NovelToon NovelToon
Brondong Tawanan

Brondong Tawanan

Status: tamat
Genre:Playboy / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Tamat
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Novel yang mengisahkan tentang seorang pria yang masih menduduki bangku SMA. Ketampananannya membuat seorang wanita yang berusia 25 tahun itu jatuh cinta begitu dalam.


Wanita yang memiliki sebuah perusahaan terbilang besar dan terkenal.

Indi Maharani mencintai pria bernama Veric yang usianya jauh lebih muda, berpikir akan mampu membuat sang suami dewasa setelah pernikahan.

Nyatanya sikpa Veric yang masih labil terus membuatnya semakin sakit. Akankah Indi mampu mendapatkan cinta Veric setelah pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akibat Ulah Veric

Sebuah hotel yang terletak tidak jauh dari club 99 menjadi pilihan Lusi malam ini. Yah, dia tidak akan mengantarkan Veric pulang, bahkan teman-temannya saja tidak memberi tahu wanita itu di mana alamat rumah Veric.

“Ver, jangan tidur dulu. Lu harus bangun.” Lusi menepuk kedua pipi Veric berusaha membuat mata pria itu terjaga meski di bawah pengaruh alkohol.

“Non Lusi, biar saya bantu antar ke kamar.” ucap pria yang duduk mengemudikan mobil majikannya.

“Bapak tunggu di sini saja. Saya saja yang mengantar teman saya ke kamarnya. Bapak boleh istirahat di mobil.” titah Lusi berusaha bohong.

Nyatanya ia bukan hanya berniat mengantar Veric ke kamar yang akan ia buka. Tetapi, untuk ikut merasakan empuknya kasur bersih tersebut.

Veric yang duduk bersandar pada pundak Lusi kini mulai mengikuti arah jalan turun dari mobil. Meski susah payah membawa tubuh Veric yang berat, Lusi tak menyerah. Ia mendudukkan di sofa, sedangkan Lusi kini memesan kamar.

Setelah selesai urusan kamar, mereka mulai masuk ke dalam lift.

Sulitnya membawa Veric, membuat Lusi lupa jika dari jarak yang tidak begitu jauh seseorang tengah mengikuti langkahnya.

“Ini benar-benar menggilakan. Usia sekecil mereka sudah berani berbuat hal seperti itu!” Geram, Indi yang tidak tahan langsung ikut masuk ke hotel. Di sana sudah ada Boby yang mengurus akses masuk mereka ke kamar yang Lusi pesan.

“Silahkan, Nona.” ucap Boby.

Tiga pengawal menemani Indi menuju kamar Lusi membawa Veric.

Sapuan lembut di bibir pink milik Veric terhenti ketika hampir saja Lusi berhasil mencicipinya.

Tok tok tok

Dengan wajah kesal, wanita itu menoleh ke arah pintu. “Apaan sih? Ganggu banget.” umpatnya acuh dan mulai bereaksi ingin melepas baju Veric.

Tok tok tok

Terdengar lagi ketukan yang sedikit lebih keras dari sebelumnya.

“Kenapa nggak telpon saja kalau penting?” umpat Lusi melirik telepon di atas nakas sebelah kasur.

Veric yang mulai lelah perlahan memejamkan mata tak lagi bersuara ribut seperti tadi.

Lusi sangat kesal, ia ingin Veric melakukan hubungan bersamanya dalam keadaan membuka mata. Namun, terlalu banyak minum ternyata membuat pria itu tidak mampu menahan kedua matanya lagi.

Saat pintu terbuka, seketika itu juga tamparan keras mendarat di wajah mulus Lusi.

Plak!

Tercengang lantaran sangat syok. Lusi menatap satu wanita cantik di depannya dan tiga pria bertubuh tegap di belakang wanita itu.

Jelas ia sangat kesal, kenal pun tidak. “Apa apaan ini?” Teriak Lusi tak kala emosi.

“Masih bertanya apa-apaan? Membawa pria dalam keadaan mabuk ke hotel, apa itu masih bisa di bilang perlakuan manusia? Seperti binatang!” Indi berjalan dengan mendorong kasar tubuh Lusi yang menghadang di depan pintu tadi.

Lusi pun menoleh menahan kekesalannya saat melihat wanita yang baru saja menamparnya kini sudah menyiram air di wajah pria yang hampir ia jamah malam ini.

