NovelToon NovelToon
MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mengubah Takdir / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Pemain Terhebat / Light Novel / Tamat
Popularitas:107.1k
Nilai: 5
Nama Author: Retto fuaia

Apa jadinya seorang Polisi hebat memiliki mata iblis yang dapat melihat apa saja?. Dengan kekuatan yang ia miliki ia membantu Nakamoto Sakurai dalam menyelesaikan kasus undangan berdarah. Kasus yang sangat mengerikan yang dialami oleh Nakamoto Sakurai.

Namun ada misteri yang tersembunyi dibalik identitas Inuzuka Kira yang memiliki kekuatan mata iblis itu. Nama aslinya siapa?. Apakah ia abadi alias tidak bisa mati?. Dan apa maksud kontrak yang terjalin antara Inuzuka Kira dengan Nakamoto Sakurai?.

"Heh!. Aku ini adalah manusia abadi yang memiliki kekuatan iblis. Akan aku lihat semua yang kalian sembunyikan dariku." Kira berkata dengan penuh percaya diri.


Akan tetapi pada saat itu ia terkena tembakan, Sakurai sangat takut karena dokter mengatakan jika Kira telah meninggal. Jantungnya terkena tembakan?. Saat itu Sakurai ingat sesuatu tentang bagaimana caranya menghidupkan kembali Kira. Hatinya yang bergejolak mencoba melakukannya. Apakah Kira memang manusia abadi setelah ditembak seseorang yang tidak dikenal?. Temukan jawabannya dalam kisah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retto fuaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

APA YANG SALAH?

...***...

Kira on.

Tidak akan aku biarkan kau lari begitu saja. Aku melakukan ini demi Sakurai senpai, memperbaiki nama baiknya. Dan juga menjaga masa depannya, agar tidak terhina di mata penjahat seperti kalian.

Kira off.

Haruki Murakami tampak bergetar ketakutan, ia sudah tidak sanggup lagi.

"Bunuh saja aku!." Ia menangis sakit, dadanya terasa sesak. "Jangan siksa aku seperti ini!."

"Ho?." Respon Kira dengan bosannya. "Mau merasa tersiksa?." Ia terkekeh kecil. "Apakah jiwa kemanusiaan mu baru keluar?." Ia tepuk pelan kepala Haruki Murakami.

"Kegh!." Haruki Murakami yang terbaring menelungkup di lantai meringis sakit. Tubuhnya terasa sakit semua, apalagi ketika ia merasakan pisau raksasa itu hendak memotong dua tubuhnya. "Apa yang kau inginkan dariku sebenar?." Nafasnya ngos-ngosan. "Kegh!."

Kira menarik rambut belakang Haruki Murakami sedikit kasar, hingga membuatnya meringis kesakitan.

"Aku telah mengatakan padamu, akui perbuatan mu dengan benar." Kira menyeringai lebar. "Jika kematian? Itu sangat mudah bagiku untuk membunuhmu." Ia menjilati sudut bibirnya. "Hanya saja, itu tidak akan mengobati luka yang dialami oleh nakamoto sakurai."

Tidak ada respon dari Haruki Murakami, ia sedang memikirkan cara untuk kabur dari Kira.

"Percuma saja kau berpikir ingin kabur dariku."

Deg!.

"Yang aku inginkan, hanya pengakuan darimu."

Deg!.

Mata Haruki Murakami melotot lebar, ketika pisau raksasa itu hendak memotong anggota tubuhnya. Bibirnya bergetar, tubuhnya menggigil ketakutan, kepalanya terasa kosong tidak bisa memikirkan apapun.

"Aku menyerah, aku-." Suaranya hampir tidak bisa didengar. "Aku lah, yang melakukan itu." Suaranya bergetar. "Aku adalah salah satu pelaku, yang terlibat dalam kasus undangan berdarah."

Deg!.

Sakurai yang mendengar pengakuan itu merasakan gejolak amarah yang berbeda.

"Tenanglah sakurai senpai." Kira menatap Sakurai. "Ini baru permulaan saja."

