NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Di seberang jalan, di dalam butik Haute Couture yang dipenuhi cermin besar dan pencahayaan temaram, Percy dan Tyche tertawa lepas sambil saling mencocokkan topi desainer terbaru ke kepala masing-masing. Zeus, dengan wibawa bocah empat tahun yang memegang kendali penuh, berdiri di samping kasir, melipat kedua tangannya di dada sambil mengawasi para staf membungkus barang-barang belanjaan mereka ke dalam kantong-kantong emas berlogo eksklusif.

​"Aku bersumpah, Zeus, kau adalah pahlawan terbesar dalam sejarah keluarga Sterling," bisik Tyche di sela-sela tawanya, mencubit gemas pipi sang bocah.

​Zeus mendengus kecil, menaikkan kacamata hitamnya ke atas hidung. "Daddy terlalu kaku. Hari ini adalah hari libur Mommy, jadi Daddy harus belajar sabar."

​Percy tersenyum lebar, merasa dunianya begitu sempurna. Tanpa ia sadari, di seberang jalan sana, Hades masih duduk dengan sabar di meja nomor tujuh, menyeruput espresso pahitnya sambil menatap lurus ke arah butik tempat mereka berada.

​Namun, kedamaian kecil di Paris itu tidak luput dari mata orang lain.

​Di ujung jalan, tersembunyi di balik bayang-bayang sebuah kafe tua seberang jalan, dua orang pria berbadan tegap mengenakan jas bergaya militer mengamati gerak-gerik konvoi pengawal Sterling yang berjaga di luar. Mereka adalah sisa-sisa anggota faksi bawah tanah Eropa yang sempat dihancurkan oleh Hades beberapa tahun lalu, kelompok yang masih menyimpan dendam kesumat dan mencari celah untuk membalas sang penguasa.

​"Lihat itu," desis pria bertubuh gempal sambil memegang teropong kecil di tangannya. "Istri dan anak Hades Sterling berjalan tanpa pengawalan ketat di dalam butik. Pengawalnya terkonsentrasi di luar, dan sang bos besar sedang duduk sendirian di kafe."

​Rekan di sampingnya menyeringai lebar, merogoh saku jasnya untuk memastikan gagang pistol silincer dingin bersarang di sana. "Ini adalah kesempatan emas. Kita culik putranya, hancurkan hati sang penguasa dari dalam."

​Tanpa menyadari bahwa mangsa yang mereka incar adalah keluarga dari monster paling berbahaya di muka bumi, kedua pria itu mulai merapatkan barisan, membaur di antara kerumunan pejalan kaki Paris, bersiap melancarkan aksi nekat di tengah siang bolong.

Langkah kedua pria berjas militer itu membaur mulus di antara para pelancong yang memadati trotoar Avenue Montaigne. Udara sore Paris yang sejuk mendadak terasa berat oleh niat busuk yang mereka bawa. Dengan tangan kanan yang meraba saku jas untuk memastikan senjata silincer di dalamnya, mata tajam mereka terus mengunci target pintu masuk butik mewah tempat Percy, Tyche, dan Zeus berada.

​Di seberang jalan, di meja nomor tujuh kafe klasik, Hades Sterling meletakkan cangkir espresso nya secara perlahan. Manik mata kelabunya tidak sengaja menangkap kejanggalan kecil. Insting pembunuh yang telah terasah selama puluhan tahun di dunia hitam langsung berteriak keras. Ia melihat dua sosok asing dengan postur tubuh terlatih bergerak mendekati butik dengan gestur yang mencurigakan mengabaikan etalase toko dan terfokus sepenuhnya ke dalam pintu kaca.

​Bahu Hades langsung menegang. Auranya berubah dari seorang Daddy yang sedang "dihukum" putranya menjadi monster dingin yang siap merobek apa saja yang berani mendekati keluarganya.

​Di dalam butik, Percy baru saja hendak menandatangani resi pembayaran terakhir ketika bulu kuduknya meremang. Sensasi bahaya yang tidak kasat mata mendadak menusuk permukaan kulitnya. Sebelum ia sempat berbalik, dua pria asing bertubuh kekar telah menerobos masuk melewati penjaga toko yang sempat terkecoh.

​Salah satu dari mereka bergerak secepat kilat, menerjang ke arah Zeus yang berdiri di dekat konter kasir, sementara tangan kasarnya langsung membekap mulut sang bocah.

​"Jangan bergerak! Ikuti kami atau anak ini mati detik ini juga!" bentak pria itu dalam bahasa Inggris beraksen patah-patah, sambil menodongkan moncong pistol silincer tepat di pelipis mungil Zeus.

​Seketika itu juga, suasana butik yang mewah berubah menjadi lautan kepanikan. Para asisten toko menjerit histeris, sementara Tyche terpaku kaget di tempatnya.