Satu botol air di atas nakas sukses membangunkan Veric yang gelagapan hampir tak bisa bernapas.

“Argh! Apa apaan ini?” pekiknya emosi.

Veric dengan mata merah langsung berdiri meski kepala sangat sakit ia rasakan kini.

Plak! Tanpa sadar tangannya sudah melayang menampar wajah wanita yang berstatus istrinya itu.

“Kepalaku pusing! Apa yang kau lakukan? Hah?” Teriak Veric tanpa tahu apa yang terjadi. Egonya yang tinggi mengalahkan akal sehat pria itu untuk bertanya.

Bahkan pikiran Veric sempat bertanya dimana mereka saat ini.

“Tuan!” Boby berlari berteriak dan mendorong tubuh Veric.

Sedangkan Indi diam tanpa mengatakan apa pun. Tangannya mengepal penuh amarah. Untuk pertama dalam hidupnya mendapat perlakuan kasar seperti ini. Suasana hening, meski terkejut. Lusi kini tersenyum menyeringai.

Ia yang tahu keadaan tidak baik-baik saja, kini melangkah dengan santai san senyuman penuh kemenangan. Seolah tatapannya mengatakan ‘tamparanmu padaku sudah terbalaskan kan?’ begitulah yang terlihat oleh Indi.

“Berani sekali anda, Tuan!”

“Argh!” Veric mengadu kesakitan saat mendapatkan pukulan mendadak dari salah satu bodyguard Indi.

“Ver, kamu baik-baik saja?” Lusi bersuara selembut mungkin seolah ingin menjadi bara di antara Indi dan Veric yang sudah memanas.

“Kamu di sini?” Kening Veric pun mengernyit heran. Mereka tidak pernah janjian bahkan untuk bertemu saja hanya sekilas.

Bagaimana mereka di pertemukan dalam keadaan seperti ini? Manik mata Veric berputar menebak jika mereka berada di hotel saat ini.

Tak ada kata, Indi berlalu dari kamar hotel tersebut dengan perasaan yang campur aduk. Cinta yang ia jaga dengan baik, seolah hancur dengan sentuhan tangan yang begitu menggores hatinya.

Sementara Veric, Lusi, dan Boby masih berada di dalam kamar. Tak sekali pun Boby mau meninggalkan mereka. Jika Veric tidak setuju, ia akan menghajar pria itu.

“Ver, maaf aku membawamu ke hotel. Aku hanya berniat menolongmu. Karena di club tadi aku menawarkan bantuan untuk mengantarmu pulang dari teman-temanmu. Mereka semua membawa motor. Tapi, tiba-tiba pacarmu itu menamparku tanpa bertanya?” keluh Lusi berdusta dengan wajah semenyedihkan yang ia buat.

“Dasar penipu!” umpat Boby dalam hati.

Sayangnya ia berada di kamar itu hanya bisa seperti robot sesuai perintah Indi. Boleh bergerak dan hanya melihat. Tidak boleh bersuara jika tidak ada Indi di antara mereka.

Veric yang emosi, kini bingung. “Maafkan aku, Lus. Dia bukan kekasihku.” kata Veric tak enak hati dan mengacuhkan kemarahn Indi, sang istri.

Sedang di dalam mobil, Indi meminta bodyguardnya yang menyetir mobil untuk pergi dari hotel itu.

Mobil pun melaju memecah dinginnya malam yang hampir menjelang pukul 2 pagi.

Hampir pertengahan jalan, setelah menimbang-nimbang. Kini Indi yakin dengan keputusannya.

“Roy, blokir semua kartu kredit atau apa pun itu milik Veric.” sahut Indi yang bersandar di kursi mobil.

Tangan mungilnya memijat kening yang terasa pening. Lelah, mengantuk, pusing karena alkohon, serta masalah yang membuatnya benar-benar ingin menyerah.

Cinta membuatnya buta, tapi dalam hati yang terdalam. Indi yakin akan cintanya pada Veric saat ini.

“Baik, Nona.” sahut Roy.

Beberapa saat melewati jalanan yang tidak begitu ramai, akhirnya Indi dan bodyguardnya sampai di kediaman. Tanpa berucap apa pun, wanita itu melangkah masuk menuju kamarnya. Ia hanya ingin istirahat sejenak sebelum pagi menjelang.

Sampai di kamar, Indi langsung merebahkan tubuhnya sembarangan dan masuk ke alam mimpi.

