Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 7
...*****...
...*...
...Revisi...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*****...
...*****...
Claudia yang lama hanya bisa mengepalkan tangannya mendengarkan ucapan yang dilontarkan dari mulut tunangannya sendiri.
Flashback off
...*****...
"bagaimana?" ucap seorang yang tengah duduk dihadapan Claudia memecahkan lamunannya.
"baiklah kalau begitu, aku terima lamaran tuan Duke" jawab Claudia yang berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
"Bagus kalau gitu kau sudah resmi menjadi milikku!" tegasnya lalu berlutut dihadapan Claudia setelah itu mencium punggung tangan milik Claudia.
Sehari sebelum pernikahan semua penghuni di mansion milik keluarga Claudia sedang repot mempersiapkan pernikahan Claudia yang akan digelar besok begitu juga dengan Claudia dan Raphael sedang fitting baju pengantin bersama untuk besok.
Alasan mengapa Claudia menerima lamaran dari Raphael karna ia percaya jika Raphael akan menjaganya dimasa depan bukan itu juga ayahnya juga sangat mendukung dengan pernikahan ini selain itu ia juga ingin membalas perlakuan dari mantan tunangannya yaitu pangeran mahkota.
Akan tetapi ada seseorang yang tidak senang dengan pernikahan ini Yap siapa lagi kalau bukan mantan tunangan Claudia yaitu pangeran Kyle.
"Bagaimana bisa? bahkan aku tidak tahu jika Claudia dekat dengan baji*ngan itu!" ucapnya kesal sampai melemparkan pena yang ia pegang untuk menulis.
"Jika aku tahu sejak awal tunanganku itu cerdas aku mana mungkin membuatnya kesal?! kenapa aku baru sadar sekarang! ku kira aku paham tentangnya karna kita selalu menghabiskan waktu bersama dari semasa kecil" imbuhnya.
Hanya ada penyesalan didalam hatinya karna ia tak bisa melakukan apa-apa lagi sudah terlambat terlambat jika untuk menghentikannya.
...🍃🍃🍃...
Hari pernikahan pun datang semua tamu undangan sudah berada di aula pernikahan termasuk keluarga kerajaan juga hadir.
Saat itu Raphael sudah berada di pilar pernikahan menunggu kedatangan pengantin wanitanya.
pintupun terbuka lebar ketika Claudia yang mengenakan gaun pengantin dengan kepala yang tertutup oleh tudung memasuki aula dan segera melangkahkan kakinya menuju calon suaminya itu.
Mereka berdua menghadap kearah pendeta yang akan menikahkan mereka. tak lama mereka saling mengucapkan janji pernikahan hingga Raphael memasangkan cincin pada jari manis milik Claudia begitupun dengannya juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Raphael, acara sesi sakral itupun selesai setalah penyatuan antara bibir Claudia dan Raphael.
Setelah seharian melakukan upacara sakral yang kini telah usai Raphael segera membawa Claudia ke Mension miliknya. Mereka turun dari kereta kuda yang langsung disambut oleh para maid dan seorang butler yang mempersilahkan tuannya untuk masuk.
"Selamat datang tuan Duke dan Duchess Effrand, kami sudah menunggu kehadiran anda" ucap Hans yang tak lain adalah Butler atau kepala pelayan mansion tersebut.
"Lady mari saya antar ke ruangan anda" ucap salah satu maid mengajak Claudia.
"baiklah" jawab Claudia lalu menatap kearah Raphael.
"pergilah kau harus istirahat juga nanti aku akan menemuimu" ucap Raphael yang mengerti tatapan dari seorang wanita yang kini telah menjadi istrinya tersebut.
...***...
"sayang apa kau sudah tidur" ucap seorang pria yang diam-diam masuk kedalam kamar Claudia dan duduk dibibir ranjangnya.
Tanpa ada jawaban dari pemilik kamar, Raphael langsung tidur disampingnya lalu memeluk Claudia dengan erat.
"aku tahu kau belum tidur, aku ingin berbicara dengan mu" imbuhnya dengan suara lembutnya.
saat itu juga Claudia membuka matanya menatap wajah suaminya yang sudah berada dihadapan dan memeluknya.
"besok aku akan pergi ke perbatasan karna terjadi sesuatu disana, bangsa demon mulai menggangu" tatapnya lekat.
"secepat itu? kalau begitu aku akan tinggal di kediaman kakakku" ucap Claudia membalas tatapan Raphael.
"tidak bisa! kau sudah menjadi nyonya rumah ini, Hans akan membantu mu agar kau terbiasa disini rumahku rumahmu juga sekarang" sanggah Raphael.
"hm.." Claudia hanya berdehem mendengar penuturan suaminya itu.
