"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Mayat Doni
Mansur bersiap untuk mencari rumput untuk makan hewan ternak yang dia miliki, sebenarnya sudah terlalu sore namun apa daya karena dia memang baru pulang kerja sehingga mau tidak mau harus mencari di saat sore hari seperti ini, padahal tubuh juga sudah terasa lelah namun mau bagaimana lagi karena para kambing itu terus saja berisik karena meminta makan.
Mansyur juga sama sekali tidak peduli Meski langit sudah mulai gelap karena dia harus mencari makan meski hanya sedikit saja, para kambing itu tidak akan pernah bisa tenang bila belum memakan rumput yang dia inginkan, Oleh sebab itu Mansyur sengaja mencari yang ada di dekat rumah dan tidak terlalu jauh masuk ke dalam hutan.
Di sekitaran sini saja sudah terlalu gelap dan juga terasa seram lalu Bagaimana bila dia masuk ke dalam hutan itu, jadi Mansur memutuskan untuk diam di sini dan menunggu malam itu tiba sambil mengais rumput yang ada di sekitaran situ.
Entah Mengapa hati pria ini terasa begitu resah dan dia merasa kali ini ada yang berbeda, pikiran Mansyur tentu saja langsung mengarah kepada Yayuk yang meninggal beberapa hari yang lalu dan bisa saja Gadis itu akan datang untuk menghantui, karena dia juga percaya bahwa hantu itu ada dan tidak pernah mengatakan kepada orang-orang ini.
''Ah Semoga saja tidak karena aku tidak pernah melakukan kesalahan kepada Yayuk.'' ujar Mansur.
''Kalau pun Dia bangkit maka biar saja mencari para pembunuh itu, Aku di sini hanya mencari rumput saja untuk makan kambing itu.'' sambung Mansyur kembali dan dia berjongkok di sekitaran pohon pisang.
''Bang!'' Iwan kebetulan lewat di daerah situ dan Melambaikan tangan kepada Mansyur.
''Eh, mau ke mana kalian sore-sore begini?'' Mansur segera berdiri mendekati Iwan dan juga Amri.
''Kami mau mencari Doni karena itu mas Sarti sudah bingung sekali Dia tidak pulang sejak tadi malam.'' jawab Amri.
''Ah anak laki-laki juga, tidak perlu secemas itulah ya.'' Mansur tersenyum kecil.
''Iya sih, tapi kalau misalkan Abang ketemu sama Doni tolong sampaikan kepada dia bahwa kami sedang mencari.'' pinta Iwan kepada Mansyur.
''Oke, Nanti kalau aku ketemu dia maka langsung akan aku katakan kepada bocah itu.'' Mansur mengangguk cepat.
Iwan dan juga Amri segera berlalu dari sana karena mereka masih harus keliling desa untuk mencari keberadaan Doni, tadi ponsel Doni masih bisa di hubungi namun sekarang sudah tidak berdering lagi sehingga mungkin saja ponsel itu sudah kehabisan baterai sehingga tidak bisa menerima panggilan dari mereka yang sedang mencari dia.
''Lagian Doni tumben saja berpisah dengan teman yang lain.'' Mansur berbicara sendirian.
Nguuuung.
Nguuung.
''Lalat hijau itu, tapi mengerumuni apa ya di sana?'' Mansur menoleh karena mendengar suara Lalat Hijau yang sangat berisik sekali.
''Bangkai sih ini, ada aroma amis juga soalnya.'' Mansur menutup hidung namun dia tetap mendatangi Apa yang sedang dikerumuni oleh lalat itu.
Sebab dia penasaran juga dan takut kalau ternyata itu adalah kambing milik dia yang kebetulan tersesat lalu kemudian meninggal dunia, Terkadang ada warga yang usil sehingga mereka memberikan racun kepada hewan ternak milik tetangga yang lain sehingga banyak hewan ternak yang mati secara mendadak seperti itu.
''Allah, Allahu Akbar!'' Mansur menjadi kencang ketika sudah melihat apa yang ada di depan mata.
