NovelToon NovelToon
Menikahi Om Tampan

Menikahi Om Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: viannakim

Aleta Quenby Elvina gadis berusia 21 tahun. yang terpaksa harus menikah dengan CEO tampan kaya raya, Ia dijodohkan oleh orang tua nya karena alasan orang tua nya lelah dengan sikap Aleta yang tidak bisa diatur, jadi orang tua Aleta memilih menikahkan Aleta dengan teman kolega papa nya. dengan harapan Aleta dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Namun, ternyata hal itu tidak membuat Aleta berubah malah ia semakin menjadi jadi, dan tidak terkontrol. karna menurut nya dengan ia menikah ia akan menjadi lebih bebas. dan terlepas dari aturan orang tua nya.

akankah pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar? ataukah sebaliknya? apakah Aleta akan merasakan bahagia dengan pernikahannya?






selamat membaca ya, dan mohon dukungan nya teman teman☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viannakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 7 - kabur

Sudah 6 hari Aleta melewati masa pingitan dan besok adalah hari dimana dia akan berubah status menjadi istri Tama. dan 6 hari itu pun dia lewati dengan kegiatan yang sangat monoton menonton film dan bermain tapi sesekali dia ikut membantu Tante Tante nya memasak.

"Aelah udah 6 hari cuma gini gini aja bosen banget gue" monolog nya

Tiba tiba saja terlintas ide buruk di otak nya, dengan segera dia mengambil ponsel nya dan menghubungi Zizi

"Zi" Sapanya saat sang sahabat telah mengangkat panggilan nya

"Kabur yuk" ajak nya kepada sahabatnya nya

"Lo gila? Ini h-1 lo nikah ta dan lo ngajak gue buat kabur?" Zizi yang berada di seberang sana kaget mendengar ajakan Aleta. Gila kali ya? Aleta mengajak nya untuk kabur di h-1 pernikahan nya? Tidak tidak dia tidak akan menurut permintaan Aleta dia tidak ingin terkena masalah dengan keluarga nya

"Ayolah zi, bentar aja gue bosen banget nih dirumah" dengan nada memelas Aleta mencoba membujuk Zizi

"Enggak ta enggak kalau lu ngajak gue kabur yang ada gue yang akan kena masalah sama keluarga lo" tapi Zizi tetap menolak

"Gue jamin deh kalau mereka gak akan tau, dan gue akan kembali sebelum mereka tau, ayolah zi temen gue aja jalan jalan sebentar" terus menbujuk Zizi agar mau menemani untuk jalan jalan sebentar saja

"Gak ta gue tetep gak mau" Zizi pun sama tetap tidak ingin menuruti permintaan Aleta yang aneh itu

"Zi lo kan sahabat terbaik gue zi masa nemenin jalan jalan sebentar aja Lo gak mau sih zi" mata yang berkaca kaca dan suara yang terdengar sangat menyedihkan membuat Zizi yang berada di seberang merasa iba dan akhirnya mau menuruti kemauan Aleta

"Yaudah deh yaudah tapi hati hati Lo jangan sampe ketauan sama keluarga lo" Aleta langsung tersenyum senang mendengar nya dan hampir berteriak histeris

"Beneran zi?" Memastikan apakah Zizi beneran mau menemani untuk jalan jalan sebentar dan mendengar jawaban Zizi yang sangat menyakinkan Aleta dengan segera bergegas untuk bersiap siap.

Dia berjalan ke arah pintu membuka pintu nya dengan hati hati dan melihat apakah ada orang atau tidak. Setelah merasa bahwa rumah nya terlihat sepi dia masuk kembali ke dalam kamar nya dan berjalan ke arah balkon sekali lagi dia memastikan apakah di bawah ada orang atau tidak.

Dan masih terlihat tidak ada tanda tanda seseorang pun dirumah nya. Dia langsung bergegas untuk segera pergi dari rumah nya sebelum ada seseorang yang tau

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Mengedarkan pandangan saat sampai di tempat yang telah di tentukan, mencari seseoang yang tadi ia ajak jalan. Saat matanya telah melihat seseorang yang ia cari ia tersenyum senang dan berjalan menghampiri.