Tanpa ia tahu jika di perjalanan, Veric mengendarai mobil bersama Boby meninggalkan Lusi yang tidak bisa beralasan untuk menahan Veric di kamar itu. Jika sudah sadar, Veric akan sulit di taklukkan. Begitu yang Lusi tahu dan beberapa wanita lainnya di luar sana.

Di dalam perjalanan pulang Veric merasa penasaran.

“Apa yang terjadi sebenarnya?” tanyanya tanpa mengenal sosok pria yang bersamanya saat ini. Pria yang sudah memukul perutnya.

“Ya, Tuan?” tanya Boby masih sopan meski dalam hatinya menggonggong.

“Mengapa kalian ada di kamar itu juga dan dia menyiram wajahku?” Wajah polos Veric sungguh ingi Boby telan hidup-hidup. Sudah jelas ia mabuk sampai tidak sadar, apa masih wajar untuk bertanya lagi.

Tangan besar yang menyetir mobil itu begitu kuat menggenggam benda melingar di tangannya.

“Tuan bisa tanyakan pada Nyonya. Tapi semua tidak seperti yang wanita itu katakan tadi.” Tegas Boby.

Veric sadar jika Boby tak akan mau ikut campur tanpa perintah Indi. Dan ia sadar, yang menggaji Boby pun sang istri. Tidak akan mungkin Veric bisa memerintahnya.

1
ayu cantik
suka
Dwi Agustin
Indi ini antara bucin dan bodoh
Evi
lanjut lanjut lanjut
Evi
lanjut thoor seosen2
Farly Rembet
mmhhh
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
GMN TDI RIC UNBOXINGNYA,, MNTAPKN BRCINTA DGN WANITA DEWASA..
Sulaiman Efendy
KK ABDI KYKNYA INGIN JODOHKN INDI MA ARDHA, DN PSTI SURUH INDI PISAH MA VERIC..
MAKANYA LO RIC,, JGN SMPE LO DPISAHKN SAMA INDI, NYESAL LOO
Sulaiman Efendy
HRS BRUBAH LO RIC,, JDIKN INDI WANITA LO, RATU LO....
Sulaiman Efendy
NAHH MULAI CEMBURUKN, LO BLM TAU PESONA DEWASA ITU GMN RIC, AKU HMMPIR GILA RIC MNGEJAR CINTA WANITA DEWASA, YAITU KK KELASKU, AKU KLAS 11 SDH JATUH CINTA KE KK KELASKU YG KELAS 12... PADAHAL DY UDH PNY PACAR..TPI AKU TK PRDULI..
Sulaiman Efendy
MMG HRS DI KSI PELAJARAN TU VERIC, BIAR SADAR DY.. KLO GK SADAR BRRTI MMG TU VERIC TURUNAN DAJJAL..
Sulaiman Efendy
DASAR BOCAH, GK SPRTI BRONDONG2 DI CERITA NOVEL LAIN, YG BUCIN DN POSSESIF KE WANITANYA YG LBH TUA.
INILH AKIBAT SALAH DIDIK, SALAH GAUL.. BOCAH MUSLIM SAJA BNYK YG KYK SETAN DAJJAL, APALAGI SI VERIC BOCAH KAFIR, MNA TAU MORAL & AHKLAK... TAUNYA HIDUP FOYA, PESTA2,,CLUBING2, BKN ISI WAKTU DGN HAL YG BRMANFAAT..
Sulaiman Efendy
GK MIKIR NI BOCAH, PRUSAHAAN ORTUNYA UDH BANGKRUT, IBUNYA LEUKIMIA,, KLO GK DIBANTU INDI, JDI GEMBEL LOO,, TAUNYA FOYA2,, DN SENANG2, GK MIKIR GMN SUSAHNYA CARI UANG..
SUPAYA LO GK GENGSI SAMA INDI, HRSNYA LO GIAT2, BLAJAR..
Siti Nursidah
sepertinya vericsudah mulai mencintai idi
Suky Anjalina
cepat amat tamatnya thor
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
wah tamat ini thor extra bab donk thor sampe punya ank veric sm indi 👍semangat thor
sri yunani
menarik
💞 NYAK ZEE 💞
beneran tamat ini.....
begitu saja......
ngak ada kata pentup....
😁😁😁😁😁
Suky Anjalina
gak sabar tunggu veric kuliah dan kerja
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
ga sabar nanti klw veric kuliah akn byk wanita melirik veric 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!