Sisilia wanita muda berparas cantik, tak hanya parasnya yang cantik ia juga memiliki IQ yang tinggi, di usianya yang ke 23 tahun ia sudah menyelesaikan S2 nya. Sejak usaianya dua tahu ia tinggal di panti asuhan dan di besarkan di sana.
Bima Nugraha merupakan CEO tampan, di gila gilai para wanita, banyak yang ingin menjadi wanitanya, tapi Bima tak tertarik sedikitpun pada mereka semua hanya ada satu wanita yang ia sukai.
Ya wanita itu adalah Sisilia, Bima jatuh cinta pada pandangan pertama, Bima bertemu Sisilia di kota S. Tapi entah kenapa setelah pertemuan terakhir Bima kehilangan jejak Sisilia. Segala upaya sudah ia lakukan tapi tetap saja tidak berhasil Sisilia bak hilang di telan bumi. Dan tiga tahun kemudian baru Bima menemukan nya.
Bagaimana perjalanan cinta mereka?
Ayo ikuti kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DT. MamaNyaAl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menonton atraksi
Setelah dari toilet Dirga duduk dan mengingat kejadian tabrakan tadi, ia sedikit melamun. Bima melihat Dirga melamun dan bertanya
"Lo kenapa Dir habis dari toilet jadi melamun, kesambet ya"
"Ehh,gk la, kesambet apaan, ketemu cewek cantik ia" Jawab Dirga sambil tersenyum
"Pantesan lama ternyata kenalan dulu sama cewek" Goda Jery.
" Gk kenalan, cuma gk sengaja ketemu mau kenalan tapi orang nya keduluan pergi, ooo iya ad apa sih rame rame? " Tanya Dirga yang tidak sengaja mendengar kegaduhan
Bima mengedikkan bahu tanda tak tahu, ia buka tipe orang yang suka ikut campur apalagi dengan urusan orang yang tidak ia kenal
" Ohh itu tadi ada cabe cabean berantem, sampe jambak jambakan" Jawab Jery yang sempat melihat kejadian, sebenar nya tadi ia ingin mererai tapi takut kena imbas
"Kok gk ada yang mererai sih, orang lagi berantem malah di tonton" Tanya Dirga heran
"Bukan nya gk ada tapi yang mererai juga ikut bonyok, jadi gk ada yang berani lagi" Jawab Jery dan Dirga cuma menganggukkan kepala
"Tapi kok ini udah sepi ya gk ada ribut ribut lagi" Lanjut Jery
" Mungkin udah capek, udah kehabisan tenaga" Celetuk Bima santai sambil menyeruput coffee latte nya
Di tempat kejadian, Sisil berdiri dengan kedua tangan di pinggang menatap kedua abg yang sedang asik jambak jambakan dan melihat sekitar sudah banyak orang yang menonton atraksi mereka berdua.
Sisil menggeleng gelengkan kepala nya, sungguh tak habis pikir dengan kelakuan ke dua abg yang sedang asik bertengkar di hadapan nya ini.
Mereka bertengkar tak tahu tempat dan situasi dan jangan lupa tak tahu malu. Sisil berjalan santai ke arah meja yang berada dekat dengan ke dua gadis yang sedang bertengkar, dan tanpa di sadari oleh mereka karena sangking asik nya saling jambak.
Sisil duduk menyenderkan punggung nya di kursi dengan tangan bersedekap di dada, kaki kanan bersilang di atas kaki kiri, ia ikut menyaksikan tontonan yang ada di hadapan nya. Sisil menyesap jus jeruk yang ada di atas meja dan menyomot pisang bakar keju dan memasukkan ke dalam mulut nya. Entah punya siapa yang ia makan yang jelas ia merasa haus dan lapar, ia butuh energi.
Sisil melihat jam di pergelangan tangan nya, merasa sudah cukup dan sangat membosankan akhir nya ia pun berangkat dari duduk nya.
Dengan suara sedikit kuat ia berteriak memanggil " Egaaaaa" Namun yang punya nama tak mengubris panggil tersebut.
Sisil mehela nafas dan berdehem " Hmmmm, Ega Kusuma Putri" Sisil menyebutkan nama lengkap Ega dengan sedikit pelan dan penuh penekanan
Seketika Ega langsung menolah dan melepas tangan nya dari rambut lawan. Tiba-tiba Ega merasakan hawa sekitar nya menjadi dingin suasa mencengangkan, bulu kuduk nya merinding, keringat dingin mulai muncul.
Sang lawan juga reflek melihat ke arah suara dan melihat siapa yang memanggil, ketika melihat tatapan sisil yang tajam ia termundur dua langkah. tak hayal ia juga merasakan apa yang di rasakan oleh Ega.
Sisil menatap mereka dengan senyuman dan senyuman itu sukses membuat mereka berdua ketakutan, pasalnya mereka tahu apa arti dari senyuman Sisil.
Mereka pun menundukkan kepala tak berani melihat ke arah Sisil yang sangat horor menurut mereka.
tentang anak sisil dan bima