"setelah aku kembali aku punya sesuatu yang harus ku ucapkan padamu jadi kau tidak perlu khawatir disini semua orang menyukai mu"
Claudia hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan yang dilontarkan dari mulut suaminya.
Cup...
Claudia membulatkan matanya ketika Raphael mengecup bibir mungilnya, ia berusaha mendorong dada bidang milik Raphael akan tetapi Raphael dengan sigap menekan tengkuk Claudia. kecupan itu kini telah berubah menjadi lum*tan Claudia mulai terlena dengan permainan bibir Raphael lalu ia membalasnya dengan melingkarkan tangannya dileher Raphael.
Raphael melepas ciumannya dengan menatap mata indah Claudia yang kala itu matanya ikut terbuka saat ciumannya terhenti mereka mengatur nafas masing-masing. dengan masih dipenuhi nafsu yang masih membara Raphael melanjutkan aktivitas layaknya seorang suami yang meminta istrinya untuk melayaninya kala itu Claudia hanya terdiam pasrah menerima sentuhan demi sentuhan oleh Raphael hingga sampai penyatuan mereka.
...*****...
Pagi sudah tiba sinar matahari menerobos ruangan besar di dalamnya masih terdapat seorang gadis ralat seorang wanita yang masih tergeletak pulas diatas ranjangnya. lalu seorang pelayan masuk untuk membangunkan.
"Lady maafkan saya sudah mengganggu waktu tidur anda, saya harus membangunkan Anda karna tuan Duke akan segera berangkat" ucap seorang pelayan setia yang selalu melayani Claudia.
"hm.."
Sepasang mata indah terbuka lalu terbangun yang tentu saja masih dalam keadaan telanjang bulat akibat aktivitas semalam yang dilakukan bersama lelaki yang telah menikahinya.
"saya sudah membawa maid lainnya untuk membantu anda, dan air mawarnya sudah siap untuk nona mandi" ucap larin memberikan piyama untuk Claudia.
Tak lama setelah ritual mandinya Claudia segera merias dirinya yang dibantu oleh beberapa maid.
"rasanya sakit sakali, diluar berpenampilan lembut saat hanya berdua saja dia kasar padaku" batin Claudia.
"apakah ini benar untukku? rasanya seperti nyata aku telah merubah seluruh cerita didalam novel ini" tambahnya lagi.
"ini benar aku sudah memutuskan untuk hidup sebagai Claudia, jadi aku berhak menjalani hidup seperti yang aku mau" tambahnya lagi dan lagi.
Melihat nonanya tidak merespon panggilannya, larin dengan berani menepuk pundak nonanya itu dan membuat Claudia tersadar dari lamunannya.
"ah iya apa yang kau katakan larin?" kaget Claudia.
"tuan Duke sudah menunggu anda diluar nona" jawab larin.
"hm baiklah.... ayo!" jawab Claudia yang berdiri lalu mengambil langkah menuju Raphael berada.
Sebenarnya Claudia ingin menghindari suaminya itu karna masih merasa malu atas kejadian semalam akan tetapi keadaan sedang tidak mendukung untuk melarikan diri.
Claudia datang menghampiri Raphael dengan wajah seperti kepiting rebus tak berani menatap wajah suaminya. memang tak ada kejadian romantis saat mereka pertama kali bertemu sampai memutuskan untuk menikah, pernikahannya hanya berlandaskan saling menguntungkan satu sama lain, kalian tidak tahu akan seperti apa perasaan mereka berdua saat ini.
"kau berhati-hatilah jangan sampai terluka dan pulanglah dengan selamat aku akan menunggumu" ucap Claudia yang memasangkan jubah pada suaminya itu.
Raphael menarik senyumannya karna gemas mendengar ucapan yang terlontar dari mulut mungil istrinya itu lalu ia menyentuh pangkal kepalanya dan mengelusnya.
"tenang saja, suamimu sangat kuat justru dirimu harus menjaga dirimu baik-baik disini dan jika ingin keluar kau harus meminta para kesatria disini menemanimu" ucapnya lalu melayangkan kecupan pada kening Claudia.
Dengan berani Claudia mendongakkan kepalanya menatap Raphael "kau harus janji padaku jangan terlalu lama disana, dan ini juga kau harus membawanya pulang" Claudia mengikatkan pita berwarna merah jambu pada lengan kekar milik Raphael.
"baiklah.... setelah semua selesai aku akan segera pulang bertemu denganmu, jaga kesehatan mu jika butuh sesuatu kau bilang pada Hans. waktuku sudah tak lama semuanya sudah menunggu" ucap Raphael lalu mencium pipi Claudia.
Raphael pun masuk kedalam kereta kuda dan segera berangkat kearah tujuannya.
Claudia hanya melihat kepergian suaminya itu dengan wajah makin memerah saat Raphael mengecup kembali pipinya.
TBC.
Bab ini sudah di Revisi
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!