"Hei" menepuk pundak orang itu dan yang di tepuk pun menolehkan wajah nya

"Aman Lo" tanya nya sedikit sarkas. Aleta yang mendapatkan pertanyaan seperti itu tertawa kecil

"Aman lah rumah gue kosong gak ada siapa siapa ntah pada kemana jadi, yaudah gue buru buru keluar rumah" ucap nya bangga pada dirinya sendiri yang berhasil kabur

"Pokoknya kalau nanti orang tua lo tau gue gak mau tanggung jawab"

"Udah Lo tenang aja, mereka gak akan tau gue akan balik sebelum mereka sadar kalau gue gak ada dirumah jadi kan aman" dengan begitu percaya diri Aleta mengucapkan itu, dia begitu yakin bahwa orang rumah tidak akan mengetahui jika dirinya kabur dari rumah

"Udah ah ayok kita jalan jalan ke mall, mau refreshing gue" akhirnya mereka pergi ke mall untuk refreshing

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Dan tanpa Aleta sadari ternyata orang rumah panik mencari dirinya. Mamah yang tadi berniat memanggil Aleta untuk makan siang, sewaktu membuka pintu dan melihat kamar Aleta yang kosong menjadi panik dengan segera memberitahu papah dan saudara yang lain bahwa Aleta kabur dari rumah

"Duh Aleta kemana sih, h-1 pernikahan malah bikin panik kaya gini" mamah mencoba menghubungi Aleta tapi ternyata ponsel nya tidak aktif

"Tenang mbak mungkin Aleta cuma keluar sebentar" Tante Anya menenangkan mamah agar tidak terlalu panik

"Gimana mau tenang kalau besok aja udah hari pernikahan dia, dan Aleta malah bikin ulah begini" mamah benar benar panik saat mengetahui Aleta tidak berada dirumah.

Papah yang mencoba mencari Aleta disekitar komplek kembali saat tidak menemukan Aleta dimana pun. Terlihat raut wajah nya yang mengeras menandakan papah sangat marah sekali

"Gimana pah?" Mamah bertanya saat melihat papah yang baru saja kembali

"Nihil mah, Aleta gak ada dimana mana" jawab papah

"Yaampun Aleta kamu kemana sih sayang" mamah hampir menangis karena tidak menemukan Aleta dimana pun.

"Mbak kenapa gak coba hubungin Tama, minta bantuan dia buat cari Aleta" Tante Anya mengusulkan untuk menghubungi Tama.

"Benar, kalau gitu aku coba hubungin Tama siapa tau dia bisa bantu cari" mamah mencoba menghubungi Tama untuk meminta bantuan mencari Aleta

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

"Mungkin di wilayah ini, kita bisa bangun taman pak biar terlihat lebih asri" sang karyawan mengusulkan tempat yang sekira nya cocok untuk mereka bangun menjadi taman

Saat ini mereka sedang mengadakan rapat masalah pembangunan taman yang akan mereka bangun di tengah perkotaan

"Seperti nya memang cocok, oke saya setuju" setelah memastikan bahwa tempat itu sangat cocok di bangun taman dia menyetujui usulan karyawan nya itu, si karyawan tersenyum senang karna usulan nya diterima

"Seperti nya rapat kita cukup sampai disini saja, kalian boleh kembali ketempat masing masing" perintahnya kepada para karyawan nya saat dirasa rapat nya sudah cukup

"Baik pak" para karyawan pun membereskan barang barang mereka dan kembali ketempat nya masing masing.

Tama yang masih di ruang rapat dengan mengecek dokumen hasil kerja karyawan nya, tiba tiba mendapat panggilan.

