NovelToon NovelToon
Mafia And The Princess Of Wands

Mafia And The Princess Of Wands

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:138.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Lea adalah seorang putri dari kerajaan Magic of Wands, dimana kerajaan itu berada di atas awan. Lea ingin sekali turun ke bumi dan melihat apa saja yang ada di bumi. Hingga pada suatu hari, Lea dan kawan-kawannya berhasil turun ke bumi. Namun begitu sampai di bumi, Lea dan teman-temannya malah di culik oleh kawanan mafia. Bagaimana kelanjutan cerita Lea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Heartbeat

Setelah tujuh hari aku menyamar menjadi Eleanor, jantungku selalu berdetak cepat saat berada di dekat Max. Apa mungkin ah tidak mungkin! Aku buang jauh-jauh segala sesuatu yang mengarah ke kata cinta.

Dan hari ini aku akan keluar rumah, karena kami sudah berjanji untuk memberikan laporan terkait hasil kerjaku kepada Eleanor yang tak lain adalah bosku sendiri.

Sebelum aku bertemu dengan mereka aku berbisik kepada Rue untuk menyiapkan tongkat kecil ajaib kami. Rue belum mengijinkanku untuk memegangnya sendiri semenjak kami tiba disini.

"Max, bisakah aku keluar hari ini?" Tanyaku.

Max menatapku, "Untuk apa dan mau kemana?" Tanya Max.

"Aku hanya ingin bertemu beberapa teman dan jalan-jalan di sepanjang kota." Jawabku. Semoga Max tidak bertanya siapa temanku itu, "aku minta pengawal baru itu menemaniku." Sahutku cepat-cepat menambahkan.

Max mengerutkan keningnya, "Pengawal baru? Siapa maksudmu?" Tanya Max

"Yang tampan dan tinggi sekali itu loh Max. Kemarin aku sempat bertemu dengannya. Aku pikir dia disiapkan memang untuk mengawalku." Sahutku lagi.

Max memfokuskan perhatiannya kepadaku sekarang, "Hmmm... Karena kemarin kamu baru kembali tidak mudah untukku untuk mengijinkanmu keluar begitu saja kali ini." Balasnya.

Aku berjalan mendekatinya, aku akan meyakinkannya bahwa kali ini aku akan pulang, "Max! Lihat mataku! Aku akan kembali, aku tidak akan kabur lagi! Aku kabur juga karena kamu terlalu mengekangku! Aku tidak boleh keluar, aku tidak bebas."

Max menatapku dan memegang tanganku dengan kasar, "Baru kali ini kamu berani membantah ucapanku Eleanor. Apalagi dengan gayamu yang arogan seperti itu kan?" Kata Max mendorongku.

Aku berusaha membebaskan tanganku, tapi tidak mudah bahkan aku tidak dapat melawan saat Max mendorongku, "Sakit Max! Lepaskan aku atau..atau..!"

"Atau apa? Apa yang akan kamu lakukan kepadaku Eleanor?" Tanya Max, sekarang suaranya berbisik manis masuk ke dalam telingaku.

Aku melawannya sebisa mungkin, "Atau aku akan melawanmu dengan segenap kekua..."

Blup!

Max membungkamku dengan ciumannya.

"Hmmpphh!" Aku berusaha melepaskan diri dari ciumannya yang seperti mariyuana itu. Tapi usahaku gagal, aku malah memejamkan mataku. Dan saat aku mulai menikmatinya, Max melepasnya.

Uugghh! Aku kesal!

"Katanya mau melawanku?" Tanya Max meremehkanku tapi aku sangat yakin, kecuali mataku menipuku. Max tersenyum.

"Aku...aku! Sudahlah! Aku akan tetap pergi bersama Rue!" Tukasku. Kemudian aku bergegas keluar dari ruangan Max.

Max menahan tanganku, "Aku ikut. Pergilah bersamaku." Sahut Max.

Aku menatapnya, "Ba..baiklah. Aku akan segera bersiap-siap." Ucapku.

Bagaimana ini? Aku harus pandai menyelinap nanti supaya aku bisa bertemu dengan teman-temanku dan Eleanor yang asli.

Jreenng!

Jreenngg!

