NovelToon NovelToon
Want You

Want You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: SILAN

Semuanya telah selesai, selamat melewati kehidupan baru

WANT YOU

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SILAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

"WOY JAGA KEBERSIHAN DONG!!"

"Apa sih lo grace ganggu orang aja" dava melempar grace dengan kulit kuaci yang tentunya tidak sampai ke arah grace.

"Di sini gue tuh ketua osis dan sebagai ketua osis yang baik gue harus kasih contoh yang baik buat kalian. Sekarang kalian bertiga turun gak dari atas dan bersihin ini kulit kulit yang berserakan sampe bersih atau gue catat nama kalian"

"Ketua osis bisanya cuman ngancem doang kalo bukan cewek udah gue gibeng lu gak bisa apa liat orang lagi santai" Seru dava di angguki Evan.

Grace menyilangkan tangannya di depan perut sembari menunggu ketiga pria itu turun dari atas pohon.

"Turun sekarang atau gue catat nama kalian biar orang tua kalian tau bagaimana sifat anaknya kalau di sekolah"

"Jadi cewek jangan galak gitu dong ntar gak ada cowok yang naksir loh" sahut justin masih terlihat santai memakan kacang dan membuang kulitnya ke bawah.

"Betul tuh yang di bilang justin. Gue yang tadinya mau naksir lo gak jadi deh liat lo udah kaya emak-emak lagi marahin anaknya yang lagi mandi di kali dekat rumah gue" justin dan Dava tertawa.

"Yang di bilang Evan ada benernya juga tuh. Mangkannya jangan galak-galak Evan yang tingkat gantengnya standar aja langsung mundur liat lo yang galak kaya gitu apa lagi gue yang gantengnya tingkat dewa" ucap justin dengan tingkat kepercayaan diri tinggi. Evan dan Dava tertawa lalu Evan mengetuk kepala justin.

"Muka mirip zayn malik gini lo bilang standar" kata dia.

"Zaynuddin tuh tetangga gue" timpal Dava, justin tertawa.

"Ngeles aja terus sampai monyet ada tanduknya lo gak bakalan selesai dan gak turun-turun"

"Eh lupa kalau ada cewek galak di bawah" justin kembali ketawa di ikuti Dava dan Evan.

"Lo mau lapor ke orang tua gue lapor aja sana gue gak peduli" imbuhnya.

Grace memutar bola matanya dia tidak akan menang melawan justin dan kedua ajudannya itu, dia bergerak meninggalkan ketiga cowok yang masih nangkring di pohon itu.

"Yah kabur dianya" Seru evan dan mereka kembali tertawa seakan semua itu terlihat lucu.

**

"Isa" panggil Janis.

"Hmm" jawab luisa tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku yang dia baca.

"Gue denger dari anak-anak lo tadi berangkat bareng justin ya?"

Luisa memejamkan mata mengambil nafas dan membuangnya sejenak sebelum meletakkan bukunya di atas meja dan menoleh kearah Janis

"lo tau sendiri kan itu anak kaya apa. Gue tadi udah nolak tapi dasar keras kepala dia malah maksa gue pake anceman mau~" luisa menggantung kalimatnya.

"Mau?"

"Ah lupain deh yang jelas lo jangan salah paham gue sama dia gak ada apa-apa kok dan lo tetep jadi sahabat gue yang terbaik" Luisa tersenyum lembut pada Janis sebelum kembali pada bukunya lagi. Janis juga ikut tersenyum meski kata sahabat yang terucap dari bibir luisa membuat sesuatu dari dalam diri janis tak terima.

Sedangkan di luar seorang siswa berjalan melewati siswa siswi yang lain yang menatapnya sembari menggelengkan kepala bahkan sampai ada yang menghindar liat muka sangarnya. Baju tak terkancing semua dasi di pakai ikat kepala rambut panjang acak-acakkan hasil dari kabur razia cukur rambut massal, lelaki itu masuk ke dalam kelas.

Di saat lelaki itu masuk ke kelas keributan pun terjadi padahal hanya satu orang tapi dapat membuat satu kelas heboh bagaimana tidak jika lelaki itu sengaja melepaskan dua ekor kodok di dalam kelasnya sendiri.

Justin tertawa terbahak bahkan sampai memegangi perutnya melihat teman kelasnya pada naik ke atas meja menghindari kodok yang dia lepaskan tapi ada satu yang justru berusaha mengusir para kodok itu dengan sapu.

Justin bertepuk tangan melihat Janis yang mengusir para kodok itu keluar dari dalam kelas, lelaki itu telah mengganggu kesenangannya.

"Wah guys kalian dapat pahlawan baru nih di kelas kita" seru justin menatap kearah Janis.

"Kalau mau bersenang-senang jangan buat kegaduhan di dalam kelas lo tau itu akan membuatmu terlihat buruk di mata teman dan para guru"

Justin menaikkan sebelah alisnya "Lo pikir gue peduli" kata dia lalu melenggang keluar dari kelas sambil tertawa.

