novel ini sedang direvisi.
Menceritakan kisah Nana yang tumbuh di tengah keluarga yang berantakan.
Membuatnya hidup tanpa aturan, menjadi gadis yang liar mencari kebahagian.
Namun, suatu hari Nana harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki Ibu tiri. Siapa sangka Nana yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, kini mendapatkannya dari wanita simpanan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MERASA IRI
Setelah itu Melinda tak menanyai apa yang membuatnya membenci Cerry, Melinda menganggap itu adalah hal wajar kenakalan anak-anak saja.
Yang Melinda fikirkan tetap pekerjaannya, Melinda takut akan telat kembali kekantor dan mendapat omelan dari Bosnya.
Setelah sampai di rumah Rosna, Melinda meninggalkan Nana disana.
"Bu, Mel titip Nana dulu ya, Mel mau lanjut kerja," kata Melinda.
Rosna mengangguk dan bertanya, "Kenapa? Memangnya Nana tidak sekolah?"
"Tanya saja pada anak itu," kata Melinda yang kemudian berjalan cepat kearah mobilnya.
___________________
Brian selesai dengan meetingnya lalu membuka ponselnya, Brian melihat ada panggilan tak terjawab dari sekolah Nana.
Lalu Brian menelepon balik. "Selamat siang, maaf tadi tidak sempat menerima panggilan dari Ibu, ada apa ya Bu?" tanya Brian.
"........."
"Baiklah," kata Brian yang kemudian menutup panggilan teleponnya.
Setelah itu Brian kembali melanjutkan pekerjaannya, Brian sedang merasa senang karena Brian memenangkan tender besar yang akan menguntungkan perusahaannya.
_________________
"Bu," rengek Panji anak Munah.
"Kenapa? Kamu sudah besar kok masih hobi merengek," kata Munah.
"Panji harus ikut study tour Bu ke Jogja," kata Panji.
"Tapi Ibu lagi nggak ada uang Nak, gaji Ibu kemarin sudah habis Ibu kirimkan ke Nenek kamu yang lagi sakit," kata Munah yang sedang menjemur baju.
"Yah gimana dong Bu, nanti Panji nggak dapat nilai Bu," kata Panji terdengar lesu.
Amara yang berdiri di pintu diam-diam memperhatikan keduanya, Amara merasa tak tega pada Munah dan Panji lalu Amara mendekati keduanya dengan memberikan uang untuk keperluan sekolah Panji.
"Bi, ini Mara ada sedikit uang diterima ya Bi," ucap Mara dengan menggenggam tangan Munah.
"Tidak Non, terimakasih, nanti saya akan meminjam saja pada Tuan kalau Tuan datang," kata Munah menolak pemberian Amara.
"Kalau begitu Bibi anggap saja ini meminjam, nanti kalau sudah ada Bibi bisa menggantinya kapanpun," kata Amara
"Bu, benar kata kaka ini, kalau menunggu Tuan nanti yang ada Panji bisa telat Bu."
Munah terlihat bingung, matanya melihat kearah Panji dan Amara secara bergantian.
Amara menganggukkan kepalanya pada Munah meyakinkannya agar menerima bantuan dari Amara.
"Baiklah, terimakasih Non. Nanti segera saya ganti ya Non," kata Munah.
Amara tersenyum kemudian masuk kedalam kamarnya, Amara menjatuhkan dirinya di atas ranjang.
Amara merasa rindu kepada Sulis yang telah pergi meninggalkan dirinya lebih dulu. Lalu Amara mengambil ponsel miliknya untuk melihat apakah ada pesan masuk atau tidak.
Dan benar saja ada temannya yang mengirim pesan.
Windy, ia adalah teman sekolah Amara dulu di SMAnya.
"Enak kali ya jadi Lo Win, bisa kuliah punya keluarga yang utuh enggak kaya gue," lirih Amara.
Kemudian Amara membalas pesan itu yang mengiyakan ajakan Windy.
Amara membuka dompetnya, ia melihat uang pemberian dari Brian masih utuh dan ia akan menggunakan uang itu karena uang milik pribadinya sudah ia berikan pada Munah.
Sementara itu di rumah Rosna, ia sedang kebingungan dengan tingkah cucunya yang telah menjahili anak tetangga hingga anak itu menangis.
Sekarang Nana sedang berada di meja makan melihat Neneknya sedang menghubungi Melinda tetapi Melinda tak menjawabnya.
"Halo, Ian nanti kamu bisa kerumah Ibu? Ini penting," kata Rosna.
"........"
Setelah itu Rosna menggeser tombol merah pada layar ponselnya itu.
"Ayo Nana makan dulu," kata Rosna.
"Nana nggak mau makan," Jawab Nana.
"Craaahh," suara gelas pecah yang tak sengaja tersenggol oleh Nana yang ingin beranjak dari duduknya itu.
"Ya ampun Nanaaaaa," teriak Rosna.
Bersambung.
soalnya ini kenapa tiba2 si nana meninggal? trus melinda sakit? sama amara berhubungan sma brian? dan brian tiba2 udah cerai sma melinda?
ini apa gue yang ngelengkah2 bacanya apa gimna sii😭
tapi perasaan gue liat ulang kagak salah bacanya🥲