NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:948
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

_____🌺

"Udah, Ma. Ini dia barang saktinya."

Dimas menyerahkan sebuah kotak kayu berukir mewah dengan wajah setengah menangis merana.

"Harganya ampun-ampunan mahal banget deh, Ma. Tabungan Dimas buat niat beli velg mobil racing baru langsung amblas seketika nggak berbekas hari ini juga ditarik tunai."

"Ah, velg mobil mah benda mati besi yang nggak bisa manggil Mama dengan sebutan nenek pas lebaran nanti! Ini tuh baru namanya investasi masa depan beneran buat silsilah keluarga kita!"

Ibunya merebut kotak kayu itu dengan mata berbinar-binar terang seperti baru mendapat harta karun bajak laut.

"Nis! Ambilin dua gelas kristal kecil di lemari kaca depan sekarang! Kita buka segelnya malam ini juga di ruang keluarga!"

Nisa yang baru muncul dari ujung lorong dapur langsung mengalihkan pandangannya tajam ke kantong plastik putih di tangan Dimas.

"Mas, pesanan seblakku aman kan? Udah dibeli belum tadi di pertigaan?"

"Aman terkendali selamanya. Ini di kresek putih. Aku sengaja beliin yang level tiga aja pakai ekstra kerupuk basah, takut asam lambung Mama kumat lagi kalau kecium bau seblak level dewa dari jarak dekat gini," jawab Dimas sambil menyodorkan bungkusan plastik wangi kencur tersebut.

"Sip. Makasih banyak ya, Mas Dimas sayang. Oh ya, kuota internet hp ku juga aman kan? Soalnya besok pagi-pagi banget aku harus upload bab baru lagi buat pembaca setiaku."

"Udah Mas isiin paket seratus giga sekalian bulan ini. Biar kamu puas ngetik novel siang malam sampai jari tangan kamu keriting jadi kerupuk seblak bantat," canda Dimas pelan sambil tersenyum lelah.

Bu Ratna mendelik tajam tak suka melihat interaksi mesra suami istri di depannya.

"Heh, kalian berdua ini malah asyik pacaran depan pintu masuk pakai bawa-bawa obrolan seblak segala! Nis, cepat bawa gelasnya ke ruang TV sekarang juga! Dimas, kamu lekas cuci muka kusam mu, mandi air hangat sana, habis itu langsung buruan temenin istrimu minum obat mujarab ini. Kalau perlu kamu juga wajib minum seteguk dua teguk biar bibit mu, makin subur unggul kayak bibit sapi perah impor dari Selandia Baru sana!"

"Astaghfirullah, Ma! Perumpamaannya kok tega disamain sama binatang sapi perah sih? Dimas ini manusia, anak kandung kebanggaan Mama sendiri loh," protes Dimas merasa harga dirinya terjun bebas turun kasta drastis hari ini.

"Biarin aja! Sapi perah aja sebulan sekali rutin kawin bisa langsung hamil gede perutnya, masa kalian yang ngaku manusia normal berdua kalah saing telak sama binatang ternak?!" jawab Ibunya tajam menohok tak kenal ampun sedikit pun.

"Ya jelas beda jauh nasibnya dong, Ma. Sapi kan hidupnya tenang enak, cuma makan tidur doang di kandang rumput hijau. Sapi perah nggak perlu pusing mikirin bayar tagihan cicilan rumah KPR tiap tanggal lima belas, sapi juga nggak pernah dimarahin bosnya di kantor rapat gara-gara salah baca presentasi," gumam Nisa pelan membela suaminya namun masih bisa terdengar cukup jelas.

"Kamu ngomong apa barusan ngegumam, Nis?! Ngelawan lagi ya kamu sekarang sama mertuamu sendiri?" Ibu mertuanya melotot galak ke arah Nisa, siap meledak.

"Eh, nggak kok, Ma. Nggak ada. Ini Nisa lagi mau jalan cepat ambil gelas kristalnya sekarang juga. Sebentar ya, Nisa cucikan dulu biar bersih kinclong mengkilap bebas kuman."

