"Rasya! Berikan suamimu pada kakakmu, dan ambil bekas suami kakakmu!"
Seperti sebuah sambaran petir yang mampu menghancur leburkan tulang belulangnya. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba sang papa menyuruh menukar suami atas permintaan kakaknya.
..
Tidak tahu mengapa orang tua Rasya selalu memperlakukannya begitu buruk, hanya mendapatkan barang bekas dari kakak kandungnya untuk bertahan hidup. Suatu ketika, Rania meminta papa nya untuk menukar suaminya dengan suami adiknya yang langsung diiyakan oleh papahnya.
Hancur sudah hidup Rasya, sebelum akhirnya dia menyadari satu kebenaran bahwa kakaknya sudah mengambil sang suami yang sudah menjadi barang bekasnya.
Sedangkan suami baru Arasya ternyata belum pernah menyentuh Rania, dan untuk pertama kali dia mendapatkan barang baru.
Bukan hanya itu, fakta lain tentang kehidupan suaminya juga terkuak seiring berjalannya waktu dan yang lebih mengejutkan ternyata Saka adalah seorang crazy rich!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pijatan Saka
Saka mendudukkan Rasya dengan hati-hati di kursi kayu yang ada di dekat meja makan.
"Sebentar, kau tunggu di sini. Aku ambil sesuatu di belakang." Saka berlari ke arah dapur, Rasya hanya menatap punggung suaminya seraya menghela nafas nya. Laki-laki itu memang saat ini belum bisa memberikan materi, tapi perhatian nya begitu membuat hati Rasya tersentuh. Andai dulu Dimas memperlakukan nya seperti itu dan menerima semua kekurangan Rasya, mungkin pernikahan nya masih berjalan sampai saat ini.
Tapi dia juga bersyukur, hikmah perceraian nya dengan Dimas membuat nya menikahi Saka, laki-laki yang jelas-jelas lebih tampan dari segi mana pun, kekurangan nya hanya tidak memenuhi kebutuhan finansial. Dan saat ini, Rasya tidak membutuhkan lagi laki-laki yang mampu memberikan segalanya tetapi tidak setia, dia lebih memilih memenuhi kebutuhan sendiri asal suaminya setia.
"Mana, berikan kaki mu." Saka sudah berlutut di hadapannya setelah meletakkan baskom yang berisi air hangat di lantai yang hanya terbuat dari semen.
"Saka, kau mau apa? Jangan begitu, bangunlah." Rasya merasa malu saat kaki nya sedang di periksa, dia malu karena pasti kakinya bau setelah seharian ini terus berjalan.
"Diam lah, aku akan mengompres agar luka mu sedikit membaik."
"Aku tidak apa-apa, Saka. Bengkak ku akan membaik kalau nanti dibawa tidur."
"Tidak, Rasya. Biarkan aku mengompres luka mu. Kau jangan membantah, ini perintah suami mu."
Rasya sudah tidak bisa berkomentar apapun lagi karena Saka sudah mengatakan dengan suara tegas nya, itu artinya laki-laki itu memang tak bisa dibantah.
Rasya sudah melupakan rasa malunya yang takut kaki nya bau, dia bahkan begitu menikmati pijatan Saka yang membuatnya sangat nyaman dan membuat matanya berat.
Saka masih telaten mengompres kaki istri nya sekaligus memberi pijatan di sana.
Saat tatapan nya beralih ke samping, dia melihat ada kresek besar warna hitam. Hati Saka tergugah untuk melihat nya. Dia menatap sedih sesuatu di dalam sana.
"Kau terlalu berharga untuk disia-siakan, Rasya." Gumamnya menatap sedih sang istri.
Tangan Saka kembali beralih memijat kaki sang istri. Dia tak menyangka istri nya membawakan nasi bungkus dan minuman. Dia yakin istri nya pasti belum makan sejak pagi. Rasanya Saka ingin sekali membangunkan sang istri untuk makan, namun melihat betapa pulas nya tidur sang istri membuat nya tak tega.
Untuk pertama kalinya, Saka meneteskan air mata melihat perjuangan seorang wanita demi mempertahankan hidup.
"Ya, Tuhan. Kebaikan apa yang pernah ku perbuat sampai kau memberikan wanita sebaik Rasya." Gumam Saka dalam hati.
Wanita itu bukan hanya baik, dia juga memiliki paras cantik yang bahkan kecantikan nya melebihi Rania. Namun karena wajah nya tak sering dirawat membuat kecantikan itu tertutupi oleh noda kusam dan jerawat serta pakaian lusuhnya. Dan Saka berjanji akan mengubah penampilan istri nya agar tak lagi di hina orang lain termasuk kakak kandung nya dan mantan suami Rasya..
