Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.
Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.
Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Rumah
Mobil bak sudah terparkir di depan rumah kos Kevin, hari ini Kevin akan mulai pindah kerumah yang baru.
Rumah itu sudah lunas di bayar cash oleh Kevin, dan kini rumah itu sudah siap untuk di huni.
Setelah semua barang-barang Kevin dan Meira sudah di angkut keatas mobil Bak, Kevin mulai pamit pada Bu Ning, juga beberapa teman kosnya.
"Saya pamit Bu...maaf kalau saya banyak salah selama tinggal di sini..." Kata Kevin.
"Iya Mas...semoga betah di tempat yang baru...itu kenapa sekarang Mas Kevin pake masker ya?" Tanya Bu Ning sambil menunjuk ke arah wajah Kevin yang kini mengenakan masker.
"Oh...saya lagi flu Bu...nanti nularin Meira, makanya pakai masker..."
"Ooo begitu..." Bu Ning membulatkan mulutnya.
Padahal Kevin mulai pakai masker karena takut wajahnya di kenali orang, apalagi sekarang beritanya sudah banyak tersebar di medsos.
"Oya Bu...apakah saya masih punya hutang atau tunggakan di sini?" Tanya Kevin.
"Nggak ada Mas...malah uang Mas Kevin kelebihan karena kan bulan ini Mas Kevin sudah keburu pindah..." Jawab Bu Ning.
"Ya tidak apa-apa Bu...saya cuma punya satu permintaan..." Ucap Kevin.
"Apaan tuh Mas...?" Bu Ning nampak penasaran.
"Kalau ada yang menanyakan saya atau Meira...tolong jangan katakan apapun...bilang saja tidak tau..." Kata Kevin.
"Iya Mas...tenang saja...aku bisa di percaya, karena selama ini Mas Kevin baik dan tidak pernah berhutang, apalagi nunggak bayar kos..."Ujar Bu Ning.
Kemudian Kevin mulai melangkahkan kakinya keluar dari rumah kos tersebut.
"Sering-sering main ke sini Mas...!" Celetuk Bang Soleh. Kevin hanya menganggukkan kepalanya, karena kalau tersenyum tetap tidak kelihatan karena tertutup masker.
"Setelah berpamitan dan bersalaman dengan penghuni kos dan ibu kos, Kevin langsung naik kedalam mobil bak di depan sambil menggendong Meira.
**********
Sebuah rumah minimalis seluas 90 meter dengan taman yang asri menjadi tempat tinggal Kevin dan Meira.
Joni sudah sejak tadi ada di rumah itu, membantu membereskan barang-barang Kevin dan Meira.
"Aku tidak menyangka dalam setahun kau bekerja sudah bisa membeli rumah ini..." Kata Joni heran.
"Aku kan bujangan Jon...tidak ada keperluan..." Sahut Kevin.
"Tapi tetap tidak mungkin Vin...aku saja yang sudah bekerja di minimarket selama 5 tahun...cuma baru bisa kredit motor...itupun belum lunas..." ujar Joni.
"Sudahlah...nanti kau pusing kalau memikirkan itu terus...lebih baik sekarang kita makan...aku sudah pesan makanan lewat online lho..." Kata Kevin.
Tok....tok....tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di rumah baru Kevin. Buru-buru Kevin membuka pintu rumahnya.
"Selamat Malam...saya Pak Joko ketua RT di komplek ini..." Ujar Orang itu sambil menyalami Kevin.
"Oh...Pak RT to...ayo masuk pak..." Kevin mempersilahkan Pak Joko masuk.
Kemudian pak Joko masuk dan duduk di sebuah bangku plastik.
"Maaf lho pak...saya belum punya sofa...jadi duduk di kursi plastik deh..." Ujar Kevin.
"Oya Mas...tadi siapa namanya?" Tanya Pak Joko.
"Kevin Pak..."
"Oya Mas Kevin...sebagai peraturan di komplek ini, setiap warga baru harus memberikan foto copy KTP dan KK demi keamanan bersama...." Jelas Pak RT. Kevin tertegun mendengarnya. Kalau dia menyerahkan fotocopy KTP nya, di takut kalau identitasnya di ketahui.
"Mmm....gimana ya Pak...saya kan baru pindah...KTP saya mungkin terselip, nanti coba saya cari deh..." Kilah Kevin.
"Biasanya kan KTP itu di taruh di dompet Mas..." Kata Pak Joko. Kevin menggaruk kepalanya.
Oweek....oweekkk...
Tiba-tiba Meira menangis, buru-buru Kevin mengangkat Meira dari dalam box bayinya. Kemudian menimangnya mencoba menenangkannya.
"Itu bayinya ya Mas?" Tanya Pak Joko.
"Eh...iya pak...ini Bayi Saya..." Jawab Kevin.
"Lho...dimana ibunya?"
"Ibunya sudah meninggal Pak..." Bohong Kevin.
"Oh...Maaf Mas...pasti repot ya ngurus bayi sendirian..."
"Tidak juga Pak..."
"Jangan lupa ya Mas...selain KTP nanti KK nya juga di sertakan...apalagi kan Mas Kevin punya bayi...jadi nanti bisa ikut posyandu..." Jelas Pak Joko.
Kevin terdiam bingung mau menjawab apa. Dari mana dia punya KK? sedangkan dirinya masih perjaka tulen, belum berkeluarga. Pikiran Kevin benar-benar pusing.
"Iya Pak...nanti saya cari..." Sahut Kevin akhirnya.
"Ya sudah...kalau begitu saya pamit ya Mas...jangan lupa secepatnya saya tunggu KTP dan KK nya..." Ujar Pak Joko yang langsung berdiri dari posisi duduknya.
Setelah pak Joko pergi, muncul ojek online yang mengantarkan makanan pesanan Kevin.
Setelah membayarnya, Kevin kembali masuk kedalam rumahnya, dilihatnya Joni yang tertidur di karpet ruang tengah.
"Hei Jon...makan dulu! Katanya kau lapar..." Panggil Kevin. Joni langsung terbangun kaget.
"Oh...aku ketiduran...makanannya sudah ada Vin?" Tanya Joni.
"Sudah...ayo kita makan..."
Setelah mereka makan, Joni langsung pamit mau kembali ke minimarket, karena sejak tadi Yanti meneleponnya terus. Hari ini Kevin sengaja ijin lagi untuk pindah rumah.
Kevin mengunci pintu kamarnya setelah Joni pulang.
"Ah...akhirnya Mei...kita bisa tinggal di rumah yang lebih luas...sekarang kau bisa menangis dan tertawa sepuasmu...tanpa ada orang yang merasa terganggu..." Ucap Kevin.
Kemudian dia langsung merebahkan tubuhnya yang sangat lelah, karena hampir seharian ini dia angkat-angkat barang, di tambah sering menggendong Meira.
Setelah memberikan Meira susu, dan bayi itu tertidur karena kekenyangan. Kevin beranjak akan menyusul Meira tidur. Baru saja ia hendak memejamkan matanya. Terdengar suara ketukan pintu yang sangat halus, berbeda saat pak Joko mengetuk pintu tadi.
Perlahan, Kevin beranjak dari kamarnya lalu mulai membuka pintu depan rumahnya.
Kevin menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada seorang pun yang di lihatnya.
'Masa sih...di jaman sekarang masih ada yang namanya hantu iseng...' Gumam Kevin.
Pada saat Kevin menunduk ke bawah, di atas meja teras ada sebuah bungkusan. Kevin terperanjat melihat bungkusan itu, perlahan Kevin mengambil bungkusan itu dari atas meja.
Kevin mulai membuka bungkusan itu, ternyata isinya adalah satu kaleng susu formula bayi, dan sebuah gendongan bayi.
Setelah Kevin mengeluarkan semua isinya, ternyata ada secarik kertas yang jatuh dalam bungkusan itu, lalu Kevin memungutnya.
'Ini susu formula yang paling bagus, jangan pernah ganti susu kalau memang cocok...ini gendongan untuk bayi kalau kau capek saat menggendong bayi, belajarlah di internet bagaimana cara memakainya...trimakasih sudah merawat anakku...'
Kevin terperanjat membaca surat itu, entah dia harus senang atau takut. Buru-buru Kevin mengepalkan kertas itu lalu membuangnya ke sembarang arah.
Cepat-cepat Kevin masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintunya. Kemudian dia langsung bergegas ke kamar Meira dan menggendong bayi mungil itu.
"Mei...jangan katakan pada Daddy kalau ibumu itu adalah hantu...Daddy belum siap Mei...kenapa dia selalu tau dimana keberadaan kita..." Bisik Kevin di dekat wajah Meira.
*********