Ketika selesai bersiap-siap, sekompi pasukan pengawal Max sudah menungguku beserta Max yang sudah berganti pakaian. Dia seksi sekali dengan memakai polo shirt, celana pendek dan sepatu kets.

"Lea, ayo. Aku sudah siap." Katanya.

Tidak mungkin kan jalan berombongan seperti ini?

"Apa mereka semua akan ikut dengan kita?" Tanyaku berbisik.

"Tentu saja. Apa kamu masih memerlukan pengawal baru itu?" Tanya Max.

Aku tidak mungkin meninggalkan Rue!

"Tentu saja. Aku akan memanggilnya." Sahutku dan bergegas memanggil Rue, tapi Max menarik bajuku.

"Aku saja yang memanggilnya. Kamu tunggu disini." Perintah Max.

Aku ingin membantahnya tapi aku takut dia mengurungkan niatnya untuk mengajak Rue jadi aku menurut kepadanya.

***

Akhirnya aku punya waktu untuk berdua saja dengan Rue. Dengan alasan aku bertemu teman sesama wanita, dan aku meminta Rue untuk mengawalku. Setelah memastikan aku tidak diikuti oleh orang Max, aku bergegas menghampiri teman-temanku.

Eleanor, Vivi dan Rose sudah menunggu kami di sebuah kafe kecil di pinggir jalan. Mereka melambaikan tangan begitu melihatku.

"Bagaimana kondisi disana Lea?" Tanya Rose.

"Max baik-baik saja. Kami biasa tertawa bersama dan selama kuperhatikan tidak ada yang aneh darinya. Dia sangat perhatian kepadamu, Eleanor." Sahutku.

Eleanor terperangah mendengar ceritaku, "Benarkah? Kami tidak pernah tertawa bersama sebelumnya. Apa dia berubah?" Tanya Eleanor heran.

Aku mengangkat bahuku, "Apa kamu mau mencoba bergantian denganku?" Tanyaku.

Eleanor berpikir sejenak, "Tidak. Kita tetap lanjutkan rencana awal." Katanya tegas, "Max akan curiga kalau kepribadian kita berubah-ubah kan?" Sahutnya lagi.

Aku mengangguk, "Benar juga katamu. Aku tidak bisa menirukan gaya bicaramu yang dingin seperti itu." Sahutku.

"Bagaimana dengan kalian?" Tanyaku kepada Vivi dan Rose.

Mereka berpandangan dan tersenyum, "Luar biasa, Lea. Kami bertemu banyak orang. Dan kami bisa membeli makanan disini dengan uang yang kami hasilkan sendiri. Lihatlah!" Kata Rose menunjukkan beberapa helai uangnya.

"Wah, apa pekerjaan kalian?" Tanyaku.

"Aku bekerja sebagai pemetik buah strawberry di kebun milik paman Eleanor. Sedangkan Rose bekerja sebagai penjual makanan di pasar. Bibi Eleanor yang memasaknya, dan mereka berdua menjualnya." Jawab Vivi.

Aku iri mendengar mereka bercerita, "Kalian enak sekali bisa sebebas itu. Aku iri." Ucapku tertunduk.

Eleanor memberikanku amplop putih, "Ambillah Lea, ini bayaranmu." Sahutnya.

Aku menerimanya dan membuka amplop tersebut untuk melihat isinya, "Benarkah ini buatku?" Tanyaku tak percaya.

Eleanor mengangguk, "Kalian lucu sekali sih. Sulit untuk tidak menyukai kalian." Sahutnya melihat tingkah kami.

Memang inilah tujuan kami turun ke bumi, untuk mencoba rasanya mencari uang dan menghabiskannya.

Setelah beberapa jam kami berbicara, Rue mengingatkanku untuk segera kembali, "Lea, sudah waktunya." Katanya.

"Ah, tidak perlu seresmi itu! Biasa saja Rue." Tukasku.

Rue tertunduk, "Ma...maafkan aku Lea. Waktumu sudah habis." Katanya tersipu.

Aku berpamitan kepada mereka dengan enggan, dan sebelum kami berpisah jalan, Rue bertanya berbisik kepada Vivi dan Rose, "Kalian tidak ada masalah dengan tongkat kalian kan?"

Mereka menggeleng, "Semua baik-baik saja, Rue. Sampai jumpa tujuh hari lagi." Sahut Rose.

