Araya seorang gadis cantik terpaksa menikahi seorang Ceo buta dan Arrogant yang terkenal sangat dingin dan angkuh.
Akan kah Araya bertahan dengan sikap Evan yang sangat buruk?
yuk simak novel author 🤗🤗
Maaf yah novel ini terpaksa tamat karena masalah tapi kalau kalian suka, aku bakal lanjut cerita ini di akun yang berbeda. Yuk mampir ke novel author yang lain nya. Cari aja Author SENJA atau judul novel baru author "Dinikahi Ketua Geng Motor" jangan lupa like komen yahh😌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan membuyarkan lamunan Araya hingga beberapa menit kemudian Araya mempersilahkan pelayan itu untuk masuk.
Bibi Gu kembali masuk ke kamar Araya dengan membawa beberapa paper bag. "Nyonya, ini pakaian yang harus anda kenakan malam ini di depan Tuan Muda Evan" Bibi Gu berkata sembari menaruh paper bag itu ke atas ranjang king zize.
"Makasih" raya hanya melirik nya sebentar.
Setelah kepergian Bibi Gu, Araya berjalan dan berniat melihat isi paper bag itu. "Baju macam apa ini!! Jika aku mengenakan nya aku pasti akan masuk angin" Araya terkejut melihat isi paper bag itu yaitu baju haram yang kekurangan bahan.
Araya berfikir sejenak, apakah dia harus mengenakan baju haram itu atau terus memakai gaun pengantin ini. Karena di dalam kamar itu Araya tidak melihat koper nya atau barang-barang yang Araya bawa dari rumah nya sendiri.
Setelah berfikir cukup lama Akhir nya Araya memilih untuk merebahkan tubuh nya yang lelah di ranjang empuk dan dengan cepat Araya sudah berada di alam mimpi.
🍃🍃🍃🍃
Kilau cahaya mentari dari sela sela jendela beranda kamar menusuk mata Araya yang setengah terbuka.
Araya terhentak melihat kamar yang aneh, kamar yang tidak perna Araya liat sebelum nya. Araya duduk di tepi ranjang dan mengumpul kan nyawa nya.
Mata Araya terbelalak melihat tubuh nya yang masi memakai gaun pengantin dan make up yang belum di bersikan.
Tok
Tok
"Nyonya, apa kami boleh masuk" tanyak seorang pelayan dari balik pintu kamar Araya.
Suara ketukan pintu membuat Araya tersentak dan segera mengambil selimut agar menutupi tubuh nya yang masi memakai gaun pengantin.
"Silahkan" jawab Araya cepat.
Setelah mendengar jawaban Araya, para pelayan itu pun masuk mengahampiri Araya. Ada sekitar 3 pelayan yang menghampiri Araya.
"Selamat pagi Nyonya, Saya bibi Gu, kepala pelayan di mansion ini" bibi Gu membungkukku kan badan nya 90 derajat di depan Araya.
"Selamat pagi Nyonya, Saya Lili asisten pribadi Nyonya dan saya akan melayani Nyonya sebisa saya" Lili juga ikut membungkukkan badan nya di depan Araya.
Entah ini mimpi seperti apa, kehidupan Araya berubah 180 derajat sejak masuk di keluarga Abraham. Hidup bagaikan ratu di sebuah mansion mirip kastil ini membuat hidup Araya lebih suram.
Mendengar kepala pelayan dan asisten pribadi nya, Araya hanya tersenyum sembari mengangguk.
"Kalau begitu saya permisi Nyonya" bibi Gu pamit undur diri dan melangkah keluar dari kamar Araya.
Kini Araya bangkit dari duduk nya dan akan segera beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi Lili membantu Araya menyiap kan Pakaian dan menata rambut Araya.
"Oh iya sejak kemarin aku tidak melihat Tuan Muda, apakah di juga tinggal di sini?" tanyak Araya sembari melihat Lili dari balik cermin yang sedang menata rambut nya.
"Semalam penyakit Tuan Muda kambuh Nyonya tapi sekarang sudah mendingan" Jawab Lili.
"Sakit!! Sejak kapan Tuan Muda sakit" tanyak Araya lagi namun Lili tidak menjawab pertanyaan Araya.
"Sudah selesai Nyonya, mari sarapan dulu, Tuan Muda pasti sudah menunggu" ucap Lili.
Setelah mendengar ucapan Lili, Araya pun segera berdiri dan berjalan ke ruang makan dengan mengikuti langkah Lili.
Araya di antar ke ruang makan, di sana ada meja makan yang lumayan panjang, luas dan besar. Namun hanya ada dua kursi di meja itu.
Semua pengawal dan pelayan membungkukkan tubuh nya saat Araya melewati nya.
Araya terpesona melihat Tuan Muda Evan duduk dengan berkarisma dan dengan cepat Araya duduk di samping Tuan Muda Evan.
"Selamat pagi Tu.. Eh suami ku" Araya merasa geli mengucap kan kalimat itu namun demi menghormati Tuan Muda Araya rela melakukan nya. Namun Evan tidak menjawab sapaan istri kecil nya.
Araya tidak bisa memanglingkan mata nya dari wajah Evan, Wajah Evan benar benar gagah, walaupun tidak ada senyuman di bibir tipis nya.
ni udah lama gak up
hmm ngomong² tuh ank deg deg kn knp lg