NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : POSESIF

Namun, mereka tidak bisa tidur, karena mendengar suara ponsel Dwini yang tiba-tiba berbunyi.

Sontak Dwini berdiri mengambil ponsel yang berdering itu.

Melihat nama pak Irwan yang tertera di papan pipih benda itu.

"Malam mas... ada apa?" tanya Dwini langsung pada dosen yang tadi meminta di panggil demikian.

Membuat Dista kaget dan ikut duduk, terbangun demi mendengar kata mas yang keluar dari mulut seorang Dwini.

"Maaf menggangu Wi... mas cuma memastikan kalau kamu sudah di rumah." Jawabnya.

"Iya... memang baru saja kami di rumah. Soalnya tadi kami singgah mencari tempat makan terlebih dahulu."

"Lain kali pulangnya jangan selarut ini ya Wi. Berbahaya, kecuali mas yang anterin. Juga usahakan kasih kabar buat mas." Suara itu memang terdengar lembut tetapi sangat posesif.

"Siapa dia... kok aku harus kasih kabar ke dia." Dwini membatin di dalam hatinya.

Sehingga dia hanya diam tidak menyahut perkataan itu.

"Wi... masih denger mas...?"

"Oh... iya denger kok. Tapi... maaf Dwini sudah ngantuk mas." Bohongnya demi menghindari obrolan panjang di tengah malam itu.

"Iya... maaf ya Wi. Mas sayang sama kamu. Selamat malam." Ucapnya mengakhiri obrolan itu. Kalimat itu terdengar sangat tulus.

"Siapa...? Bimo...?" tebak Dista semangat.

"Mimpi kali... klo itu panggilan dari mas Bimo.

Itu tadi pak Irwan." Ucap Dwini yang kemudian menjatuhkan tubuhnya kembali menikmati bidang datar empuk kesayangannya.

"Sejak kapan kamu manggilnya dengan sebutan mas...?" goda Dista semangat.

"Ya sejak tadi lah... dia mintanya begitu. Jangan berpikir macam-macam Dis. Hatiku hanya untuk mas Bimo seorang. Jika tadi aku panggil pak Irwan dengan sebutan mas. Itu demi Skripsi."

"Sueneng banget aku dengernya. Semoga pertahanan jomblo mu itu runtuh." Canda Dista pada Dwini.

"Iih... Dista."

"Terima aja... sampe wisuda. Biar ada temen poto gandeng."

"Dista ...."

"Aku dukung kamu sama mas Irwan."

"Dista....ah."

"Kalian tuh cocok kok. Dia juga masih muda." Dista terus saja menggoda Dwini.

"Balik kekamar mu aja deh. Kalo masih berisik. Bawel."

"Iya..iya..aku diem deh. Dah malas kalo harus jalan ke kamar sebelah." Jawab Dista yang masih mengulum senyumnya.

"Selanjutnya hari-hari Dwini di isi dengan ribuan bahkan jutaan perhatian dari sang dosen pembimbing.

Tampak nya pria dewasa itu benar-benar serius dan tidak ada letihnya menunjukan rasa sayang dan cintanya yang semakin hari, kian tumbuh di hatinya. Sementara Dwini masih berusaha menggantung nasib cinta sang dosen killer itu.

Sebenarnya Dwini ingin jujur pada Irwan. Tapi lagi-lagi Dista pun meyakinkannya untuk bertahan saja pada posisi yang sebenarnya tidak nyaman itu.

Tetapi dengan tidak ada kata jadian itu, justru bisa Dwini manfaatkan agar Irwan tidak berbuat terlalu jauh dengannya. Sehingga kedekatan mereka tentu tidak ada kontak fisik yang lebih dari saling menautkan jari dan tepukan di bahu Dwini.

Mungkin Dwini sangat di untungkan dalam hubungan ini, di mana ia selalu di manjakan dengan segala macam traktiran, rekreasi dadakan juga beberapa barang yang selalu Irwan berikan padanya.

Namun, di balik semua hal yang menyenangkan itu, tentu saja ada sisi lain yang harus di sandang oleh Dwini.

Sebab, walau status mereka tidak sebagai pasangan kekasih. Irwan selalu saja seolah menterornya jika ada hal-hal yang di rasanya curiga. Terutama, jika Dwini terlihat akrab bercengkrama dengan teman lelakinya di kampus.