"Bye, Lea." Kata mereka berpamitan.

Aku melambaikan tangan kepada mereka, dan bergegas kembali untuk menemui Max.

...----------------...

Max POV

Aku berjalan ke ruangan pengawal baru itu. Entah mengapa aku curiga kepadanya dan Eleanor yang baru ini. Seperti ada yang mereka sembunyikan dariku.

Aku tidak suka di.permainkan!

Aku mengetuk pintu ruangannya, dan pria tinggi, tampan, bertubuh kecil membukakan pintunya untukku. Dia membungkukkan badannya dengan hormat, "Tuan Max." Katanya.

"Bisa kita bicara sebentar Rue?" Tanyaku.

Pria itu kembali merendahkan tubuhnya, dan mempersilahkanku untuk duduk.

"Siapa kamu sebenarnya?" Tanyaku.

"Aku Rue, tuan." Jawabnya dengan sopan.

"Aku tau namamu. Maksudku latar belakangmu?" Tanyaku lelah.

"Aku pengawal nona Lea, bukankah sebelumnya anda pernah bertemu dengannya dan bahkan membelikannya pakaian." Jawab Rue.

"Dimana Lea sekarang?" Tanyaku.

"Jika anda bisa memperhatikannya, Lea tidak jauh dengan anda dan tidak juga dekat dengan anda." Jawabnya penuh teka teki.

"Apa maksudmu? Apa dia di dekatku? Apa Eleanor itu Lea?" Tanyaku mendetail.

Rue tersenyum, "Silahkan tuan menilai sendiri. Mana nona Eleanor, mana nona Lea." Jawabnya.

Aku memicingkan mataku, "Baiklah. Ikut denganku sekarang!" Perintahku.

Aku akan segera menemukan jawabannya cepat atau lambat. Aku tidak suka jika orang lain membodohiku. Andaikan Eleanor baru ini ternyata Lea, aku akan membuat perhitungan dengannya!

...----------------...

1
Rina_Ibnu_Hajar
mantap ceritanya kak, saya mengikuti alurnya, jangan lupa mampir di novel ku ya kak

"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"
prita@
novel yang bgus...fantasinya keren...penyampaiannya jg ga berbelit-belit..
keren thor
Florence Karina 🌹
suka banget sama Lea ...bikin lanjutannya dng
(⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)park Nath(⁠•⁠ө⁠•⁠
kereeen
Rhe
nice story 😘🥰🥰
Anindira Putri
👍💖
Kinara Ratu
mampir disini sambil nunggu Aiden di up
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
Olive 🫒: makasih kakak, semoga betah 😁🤭
total 1 replies
authornya asik dah, baru tau ada cerita sebagus ini
Olive 🫒: halo kak, makasih yah 💜
total 1 replies
rossie
keren banget
Sophia
ga pernah ngecewain sih dan selalu menarik
Pingkan B
ini juga udah tamat? seneng banget aku sama dua cerita ini sama si Sammy. pokoknya sukses terus untuk author
Little Angel
keren, keren, keren, keren 🤭👍
Little Angel
semangat terus kak, jangan nyerah karna rating bintang 1
Noviyanti
wah udah tamat aja... ditunggu karya barunya..
Olive 🫒: makasih kak Novi
total 1 replies
~Ķímhwä~
eh beneran End? waah engak kerasa ya..senang disetiap ceritanya penuh akan keseruan dan kekesalan. kesal aja sama sikap Max🤭. yeah Kak Olive memang keren membuat story yang mengenang dihati Reader's...thanks juga buat kak Olive udah bikin cerita seru ini...

oke Kim lanjut ke novel kakak yang lain lah🏃‍♀️🏃‍♀️
~Ķímhwä~: Sama-sama kak olive
total 4 replies
jasmine91
udah tamat yah kak? ga terasa udah end aja. seneng bacanya kak 🤗
Olive 🫒: iya kak Jasmine. Ditunggu cerita yang lainnya yah, makasih udah ngikutin kisah Max dan Lea 💜
total 1 replies
Reni A
21+++++ ini
Strawberry
Keren banget Thor
gina02
aku suka karna lucu dan imajinasinya hebat kayak bisa ngajak aku masuk ke dalam ceritanya. Terus berkarya yah, thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!