Ponsel yang dia letakkan di sampingnya memuncul kan notifikasi 'mamah mertua' yang menghubungi nya tanpa menunggu lama dia langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Halo mah? Ada apa" sapanya sopan

"Tama Aleta kabur" mendengar suara mamah Aleta yang begitu panik mengatakan bahwa Aleta kabur dari rumah, membuat ikut panik dan langsung berdiri dari duduk nya.

"Kenapa bisa kabur mah?" Dia mencoba bertanya dengan tenang agar mamah Aleta tidak makin panik

"Mamah juga gak tau, tadi sewaktu mamah ngecek kamar nya buat ajak dia makan siang kamar nya kosong"

"Yaudah mamah jangan panik ya, Tama bantu cari Aleta segera"

"Tolong ya tam, bantu cari Aleta" mamah sangat berharap bahwa Tama dapat membantu unfuk mencari Aleta

"Mah, apakah mamah punya nomor nya Zizi?" Tama berfikir mungkin saja Aleta bersama Zizi makanya dia meminta nomor Zizi, untuk menanyakan tentang Aleta

"Ada ada nanti mamah kirim ke kamu ya"

"Iyaa mah, yaudah Tama cari Aleta sekarang ya" setelah mendengar jawaban iya dari sang mamah mertua dia mematikan panggilan nya.

"Aleta Aleta besok sudah hari pernikahan masih sempat sempat nya membuat ulah" dia tidak habis fikir dengan jalan fikiran Aleta besok sudah hari H tapi Aleta masih sempat membuat ulah seperti ini.

Saat mendapat pesan dari mamah Aleta dia langsung menghubungi Zizi menanyakan apakah Aleta sedang berada bersamanya. Setelah mendapat jawaban yang pasti dia bergegas untuk menjemput Aleta

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Zizi dan Aleta sedang berada di pusat perbelanjaan sudah sekitàr setengah jam mereka hanya jalan disitu situ saja

"Duh ta, gue capek banget nih" Zizi mengeluh karena yang mereka yang lakukan sedari tadi hanya berkeliling saja tanpa ada tujuan yang pasti.

"Dih baru jalan segitu aja udah capek Lo" Aleta mengejek Zizi yang sudah mengeluh capek

"Lo gila!! kita bahkan udah ada setengah jam cuma keliling - keliling doang" Zizi memprotes karena Aleta yang meremehkan dirinya

"Udah lah gue mau istirahat" duduk di bangku yang tersedia dan membiarkan Aleta yang masih ingin berkeliling

Tiba tiba ponsel nya yang berada di dalam tas nya berbunyi dia langsung mengambil ponsel nya dan melihat notifikasi bar yang memunculkan nomor yang tidak dia kenal mengirimi nya pesan

...nomor tidak dikenal:...

...Zizi, ini saya tama. Saya hanya ingin bertanya apakah Aleta sedang bersama kamu? Orang rumah nya panik mencari dirinya...

Zizi yang membaca pesan itu melebarkan matanya, dia jadi takut kalau dia tertuduh karena mengajak Aleta keluar rumah. dengan segera dia mengetikkan balasan untuk tama

...You: ...

...Iyaa om, Aleta lagi sama saya sekarang. Di mall plaza...

...nomor tidak dikenal: ...

...Baik kalau begitu saya akan kesana sekarang...

...You:...

...Iya om...

"Mampus gue, gue takut jadi salah salahan mereka" ucap nya dalam hati

...\=\=\=\=\=\=\=...

Tak lama Tama sampai di mall plaza dia langsung bergegas mencari Aleta dan zizi, tadi dia sudah diberitahu oleh Zizi dimana mereka berada saat ini makanya dia tak pusing harus mencari dimana mereka berada.

"Aleta!" panggil Tama saat dia melihat mereka yang sedang duduk di depan toko baju

Aleta yang mengenal suara itu menolehkan wajah nya dan betapa terkejutnya dia melihat Tama yang berdiri tak jauh dari mereka.