''Tolong, astaga kemana suara ku ini mau berteriak?'' karena panik suara Mansur sampai hilang dari kerongkongan.
''Tolooooong ada mayat, tolooooong!'' Mansur berlari meninggalkan kawasan itu dan mencari Iwan tadi yang mungkin belum terlalu jauh.
Tapi saat sudah di pinggir jalan Dia tidak melihat keberadaan Iwan dan juga Amri karena mereka tadi menggunakan motor sehingga wajar saja bila sekarang sudah menghilang, berdebar jantung Mansyur menerima fakta ini karena dia sangat ketakutan dan tidak tahu harus bagaimana saat meminta pertolongan kepada para warga yang agak jauh dari sana.
''Tolooooong, Tolooooong!'' Mansyur terus saja berteriak kencang karena dia memang sangat ketakutan.
''Itu suara Abang kan ya, Ri?'' Iwan menoleh kepada Amri karena mereka memang sedang bertanya dengan warga yang tidak jauh dari sana.
''Ayo balik lagi ke arah sana karena aku takut nanti dia malah kena celurit dia itu.'' Amri cuma juga dengan keadaan Mansur.
''Lagian sudah malam seperti ini masih saja mencari rumput saudaramu itu!'' Iwan menggerutu dan segera kembali menuju lokasi Mansyur.
''Itu dia, kok terlihat sangat panik sekali dia?'' Amri juga heran melihat keadaan Mansur.
''Bang kenapa, Bang?'' Iwan segera loncat dari atas motor dan bertanya mendekati Mansyur.
''Mayat! ada mayat di balik pohon pisang itu dan keadaan dia sungguh sangat mengerikan sekali.'' Mansyur seperti menggigil ketika memberitahu mereka.
''Mayat?!'' Amri dan juga Iwan Saling pandang setelah mendengar mayat.
''Ayo kita datangi dan lihat kalau kalian tidak percaya.'' ajak Mansur karena dia ingin membuktikan ucapan dia sekarang.
Mereka bertiga segera mendatangi tempat Doni berada, namun Mansyur masih belum menyadari bahwa mayat yang telah dia temukan itu adalah Doni, karena wajah Doni yang rusak dan bola mata sudah tidak ada pada rongga tersebut sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas dan memastikan siapa pria yang terbaring itu.
''Astaga!'' Amri langsung menutup mulut karena tidak kuasa melihat perut yang tercabik-cabik.
''Ini pembunuhan model apa sehingga sangat mengerikan?'' Iwan juga termenung tidak percaya.
''Ini mayat siapa karena kita tidak bisa mengenali wajah dia yang sudah hancur berantakan seperti itu?'' Mansur masih penasaran siapa korban ini.
Iwan terdiam sesaat namun dia kembali ingat ketika terakhir bertemu dengan Doni malam tadi, baju yang menempel itu sama persis sehingga dia langsung mencari apa yang ada di sana untuk membuktikan apakah yang telah menjadi mayat Ini adalah teman mereka sendiri, dengan menahan rasa mual dan juga bau amis itu maka dia mencari dompet yang ada di saku celana milik Doni.
''Kau mau apa, Wan?'' Amri menjauh karena tidak kuat mencium aroma Anis.
''Doni?!'' Iwan seketika lemas setelah menyadari bahwa pria itu memang teman mereka.
''Doni? jadi maksud kau ini yang menjadi mayat adalah Doni!'' Amri kaget sekali mendengar ucapan Iwan.
''Ini, mau lihat KTP dan juga ponsel dia.'' Iwan menunjukkan bukti yang ada.
Tentu mereka bertiga Saling pandang satu sama lain dan kali ini Iwan yang jauh lebih ketakutan, sebab dia berpikir bahwa yang membantai Doni seperti ini pasti arwah Yayuk, karena sebelumnya Doni juga sempat mengatakan Telah bertemu dengan arwah Gadis itu dan kemungkinan besar Yayuk memang datang untuk menuntut balas atas apa yang telah mereka lakukan.
Selamat pagi, tolong like dan komentar kalian semua dong.
aahh..aku padamu purrr🥰🥰
ibnu ditolong ular janda euyyy..😁