"Tadi aku sudah merekamnya." Sakurai menarik nafas dalam-dalam, ia merasa tidak karuan sama sekali. "Sebagai bukti ucapannya."

"Aku mengerti senpai."

Kira menarik paksa tangan Haruki Murakami, memaksa lelaki itu agar duduk di kursi.

"Kau ditangkap haruki." Kira memborgol kedua tangan Haruki Murakami. "Kau telah mengakui kejahatan, dalam kasus undangan berdarah."

Tidak ada tanggapan dari Haruki Murakami, ia hanya tertunduk saja. Ia berusaha mencerna apa yang telah ia alami tadi?.

"Tanganku baik-baik saja?." Dalam hatinya merasa lega. "Aku pikir, tadi itu aku benar-benar dibunuh oleh polisi jahanam ini." Ia melirik ke arah Kira yang tampak santai. "Apa yang telah ia lakukan padaku? Sehingga aku mau mengakui perbuatan ku?." Otaknya terasa lemot, dan mengingat betapa sakitnya terkena pisau raksasa itu.

...***...

Di sebuah tempat.

Nyonya X dan Naota Rui baru duduk di sebuah klub wanita malam. Di depan mereka ada seorang wanita yang tampak ketakutan.

"Ho? Jadi kau yang bernama yukari rika?." Nyonya X mengamati wanita itu. "Kau memang terlihat seperti wanita penggoda yang sangat handal."

"Siapa kau?!." Yukari Rika ketakutan. "Apa yang kau inginkan dariku?!."

"Ayolah." Responnya. "Jangan tegang seperti itu, aku hanya ingin melihat mu dari dekat saja." Ia tertawa kecil. "Katanya kau sangat ahli dalam segala hal, termasuk berhutang."

"Jangan lakukan apapun padaku!." Yukari Rika semakin ketakutan. "Aku pasti akan membayarnya!."

"Nyonya, jangan buat dia ketakutan seperti itu." Naota Rui menghela nafas pelan.

"He? Jangan bela dia." Nyonya X cemberut. "Nanti aku marah loh?."

"Jangan dong." Naota Rui sedikit panik.

"Hahaha!."

Yukari Rika mencoba melarikan diri, tapi Naota Rui lebih cepat bergerak.

"Lepaskan!."

Yukari Rika mencoba untuk melepaskan diri dari cengkraman Naota Rui.

"Tidak semudah itu." Naota Rui menyeringai lebar, ia terlihat seperti seorang monster mengerikan. "Kau harus membayarnya."

"Tidak! Jangan!." Yukari Rika semakin panik. "Lepaskan."

Plak!.

"Eagkh!."

Yukari Rika berteriak kesakitan, pipinya mendapatkan sebuah tamparan keras. Bukan hanya itu saja, rambutnya ditarik beberapa kali, dan dibenturkan ke dinding oleh Naota Rui.

"Lakukan pertunjukan yang lebih menarik lagi, rui-chan." Nyonya X menikmati pemandangan itu dengan senyuman lembut.

"Ok." Naota Rui semakin bersemangat.

"Tidak! Lepaskan!."

Yukari Rika benar-benar tidak bisa lari lagi dari cengkraman kematian. Ia telah berada di posisi yang sangat menakutkan.

...***...

Ryoma dan Naoki terlihat waspada, ketika melihat Kira dan Sakurai keluar dari ruangan interogasi. Melihat raut wajah Haruki Murakami yang tidak lagi gahar seperti sebelumnya.

"Dia telah mengakui perbuatannya."

"Eh?."

"Kalian bawa dia ke penjara pusat." Sakurai menatap bosan. "Aku akan menyerahkan laporan ini pada pusat."

"Baik, akan kami kerjakan."

Ryoma dan Naoki hanya nurut saja, mereka tidak bertanya apapun. Setelah itu segera membawa Haruki Murakami dari sana.

"Kau masih merasa cemas senpai?."

"Bagaimana bisa kau melakukannya kira?."

"Maksudnya? Memaksa dia mengakui perbuatannya?."

"Ya."

"Aku ini iblis, harusnya senpai memahami itu kan?."

Deg!.

Sakurai sedikit terkejut melihat mata merah Kira.

