Semua menginginkan kisah cinta yang sangat manis dan mulus termasuk aku. Menjadi anak konglomerat dan dikelilingi orang-orang yang selalu menyayangiku tak cukup membuatku bahagia karena aku hanyalah wanita yang ingin merasakan cinta. Menyakitimu bukanlah keinginanku namun takdir lah yang mempermainkan kita.
Masuk kedalam sebuah hubungan rumit yang membuat banyak hati terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratnadewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Restu
"Ada apa nak Arga,? Mengapa kamu menyuruh kami semua berkumpul disini?? Apakah ada sesuatu yang penting??" tanya papa Leo.
"Iya nak, ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan" sambung ayah Leon.
"Jadi begini, ayah, bunda, opa, om, Tante, Oma buyut, dan semua yang ada disini. Pertama-tama Arga mau ucapkan terimakasih karena telah berkumpul disini. Arga mengumpulkan kalian kesini karena ada sesuatu yang harus Arga sampaikan" ucap Arga.
"Apa sayang??" tanya mama Dita.
Arga pun mendekati Aletta kemudian memegang tangannya.
"Aku dan Aletta sebenarnya sama-sama memendam perasaan yang lebih dari saudara dan sahabat. Aku dan Aletta saling mencintai dan memutuskan untuk menjalin hubungan menjadi kekasih. Dengan aku mengumpulkan kalian disini, aku ingin mengumumkan kepada kalian semua jika sekarang Aletta sudah resmi menjadi kekasihku dan kami juga ingin memohon restu kepada kalian semua yang ada disini agar mau mendukung hubungan kami ini" ucap Arga mantap.
Semua orang disana terkejut namun hanya Aldi dan Olivia saja yang diam tanpa ekspresi karena sudah mengetahuinya.
"Kau mencintai dia nak??" tanya papa Leo kepada Aletta.
Aletta pun mengangguk pelan dan sedikit menunduk karena takut cinta mereka tak akan direstui.
Mama Dita pun mendekati Aletta dan memeluknya erat.
"Mama merestui kalian sayang, mama malah bersyukur kamu menjadi kekasihnya Arga. Mama sangat mengenal betul bagaimana Arga dan seluk beluknya" ucap Dita sambil tersenyum.
"Mama merestui kami??" tanya Aletta lagi.
Dita pun mengangguk dan tersenyum, namun ia langsung menatap suaminya yang masih diam tak bersuara.
Aletta yang paham pun langsung mendekati Papa Leo dan memegang tangannya.
"Apa papa juga merestui kami??" tanya Aletta.
Papa Leo menatap Aletta, ia menemukan ada sebuah harapan besar ia merestui hubungan putrinya itu.
Papa Leo kemudian balik menatap Arga dan memanggilnya.
"Arga?"
"Iya om"
"Kemarilah" pinta papa Leo.
Arga pun mendekati mereka,
"Kau benar-benar mencintai Aletta??" tanya papa Leo.
"Iya om, saya benar-benar mencintai putri dari om Leo"
"Kau tak akan pernah menyakiti Aletta???"
"Pasti om"
"Baiklah, om juga merestui kalian berdua" ucap papa Leo yang sukses membuat semua orang disana bertepuk tangan bahagia dan lagi-lagi tanpa kecuali Olivia dan Aldi.
"Terimakasih om, pa" ucap Aletta dan Arga bersamaan.
Arga refleks memeluk Aletta namun mendapatkan tatapan tajam dari Papa Leo dan Opa Ferry.
"Maaf om, opa" lirih Arga namun tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya itu.
"Tapi ada syarat dari om untukmu" ucap Papa Leo.
"Apapun syaratnya saya pasti akan menyetujuinya om" ucap Aldi mantap.
"Pertama, kau dilarang mencium Aletta sampai kalian bertunangan. Dan kalian harus menjaga jarak meskipun kalian sudah berpacaran. Om tidak mau kalian sampai lepas kendali. Kedua, hanya boleh memeluk saja tapi tidak lebih dari tiga detik. Ketiga, kalian harus bersabar menunggu sampai acara pertunangan Aldi dan Bella selesai dahulu. Ke empat, jika kau melanggar dan berani menyentuh putriku maka aku akan menarik kata-kataku yang ingin merestuimu" ucap papa Leo.
"Saya akan menghargai apapun syarat dari om, dengan di restui saja sudah membuat saya bahagia." ucap Arga.
"Baguslah kalau begitu".
"Wah, kita akan menjadi besan Dit," ucap bunda Rahayu.
"Ya, dan aku beruntung Aletta bisa mendapatkan pria sebaik Arga" ucap mama Dita.
***
"Kau kenapa sayang??" tanya Bella.
"Aku hanya belum siap kehilangan Aletta. Selama ini aku dan papa yang ia andalkan tapi sekarang pasti berubah" lirih Aldi.