Saka akan membuat mereka semua menyesal telah membuang berlian berharga dan lebih membela sampah tak berguna di samping mereka.
"Sepertinya sudah cukup." Gumam Saka saat memperhatikan jam di tangan yang ternyata hampir 30 menit memijat istrinya.
Saka mengambil panci baskom dan handuk lap untuk dibawa ke dapur. Setelah kembali, Saka mengamati wajah istri nya yang terlihat sangat kelelahan. Tanpa merasa jijik, dia mengusap peluh istrinya yang sudah mengering dan terasa lengket di kening dan pelipis nya. Tak ingin berlama-lama istri nya tertidur di kursi, Saka segera membawanya ke kamar. Kamar yang hanya beralaskan tikar untuk menutupi ranjang bambu. Meski begitu, Saka merasakan kenyamanan yang teramat saat semalam tidur memeluk istrinya, dan malam ini rencananya Saka akan mengulangi lagi.
Saka membaringkan tubuh istri nya dengan hati-hati, dia menatap tubuh istri nya dengan tangan yang sudah memegang selimut untuk menyelimuti Rasya. Namun dia teringat sesuatu, istri nya belum mandi, jika langsung tidur tanpa ganti pakaian dan mandi pasti tubuh nya tidak nyaman.
Setelah menimbang-nimbang begitu lama, akhirnya Saka kembali mengambil satu panci baskom besar berisi air hangat, tak lupa membawa handuk kecil.
Dia membuka seluruh kancing baju istrinya dengan kehati-hatian agar tak membangunkan, tak ada maksud lain selain untuk membersihkan tubuh istri nya.
Setelah semua kancing terbuka dan tak ada kain apapun yang menghalangi di tubuh bagian atas istrinya, dengan telaten dia mengelap seluruh tubuhnya. Sebagai laki-laki tentu saja Saka berhasrat melihat tubuh molek sang istri yang tersembunyi dibalik pakaian lusuhnya. Namun dia juga teringat dengan syarat istri nya untuk tidak menyentuh nya sebelum memastikan nya tak hamil. Meksipun sebenarnya keduanya sama-sama yakin kalau Rasya tak mungkin hamil mengingat Dimas sudah tak menyentuh nya selama tiga bulan semenjak wajah Rasya ditumbuhi banyak jerawat, tapi dia tetap menghargai keputusan sang istri.
"Apa begitu lelahnya sampai kau tidur seperti orang mati?" Gumam Saka terkekeh menatap wajah sang istri yang terlelap dengan begitu pulas.
Setelah selesai mengelap, kini Saka memakaikan baju istrinya. Tak ingin terlalu berlama-lama membuat istri nya kedinginan, Saka memutuskan untuk memakaikan kemeja milik nya yang pastinya akan kebesaran di tubuh sang istri tanpa memakaikan pakaian penutup lain yang pastinya akan sangat membahayakan jika misalnya Saka memakaikan brra lalu tak sengaja menyenggol benda itu.
Untuk itu Saka memilih aman, hanya memakaikan kemeja kebesaran serta celana agar tak ada hewan masuk ke tubuh sang istri. Bayangkan jika Rasya tak memakai celana dan tidur di atas bambu, bagaimana kalau ada hewan yang masuk ke sana dan menggigit nya? Bahaya bukan?
"Selamat malam, sayang." Saka mencium kening sang istri setelah seluruh kancing tertutup dan menyelimuti istri nya. Dia ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan membawa ke pelukan. Saka semakin mempererat pelukannya dengan satu kaki nya juga ikut membelit ke tubuh sang istri.
Sebenarnya Saka sulit memejamkan mata karena ingat tubuh istri nya saat tidak memakai baju yang ternyata begitu menggoda, namun dia terus berusaha untuk tidur karena besok masih ada urusan lain yang harus di selesaikan agar kehidupan nya dan Rasya semakin membaik.
Setelah banyak berpikir tentang rencananya besok, Saka mulai melupakan tubuh istri nya yang membuat dia mulai mengantuk.
Akhirnya mereka kembali ke alam mimpi dengan tenang tanpa mengingat kalau keduanya melupakan makan siang serta makan malam nya.
...🍰🍰🍰...
Halo, terimakasih sudah hadir di cerita baru ku. Semoga kalian menikmati ceritanya, jangan lupa berikan terus dukungan berupa like komen dan hadiah sebanyak-banyaknya agar author rajin update.
Terimakasih.🙏😊❤️
.