Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.
Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Selesai makan siang, mereka duduk di ruang keluarga sejenak. Menceritakan apa saja kegiatan mereka hari ini. Karena tadi Hardin sudah bercerita pada mama tentang yang dilakukannya, sekarang giliran dia yang mendengarkan sang mama.
"Mama ngapain aja hari ini" Hardin bertanya dengan nada suara yang sangat lembut.
Terdengar helaan nafas berat dari mulut mama Hardin.
"Mama seperti biasa nak, tidak ada hal khusus yang mama lakukan. Hanya duduk termenung hingga teringat lagi dengan papa mu. Mama sangat merindukan papa mu. Hiks...." Mama terisak kecil karena kembali mengingat suami yang sangat dicintai dan disayanginya itu.
Hardin mendekat dan langsung memeluk mamanya untuk memberikan ketenangan. Hardin sangat tahu perasaan hancur dan sedih sang mama karena ditinggal papa nya. Karena Hardin juga merasa sangat kehilangan papanya. Walaupun papa nya sangat tegas dalam mendidik Hatdin, tapi dia sangat menyayangi sosok yang tegas itu.
"Yang sabar ya ma. Papa udah tenang di sana. Mama jangan nangis lagi ya. Papa pasti sedih kalau mama masih terus menangis. Mama masih ingat kan kalo papa paling gak suka ngeliat air mata mama?" dengan lembut Hardin menenangkan mamanya sambil mendekap dan menghapus sisa air mata sang mama.
"Iya mama akan coba untuk gak sedih lagi. Tapi mama gak tau kapan mama bisa melakukannya. Mama selalu teringat dengan papa mu. Mama hiks hiks " mama kembali terisak.
"Sssttt...udah ya ma jangan menangis lagi. Aku janji akan bantu mama biar gak sedih lagi." jawab Hardin.
"Dengan membawakan mama menantu?" jawab mama asal sambil tersenyum simpul.
"Hahaha, mama doakan saja agar aku bisa dengan cepat membawa kan menantu untuk mama" jelas Hardin masih dengan sedikit tergelak.
"Tunggu tunggu. Jangan jangan kamu udah punya pacar ya? Siapa? kok gak langsung dibawa ke sini biar mama bisa kenalan?" mama bertanya dengan sangat antusias nya.
"Do'akan saja ma aku bisa segera mendapatkan hatinya. Kalau dia sudah aku dapatkan, aku janji akan segera membawanya bertemu dengan mama " Hardin menjawab sambil meminta do'a sang mama.
"Pasti sayang. Mama akan doakan agar kamu bisa segera mendekatinya dan menjadikannya menantu mama. Jadi mama gak akan kesepian lagi deh dirumah. Aduuh gak sabar deh mama" mama sangat senang saat mengatakannya. Terlihat dari senyum yang terus ada di wajah nya.
"Terima kasih ya ma. Semoga doa mama segera terkabul " Hardin kembali memeluk mamanya sambil membayangkan wajah gadis yang selalu ada dalam pikirannya.
Setelah obrolan ringan yang sempat menguras air mata itu, mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. Tapi tidak dengan Hardin. Dia mencoba menghubungi si pembuat kue untuk bertanya kesediaannya menjadi rekan bisnisnya. Hardin mengambil handphone yang tergeletak manis di atas nakas. Lalu mengirimkan pesan kepada si empunya nomor.
Hardin : "Selamat siang. Maaf mengganggu waktu anda. Saya Hardin, apa benar ini dengan nona Rania?"
5menit..10menit..15menit sampai setengah jam belum juga ada balasan. Hardin mulai bosan dan rasa kantuk mulai menyerang sehingga dia memilih untuk tidur.