Dia melihat kearah Zizi yang hanya memamerkan cengiran polosnya, mengerti bahwa itu ulah Zizi dia memelototkan matanya kepada zizi

"Sorry ta" ucap Zizi tanpa ada rasa bersalah

Tama yang sekarang berada di depan mereka, langsung mengucapkan terimakasih kepada zizi

"Terimakasih zi kamu sudah memberitahu saya"

Zizi tersenyum kepada Tama tanpa mempedulikan tatapan Aleta yang begitu menyeramkan.

"Kalau begitu saya pamit pulang ya om, ta" Zizi memilih untuk pergi dari situ menghindari Aleta yang seperti akan mengamuk

"Awas Lo zi" desis memberi peringatan kepada zizi untuk berhati hati kepada dirinya

Saat Zizi sudah pergi dari situ Tama juga mengajak Aleta untuk pulang

"Ayok pulang, orang rumah panik nyariin kamu"

Terkejut karena mendengar orang rumah yang mecari dirinya. Jadi mereka sudah tau kalau dia tidam ada dirumah wah bisa gawat kalau begini

"Mereka tau om?" Tanya nya hati hati

"Hm tadi mamah kamu telfon saya untuk bantu cari kamu" duh pasti papah nya marah besar

"Ayok deh om kita pulang" ajak nya tanpa menunggu lama Tama pun menuruti nya

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Sampai dirumah Aleta terlihat sangat takut untuk masuk, bahkan Tama yang berada di belakang nya menyadari ketakutan Aleta. dia mendekati Aleta dan memegang pundak nya untuk memberikan sedikit keberanian

"Sudah jangan takut, ayok saya temani masuk kedalam" dengan langkah takut takut Aleta berjalan bersama Tama untuk masuk kedalam rumah

Saat berada di dalam rumah suasana yang begitu menyeramkan sangat terasa apalagi saat melihat sang papah yang duduk di ruang tamu dengan wajah terlihat sangat marah membuat aleta sangat takut untuk menghadapi nya

"Masih berani pulang kamu" sapaan papah yang begitu menusuk membuat ia tidak berani berbuat apa apa selain meminta maaf

"Maaf pah"

"Tidak tau malu, besok sudah hari pernikahan masih sempat sempat nya kamu membuat ulah" Aleta hanya bisa menunduk saat dimarahi oleh sang papah.

"Sudah sana masuk ke kamar" papah bukan tipe orang tua yang mudah mengamuk jika anak nya berbuat salah, papah hanya mengocehi nya sedikit tapi itu juga membuat Aleta menjadi sangat takut kepada papah

"Iya pah" dengan patuh dia masuk ke kamar nya dan membersihkan diri. Meninggalkan Tama yang masih setia berdiri di belakang menyaksikan dia di ocehi oleh papah nya

"Maafin Aleta ya Tama" papah meminta maaf kepada Tama

"Tidak apa apa pah saya dapat memaklumi nya" ucap Tama sopan

"Papah beruntung milih kamu jadi menantu papah" Tama hanya tersenyum saja mendengar pujian seperti itu dari papah

"Jaga Aleta ya tam"

"Iya pah Tama pasti akan menjaga Aleta dengan baik" bukan hanya berjanji kepada papah tapi Tama juga berjanji kepada dirinya untuk menjaga Aleta dengan sangat baik

________________

1
M Amin Amin
lanjut thor
chachacha
cerita nya bagus,
CandycaneMissy
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
anna park: makasih ya☺️
total 1 replies
isntit darling
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
anna park: aaaa makasih ya udah baca terus🤗
total 1 replies
with_mercii
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy‾
anna park: nanti ya, lagi kena writer block parah soalnya😢 jadi belum bisa crazy up
total 1 replies
TwilightQueenbee
thooorr.he authorrr up lge dong thorr. yg bnyakk昨沽 smangattt thorrr
Garang Anggriawan
Fix ceritanya bikin aku kecanduan buat terus baca huah
anna park: makasih ya🤗
total 1 replies
moon struck traveller
Lanjuting dong thor, seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!