NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Alex berdiri di trotoar dekat halte bus, kotak kardus berisi barang-barangnya masih ada di sampingnya, sementara pakaiannya sudah setengah kering setelah hujan reda.

'Kalau sistem ini benar-benar bisa mengabulkan apa saja,' pikirnya, 'kenapa aku harus tidur di kolong jembatan malam ini?'

Dia menatap ke depan, tidak benar-benar berbicara pada siapa pun, lalu berkata pelan, "Aku ingin sebuah mansion. Mewah. Luas. Satu bangunan itu milikku sendiri, bukan sewa, bukan pinjaman."

[Permintaan diterima.]

[Memproses...]

[Permintaan berhasil dikabulkan.]

[Alamat properti telah dikirim ke perangkat Host.]

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk tanpa nomor pengirim, hanya berisi alamat lengkap dengan titik koordinat di petanya.

Alex menaikkan alis, menatap layar ponselnya lama sekali sebelum akhirnya melangkah ke pinggir jalan dan memesan taksi online dengan uang yang baru saja bertambah di rekeningnya.

Perjalanan memakan waktu hampir empat puluh menit, melewati kawasan yang semakin sepi dan pepohonan yang semakin rindang di kanan-kiri jalan. Ketika mobil berhenti di depan sebuah gerbang besi tinggi, sopir taksi menoleh ke belakang dengan mata membelalak.

"Ini... alamatnya benar, Mas?"

Alex tidak menjawab. Dia keluar dari mobil, berdiri di depan gerbang yang menjulang lebih tinggi dari dirinya, menatap bangunan di baliknya—dinding putih bersih tiga lantai, taman luas dengan rerumputan yang tertata rapi, kolam renang yang airnya berkilau di bawah lampu taman, dan garasi yang cukup menampung lebih dari lima mobil.

Dia mendorong gerbang yang ternyata tidak terkunci, lalu berjalan menyusuri jalan setapak menuju pintu utama. Setiap langkahnya menimbulkan suara kerikil kecil yang teratur, satu-satunya suara di tengah kesunyian malam.

Pintu depan terbuka begitu dia menyentuh gagangnya.

Alex melangkah masuk.

Langkahnya berhenti di tengah ruang tamu yang seharusnya menjadi ruang paling megah di rumah itu.

Kosong.

Tidak ada sofa. Tidak ada meja. Tidak ada lampu gantung, tidak ada karpet, tidak ada satu pun perabot yang biasanya mengisi rumah semewah ini. Hanya lantai marmer putih yang memantulkan cahaya bulan dari jendela besar, dan langit-langit tinggi yang menggema setiap langkah kakinya.

Dia berjalan ke ruangan lain—dapur, juga kosong, hanya ada meja beton bawaan bangunan. Kamar tidur di lantai dua, kosong, hanya kasur pun tidak ada.

Alex berdiri di tengah kamar utama, memandangi dinding kosong itu.

'Apa-apaan ini.'

"Sistem," dia berkata keras, suaranya bergema di ruangan hampa itu, "kenapa rumah ini kosong?"

[Permintaan Host: "Sebuah mansion mewah dan luas, satu bangunan milik Host sendiri."]

[Permintaan telah dipenuhi sepenuhnya. Sebuah mansion mewah dan luas, milik Host sendiri, telah diberikan.]

[Sistem hanya mengabulkan sesuai kata yang diucapkan Host.]

Alex terdiam, matanya menatap kosong ke tulisan yang mengambang di depannya. 'Aku cuma bilang mansion. Aku gak bilang harus ada perabotnya.'

Dia mengusap wajahnya dengan telapak tangan, setengah kesal setengah geli pada dirinya sendiri. Dia sudah mendapatkan rumah semewah ini, dan dia justru terjebak masalah sekonyol ini.

'Baiklah. Kalau begitu aku minta—' Sesuatu di dalam dirinya tersendat.

Dia teringat jumlah permintaan yang tersisa sudah tidak ada. Satu untuk menyembuhkan luka setelah perkelahian di gang. Dan barusan, satu lagi terpakai untuk mansion ini.

Dia sudah menggunakan semuanya.

[Permintaan Tersedia: 0]

Alex duduk di lantai marmer yang dingin, punggungnya bersandar ke dinding kosong kamar tidurnya sendiri, tertawa pelan—bukan tertawa bahagia, melainkan tertawa pada kebodohannya sendiri.

'Aku dapat rumah semewah ini, tapi aku bahkan gak punya kasur buat tidur malam ini.'

Tulisan baru muncul di hadapannya, seolah sistem sengaja menunggu momen ini untuk memberikan sesuatu yang baru.

[Misi Baru Tersedia.]

[Judul: Kembali ke Akar.]

[Tugas: Kunjungi kediaman keluarga Hartono.]

[Hadiah: +2 Permintaan.]

Alex menatap tulisan itu lama sekali, senyumnya perlahan berubah, tidak lagi karena geli pada dirinya sendiri, melainkan karena sesuatu yang lain—sesuatu yang lebih dingin, lebih tenang.

'Kediaman Hartono.' Dia bangkit dari lantai, mengusap debu yang menempel di celananya meski tidak ada debu sama sekali di lantai sebersih itu. 'Baiklah. Mari kita lihat, apa yang sedang mereka rencanakan sekarang.'

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!