Ayana gadis cantik Abimayu group menerima pernikahan yang di ajukan oleh gaohan Hillatop putra Allzigra, namun dia meminta syarat Islam untuk lamarannya, perjalanan hidup bagai rollcoster karena perbedaan keyakinan, dilema dan kekejaman orang-orang dimasa lalu
karya orisinil dari saya Eva Tan "Hye Seung"
jadi jangan coba-coba menjiplak yaaa.bikin cerita nya nguras otak, maraton & luar biasa penuh perjuangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Hanif Cakra Abimanyu
Ayana Dewi senyawa atau Ayana Abimayu putri ke 2 dari ayudia Dewi Senyawa dan ardhan cakra Abimayu, Seperti kata pepatah like father like A son,maka Ayana pantas disematkan kata like father like A daughter and like mother like a daughter. Dia memiliki sifat sabar,santun dan penuh perhitungan Seperti papa nya, juga mendapatkan sifat ceria, murah senyum dan pandai bergaul Seperti mamanya.
Selain pintar, Gadis cantik itu diberi julukan Putri Diana versi para pengusaha seantero Indonesia, gadis itu merupakan rekomendasi mutlak untuk disandingkan oleh orang tua para penerus para pengusaha Indonesia, Karena jiwa sosial nya yang tinggi serta selalu ada di acara amal-amal penting bersama tantenya byby anak seorang pengusaha China yang bergerak di bidang properti, istri sang paman Jerry Cakra Abimanyu sang perwira tinggi polri.
Namun sayang beberapa kali pinangan yang hadir selalu ditolak oleh gadis itu, hingga menimbulkan ke ciutan tersendiri bagi para pengusaha serta putra-putra mereka untuk merapat mendekati Ayana. Tapi tetap saja banyak Mak Mak pengusaha selalu mencari trik bagaimana caranya mengambil hati Ayana melalui sang mama yang terkenal luwes serta pandai bergaul.
Gadis itu bukan type orang yang pandai di ambil hati nya, meskipun ramah juga murah senyumnya,Ayana merupakan typekal orang yang sulit mempercayai orang lain,selalu awas dan berusaha menjaga jarak paling aman dengan yang bukan lawan jenisnya. Dia tidak suka masuk ke rana berbahaya atau bahkan mengambil resiko besar bersama yang bukan mahramnya.
Hidupnya selalu mandiri sejak kecil, menurun dari sang mama dan dia begitu mencintai music serta sangat suka bernyanyi,suara emas nya selalu dimintai hadir oleh banyak orang di tiap acara-acara yang digelar beberapa perusahaan tiap kali ada perayaan besar dan tetap suara emas itu menurun dari sang mama nya tercinta.
Dalam sebuah ruangan kantor yang luas, terdengar detak jarum jam yang terus bergerak memecah kesunyian, sang gadis cantik Ayana terus sibuk berkutat dengan banyak berkas di tangan nya, kemudian mulai menandatangani beberapa berkas yang telah di anggap sempurna. Saat dirinya sibuk menandatangani beberapa berkas, terdengar suara ketukan pintu dari arah depan.
"Masuk"
terdengar sahutan lembut dari bibir indahnya
seorang laki-laki berperawakan besar tinggi, dengan wajah tampan perpaduan bak oppa-oppa Korea dan Indonesia, dengan rahang indah serta bola mata hitam yang cukup menggoda iman para perempuan yang melihat nya, berjalan mendekati ayana dengan gerakan sangat santai dan penuh pesona untuk jutaan mata yang memandang, usia laki-laki itu sekitar 28-29 tahunan.
Seketika laki-laki itu mencium puncak kepala Ayana
"Assalamualaikum ya bidadari syurga Abimayu, masih sibuk sayang?"
laki-laki itu bicara sambil tersenyum lembut ke arah Ayana
"Wa'alaikumsallam Abang"
Ayana masih terus sibuk menandatangani Beberapa berkas di hadapannya tanpa berniat menoleh kearah Abang nya
"So? kita ngga jadi makan siang?"
