saja sebelum pernikahan nya....
Yunerty Blessa
astaga Aiman 🤦‍♀️... terlalu asyik bercucuk tanam sampai lupa makan.....
Yunerty Blessa
pengantin baru buka puasa 🤭
Yunerty Blessa
tahniah buat pernikahan Aiman dan Ainun...
Yunerty Blessa
syukur lah Ainun bisa melihat..
tahniah Ainun
Yunerty Blessa
semoga operasi mata Ainun berjalan lancar
Yunerty Blessa
semoga lamaran nya lancar
Yunerty Blessa
semangat Riko dan Ainun
Yunerty Blessa
semoga berjodoh,,Riko dan Ainun
Yunerty Blessa
kalau kalian berdua memang berjodoh pasti akan bersatu jua
Yunerty Blessa
lebih baik lagi Doni tak payah nikah dengan Siska jahat 😠😠 sabar Ainun....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!