L uisa menatap kepergian justin dia berpikir seseorang harus bisa membuat lelaki itu berubah jangan sampai masa depan lelaki itu terganggu dengan kenakalannya. Janis menawarkan tangannya membantu luisa turun dari atas meja.

"Makasih tapi aku bisa sendiri" Janis mengangguk. Suasana kelas menjadi aman dan tenang seperti semula.

**

Luisa keluar dari pintu kaca indomaret dengan kantung plastic putih berisi penuh beberapa snack dan minuman soda tapi setelah sampai di jalanan mulutnya tak berhenti mengomel

"Enak ya jadi kakak sukanya menyuruh gak mau gerak sendiri mentang-mentang gue adeknya" dumel dia di sepanjang jalan menuju rumahnya. Beberapa meter dari tempatnya berdiri dia melihat seorang ibu sedang memarahi anaknya di parkiran dan luisa mengenal anak itu.

"Kamu itu anak mama, mama itu cari uang buat hidupin kamu dan adik kamu tapi kamu malah jadi berandalan kaya gini mama tak habis pikir justin"

Justin menendang ban mobil mamanya "salahin justin aja terus mah, salahin, justin memang selalu salah di mata mama gak pernah bener" Dan dia meninggalkan mamanya dengan mobilnya. Luisa berdiri tak jauh dari lokasi kejadian dia terdiam sejenak mencerna apa yang baru saja di lihatnya.

*

"Lama bener deh beli cemilan di depan" ujar satria saat melihat luisa masuk ke dalam rumah.

Luisa meletakkan plastic berisi makanan itu di depan satria "Dateng-dateng udah bengong aja" satria mengusap muka luisa sekilas, luisa menepisnya dengan cepat.

"Bang gue ke atas ya"

"Lo gak mau ini"

"Terserah abang lah mau di apain Isa mau ke kamar aja" satria mengedikkan bahunya lalu membuka salah satu minuman soda yang luisa beli tadi.

**

"Woy Justin berantem sama Bima di kantin" seru Reza teman kelas luisa, luisa yang mendengar itu langsung berlari dia tidak sendirian ada beberapa temannya yang juga ingin melihat justin di kantin.

Sesampainya di sana luisa mesti menggeser teman yang lain agar dia dapat melihat justin dari kerumunan anak-anak, setelah dia berhasil dia melihat Justin meninju wajah Bima, bima juga melakukan hal yang sama kemudian justin mencengkeram kerah baju lawannya.

"Gue gak pernah suka liat senior yang bertingkah seenaknya" Justin kembali meninju Bima membuat bibir lelaki itu sobek dan mengeluarkan darah, bima sendiri sudah terjatuh ke lantai.

Pak irwan datang memisahkan mereka berdua Evan dan Dava menahan lengan justin untuk tidak menyerang bima lagi.

"Udah, udah lo tenangin diri lo jangan lanjutin berantemnya" Cegah Evan saat justin memberontak.

Dada justin naik turun sesuai dengan nafasnya yang memburu ingin sekali dia meninju Bima sekali lagi.

"Udah kalian semua kembali ke kelas masing-masing" Seru pak irwan membubarkan kerumunan, satu persatu mulai meninggalkan tempat itu tapi tidak dengan luisa gadis itu lebih memilih menatap justin sejenak sampai lelaki itu menyadari keberadaannya.

Justin menepis tangan evan dan dava yang menghalanginya lalu pergi gitu aja tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Lah mau kemana kamu Justin" Panggil pak irwan yang tak di hiraukan, justin terus melangkah meninggalkan area kantin. Pak irwan menoleh pada bima

"Ya udah biar kamu saja yang bapak hukum"

***

TBC

VOTE AND COMMENT

1
Besti
baguss
Besti
aku lanjut membacaya
Qaisaa Nazarudin
Noh Justin jadi Dokter karena Luisa..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor,Sumpah,,Kamu tega banget thor bikin aku nangis 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Munglinndgn keadaan Luisa yg gak tertolong bikin Justin nekat pengen jadi Dokter,biar hisa nolongin banyak orang,ya kan..
Qaisaa Nazarudin
OMG Luisa sakit??Kok gitu?? Baru juga Justin akan bahagia 😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Aku tenak Janis suka sama Luisa,Sukanya seorg pria ke wanita,bukannsuka sebagai sahabat,seperti biasanya..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Justin di skors tuh..
Triiyyaazz Ajuach
mgknkah Justin suka dgn Luisa
Triiyyaazz Ajuach
ceriyanya kayaknya lucu ringan
Meili Mekel
msmpir guys
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
janis pux perasaan sama luisa
Meili Mekel
justin kerwn
Meili Mekel
siapa jodohx luisa
Meili Mekel
baca dulu
fitra andriyani
nangis aq ya allah
Desrana Aulia syawali
thorr kenapa hruss sad... aku gk terlalu suka cerita sad.. 😢
Desrana Aulia syawali
ahhhh fiks aku nangissss
Desrana Aulia syawali
sedihhh banget thorrrrrr,,, kejerrr aku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!