Haiii semua ini adalah novel pertama aku. Mohon dukungannya ya....
Sinopsis:
Karina seorang wanita yang dingin, cuek dan irit bicara. Menyimpan banyak misteri dalam hidupnya.
Arion Wijaya, pewaris tunggal Wijaya Company. Memiliki tubuh atletis dan wajah tampan yang membuat para kaum hawa terpesona tapi tidak dengan Karina yang dingin. Karena air mata seorang ibu, Karina bersedia menikah dengan Arion. Mengarungi bahtera rumah tangga, namun, masalah satu demi satu muncul.
Dendam masa lalu menjadikan cinta mereka bergetar, akankah mereka akan saling membalas dendam lagi? Atau berdamai? Menempuh hidup baru?
Kira - kira bagaimana jalan hidup Karina dan kisah cinta Karina dan Arion ? Penasaran?
Yuk mampir!!!
*sumber gambar:Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Maria
Siang hari berikutnya Maria berencana pergi ke Cold Cafe. Seusai sarapan Maria izin kepada suaminya yang tengah membaca majalah.
"Pa ... Mama berangkat dulu ya," pamit Maria.
"Emang Mama mau kemana? Mau bujuk calon mantu?" tanya Amri menerka tujuan Maria.
"Iya Papa," jawab Maria.
"Ya sudah ... yuk Papa antar sampai depan," ujar Amri sambil berdiri dan berjalan keluar rumah diikuti Maria.
"Ya sudah Mama berangkat dulu ... Assalamualaikum ...," ucap Maria sambil mencium pipi kanan dan kiri Amri.
"Waalaikumsalam Ma ... hati-hati di jalan Ma ...," jawab Amri.
"Jo hati-hati ya bawa Nyonya, jangan sampai lecet!" pesan Amri pada Jo sambil berkacak pinggang.
"Asssiyap Pak," jawab Jordan, sopir mereka.
***
Maria kini telah sampai di Cold Cafe. Ia segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe.
"Permisi Mbak. Apakah pemilik cafe ini ada di tempat?" tanyanya pada salah seorang pegawai cafe bertag name Ani.
"Ada Nyonya ... ada keperluan apa ya?" tanya Ani ramah.
"Erg ... itu apakah saya dapat bertemu dengannya?" tanya Maria hati-hati.
"Apakah Nyonya sudah membuat janji? Kalau belum Anda harus membuat janji dulu!" tanya Ani kembali.
Maria menggeleng lemah. Menandakan bahwa ia tak punya janji bertemu Karina. Ia berpikir ternyata sangat sulit untuk bertemu Karina.
"Apakah saya tidak bisa bertemu dengannya ... saya mohon ...," ucap Maria memohon.
Aku harus bertemu dengannya harus, tekad Maria dalam hati.
"Hmm ... baiklah kalau begitu Nyonya. Silahkan duduk dulu saya tanyakan Bos dulu," ujar Ani.
Maria mengangguk. Ani segera ke ruangan Bos. Sembari menunggu Maria duduk. Tanpa sadar ia melamun mengingat masa lalu.
"Aku harus berhasil. Aku akan berusaha mengembalikan penuh senyum putraku. Bertemu denganmu perlahan mengubah sikap dinginnya dan menghidupkan kembali rumah," guman Maria pelan.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!" ucap Kirana dingin dari dalam.
"Bos di depan ada yang ingin bertemu tetapi belum ada janji," terang Ani.
"Hmm ... biarkan dia masuk!" ucap Karina datar.
Ani segera keluar dari ruangan Karina menuju tempat di mana Maria duduk.
"Nyonya silahkan Bos sudah menunggu," ujar Ani yang membuat Maria tersentak dan menoleh ke arah Ani.
"Ahh iya ya ...," ucap Maria tergagap.
Maria pun segera mengikuti Ani menuju ruangan Karina. Mereka berhenti di ruangan bertuliskan"Ruangan Bos".