"Bukankah? Dua belas tahun yang lalu?." Kira tersenyum kecil. "Kau melihatnya senpi?."

Tidak ada tanggapan dari Sakurai, tapi pikirannya memang tertuju pada kejadian masa lalu.

...***...

Kembali ke masa itu.

Kira sedang berhadapan dengan empat orang siswa dari sekolah lain. Ia terlihat mengamuk, menghajar siapa saja yang hendak mendekatinya.

Duakh!.

Terdengar suara pukulan, tendangan dan bahkan sesekali terdengar suara teriakan. Ketika tubuh mereka terkena hantaman, ataupun tendangan dari Kira. Kebetulan saat itu Sakurai melihat pemandangan itu, ia merasa miris.

"Hoi! Inuzuka kira!." Teriaknya dengan suara keras.

Kira menghentikan tindakannya, membalikkan tubuhnya, melihat ke arah Sakurai.

Deg!.

Sakurai terpaku melihat mata merah Kira, apalagi hawa merah yang seperti menyelimuti tubuhnya.

"Kabur!."

Mereka terpaksa melarikan diri, karena tidak sanggup lagi berhadapan dengan Kira.

"Dia ini." Dalam hati Sakurai. "Kenapa ia bisa berekspresi seperti itu?." Kakinya mencoba melangkah mendekati Kira. "Lagi-lagi kau berkelahi, berantakan seperti ini." Tangannya merapikan kembali rambut Kira. Matanya memperhatikan luka di wajah Kira, bahkan pakaiannya sedikit robek. "Kau ini seorang siswa, tapi kenapa? Malah suka berkelahi?."

Kira hanya diam saja, ia tidak bergerak sama sekali.

"Apakah itu hobi terpendam yang ada di dalam dirimu?."

"Bisa jadi seperti itu." Jawabnya. "Karena aku kesal pada mereka."

"Masalah apa?."

Deg!.

Sakurai sedikit terkejut, mata Kira kembali normal.

"Mereka hendak bermain-main dengan yusagi-chan." Kira terlihat cemberut. "Ingin mempermalukan yusagi-chan."

"Bukankah? Yusagi teman sekelas mu?."

"Iya, itu benar."

"Kau mendengar rencana mereka?."

"Aku membaca pikiran mereka."

"Apakah kau seorang esper?."

"Itu terdengar baik, daripada disebut iblis."

"Hahaha!." Sakurai spontan tertawa mendengar ucapan Kira.

"Hmph!." Kira tampak merajuk, dan merasa kesal.

Kembali ke masa ini.

...***...

Sakurai on.

Ya, saat itu aku memang melihat matanya yang merah seperti iblis. Bahkan aku bisa melihat ada sosok mengerikan berada di belakangnya. Seperti malaikat kematian, yang kapan-kapan saja bisa mencabut nyawa seseorang. Setidaknya dengan adanya dirimu saat ini, aku merasa lebih baik. Sama halnya dengan kejadian sekolah dulu, seakan-akan kau adalah pelindung bagiku. Terima kasih Kira, kau telah datang kembali seperti dua belas tahun yang lalu. Jika saja kau tidak datang padaku saat aku sedang terpuruk?. Aku tidak memiliki pegangan lagi, tidak akan bisa bangkit seperti sekarang ini, kira adik kelasku.

Sakurai off.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Sakurai dan Kira mampu?. Menyelesaikan masalah undangan berdarah?. Simak dengan baik kisahnya. Next.

...***...

1
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
dasar cwek sayko 😬😑
Rettofuaia: apa itu
total 1 replies
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
kalian emang cocok jadi partner ryoma dan Naoki😑
sama sama pemalas dan makan gaji buta🤣😤
punya kasus kok malas malas an/Facepalm/
Rettofuaia: olala
total 1 replies
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
waaah judulnya menarik bikin kepo mau baca😁 semangat terus berkarya 👍
Rettofuaia: terima kasih atas dukungannya ya 😁
total 1 replies
L.O.J.A Chanel
👍
L.O.J.A Chanel
bagus sekali
Rettofuaia: thanks atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!