Sang Abang, Hanif Cakra Abimanyu bertanya santai sambil berjalan ke arah depan, duduk di atas kursi sofa yang terletak tepat didepan kursi dan meja kerja Ayana.
"Tanggung ini bang"
jawabnya pelan
"Dek"
"he em"
"Abang berangkat ke Palembang besok"
sejenak Ayana menghentikan kegiatan, dia menaikkan sebelah alisnya
"Jadi?"
"Urusan dengan Hillatop company bisa kamu selesaikan sendiri?"
Sepertinya Abang nya seolah ragu melepas sang adik untuk bertemu dengan Gaohan hillatop, sebab desas-desus kurang baik soal laki-laki itu terdengar santer dimana-mana, kalau anak dari mister allzigra itu terkenal dengan julukan sang Casanova nya dan sedikit sulit tidak tergoda setiap kali melihat gadis yang jidad nya klimis sedikit saja.
Dan Ayana jelas bisa menjadi mangsa segar untuk ukuran seorang gaohan, meskipun dia tahu sang adik tidak mungkin masuk perangkap Sang laki-laki karena dia tahu betul karakter adik nya itu.
"Nggak apa-apa, insyaallah bisa Aya di selesaikan tepat pada waktunya"
Ayana bicara sambil tersenyum ke arah Abang nya
"Hati-hati dengan mister Gao"
'kenapa?"
Ayana bertanya sambil menyusun berkas-berkas nya, memasukkan kembali ke dalam map nya
"Pokoknya hati-hati saja, dia bukan type laki-laki yang cukup baik, andaikan tempat pertemuan nya terasa tidak masuk akal batalkan saja, cari tempat paling pantas untuk dilakukan antara laki-laki dan perempuan, meskipun kalian didampingi oleh sekretaris dan asisten masing-masing"
Ayana berdiri dari duduknya, berjalan mendekati abangnya
"InsyaAllah Ayana tahu batasannya, Abang"
kemudian senyuman nya mengamuk lebar, begitu cantik dengan lesung pipi yang menambah kesan keindahan di wajahnya
*******
Ayana mengerutkan dahinya lantas mengerjap kan mata nya beberapa kali saat melihat tempat pertemuan yang di rekomendasikan sang rekan bisnis hillatop company.
Apa tidak salah pilih lokasi ini mister?
tanya nya dalam hati
dia menoleh ke arah Kinan sang sekretaris nya, kemudian menoleh ke arah Mr. Zoe sekretaris juga Aspri mister Gao.
"Maaf, apalah mr. Gao tidak salah memilih tempat?"
tanya nya dengan suara lembut nya yang khas
Mr. Zoe tampak tersenyum, menggeleng pelan Kepala nya
"Ini benar Miss"
Ayana kembali mengerutkan keningnya, dia tampak berfikir
Memang tidak aneh pengusaha luar memilih membicarakan soal bisnis di tempat seperti klub malam, hotel atau bahkan tempat-tempat kurang lazim begitu, mungkin karena budaya hidup orang barat berbeda dengan budaya Asia.
Ayana menggeleng-gelengkan pelan kepalanya, mencari memo kecil milik nya kemudian mulai menulis di atas kertas memo tersebut
"Maafkan saya Mr, tapi saya rasa tempatbiti sedikit kurang pantas untuk saya datangi. sampaikan lah permintaan maaf saya, dan tolong berikan pesan ini pada Mr. Gao"
Ayana bicara sambil menyerahkan secarik kertas kenatah Mr. Zoe
laki-laki tampan berwajah kaku itu hanya menundukkan kepalanya, menerima secarik kertas yang di berikan Ayana kemudian segera keluar dari ruangan itu dalam hitungan detik diantar oleh sang sekretaris Kinan.
tidak lama terdengar suara ponselnya berdering kencang tiada henti, Ayana dengan cepat menyambar ponsel nya
"Halo Tante byby?"
"Ya?"
"Astagfirullahhul'adzim, Aya akan turun sekarang"
kemudian gadis itu tanpa fikir panjang menyambar kunci mobilnya melesat keluar dari ruangan itu lantas turun ke bawah dengan gerakan cepat dan sedikit panik