NovelToon NovelToon
My Teacher, Istri Untuk Papa

My Teacher, Istri Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Leogirl's

~Novel ini masih tahap revisi. Mohon maaf jika masih banyak tipo dan kepenulisan yang tidak sesuai kaidah kepenulisan dan PEUBI, terlebih di seperempat bab awal.~

Rania gadis cantik yang berprofesi sebagai guru SD bertemu dengan Kanaya anak kecil si periang yang memiliki magnet tersendiri, membuatnya begitu nyaman bersama kanaya dan begitupun sebaliknya.
Tanpa diketahui Rania, Kanaya adalah anak dari Leo dan Ayu sang kekasih yang menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Kanaya yang merindukan sosok seorang ibu dan terlanjur jatuh hati pada sang guru bertekad menjodohkan Rania dengan sang Papa, sesuai amanah ibunya untuk menyatukan kembali cinta Papa Leo dengan sahabatnya.
Namun, Rania sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan Leo dan Ayu yang membuatnya begitu terpuruk. Akankah Rania menerima Leo kembali setelah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dari Cupcake Turun ke Hati

Kanaya memasuki gerbang sekolah sambil membawa paperbag berisi cupcake. Tampak Rania sedang memarkirkan motor, Kanaya pun langsung menghampirinya.

"Assalamualaikum, Bu Guru!" sapa Kanaya.

"Waalaikumsalam..Eh, Kanaya baru sampe ya?"

"Iya," jawab Kanaya, "oh, iya, Aya punya banyak cupcake, Ibu mau gak?" lanjut Kanaya.

"Wah, cupcake! Boleh juga mumpung ibu belum sarapan. he ... he ..." ucap Rania nyengir.

Kanaya memberikan paperbagnya kepada Rania.

"Kok dikasih ibu semua? Buat Kanaya mana?" tanya Rania

"Aku udah sarapan, Ibu 'kan belum sarapan jadi buat ibu aja," jelas Kanaya.

Rania tampak berpikir sejenak, "Gimana kalau kita makan bareng aja di kursi sana?" ucap Rania menunjuk bangku di dekat parkiran.

"Boleh,Bu."

Rania dan Kanaya duduk di bangku, lalu membuka kotak cupcake.

"Cupcake strobery!" ujar Rania kegirangan, "kok Aya tahu kesukaan ibu, sih?" lanjutnya sambil memberikan satu cupcake untuk Kanaya.

"Ini juga cupcake kesukaan Aya, Bu!" jelasnya.

"Wah bisa samaan gini ya, kebetulan banget," ucap Rania sambil mengunyah cupcake.

Gak kebetulan Bu, tapi di betul-betulin. orang semua kesukaan ibu, Aya juga tahu. Dan itupun jadi kesukaan Aya. Kanaya dalam hati.

"Bisa jadi jodoh, Bu, kita kan sehati?" goda Kanaya.

"Anak kecil apaan sih, bilang jodoh-jodohan segala?"

"Kan dari cupcake turun ke hati, Bu. Bisa jadi kita masih punya kesukaan lain yang sama," tutur Kanaya lagi.

"Bisa jadi. Eh, bentar lagi mo bel, Aya buruan masuk kelas! Ibu mo ke kantor dulu nanti nyusul ke kelas," jelas Rania.

"Ya sudah, Aya ke kelas dulu ya, Bu." Kanaya pamit lalu pergi.

"Aya cupcake masih 3 lagi ini, Sayang!" panggil Rania.

Kanaya yang baru beberapa langkah langsung menoleh, "Buat Ibu aja, kalau Ibu suka besok Aya bawi lagi," ucapnya sambil tersenyum, tampak keseriusan di wajah Kanaya.

"Ok, Sayang. Makasih." Kanaya hanya membalas dengan acungan jempol.

Rania tiba di ruang guru, tampak Suci sedang memperhatikannya sambil senyum-senyum sendiri.

"Kenapa menatapku seperti itu? Mana pake senyum-senyum aneh kayak gitu jadi takut aku." Rania bergidik.

"Udah ada yang jadi kesayangan murid baru nih! Ampe dikasih cupcake segala," ledek Suci.

"Apa sih? Mau cupcakenya? Tinggal bilang aja gak usah ngeledek kayak gitu." Rania menyodorkan cupcake kepada Suci.

"Rejeki gak bisa ditolak." Suci langsung melahap cupcake itu. "Kayaknya bentar lagi ada yang bakal punya anak ketemu gede deh."

"Maksudnya?" tanya Rania.

"Dari gosip yang aku denger, papanya Kanaya itu duren Say, bisa jadi kamu kandidat papanya Kanaya yang di pilih anaknya sendiri," cerocos Suci yang suka sedikit kepo.

"Mikirnya ke jauhan Bu Guru," ucap Rania, meninggalkan Suci.

Siswa kelas satu sangat antusias belajar dengan Rania, selain penyabar dan telaten cara pengajaran Rania mudah dimengerti bagi anak-anak seumuran itu.