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!" jawab Karina dingin dari dalam.
"Silahkan Nyonya," ujar Ani mempersilahkan.
Maria segera masuk. Di dalam ia melihat seorang wanita muda yang tengah sibuk mengetik di laptop. Ia memandangnya cukup lama. Merasa diperhatikan Karina menghentikan kegiatannya. Ia menutup laptopnya.
"Jadi apa yang membawa apa kemari Nyonya Wijaya?" tanya datar Karina. Kedua tangannya menyangga dagunya. Ia menatap Maria.
Maria terkejut! Sudah pasti. Maria tersentak dengan nada datar Karina dan lebih kaget lagi dengan bahwa Ia sudah tahu identitasnya. So jelas Karina tau karena ia sudah mengetahui data lengkap keluarga Wijaya sejak Arion melamarnya tanpa sengaja hari itu. Maria kembali merubah ekspresinya menjadi tenang.
"Jadi kamu sudah tau siapa saya?" tanya Maria hati-hati karena merasa calon mantunya itu bukan orang sembarangan dari gaya bicara dan sikapnya.
"Hmmm ... begitulah," jawab acuh Karina.
"Baiklah karena Anda sudah tau. Jadi saya minta Anda menerima lamaran putra saya!" tegas Maria.
"Ohh ... Pria mabuk itu? Kalau saya tidak mau?" tanya Karina dengan nada datar.
"Kalau kamu tidak mau terpaksa saya menggunakan kekerasan!" ucap Maria.
Maria tersenyum sinis. Ia menatap tajam Maria.
"Anda memaksa saya?" tanya Karina dingin.
"Iya saya akan memaksa Anda! Saya akan menghancurkan cafe ini dengan tanah. Saya yakin anda tidak rela melihat karyawan Anda menderita kan kalau sampai cafe ini hancur!!" ucap Maria mulai emosi.
Karina tersenyum mendengar itu.
"Anda tidak akan mampu Nyonya!" ucap santai Karina namun terdengar sebagai sindiran dan peringatan untuk tidak mencari masalah dengannya.
Maria tertegun. Ia berfikir bagaimana bisa gadis ini bisa tetap santai sedangkan ia sudah mengancamnya. Maria semakin yakin bahwa Karina bukan orang yang sederhana.
Harapannya pupus sudah membujuk Karina dan melihat senyum putranya seutuhnya. Maria tertunduk matanya mulai berkaca-kaca. Dingin pendingin ruangan tak mampu menenangkannya.
Aku harus bagaimana? tanyanya dalam hati.
Maria mengangkat kepalanya menatap manik hitam Karina.
HAI READERS MOHON DUKUNGAN NYA
DAN JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE TO DUKUNGAN UNTUK AKU AND COMMENT UNTUK KRITIK DAN SARAN😊😅
THANK YOU🙏🤗🤗
Tbc🤗🤗🤗
beda sama yang lainnya
bikin kangen ama ceritan
pengennya baca mulu and rinduuu
menurut yg 👩🦱/🧑🦱🇰🇷
eh malah harus nyulik boy band
sungguh terlalalu. queenmu lielli
semua oraanngg......
buaya
pasukan buaya🤣🤣🤣🤣
dan sikarina malah udah nyusun rencana balas dendam, yuo are the besth lah KARINA jempol untukmu
terima aja
pemeran utama wanita gk kalah
sama pemeran utama pria
baaahkan lebih kuat
annddd cocok ama karakternya
cantik,kuat,jeniuss and queen mafia
and the besthnya lagi gk lebay
kayak cerita yg lain
dikit2 kalo ada masalah, apa lagi ama pasangannya ato keluarganya pasti dikit2 nangis ,mewek kalo gk pasti kabur.
mau perang apa mau maeenn
arion gunung merapi
ples karina gunung es = anaknya gunung apa ????
tembak aje jantungnya bam bam bam
4️⃣
mana yg gula, cinta, apaaa
siii amatttt