Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 6
Adrian, Kayla serta Miya bersiap untuk sarapan sebelum memulai aktivitas mereka di pagi hari.
Kayla mengambilkan makanan yang terhidang di atas meja mengisi piringnya, Miya dan melewatkan piring Adrian yang masih kosong. Dia pikir Adrian bisa mengambil makanannya sendiri tanpa bantuannya.
"Apa kau tidak akan mengambilkan makanan untuk suamimu Kayla.." Ucap Adrian terdengar seperti perintah.
'Kau mau diambilkan tidak perlu memasang wajah semengerikan itu. Huhhh dasar gak usah sok kegantengan begitu. Wajah gantengmu gak guna dan gak akan merubah kenyataan kalau kau udah ditinggal kabur sama pengantinmu, haha." Celetuk Kayla dalam hati seraya melakukan permintaan Adrian dan tanpa sadar hal itu memunculkan senyum diwajahnya.
"Ada yang lucu dan dimana kopiku?" Tanya Adrian tanpa merubah ekspresinya masih datar mirip tembok.
Kayla memonyongkan bibirnya seraya memutar kedua matanya merasa jengkel pada Adrian. Tapi dia beranjak membuatkan Adrian kopinya tanpa protes .
"Dasar banyak maunya." Dumel Kayla dalam hati.
Sedang Miya malah terlihat acuh pada Papa dan Mamanya. Dia sudah makan dan malah hampir selesai memakan sarapannya tanpa menunggu Papa dan Mamanya agar dapat sarapan bersama.
"Mama bekalku mana?" Miya selesai makan dan menghampiri Kayla.
"Nih." Ucap Kayla entah pada siapa, sebab saat dia memberi bekal pada Miya bersamaan dengan itu dia meletakkan kopi dihadapan Adrian sedikit kasar.
"Berangkat sama Papa Miya." Cegah Adrian melihat putrinya yang beranjak pergi.
"Tidak mau, Papa sarapannya masih lama. Miya perginya sama Raka saja." Miya berlalu tanpa menunggu jawaban dari Papanya.
"Ck,, Apa hebatnya anak cadel itu sih.." Gerutu Adrian dengan nada yang terdengar seperti cemburu. Dia begitu tidak suka gadis kecilnya itu seperti hari sebelumnya selalu saja senang juga dekat dengan anak tetangganya.
Setelah hal itu Adrian dan Kayla pun sarapan dalam keheningan hingga selesai.
"Nasi gorengnya terasa seperti masakan Bib Ina. Bukan kau yang memasaknya?"
'Terus kenapa, tidak suka. Bukan urusanku.' Batin Kayla.
"Aku tidak bisa memasak." Kayla berdiri kemudian membereskan bekas piringnya, Miya juga Adrian.
"Silvira bisa memasak, aku pikir kau juga mungkin bisa. Ternyata dugaanku salah. Hmm, bagaimana aku lupa kau kan anak manja Papamu.. Pastinya selama belum menikah kau selalu dimanjakan makanya sekarang soal memasak saja tidak bisa." Hina Adrian membuat hati Kayla terasa diremas.
"Silvira bisa tega meninggalkanmu dipelaminan sedangkan anak manja ini datang menggantikannya jadi pengantin pengganti. Bagaimana kau lupa bahwa kami adalah dua orang berbeda." Balas Kayla tidak mau kalah.
"Aku sedang tidak ingin berdebat Key!" Peringat Adrian dengan menatap tajam pada Kayla.
Kayla memalingkan wajahnya tidak suka di tatap demikian. Dia pun membawa piring kotor di atas meja yang sudah dia tumpuk sebelumnya kedapur untuk menghindar dari Adrian.
'Kau tidak ingin berdebat! Aku lebih tidak ingin melihat wajahmu.' Batin Kayla.
Setelah meletakkan piring ke tempat cuci piring Kayla pun meninggalkannya. Biar Bi Ina nanti yang akan melanjutkannya.
Sambil menggerutu kesal Kayla mengambil tasnya ke kamar. Hari ini Kayla akan menemui Anggie di kafe milik Aggie tempatnya biasa bekerja saat dia masih kuliah.
Kayla bukanlah gadis manja seperti tuduhan Adrian padanya. Walau keluarga tidak kekurangan dan bahkan serba kecukupan hal itu tidak menyurutkan niat Kayla untuk bekerja jadi pelayan kafe. Sebab dirinya lebih suka mendapatkan benda yang dia diinginkan dengan mengusahakannya susah payah dari pada dengan mudah meminta pada Papanya.
"Kau mau kemana?" Adrian menghentikan langkah Kayla.
"Ketemu Anggie sahabatku. Aku tidak mau mati kebosanan dirumah ini."
"Dasar anak manja, kau pasti kesana mau bersenang-senang. Tapi baiklah, aku antar."
"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Dan aku tidak mau kau kerepotan demi anak manja sepertiku." Sindir Kayla.
Adrian mencekal tangan Kayla dan menariknya memasuki mobil. Tanpa bicara dia pun mengemudikan mobilnya keluar dari pekarangan rumah.
"Dasar pemaksa." Umpat Kayla Pelan tidak terdengar oleh Adrian yang sedang mengemudi.
TO BE CONTINUED
20-02-2020
Jangan lupa tekan like di pojok kiri.
Mohon dukungan vote-nya juga ya