Rania yang sudah selesai mengajar berniat langsung pulang. Namun, saat sampai di depan gerbang ia melihat Kanaya masih berdiri di sana, seperti sedang menunggu seseorang.

"Aya belum ada yang jemput, ya?" tanya Rania sambil menghentikan motornya.

"Belum, Bu, gak ada yang bisa jemput. Mang Ujang harus anter Bi Sumi ke dokter dan Papa kayaknya masih ada rapat," jelas Kanaya sedih.

"Harusnya papa kamu kalau gak bisa jemput nyuruh orang keperyaannya untuk jemput kamu, Sayang. Gak baik anak kecil disuruh pulang sendiri," gerutu Rania, kesal terhadap sikap orangtua Kanaya.

"Kamu tahu alamat rumah kamu, Sayang?" tanya Rania kemudian Kanaya mengangguk.

"Di perumahan Setia Asih no 13, Bu."

"Ya sudah, Aya pulang bareng ibu saja, rumah ibu gak terlalu jauh dari sana. Gimana mau gak?"

"Mau Bu," jawab Kanaya.

Berbohong dikit dan jelekin Papa dikit gak apalah yang penting bisa pulang bareng Bu Cantik, yeesss ... yesss .... ucap Kanaya dalam hati.

Sebenarnya Kanaya memang sudah di jemput mang Ujang, tetapi Kanaya beralasan harus mengerjakan tugas di rumah bu guru sehingga tidak bisa ikut pulang. Awalnya mang ujang tidak mau menuruti, tugasnya adalah membawa pulang Kanaya dengan selamat. Setelah bernegosiasi dan meminta izin kepada pada Papa Leo, akhirnya mang Ujang mau meninggalkannya.

(jadinnya bohong sana sini kan Kanaya..🤦🤦)

Akhirnya, Kanaya pulang bersama Rania. Sepanjang perjalanan mereka saling bercerita, tampak sekali kedekatan di antara keduanya meskipun baru dua hari mereka bertemu.

"Sayang kamu mau eskrim gak?" tanya Rania saat melihat kedai eskrim.

"Mau Bu Guru!"

"Kita beli eskrim dulu yuk!" ajak Rania.

Rania memarkirkan motornya dan keduanya membeli eskrim.

"Nau rasa apa, Sayang?"

"Coklat kacang avocado, Bu," jawab Kanaya.

Lalu, Rania memesan Eskrim rasa coklat kacang avocado dua porsi.

"Kesukaannya sami lagi ya, ayo makan!" Saat pesanan mereka sudah jadi.

"Bisa sama mulu ya, Bu?" tanya Kanaya polos.

"Udah takdir kali," jawab Rania membuat keduanya tertawa.

Takdirmu menjadi ibu Aya dan istri Papa, batin Kanaya.

Setelah makan eskrim Rania mengantarkan Kanaya pulang. Akan tetapi Kanaya ingin ikut pulang ke rumah Rania dan beralasan di rumahnya tak ada siapa-siapa. Rania yang tak tega, akhirnya membawa Kanaya ke rumahnya.

Mungkin lebih aman nih anak ikut ke rumah dulu daripada dirumahnya sendirian kasian dia, pikir Rania

1
Nur Syamsi
awas masuk angin calpeng
Nur Syamsi
paket komplit Kanaya udah agamawati cantik, lembut pula....segerah dihalalin bapaknya Alief
Nur Syamsi
😥😥😥 sesak Thor bacanya tp bahagia rasanya terkyak kebusukan Gisel
Nur Syamsi
dasar wanita ular iblis yg putus urat malunya,
Nur Syamsi
apa yg dimaksud katakan Alvin perlu dipertimbangkan Dev, selidiki si Gizrl jgn smpe nyesal kamu ntinya
Nur Syamsi
ponakan Dewi,
Nur Syamsi
Ranianya ngidam kayaknya pak suami
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Winda Winda ap Tdk kebalik,
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
sesak bacanya author kirain Mas Leo suami Rania...😥😥
Nur Syamsi
Tante Lux sepupu dg Tante Sunsilk...😂😂😂
Nur Syamsi
pasti Rania datang bulan kasian Leonya
Nur Syamsi
🤣🤣🤣 kasih baju tu istrinya Leo ntar Kanayanya nanya baju bundanya
Nur Syamsi
🤣🤣🤣🤣 dasar Dewi adik durhakim, ngga papa Rania diluar ke arab"an dikamar ke barat" an 🤣🤣
Nur Syamsi
Aldo Aldo,untung diintilin seandainya Tdk pasti udah disosor tu adeknya...🤣🤣🤣
Nur Syamsi
salut dg prinsip Aldo, nti sudah nikah semua adek ceweknya baru dianya nikah jga .
Nur Syamsi
the best Wisnu....
Nur Syamsi
😭😭😭 terharu ceritanya Aya thor
Nur Syamsi
mungkin itulah jg karma waktu Wisnu membantu papanya Ayu waktu menjebak Ayu dan Leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!