Seperti hari itu, tiba-tiba saja Dwini mendapat panggilan untuk menghadap ke ruang Dosen Pembimbingnya.

Tok...

Tok...

Tok...

"Masuk." Jawab Irwan dari dalam ruangannya.

"Bapak memanggil saya, ada apa?" tanya Dwini dengan wajah agak resah karena mendapat panggilan mendadak lewat beberapa mahasiswa yang memcarinya di kantin tadi.

"Kita sedang berdua saja, artinya...?"

"Tapi ini di kampus."

"Di mana pun jika kita hanya berdua, artinya...?"

"Maaf mas. Iya. Ada apa mas memanggilku?" tanya Dwini patuh sambil menunduk.

"Duduk Wi... mau minum apa. Biar mas pesankan." Tawarnya dengan lembut.

"Tidak usah, tadi Dwi sudah minum di kantin."

"Iya sudah minum di kantin, bersama beberapa teman laki-laki dengan begitu akrab dan tampak bahagia sekali." Tiba-tiba saja kelembutan suara tadi hilang, berubah menjadi suara khasnya saat marah di dalam kelas saat mengajar.

Dwini merasa tidak punya jawaban untuk pernyataan itu.

"Wii... kamu tau aku sangat menginginkanmu menjadi milikku seutuhnya, aku sudah sangat sayang padamu dan aku telah jatuh cinta padamu. Belum mendapatkan jawaban darimu saja sudah membuat hatiku tidak tenang. Apa lagi harus di perhadapkan dengan pemandangan kamu begitu senang bergaul dengan lawan jenismu. Cukup kamu gantung cintaku Wi... Jangan juga kau siram cuka pada luka itu. Perih Wi..." Ucapnya memohon pada Dwini.

"Mas... maaf. Aku tidak bermaksud menyakiti mas. Soal kedekatan dan keakrabanku dengan teman lelaki itu. Kami hanya teman tidak lebih. Dan aku... sewajarnya mahasiswa lainnya bergaul saja. Apalah arti waktu yang masih bisa kami nikmati dalam kebersamaan yang sudah di penghujung masa perkuliahan ini." Ucap Dwini lirih yang merasa Irwan memang semakin posesif padanya.

"Iya... semua mahasiswa juga merasakan hal yang kamu rasakan. Yaitu susah pisah di penghujung masa perkuliahan. Dan itu bisa saja menumbuhkan rasa saling ingin memiliki lebih lanjut di antara kalian." Tuduhnya asal pada Dwini.

"Mas... Dwini bahkan tidak pernah berpacaran selama kuliah di sini. Masa hanya sekedar bercanda saja tidak boleh. Mas terlalu mengekangku." Dwini tiba-tiba saja memiliki keberanian untuk melawan perkataan Irwan.

"Maaf... mas tidak bermaksud mengekang pergaulanmu. Bisa saja rasa ini di sebut cemburu. Karena mas sangat mencintaimu. Lalu... kapan kamu akan menerima cintaku.

Atau kamu mau langsung aku lamar saja jadi istriku." Kalimat itu terdengar begitu lantang keluar dari bibit seorang dosen itu.

"Mas Irwan ..." Dwini kaget atas ucapan tadi.

"Bisa saja kan. Toh bulan 2 bulan lagi kamu sudah Yudisium dan selanjutnya wisuda. Artinya, kamu sudah lulus.

Bukankan alasanmu menunda waktu selama ini karena ingin fokus dengan kuliah mu?" tanyanya yang kini justru berani mengangkat dagu Dwini dengan telunjuknya.

"Mas jangan begini. Ia selama ini memang aku hanya ingin fokus menyelsaikan kuliah saja. Tapi bukan berarti begitu lulus langsung siap menjadi istri orang juga."

Dwini masih berusaha menjawab perkataan Irwan dengan tidak jujur.

"Selama kuliah kamu tidak pacaran, di lamar dosen kamu juga akan menolak, apa sebenarnya alasan utama mu mengulur waktu sampai sekarang, hah...?"

Irwan tidak lagi mengangkat dagu Dwini tapi malah menarik tangan Dwini dan menggengamnya.

Krrreeeek

Pintu ruangan Irwan terbuka dan muncul seorang wanita di ambang pintu itu, memandang kaget atas pemandangan di hadapannya.

...Bersambung......

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!