"Kau harus merelakan Eca sayang. Dia kan sudah dewasa, wajar jika ia memiliki kekasih " ucap Bella.
"Ya sudah, kau kan lelah. Ayo ku antarkan pulang" ucap Aldi.
"Apa tidak apa-apa??" tanya Bella.
"Acara kan sudah selesai, lagipula mereka pasti mengerti jika kau lelah" ucap Aldi sambil tersenyum.
"Terimakasih sayang"
"Sama-sama".
🍃🍃🍃🍃🍃
"Kau dengar kan tadi??" tanya Arga.
"Ya, aku mendengarnya" jawab Aletta.
"Jadi mulai sekarang jangan lagi malu dan menutupi hubungan kita ya Ca. Bahkan andai boleh, ingin rasanya aku mengumumkan ke seluruh dunia jika kamu sekarang milikku" ucap Arga.
"Hahah, memangnya buat apa??"
"Ya, agar seluruh dunia tahu jika aku berhasil menaklukkan bidadari yang ada di dunia ini." ucap Arga membuat Aletta tertawa lebar.
"Kau selalu bisa membuat aku tersenyum kak"
"Dan senyumanmu selalu berhasil membuat jantungku berdebar tak menentu" ucap Arga.
"Kau mau apa kak??" tanya Aletta saat melihat Arga mendekatinya.
"Bolehkah aku menciummu??" tanya Arga sambil terus mendekati Aletta.
"Kak ingat pesan papa," ucap Aletta namun ia tak bisa membohongi kata hatinya untuk tidak menolaknya.
Perlahan Arga mencium pipi sebelah kiri dari Aletta singkat namun sukses membuat Aletta merona.
"Maaf, aku sungguh tak bermaksud yang lain" ucap Arga ingin menghindar namun Aletta juga membalas menciumnya di sebelah kiri.
"Sayang,, kamu,,,"
"Hanya pipi tak masalah kan kak??" tanya Aletta sambil tersenyum manis.
"Ahhh,, ingin rasanya aku membungkusmu dan membawamu pulang saat ini juga. " ucap Arga.
"Hadapi dulu papaku" goda Aletta.
"Kau menggemaskan!! Rasanya tak sabar aku menunggu Kak Aldi bertunangan agar aku juga bisa segera melamar gadis pujaan hatiku ini" ucap Arga sambil mencubit pipi dari Aletta.
"Acara pertunangannya sebentar lagi kok kak" kata Aletta.
"Tapi terasa sewindu bagiku"
Aletta hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Akhirnya sebentar lagi kebahagiaannya akan sempurna.
Memiliki keluarga yang sangat hangat, harta berlimpah, wajah yang cantik, dan menikah dengan pria baik pilihannya itu.
🍃🍃🍃🍃
"Kenapa kau menangis??" tanya mama Reni saat ia mendapati Olivia tengah tertunduk sambil menangis di kamarnya.
Tadi sewaktu papa Leo memberikan restu, sungguh hari Olivia tak kuat mendengarnya. Ditambah melihat wajah bahagia Arga dan pelukannya terhadap Aletta langsung membuatnya memalingkan wajah kemudian pergi dari kerumunan itu.
Mama Reni yang melihat Olivia pun langsung mengejarnya.
"Aku tidak menangis ma" lirih Olivia sambil menghapus air matanya.
"Kau bisa membohongi seluruh dunia tapi kau tidak bisa membohongi ibu kandungmu sayang" ucap Mama Reni.
Olivia yang mendengar pun langsung memeluk tubuh mamanya dan menangis sesegukan.
Sementara mama Reni hanya mengelus punggung anaknya itu.
"Ada apa nak?" tanya mama Reni saat tangis dari putrinya mulai mereda.
"Aku hanya sedih ma, kak Aldi sebentar lagi menikah, Kak Eca juga sudah menemukan tambatan hatinya. Lalu dengan siapa aku harus berbagi keluh kesah ku" ucap Olivia berbohong.
"Jadi itu yang membuatmu sedih.?" tanya mama Reni.
Olivia pun mengangguk.
"Mereka hanya menikah sayang, mereka tak akan meninggalkan kamu jauh. Mereka masih tinggal disini kok" ucap mama Reni.
"Ya aku tahu, mungkin nantinya aku juga akan terbiasa saja" ucap Olivia sambil tersenyum manis seolah tak terjadi apa-apa barusan.
"Nah gitu kan cantik. Ayo kita kembali lagi kesana takut mereka akan mencari kita" ajak mama Reni.
"Iya ma," ucap Olivia.
("Mama bisa melihat semuanya dari matamu nak. Kamu tak bisa membohongi mama") bathin mama Reni.
Ia dapat melihat kilatan luka di mata Olivia saat melihat Arga dan Aletta tadi berpelukan.
aku jadi ikut baper dan haluuu thoor