Nisa buru-buru melesat, menyingkir dari hadapan mertuanya sebelum kena semprot kultum lebih panjang lagi.

_____🌺

Beberapa menit kemudian, ketiganya sudah duduk tegang melingkar di ruang keluarga.

Bu Ratna dengan sangat hati-hati teliti membuka kotak kayu mahal ukiran itu, mengeluarkan sebotol cairan berwarna merah gelap kental pekat. Ia menuangkannya sedikit demi sedikit ke dalam dua gelas kristal kecil pemberian besannya dulu.

"Nih, pegang dan minum sekarang! Sekali teguk langsung habis ya, Nis. Nggak boleh pakai sisa ampas dan nggak boleh pakai jeda napas lama-lama berhenti."

Nisa menatap ragu ngeri cairan kental berbau menyengat tajam di dalam gelasnya.

"Ma, ini baunya aneh banget, nyengat idung. Kok baunya malah kayak jamu beras kencur basi kedaluwarsa, dicampur sama kapur barus lemari pakaian kayu, ya?"

"Jangan banyak protes kalau emang disuruh sehat walafiat! Namanya juga obat jamu ajaib asli dari Himalaya, ya pasti baunya beda jauh banget sama obat warung pinggir jalanan! Minum cepat sekarang juga sebelum khasiat salju esnya menguap habis kena suhu dingin AC rumah kita!" paksa Bu Ratna tak sabar memukul meja kaca pelan.

Nisa memejamkan kedua matanya kuat-kuat, lalu nekad menenggak isi gelas itu dalam satu kali tegukan besar menahan napas. Wajahnya seketika langsung berubah drastis mengerut hebat menahan mual di perut.

"Uhuk! Hoek! Pahit banget, Ma! Ya ampun Gusti! Rasanya asem, pahit, getir, pedas, kecampur jadi satu adonan nggak karuan, ancur di tenggorokan Nisa ini!"

"Bagus sekali! Reaksi rasa getir itu tandanya racun-racun sisa kemandulan di rahim tubuh kamu lagi dibersihkan secara total sama salju Himalaya aslinya. Sekarang cepat giliran kamu yang minum sampai habis, Dim!" Ibu itu kemudian, menyodorkan paksa gelas kedua ke arah dada anaknya.

Dimas perlahan mundur selangkah ke belakang, menolak dengan tegas menggeleng keras.

"Loh, kok Dimas juga ikutan beneran disuruh minum, Ma? Kan yang mau di-subur-in diperbaiki sel telurnya si Nisa, bukan perut ususnya Dimas."

"Kamu juga harus minum jamunya biar seimbang selaras energi positif tubuh kalian! Cepat minum obatnya sekarang, atau Mama beneran telepon, aduin ke Pak Cokro, bos galakmu itu kalau kamu di rumah sering main game online perang-perangan diam-diam pas jam kerja work from home!" ancam Ibunya mengeluarkan jurus kartu truf mematikan andalannya.

Dimas terpaksa menelan ludah pasrah tak punya pilihan hidup lain. Dengan telapak tangan gemetar ngeri, ia meminum habis cairan merah gelap itu. Sontak matanya melotot sangat lebar seakan mau keluar.

"Hoek! Astaga naga beracun, Ma! Ini obat botol masa kedaluwarsanya sampai tahun berapa sih diproduksinya? Kok rasanya parah parno banget persis kayak air cucian wajan kuali di warung pecel lele pinggir jalan raya?"

"Sembarangan banget kamu ngomong, Dim! Ini murni obat herbal mahal tiga juta setengah harganya! Udah, sekarang karena kalian berdua terbukti udah minum sampai habis ludes, kalian berdua cepat masuk kamar sana! Kunci pintunya rapat-rapat dari dalam, jangan berani keluar kamar sampai besok pagi ayam tetangga berkokok nyaring! Buktikan langsung khasiat manjur delima Himalaya pilihan Mama malam ini juga! Jangan bikin uang tabungan jutaan terbuang sia-sia masuk, septic-tank aja!" titah bu Ratna.

 Dia mendorong kuat punggung anak dan menantunya itu menuju lorong kamar utama mereka.

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!