Di tempat yang berbeda, seorang gadis sedang menatap sebuah ruko minimalis yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Ya, Rania sudah memutuskan akan membeli ruko itu karena harganya yang termasuk murah. Setelah melihat ke dalam Rania jadi tahu apa saja yang harus diperbaiki, dan syukurnya tidak banyak hanya perlu pengecatan san beberapa dekorasi saja agar tampilan ruko jadi lebih segar dan nyaman untuk didatangi.
drrt drrt drrt
Hp Rania bergetar tetapi dia tidak merasakan karena terlalu sibuk memperhatikan tokonya. Setelah semua urusan pembayaran dan lainnya selesai, Rania mengambil hp dari dalam tas bermaksud untuk menghubungi bundanya. Dia melihat ada sebuah pesan disitu, karena dia tidak mengenali nomernya dia memilih untuk mengabaikan saja dan membalasnya nanti. Rania bergegas pulang karena sudah tidak sabar untuk memberitahu bundanya.
Sesampainya di rumah, Rania langsung mencari bunda untuk memberitahu bahwa Rania sudah menemukan ruko yang pas. Rania masuk ke kamar bunda dan melihat bunda sedang tidur dan memutuskan untuk memberitahu bunda nanti saja. Saat Rania akan menutup pintu kembali, Rania yang mendengar bunda terbatuk langsung menghampiri bunda dengan membawa segelas air yang sudah ada di atas nakas.
"Bunda gak papa?" tanya Rania sambil memberikan air.
Bunda meminum air itu sampai habis. Rania terkejut melihat wajah bunda yang pucat.
"Bun, kok pucat banget mukanya. Bunda sakit? Bunda sakit apa? kita ke dokter ya bun" tanya Rania beruntun.
"Ehmm Bunda gak kenapa kenapa sayang. Bunda hanya sakit kepala saja. Sebentar lagi juga sembuh". jawab bunda sambil tersenyum kecil.
"Bunda bener gak apa apa? bunda sudah makan siang? yakin gak mau ke dokter aja?" tanya Rania dengan nada khawatir
"Iya sayang, bunda gak apa apa. Oh ya, gimana pencarian tokonya? dapat yang sesuai?" tanya bunda mengalihkan.
"Alhamdulillah dapat bun, ya walaupun gak besar tapi Ran puas. Dan Rania juga sudah bayar lunas tokonya, jadi nanti tinggal di beresin dan renovasi sedikit" jawab Ran sambil senyum.
"Alhamdulillah Bunda senang dengar nya. Berarti kita bisa segera mulai jualan donk sebentar lagi" jawab bunda. "Tapi gimana sekolah kamu sayang? Sebentar lagi kamu kan ujian akhir. Bunda gak mau ya kamu jadi gak fokus sama sekolah karena semangat mau jualan" ucap bunda mengingatkan.
"Iya bunda, Rania udah pikirin semuanya. Ujian Ran kan tinggal sebulan setengah lagi, jadi Rania bisa manfaatkan waktu sebelum ujian untuk renovasi. Semoga setelah ujian dan lulus lulusan Ran sudah bisa mulai buka ruko" jawab Ran.
"Ya pokoknya sekolah kamu gak boleh terganggu ya nak. Ya sudah gih bersih bersih, sebentar lagi masuk waktu maghrib".
"Siap bunda. Ran masuk kamar dulu ya" jawab Ran.
Ran bergegas masuk ke kamar dan segera mandi. Selesai mandi Ran mengecek hp nya yang ternyata ada pesan masuk di grup chat dengan sahabatnya.
M : Raaan, Lehaaaa aku bosen niiii. Jalan yuk kemana gitu yang penting keluar 😔
L : Aku sih kuuy ajaa. Ran gimana?
M : Raaan ayoklaaa kita jalan. Udah lama nii kita gak jalan bareng. Pliiiis 😢
M : Raaan (Miskah spam chat manggil Ran)
L : Heh miskah ngapain sih nge spam gitu, berisik tauu 😡
M : Loh kok ngamuk? kok ngamok ngamok?"
R : Haii girls, maap yak baru buka hp nih. Tadi aku abis keliling ada keperluan sebentar, ni baru sampai rumah.. hehe.
M : Fix kamu jahat keliling gak ngajak ngajak.
R : hehehe maap deh. Yaudah sebagai permohonan maaf gimana kalo kita keluar sebentar malam ini. Nongki di cafe nya kak Ryan. mau gak?.
M & L : Oke.