​Namun, ada satu hal yang salah dari perhitungan kedua penyusup tersebut mereka lupa siapa Daddy dari anak yang baru saja mereka sandera.

​Zeus kecil tidak menangis. Di balik lengan kekar yang membekapnya, manik mata kelabunya justru menatap tajam penuh ancaman, tatapan dingin yang merupakan salinan sempurna dari sang ayah.

​Sebelum pria menyandera sempat menarik Zeus lebih jauh, kaca jendela besar di sisi butik mendadak pecah berkeping-keping disertai deru langkah berat.

​Hades Sterling tidak menunggu aba-aba. Pria itu melompat melewati reruntuhan kaca, bergerak secepat kilat dengan mata kelabu yang menyala dalam kemurkaan mutlak, siap menghapus kedua orang bodoh itu dari muka bumi sebelum mereka sempat mengambil napas berikutnya.

Klang!

​Pecahan kaca berhamburan menghujani lantai marmer butik mewah itu ketika Hades menerobos masuk dengan kecepatan kilat. Aura dingin yang mematikan menguar pekat, membuat suhu ruangan mendadak turun drastis. Dua pria penyusup yang tadinya merasa di atas angin langsung menoleh kaget, mendapati sang penguasa imperium Sterling telah berdiri di hadapan mereka dalam balutan kemurkaan mutlak.

​"Lepaskan dia," suara Hades bergemuruh rendah, datar, namun mengandung teror mutlak yang mampu meremukkan tulang siapa saja yang mendengarnya.

​Pria yang membekap Zeus mendengus gugup, mempererat todongan pistol silincernya di pelipis sang bocah. "Maju selangkah lagi dan anak ini mati, Sterling!" teriaknya panik.

​Percy, yang sempat terkejut, langsung menarik Tyche menjauh ke sudut aman. Namun, alih-alih menangis ketakutan, Zeus kecil justru mendengus pelan di dalam bekapan, lalu dengan sengaja menginjak kaki sang penyusup sekuat tenaga menggunakan sepatu mahalnya.

​"Argh!" si penyusup meringis kesakitan, refleks melonggarkan cengkeramannya.

​Itu adalah celah sepersekian detik yang ditunggu-tunggu oleh Hades.

​Dalam gerakan yang terlalu cepat untuk ditangkap mata manusia, Hades menerjang maju. Tangan kekarnya mencengkeram pergelangan tangan penyusup yang memegang senjata, memutarnya dengan keras hingga terdengar suara tulang patah yang mengerikan disusul teriakan histeris penuh kesakitan.

​Sebelum pria kedua sempat mengangkat senjatanya, Hades melayangkan sebuah tendangan telak ke dada penyusup tersebut, membuat tubuhnya terpental jauh menembus etalase kaca hingga ambruk tak sadarkan diri di atas trotoar luar.

​Penyusup pertama yang sudah terkulai dengan tangan patah berlutut di lantai, merintih kesakitan saat Hades mencengkeram kerah mantelnya dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan. Manik mata kelabu Hades menatap tajam, menyala bagai bara api di tengah kegelapan.

​"Kau berani menyentuh penerusku," bisik Hades di depan wajah pria itu, suaranya begitu mematikan. "Dan kau memilih cara mati yang paling menyakitkan."

​Hades melemparkan tubuh pria itu begitu saja ke lantai seperti sampah, lalu memberikan gestur dingin kepada para pengawalnya yang baru saja tiba di dalam butik. "Seret mereka ke bawah tanah. Jangan biarkan mereka mati terlalu cepat."

​Suasana butik mendadak sunyi mencekam. Para asisten toko bergetar ketakutan di sudut ruangan.

​Hades membalikkan badan. Kemarahannya perlahan mereda saat manik matanya menangkap sosok kecil Zeus yang berdiri tegak tanpa setetes air mata pun, merapikan kerah jaket kulitnya dengan gaya arogan yang sama persis dengannya. Di sampingnya, Percy melangkah mendekat dengan senyuman kecil penuh kelegaan di wajahnya.

​Hades berlutut, menyetarakan tingginya dengan sang putra. Ia memeriksa sekilas tubuh Zeus, memastikan tidak ada goresan sedikit pun. "Kau tidak apa-apa, jagoan?" tanya Hades, suaranya sedikit melunak.

​Zeus mendengus kecil, menepuk bahu ayahnya. "Tentu saja, Daddy. Zeus sudah bilang, Zeus bisa menjaga Mommy."

​Hades menghela napas panjang, setengah gemas setengah bangga, sebelum akhirnya ia mendongak menatap Percy yang berdiri di hadapannya dengan seringai kemenangan yang belum sepenuhnya hilang.

​"Dan kau, Ma chérie," geram Hades pelan, berdiri lalu merengkuh pinggang istrinya erat-erat hingga tubuh mereka menempel tanpa jarak. "Cuti kecilmu resmi berakhir hari ini. Sekarang, kita benar-benar pulang."

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!