NovelToon NovelToon
System : Unknown

System : Unknown

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / System / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:220.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rasa Ara

-TAMAT-

Arc 1 [Mayor of Lust] Completed——> Ch 0-38

Arc 2 [Fugitive's Life] Completed——> Ch 39-78

Arc 3 ???

???

???

###

Kiya seorang pemuda yang katanya memiliki hidup "sempurna" secara mengejutkan berakhir di hutan belantara. Padahal seingatnya dia tidur dengan nyaman di kamarnya.

Kiya kemudian menerima fakta mengejutkan bahwa ada di dunia yang bukan Bumi, dunia itu adalah Arias ... dunia fantasi yang ada sihir dan monster.

Bukan hanya itu, Kiya juga menerima sebuah system tanpa sebab yang jelas.

Alasan Kiya tiba di Arias tidak diketahui. Di mati lalu berinkarnasi atau berpindah?

Tidak diketahui.

###

First novel ... semoga suka.

Jangan sungkan-sungkan berkomentar jika ada yang kurang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasa Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 -Isu pemberontak-

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.

Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.

Selamat membaca, semoga terhibur.

...

[Tuan mendapatkan 10 ribu ...] X12

"Masih kurang!"

[Tuan sudah membunuh 12 orang. Tuan memang sangat kejam, tak ragu-ragu untuk melakukan apapun untuk mencapai tujuannya]

"Dunia ini sudah kejam! Jadi, aku harus ikut kejam. Kau lembek? Sama saja kau menghancurkan hidupmu pelan-pelan. Yah ... mungkin saja di masa depan aku akan mendapatkan karma!?" Kiya mengecilkan suaranya pada kalimat terakhir.

Saat membunuh seseorang—baik orang jahat atau baik. Di lubuk hatinya ada sedikit ketakutan bahwa dia akan menerima balasan dari perbuatannya. Namun ... Kiya memiliki semacam pemikiran yang menutupi kegelisahannya itu.

"Kematian adalah takdir. Jika aku tidak membunuhnya, dia pada akhirnya akan mati juga dengan prantara lain! Kematian seseorang sudah ditentukan!"

...

Viola PoV

Aku menjaga senyuman di wajahku agar tak menghilang ketika menyapa lembut setiap warga kota yang kutemui. Akan tetapi, ekspresi wajah sangat sulit untuk kumanipulasi.

Sihir clone dapat membagikan apa pun yang dirasakan tubuh clone-nya. Dan sekarang, clone-ku disadarkan oleh seseorang bahwa sifatku sangat kekanak-kanakan.

"M-m-maaf ..." Secara tak sengaja kata itu keluar dari mulutku dengan suara yang pelan.

Itu sudah cukup untuk membuat orang yang berjalan paling dekat denganku bereaksi.

"Maaf untuk apa, Nona Viola?"

"Ahh ... hanya gumaman asal. Tak perlu dipikirkan, hehe." Tertawa masam berusaha menyembunyikan raut wajah sedih.

"Maaf, Nona, atas kelancangan saya!?" Prajurit itu sedikit menundukkan kepalanya.

Hanya anggukan kepala sebagai responku.

Aku kemudian memblokir hubungan dengan clone untuk sementara, tak kuat aku mendengar setiap kata yang dia lontarkan pada diriku yang lain.

Rombongan kami sedang menuju ke kediaman Duke. Aku datang ke kota ini karena undangan dari Duke. Seharusnya ada suatu masalah yang besar sampai membuatku harus berbalik arah.

setelah berjalan cukup lama akhirnya kami sampai di kediaman Duke yang dimaksud, itu adalah sebuah mansion yang cukup besar. Dan aku merasakan ada sesuatu yang aneh, penjagaan mansion ini sungguhlah ketat. Ketika aku masuk pun harus diperiksa dengan beberapa prosedur pemeriksaan.

"Pemeriksaan di gerbang masuk kota bahkan tidak seketat ini!"

Beberapa Maid terlihat berjejer rapi dengan perilaku yang sopan— yang menurutku mereka sangat kaku.

Para prajurit yang mengawalku juga pergi untuk menjalankan tugasnya yang sempat tertunda karena kedatangan diriku.

"Nona Viola, silahkan masuk!" Kata salah seorang Maid yang melihatku termenung sesaat.

Mansion ini cukup besar, aku harus menyusuri beberapa lorong agar bisa mencapai ruangan Duke.

Pada akhirnya aku sampai di depan pintu yang ditunjukkan oleh para Maid itu. Dua orang Maid dengan pelan mendorong pintu dengan tinggi lebih dari 3 meter.

"Silahkan ..." Kata seorang Maid yang berada di sampingku.

Aku pun masuk ke ruangan itu. Di sana ada seorang yang duduk di sebalik meja besar dengan posisi membelakangiku. Dia—Duke menyadari kehadiranku, lalu berbalik dan tersenyum ramah.

Aku pun duduk di bangku yang ada di depan meja dengan banyak tumpukan kertas itu.

"Terima kasih karena sudah memenuhi panggilan saya, Nona Viola!?"

Dia adalah Volancy Egramn, dari Bangsawan Egramn. Rambut pirang, wajah berwibawa dengan kumis agak tebal, busana yang dia gunakan pun terlihat sangat glamor. Mencerminkan seorang bangsawan—aku agak tidak suka dengan sikap para bangsawan seperti dia. Di saat rakyat ada yang hidup susah, para bangsawan malah hidup dengan bergelimpangan harta.

"Ada masalah apa Tuan Volancy meminta saya datang kemari?"

"Begini Nona Viola ..." Tuan Volancy nampak tak ingin berbasa-basi dan langsung mengatakannya. "Belakangan ini anak saya, Klue Egramn yang selaku walikota kota Xely mendapatkan sebuah surat ancaman pembunuhan."

Tuan Volancy menyerahkan sebuah anak panah dengan sebuah gulungan kertas melekat.

"Saya menerimanya beberapa hari yang lalu. Saya juga belum membacanya."

Aku membuka gulungan kertas itu dan mencoba melihat isinya.

~Mati ... dasar babi brengsek! Kami akan membunuhmu dan menegakan keadilan!~

"Bagaimana isinya, Nona Viola?"

"Yah ... itu ancaman pembunuhan."

"Begitulah, maksud saya meminta Anda kemari adalah untuk melindungi kami sekaligus mencari pelakunya. Belakangan ini juga ada isu kelompok pemberontak sedang bergerak." Tuan Volancy berkata dengan prihatin.

Kudeta adalah masalah yang serius. Wajar jika Tuan Volancy meminta bantuanku sebagai seorang pahlawan. Guild petualang tak akan sanggup menanganinya.

"Apakah Nona Viola sanggup menyelesaikan masalah ini?"

"Yah ... saya akan berusaha menyelesaikannya!?"

"Nona Viola memang seorang pahlawan." Tuan Volancy memujiku. "Oh, ya ... Nona kemari menyelamatkan sekelompok orang dari pedagang budak, kan?"

"Kata menyelamatkan kurang tepat, saya secara tak sengaja menemukan mereka!" Kataku agak canggung menggaruk pipi.

Para budak itu sudah kutemukan dengan keadaan dua orang tewas dengan kepalanya yang terpenggal. Dua orang itu diduga adalah komplotan pedagang budak.

Dan ... sekarang clone diriku sedang mengintrogasi seseorang yang kucurigai sebagi pembunuhnya. Namun ... kadang sesuatu tak berjalan sesuai rencana. Aku kadang asal menyimpulkan sesuatu sebelum mengetahui kebenarannya.

"Begitu ...? Tak masalah, terpenting mereka semua selamat. Anak saya juga sedang mengurus mereka!? Dan ... yah, beberapa prajurit sudah diintruksikan untuk mencari komplotan yang kabur dan memasang misi di guild petualang."

"Anda sangat tanggap, Tuan Volancy!"

"Kehormatan saya menerima pujian dari seorang pahlawan, Nona Viola de Arca." Tuan Volancy meraih tanganku lalu menciumnya. Aku sedikit risih dengan perlakuannya.

"Ahh ... iya." Aku dengan cepat menarik tanganku kembali. "Maaf, Tuan Volancy saya tak bisa berlama-lama. Saya akan langsung menyelidiki ancaman pembunuhan itu!"

"Baiklah, tapi ... sayang sekali. Padahal saya berencana mengajak Nona Viola nge-teh!"

"Saya sangat menyesal tidak bisa menerimanya!?" Aku buru-buru keluar dari ruangan itu. Aku sungguh tidak nyaman dengan perlakuan dan tatapan Tuan Volancy ketika melihatku.

...Kembali ke PoV author...

Jleb ...

[Tuan mendapatkan 10 ribu poin ...]

"Kurasa ini yang terakhir? Hari sudah mulai gelap."

[Tuan membunuh total 23 penjahat dan mengumpulkan 230 ribu poin. Anda ingin menggunakannya?]

"Tidak untuk sekarang!" Kiya menarik pedangnya yang masih tertusuk di perut seseorang. Alhasil bilah pedangnya pun terlumuri dengan cairan merah.

"Pedang ini cukup bagus, system, meskipun harganya murah!?" Kata Kiya sembari mengayun-ayunkan pedangnya agar darah yang melekat bisa hilang.

Dengan jari-jemarinya Kiya lalu melakukan kode tangan untuk membuka statusnya.

...Nama : Kiya...

...Level : 37 (0/1438)...

...Ras : Manusia...

...HP : 1438/1438...

...MP : 719/719...

...SP : 690/719...

...Kekuatan : 1002...

...Pertahanan : 1007...

...Kecepatan : 1004...

...Ketahanan : 1001...

...Sihir : 1008...

...Skill : *Hide...

...*Lightning magic (Tahap awal)...

...Blessing : System...

...Poin : 235.800...

...Penyimpanan : —...

"14 ribu poin lebih aku habiskan untuk membeli skill dan juga pedang ini!"

Selanjutnya Kiya membuka menu shop dengan membentuk huruf S. Lalu Kiya tak berhenti menggerakkan jari-jarinya menggulirkan ribuan daftar skill dan item yang terpajang di panel mengambang itu. Dia belum menemukan sebuah skill atau item yang diinginkannya.

[Skill seperti apa yang ingin Tuan cari?]

"A-ku hanya iseng melihat-lihat."

Dari ribuan deretan skill yang ada, tak ada satu pun yang menarik minatnya. Bagi Kiya itu hanya skill biasa yang mudah dijumpai. Begitu juga dengan item-item.

"Ahh ... sudahlah." Kiya yang kesal membentuk huruf X dan C dengan jarinya untuk menutup kedua panel itu.

Sesaat dia melihat mayat di bawah kakinya yang secara bertahap mulai memucat. Kiya melihatnya datar tanpa emosi.

"Hmm ..." Kiya selanjutnya melihat lingkungan sekelilingnya.

Kumuh, kotor, bau tak sedap melayang bebas di udara ... berlama-lama di tempat itu hanya akan melukai hidung mereka ditambah mayat di dekatnya menambah siksaan bagi hidung. Namun, Kiya menghiraukan itu semua.

Dia mulai berjalan meninggalkan gang sepi nan gelap itu dan menuju ke arah tempat yang sedikit terang. Tak lupa Kiya melindungi wajahnya dari penglihatan orang-orang dengan jubah pemberian Viola.

"Baik-buruknya pemerintahan suatu wilayah adalah seberapa besar slum area(Area kumuh) dan kota ini memiliki daerah yang bahkan lebih buruk dari itu!"

[Firasat Tuan memang benar. Saya tak sabar melihat apa yang akan Anda perbuat]

Kiya menggenggam erat pedang yang dia sembunyikan dibalik jubahnya. Kilatan-kilatan listrik berwarna biru juga mulai muncul di sekitar tubuhnya.

"Aku sedikit meralat perkataanku, leveling-nya belum selesai! PARALYSIS!"

1
The Child
lah ini lagi, udah di bantu masih mau jadi beban lagi, knp tdk bisa fokus, ini perang loh, sementara perang kebanyakan ngobrol, mokat baru tau rasa
The Child
kenapa juga si celia ini terlalu cerewet? banyak tanya, kemudian tdk bisa fokus, kenapa semua wanita itu selalu bikin repot di setiap cerita?
The Child
lebih bagus rincian penggunaan poin itu harus jelas, biar pembaca bisa juga menghitung pengeluaran, kan sdh puluhan juta poin sistem di gunakan, masa masih harus berhutang 3 M lagi, jelasin thor untuk pengeluarannya, brp poin di butuhkan untuk setiap kenaikan level
Mkh 18
Luar biasa
Harman LokeST
jahat
Zead Zead
bagus
crusty
numpang tor yang yang minat baca novel game magic adventure mampuir ye. hehehe
Eko Hadi
kajol
Eko Hadi
kajo
DEX
berlebihan
Kaisar surgawi
lihat ? levelnya aja masih sedikit padahal ini udh ch 20an wkwkwkwkwkwk udh Thor mendingan lu ga usah bikin novel tentang sistem kalau MCnya di buff parah Kaya gini , apa2an seorang reinkarnasi yg mempunyai sistem tapi elemen cuman 1 ??????? kalau melawak aturan di ksh Tau di deskripsi dong
Kaisar surgawi
Hal yg Paling gw benci yaitu sistem yg tidak berguna sama sekali, Dan membuat MC seperti org tertolol , Dan yah ini first time gw baca novel sistem yg cuman bisa 1 elemen saja, padahal novel2 yg lain mereka awal itu bisa menggunakan lebih dari 1 elemen saja, berasa Kaya ampas novel ini , pantas saja yg like dikit
J.N.H
malu pasti mc nya dibing mau ngemis makanan....
pembacasetia
nanggubg
pembacasetia
inilah yg di suka polos sok nalak
pembacasetia
kejam akusuka
pembacasetia
gas..
pembacasetia
gas
Andi Bergerboy
..
Andi Bergerboy
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!