Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan bersama
Abraham memerintahkan sang asisten Andi untuk menuju ke restoran milik Chesa, setelah beberapa menit akhirnya Abraham sampai di restoran yang di tujunya.
"benar ini restorannya?"
"Benar tuan muda...!"
"Baiklah....Andi!! katakan pada Rian aku ingin bertemu nanti sore!"
"Baik tuan muda!"
Abraham melenggang masuk ke restoran, sosoknya yang tak banyak bicara namun sangat ramah membuat dia memancarkan aura nya tersendiri.
Abraham adalah sosok yang ramah pada siapapun, tak banyak bicara walaupun kadang terkesan dingin. tapi bila sudah berbaur dengan banyak kolega bisnis papanya, Abraham akan menjadi sosok yang ramah.
"Maaf mbak...bisa kami bertemu dengan nona Chesa?"
tanya Andi pada salah satu pelayan di restoran tersebut.
"Oh... sebentar saya panggilkan dulu,... silahkan duduk dulu!" jawab pelayan itu sopan.
Beberapa saat kemudian, Chesa datang dan melihat siapa yang mencarinya.
"Tuan muda?" ucap Chesa.
"Bisa kita bicara?"
"Oh.... baiklah...mari ikut saya ke ruangan saya saja!"
"Baiklah... Andi kamu disini saja!"
"Baik tuan muda!"
Chesa mengajak Abra masuk ke dalam ruangan, dan mempersilahkan Abraham untuk duduk di sofa yang ada disana.
"Apa yang bisa saya bantu Tuan muda?"
"Abra... panggil aku Abra saja!"
"Oh....okey....ada apa Abra? apa tuan besar baik-baik saja?"
"Dia tidak baik!.... setidaknya tadi pagi...dia tidak baik!!"
"Lalu? bagaimana keadaannya sekarang?? apa dia...atau...." chesa terlihat cemas hingga susunan kata-kata susah di terima Abra.
"Bagaimana kalo kita menikah? sesuai keinginan papa!"
"Tapi Abra! aku tidak bisa!! bagi aku pernikahan bukan main-main!! karena itu aku masih lajang sekarang, karena aku tidak mau bertindak gegabah!"
"Kontrak pernikahan bagaimana??"
"Tidak!!! aku tidak akan mau melakukan kontrak pernikahan!! kamu gila ya??" ucap Chesa, ada dana kemarahan disana.
"Tapi aku tak ada cara lain, aku tidak ingin kehilangan lagi!! aku tak ingin papaku pergi!! sudah cukup semua orang pergi dariku!!"
ucap Abraham yang sukses membuat Chesa binggung.
' memang siapa yang meninggalkan dia selain mamanya? apa kekasihnya?' batin Chesa sambil memandang wajah Abra, lelaki blesteran india Indonesia ini terlihat cemas.
"Chesa..... kita menikah besok! gimana??"
"Ya Tuhan Abra!!! kau tau aku berapa umurnya?? aku wanita 27 tahun mana mungkin aku menikah dengan brondong seperti kamu!!! kamu lebih cocok jadi adik aku Abra!!"
"Tapi secara fisik aku lebih dari kamu Sa!!"
"Sudahlah..... kalo cuma mau ngomong masalah ini sebaiknya kamu pergi!"
"Papaku akan mati jika kamu menolak pernikahan ini!"
"Aku hanya menginginkan status saja, setelah ini papa akan pergi ke Singapura berobat dan setelah sembuh kita bisa bercerai, kita tak perlu tinggal bersama!" lanjut Abraham.
"Akan aku pikirkan... pergilah!"
"Tidak!! aku menunggu keputusan kamu sekarang!!"
"dasar keras kepala!!"
"Jadi kita sepakat!??"
"Aku tak ingin pesta besar!"
"Jangan khawatir aku bukan anak sultan yang harus menikah dengan mendatangkan awak media!!"
"Jadi ini kesepakatan bersama kan??" tanya Abra.
"hemmm!"
"Baiklah Andi yang mengurus pernikahan besok! kita akan menikah di rumah sakit, setelah itu papa akan dipindahkan ke Singapura".
"Iya terserah kamu saja!"
"aku pergi!"
Tanpa mendengar jawaban dari Chesa, Abra berlalu dari ruangan tersebut dan pergi meninggalkan restoran milik Chesa.
Di restoran Kinan teman sekaligus tangan kanan Chesa masuk ke ruangan.
"Siapa?? gila cakep banget Sa!!!"
"Idih apa sih loe!!"
"siapa dia Sa?? kok ganteng banget!! di luar pelayan pada ngomongin, udah cakep ramah lagi!!"
"Calon laki gue!!!"
"What??? apa??? yang benar loe?? gak demam kan loe??". ucap Kinan sambil memegang dahi Chesa memeriksa barangkali teman sekaligus bosnya itu sakit. dengan tiba-tiba , Chesa yang anti cowok itu sudah punya calon suami.
"Iihh gak sopan loe!!". ucap Chesa sambil menghempaskan tangan Kinan, wanita yang di anggap adik dan temannya sendiri, Kinan 3 tahun lebih muda darinya, sekarang Kinan berumur 24 tahun, dia adalah adik dari sahabat Chesa yang meninggal karena sakit. Kayra sahabatnya menitipkan Kinan padanya kala itu, akhirnya sekarang mereka menjadi sahabat.
"Abis aneh aja!! tiba-tiba loe punya calon laki!!"
"Semua demi tuan besar Shakti!"
Akhirnya Chesa menceritakan semuanya pada Kinan tanpa ada yang tertinggal.Dia sendiri juga binggung dengan keputusan yang dia ambil.
"Salah gak sih keputusan gue??"
"Ya udahlah Sa loe terima aja! lagian tuan muda itu cakep banget!!"
"Sialan loe!!!"
Ditempat lain...
"Ian!! loe dimana?..." ucap Abra berbicara dengan ponselnya.
"Gue udah tunggu di apartemen gue!! segera kesini! Dia udah ama gue!"
"baiklah!"
Akhirnya Abra sampai di apartemen tersebut, Andi memencet bel apartemen dan Rian membuka pintu untuknya.
"Dia di kamar itu,.... masuklah!!" ucap Rian.
Abra menurut apa yang dikatakan oleh Rian, sedangkan Andi dan Rian menunggu di ruang tamu.
mereka sedikit berbincang tentang situasi yang terjadi.
"Bagaimana dia selama ini?"
"Semua baik-baik saja! tidak ada yang memicu kemarahannya!!"
"Aku dengar dia dijodohkan? apa semua berjalan baik?"
"Iya.... masalahnya..."
"Apa masalahnya??" tanya Rian cemas.
"Wanita itu lebih tua dari tuan muda!!"
"Apa??? apa benar-benar terlihat seperti wanita dewasa? seperti apa dia? bagaimana kepribadian nya?? haiiissshh sial!!! harusnya aku mencari informasi sebelumnya!!"
"Ini.....!" Andi menyodorkan sebuah foto di ponselnya.
"ini??" Rian mengerutkan keningnya melihat foto Chesa.
"Dia pemilik sebuah restoran dan dia adalah anak dari asisten Rani, dia sosok wanita yang mandiri dan tak banyak teman! dan dia bukanlah gadis manja!"
"Ini tidak terlihat seperti lebih tua dari si Bra?"
"benar...jika disandingkan dengan tuan muda, dia seperti adiknya!"
"Baguslah!!! aku tidak suka wanita dewasa!!"
Di dalam kamar Abra sudah berhadapan dengan seseorang.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya orang tersebut.
"Lebih baik.....aku bisa mengontrol semuanya!"
"Jangan biarkan kamu takut dan cemas.... apalagi sekarang papa kamu sedang sakit!"
"Aku berusaha sekali!!.... aku sangat berusaha saat ini!"
"Baiklah...hari ini aku hanya ingin bertemu denganmu, aku tinggal di sebelah apartemen Rian bila kamu datang!... jangan datang ke rumahku atau tempat kerjaku aku tak ingin semua orang tau!"
"Terimakasih......aku sangat percaya padamu!"
"Hemmm ....tidak perlu sungkan!" ucap dokter Dinar sambil tersenyum, lelaki berumur 40 tahun ini yang selama ini menangani psikologi Abra dan memberikan terapi pada Abra, Abraham seseorang dengan kekurangan diri dan tekanan hidup dibalik sikap ramahnya, seseorang yang memiliki alter ego yang sering kali menyusahkan dirinya sendiri, dia berusaha melakukan terapi bersama dokter pribadinya, dokter Dinar.
bersambung
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