Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertengkar
Di kediaman Nathan, seperti biasa Ajeng menggendong putrinya, beberapa lagu pengantar tidur sudah ia nyanyikan agar putrinya tertidur lelap, setelah tertidur Ajeng langsung menaruh putrinya di atas kasur.
Setelah itu Ajeng melamun memikirkan rumah tangganya yang hampir sempurna, namun, hancur berantakan karna kebongohan yang Nathan lakukan.Bukan ia tidak mau menerima Nathan, tetapi kelakuan Nathan yang membuat ia tidak suka.
Pikirannya kacau, merasakan apa yang di rasakan Bella sekarang, andai ia yang mengalami hal itu, sudah di pastikan ia juga akan pergi meninggalkan Nathan.
Ajeng berjanji pada dirinya sendiri, secara diam-diam ia akan membantu Bella agar putranya bisa di akui oleh Nathan.
lamunannya buyar saat Nathan mendekapnya dari belakang, Ajeng merasa risih, kenyamanan yang dulu ia rasakan sedikit demi sedikit menjadi hilang.
"Kau sudah pulang, mas." ucapnya tanpa menengok kebelakang.
"Hmmm." sahutnya sambil menghirup aroma tubuh Ajeng. "Nadia sudah tidur, aku menginginkanmu." bisiknya sambil mengecup-ngecup leher jenjang Anjeng.
Ajeng menarik napas dalam, dia berusaha supaya tidak terangsang namun hasilnya nihil, belaian yang di lakukan Nathan mampu mengeluarkan nafsu birahi yang tidak bisa ia tahan.
Hampir satu jam mereka melakukan pergulatan. Setelah selesai Ajeng langsung berlari memasuki kamar mandi, ia membersihkan diri, di bawah guyuran shower Ajeng merutuki dirinya sendiri.Sudah tidak ada cinta di hatinya, namun belaian yang di lakukan Nathan, tubuhnya sama sekali tidak bisa menolak.
Lima belas menit kemudian, Ajeng keluar dengan mengenakan baju tidur.Ia melihat Nathan mengelus-ngelus pipi Nadia. Seharusnya dia senang tapi entah kenapa hatinya merasakan sesak.
"Apa kau menyayangi Nadia?" tanyanya, Ajeng melangkahkan kakinya menuju meja rias untuk menyisir rambut.
"Sangat!" sahut Nathan sambil mengecup kening Nadia.
Ajeng tersenyum sinis mendengar ucapan Nathan.Ajeng menaruh sisir lalu memutar tubuhnya, kini ia berhadapan dengan Nathan.
"Apa kau tidak memikirkan anakmu yang lain?" tanyanya sambil melipat kedua tangan.
"Aku tidak memiliki anak lain selain Nadia!" jawab Nathan dengan sesikit tekanan.
"Kau ini lucu mas, kau yang berselingkuh denganku, tapi kau malah menjauhi bahkan tidak mengakui anakmu sendiri." ucapnya mencemooh.
"Aku yakin dia juga berselingkuh! dan sudah di pastikan anak itu bukan..-"
"Cukup mas!!" bentak Ajeng memotong ucapan Nathan. "Kau ini sudah gila! apa susahnya kau mengakui kalau Dimas anakmu, aku sendiri tidak keberatan untuk mengakui kalau dia kakaknya Nadia." ungkap Ajeng dan langsung mendapat tatapan tajam dari Nathan.
Nathan melangkah mendekati Ajeng, karna kesal ia menjambak rambut Ajeng. "Harusnya kau senang karna aku lebih memilihmu dari pada wanita membosankan itu!"
Setelah berbicara seperti itu, Nathan melepaskan tangannya, ia langsung berlalu pergi meninggalkan Ajeng. Sementara Ajeng, setelah apa yang di lakukan Nathan, ia semakin bertekad untuk membantu Bella.
🌺🌺🌺
Jalanan yang macet menjadi tontonan gratis untuk Bella, sudah hampir satu jam ia menunggu Dewi, teman kerjanya di toko roti.Bella berdecak kesal, mondar-mandir di depan halte bis. Saat Dewi menampakkan diri di hadapanya, Bella menatapnya dengan tatapan jengah.
"Wih, marah nih." seru Dewi melihat Bella yang terlihat kesal.
"Kau ini bener-bener ya, Wi.Untung saja aku enggak sampai berakar nunggu kamu di sini."
"Sorry." Dewi menceritakan tentang kedatangannya yang terlambat, Bella mendengarnya cuma ber-o ria saja.
"Lalu? sebenarnya kau ini mau ngajak aku kemana,Wi?" tanya Bella masih penasaran karna Dewi belum memberi tahu tempat yang akan mereka tuju.
"Nanti kau tau, aku pastikan kau bakalan suka." Dewi menarik tangan Bella, sambil memanyunkan bibir Bella pun terpaksa mengikuti langkah Dewi.
Bersambung.....
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja