NovelToon NovelToon
Aura Story

Aura Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Afria Lusiana

[Sequel dari Novel "My Poor Wife"]

"Dulu kau seenaknya acuh, mengabaikan rasa hingga membuat aku tersiksa. Kini, kau kembali dan meminta untuk mengulang segalanya. Maaf, bagiku cinta tidak sebercanda itu"

"Ra. Please, kita bisa mulai semua dari awal lagi" Ucap Kevin memohon.

"Nggak bisa kak Kevin. Karena semuanya udah nggak kaya dulu lagi"

_______________________________________

"Lupakan segala hal yang telah menyakitimu, dan bahagialah bersamaku" @Faris Ananda Putra.

Aura, pernah menyukai seorang senior di kampusnya. Namun, gadis itu di sia siakan begitu saja. Hingga saat Aura telah melupakan segalanya, dan memulai kehidupan baru dengan seorang yang mencintai Aura dengan tulus, Kevin tiba tiba datang kembali ke dalam hidupnya. Meminta untuk mengulang segalanya.

Apakah Aura akan goyah dan kembali bersama Kevin? atau bertahan bersama Faris, seorang pria yang tulus mencintai Aura?


Copyright © Afrialusiana.
Dont copy my story. Ingat dosa!!

Jangan lupa Follow ig Author @Afrialusiana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

"Kalo suatu saat aku tiba-tiba ngasih kamu undangan pernikahan, apa kamu bakal cemburu Ra?" Tanya Faris tiba-tiba.

"Ha?" Bibir Aura terbuka.

"Iya, kalo seandainya aku tiba-tiba ngasih kamu undangan pernikahan, apa kamu akan merasa cemburu? kehilangan? atau penyesalan gitu?" Tanya Faris spontan tanpa basa basi. Entah polos, entah memang ia sengaja.

"Kenapa kak Faris nanya itu?" Kening Aura tertaut dalam, mencoba mencerna maksud dari ucapan Faris.

"Ya, kali aja kamu cemburu. Biar aku senang, sekaliiii aja." Ucap Faris tertawa menyeringai.

"Ra, apa kamu masih ingat, gimana dulu saat pertama kali kita ketemu? Kita nggak se canggung ini. Aku tau, kamu berubah saat aku ngasih tau kamu semuanya. Saat aku ngasih tau kamu gimana perasaan aku yang sebenarnya. Tapi aku juga udah pernah bilang, aku nggak mau kita menjadi canggung hanya karena aku mengungkapkan semuanya. Tapi..."

"Kak, aku tau, aku tau gimana rasa sakit mencintai seorang diri. Aku tau gimana rasa sakit nggak di anggap. Aku cuma nggak mau, kak Faris ikut tersiksa karena aku. Sama seperti aku tersiksa karena kak Kevin. Aku nggak mau jika aku nggak mampu membuka hati untuk kak Faris dan justru membuat kak Faris kecewa, aku nggak mau melakukan itu karena aku tau gimana rasa sakitnya kak"

Faris tersenyum. Pria itu meraih tangan Aura yang semula berada di atas meja. "Ra, aku udah pernah bilang sama kamu. Aku mengungkapkan semuanya bukan untuk memaksa kamu menerima perasaan aku. Aku tau, perasaan itu nggak bisa di paksakan."

"Tapi aku cuma mau, jika memang bukan kamu yang terbaik untuk aku, aku hanya ingin tetap mau menjaga kamu, di samping kamu, meskipun hanya sebagai adikku. Se simple itu kemauanku. Aku nggak mau hanya karena kamu tau semuanya, kamu jadi seperti ini. Kamu sahabat sabil, dan sampai kapanpun kita akan terus ketemu. Aku cuma nggak mau gara-gara ungkapan perasaan aku kita menjadi asing"

"Aku cuma mau kita kembali kaya dulu. Karena sampai kapanpun, aku akan tetap mencintai kamu, menjaga kamu, sekalipun hanya dengan status sebagai adikku. Aku nggak mau kita canggung kaya gini Ra. Aku mau liat kamu kaya dulu, ceria, dan kamu bahkan nggak segan-segan untuk becandain aku."

"Kak, hati kak Faris terbuat dari apa sih kak? Kak Faris punya segalanya. Kak Faris kaya, Kak Faris tampan, banyak diluar sana yang mau sama kak Faris. Tapi kenapa kak Faris justru menunggu orang seperti aku?"

"Aku nggak ada tandingannya dari yang lain kak. Kenapa kak Faris masih baik sama aku? Padahal aku udah jelas-jelas nyakitin kak Faris. Mempermalukan kak Faris, menolak kak Faris? Tapi kenapa kakak masih baik sama aku?..."

"Karena kamu istimewa buat aku Ra" Potong Faris sebelum Aura melanjutkan ucapannya.

"Aku tau, banyak diluar sana yang mau sama aku. Begitu juga dengan kamu. Tapi kenapa sampai saat ini aku masih menunggu kamu? Karena aku nyaman sama kamu. Sebelum kamu seutuhnya dimiliki oleh orang lain, aku akan selalu nunggu kamu Ra"

"Karena aku udah terlanjur sayang juga sama kamu. Aku tau kamu perempuan baik-baik. Dan aku hanya ingin menjaga kamu. Karena kamu berhak bahagia. Bukan terus-terusan terluka."

"Ra, apa aku boleh minta sesuatu sama kamu?"

"Apa?"

"Aku cuma mau kamu seperti dulu. Aku janji, aku nggak akan maksa kamu untuk menerima aku. Apakah kamu bisa melakukan itu?"

"Aku nggak tau kak, aku juga nggak tau kenapa aku bisa seperti ini. Mungkin suatu saat semua akan kembali seperti semua seiring berjalannya waktu"

Aura tersenyum, justru senyuman itu seolah dipaksakan. Mata gadis itu terlihat berkaca-kaca. Sungguh, hati Aura kacau. Ia benar-benar merasa frustasi.

Sejujurnya, di satu sisi Aura merasa nyaman saat bersama Faris. Tapi di sisi lain, mengapa fikiran Aura masih terlintas dengan harapan-harapan akan Kevin? Siapa yang sebenarnya Aura cintai? Siapa yang sebenarnya Aura inginkan? Sungguh, gadis itu merasa bingung dengan dirinya sendiri hingga rasanya Aura tak tau harus berbuat apa lagi.

***

Faris dan Aura baru saja turun dari lift dari rooftop. Sepasang manusia itu berjalan beriringan menuju parkiran untuk mengambil mobil Faris.

"Dua hari lagi aku mau pergi ke London Ra" Ucap Faris di tengah keheningan mereka sedari tadi di dalam mobil.

Aura menoleh. Gadis itu menatap Faris dengan gusar. Raut wajah Aura datar. Entah mengapa, ini adalah kali pertama jantung Aura terasa bergetar. Desiran darahnya seakan mengalir begitu cepat. Sesuatu yang mengganjal juga ia rasakan di dadanya. Kenapa Aura? sungguh, ini adalah kali pertama jantung Aura berdetak saat bersama Faris.

"Ngapain kak Faris kesana?" Tanya Aura ragu.

"Aku mau lanjutin perusahaan Papa yang ada di sana Ra. Karena aku tau, kamu juga nggak akan menerima tawaran untuk bekerja di perusahaan Papa yang ada disini bersama aku."

Deg

Lagi lagi jantung Aura bergetar. "Kak Faris tau dari mana?"

"Aku bisa baca dari raut wajah kamu tadi pagi. Makannya sekarang aku ngajak kamu jalan. Hitung-hitung sebagai kenangan sebelum aku pergi"

Aura mematung, gadis itu menatap lekat wajah Faris. Bibir Aura bergetar, ingin rasanya gadis itu mengatakan sesuatu. Tapi kenapa rasanya sangat sulit? Semua seolah tertahan hingga Aura hanya diam tanpa mengungkapkan apa yang saat ini ia rasa sedang mengganjal di dalam dadanya.

"Berapa lama kak Faris disana?"

"Belum tau, mungkin sampai aku mendapatkan pendamping hidup aku" Tawa Faris menyeringai.

Aura kembali mengalihkan pandangan ke depan. Gadis itu menatap jalanan dengan tatapan kosong dengan rungunya masih mendengar jelas hiruk pikuk jalanan yang begitu padat malam ini.

Sambil fokus menyetir, sesekali Faris menyempatkan untuk menoleh ke samping. Memperhatikan Aura yang saat ini hanya diam dengan pandangan lurus ke depan.

"Kamu disini harus jaga diri baik-baik. Sebenarnya aku udah tau dari Sabil. Kalo kamu mau lanjutin Novel-Novel kamu yang belum selesai kamu lanjutkan. Dan aku juga tau kalo kamu belum mau fokus sama perkerjaan kantoran"

"Sebenarnya aku udah tau sebelum aku ke rumah kamu barusan. Sebenarnya aku cuma modus untuk menawarkan perkerjaan. Supaya aku ada cara untuk ngajak kamu keluar seperti saat ini dan berkunjung ke rumah kamu"

Aura kembali menoleh ke arah Faris dengan raut wajah datar. Manik mata coklat itu mentap Faris dengan beberapa tanda tanya yang saat ini terlintas di benaknya.

Sebenarnya, semasa kuliah, Aura memang sudah mulai mencoba menulis. Dan Aura rasa menulis terasa menyenangkan, hingga gadis itu pernah berkata pada Sabilla bahwa untuk saat ini dirinya tidak ingin bekerja terlebih dahulu. Melainkan Aura ingin melanjutkan beberapa tulisannya yang sempat terhenti saat menyelesaikan skripsi beberapa waktu yang lalu.

"Kak Faris juga jaga diri baik-baik disana. Semoga kak Faris bisa secepatnya mendapatkan wanita impian yang tulus menyayangi kak Faris" Ucap Aura saat mereka sudah sampai di pekarangan rumah Aura.

"Kalo gitu aku permisi kak. Makasih undah ngajakin aku jalan-jalan" Sambung Aura kemudian. Tanpa berfikir panjang, gadis itu berlalu keluar dari dalam mobil untuk segera masuk ke dalam rumah. Aura bahkan tidak menawarkan Faris untuk singgah terlebih dahulu. Gadis itu hanya berlalu.

Sejenak, Faris menatap punggung gadis yang semakin lama semakin tak terjangkau oleh pandangan matanya.

Faris masih berada di tempat yang sama, pria itu sama sekali belum menghidupkan mesin mobilnya. Menarik nafas kasar, Faris memejamkan mata sesaat, menyandarkan tubuhnya di kursi kemudi. Sebelum pria itu melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.

.

.

.

.

.

Jangan lupa like, komen, love, dan vote ya. Terimakasih :) Mohon maaf jika masih ada typo atau salah penulisan. Karena aku hanya manusia biasa yang tak akan luput dari kesalahan🙏

1
Ana
aku ngerasa ikut sakit rasanya 😢😢nyesek banget padahal ka Faris yang ngerasain
Yume Nijino
keren thor best banget, the rill, the best 👍💯
Yume Nijino
parah keren tutor dong, aku bikin sepi bah 😭
Ilan Irliana
enk'y di cintai drpd mncntai..
Haslinda
nah gitu dong thor kan sma2 bahagia,,,faris ama aura bahagia,author yg buat bahagia dan lbih bahagia lgi para pmbaca✌️😄
Haslinda
thor buat faris sembuh titik gak pake koma krn kesembuhan faris ada di tangan author bukan di tangan siapa2 gak adil nih klw gini ceritanya
Haslinda
wahwahwawh thor sungguh tega skali anda knp faris di kasi lumpuh sih gara2 nolongin aura sungguh terlalu udah sakit di hati tambah fisik jg terluka
Haslinda
pasti yg udah baca bab ini pada nangis smua kyak aku skrg😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭sakit thor
Haslinda
kan aku bilang jg apa pasti ada masalah perasaan aku gak enak baca bab sebelumnya pasti faris liat aura pelukan ama Kevin pas di cafe jdi slah paham deh
Haslinda
semakin pindah ke bab yg selanjutnya kok perasaan aku gak enak yah thor,,,mudah2an gak terjadi apa2 yah thor ama faris dan aura gak rela aku klw mereka gak bersatu
ceritanya sangat menarik
Siti Chotimah
faris ngidam tuh...aura hamil tp blm sadar
Siti Chotimah
itulah cinta...saling melengkapi kekurangan yg ada pada pasangan,saling menyayangi tanpa tapi....semangat thor
Siti Chotimah
giiillaaa...dalem bangetz thor. tisu mana tisu....mewek ini mah
Siti Chotimah
jgn biarin Aura sedih lg thor. Faris jg jgn bgtu,jgn selalu berkorban utk orla. Faris jg harus bahagia bersama org yg dicintai n disygi nya.
Siti Chotimah
penyesalan selalu dtg belakangan klu di depan namanya pendaftaran...hehehe
Siti Chotimah
dengan jarak jauh diantara mereka tanpa tatap muka,tegur sapa bisa jd rasa itu akan tumbuh di hati AURA. Rasa cinta n syg yg blm disadari nya.
Siti Chotimah
beda usia mah gk masalah yg penting bisa saling mengisi kekurangan dgn kelebihan msg",memahami,memaafkan,menyayangi dgn tulus. dewasa itu bkn dr usia tp bgmn cara seseorang dlm menyikapi masalah.
Parsiyah Goepang
ggggggggggfughmguduuugugfugfugt
gugfuugufggufug.sugkdysuafmfy
Titin Kahar
Aura coba buka hati ke Kak Faris dia baik jangan nanti menyesal di belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!