NovelToon NovelToon
Putri Cacat Jadi Konglomerat

Putri Cacat Jadi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Orang Disabilitas / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Dibuang oleh darah dagingnya sendiri hanya karena ia terlahir tidak sempurna.

Haruka tumbuh tanpa pelukan orangtua, tanpa tempat pulang. Dunia memandangnya sebelah mata... dihina, direndahkan, dianggap beban yang tak pantas hidup layak. Tapi di tengah semua penolakan itu, ada satu orang yang tak pernah melepaskannya: seorang nenek tua, satu-satunya yang mau memeluknya tanpa syarat.

Dari pelukan itulah tekad Haruka lahir. Ia bangkit, merangkak sejengkal demi sejengkal dari titik terendah, bukan untuk balas dendam, tapi untuk membuktikan satu hal: gadis cacat yang dulu mereka buang, kini akan berdiri lebih tinggi dari siapa pun yang pernah meremehkannya.

Akankah Haruka berhasil membungkam semua yang pernah menghinanya? Atau luka masa lalu akan terus menariknya kembali ke titik nol?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman baru

Sejak hari itu, Haruna semakin menarik diri dari dunia luar. Halaman rumah yang dulu jadi tempat bermainnya, kini terasa terlalu berbahaya untuk dijamah sendirian. Ia lebih memilih menghabiskan waktu di dalam gubuk, duduk di samping Nek Lasmi sambil membantu apa saja yang bisa dilakukan oleh tangan kecilnya.

Sore itu, Haruna duduk bersila di atas tikar anyaman, tangan mungilnya cekatan membungkus peyek-peyek yang sudah dingin ke dalam plastik bening, lalu mengikatnya rapi dengan tali rafia... sebuah kebiasaan yang sudah ia lakukan hampir setiap sore selama beberapa bulan terakhir.

"Nanti dijual berapa harganya, Nek?" tanya Haruna sambil terus membungkus, matanya fokus pada tugasnya.

"Seribu lima ratus satu bungkus, Nak," jawab Nek Lasmi sambil tersenyum, memperhatikan cucunya yang sudah semakin terampil meski usianya baru lima tahun.

Di tengah kesibukan mereka, terdengar ketukan di pintu kayu yang sudah reyot. Haruna langsung bangkit dengan semangat, berjalan tertatih menuju pintu. "Haruna buka ya, Nek!"

Ketika pintu terbuka, tampak seorang perempuan muda berdiri di sana, ia tersenyum ramah, mengenakan baju terusan sederhana namun rapi. Di sampingnya, seorang anak perempuan berusia sekitar sepuluh tahun berdiri dengan rambut dikuncir dua, menggenggam sebuah kotak kecil berisi kue.

"Selamat sore, Dek. Ini rumah Nek Lasmi, ya?" tanya perempuan muda itu ramah.

Haruna mengangguk cepat. "Iya, Kak. Nek Lasmi ada di dalam."

"Kami tetangga baru, baru pindah minggu lalu ke ujung jalan sana. Ini cuma mau bagi-bagi sedikit oleh-oleh buat tetangga sekitar," ucap perempuan muda itu sambil menyerahkan kotak kue kecil.

Anak perempuan di sampingnya tersenyum lebar begitu melihat wajah Haruna yang menyambut mereka dengan ceria. Tanpa sedikit pun rasa canggung atau jijik yang biasa ia temui dari anak-anak lain. "Hai, aku Kirana," sapanya ramah, lalu tanpa ragu mengulurkan sebuah boneka kelinci berbulu lembut yang masih terlihat baru. "Ini buat kamu, ya. Aku punya dua di rumah."

Mata Haruna membelalak senang, tak menyangka akan menerima hadiah semanis itu dari orang yang baru saja ia kenal. "Buat Haruna? Beneran, Kak?"

"Iya, buat kamu," jawab Kirana, tersenyum tulus tanpa sedikit pun melirik aneh ke arah kaki Haruna yang berbeda dari anak-anak lain.

Wajah Haruna berbinar-binar bahagia. Ia menerima boneka itu dengan kedua tangan, mendekapnya erat sejenak sebelum teringat sesuatu. "Tunggu sebentar, ya, Kak!" Ia berbalik cepat, berjalan tertatih menuju dapur, lalu kembali dengan dua bungkus peyek di tangannya.

"Ini buat Kakak sama Tante," ucap Haruna sambil menyodorkan bungkusan itu dengan bangga. "Peyek buatan Nenek Haruna paling enak sedunia, lho! Kalau Kakak sama Tante suka, nanti bisa pesan lagi ke sini."

Ibu muda itu tertawa kecil mendengar cara bicara Haruna yang begitu percaya diri dan cerdas, lalu menerima bungkusan itu dengan senang hati. "Wah, terima kasih banyak, ya, Dek." Ia membuka salah satu bungkus, mencicipi sepotong peyek, matanya membelalak kagum. "Enak sekali! Renyah dan gurih, pas banget bumbunya."

"Iya, kan, Tante? Nenek Haruna emang jago masak," sahut Haruna bangga, membuat ibu muda itu semakin tersenyum lebar.

"Adik ini pintar sekali cara ngomongnya," puji perempuan muda itu, menatap Haruna dengan kagum. "Namanya siapa, Dek?"

"Haruna, Tante."

"Bu, aku boleh main sama Haruna, nggak?" Kirana menarik-narik ujung baju ibunya, matanya penuh harap.

Ibu muda itu tersenyum, mengangguk. "Boleh, tapi jangan lama-lama, ya. Nanti kita masih harus keliling ke rumah tetangga lain."

Kirana bersorak senang, lalu menggandeng tangan Haruna tanpa ragu. "Ayo, main boneka bareng!"

Haruna tertawa gembira, menuntun Kirana masuk ke dalam gubuk yang sempit namun terasa hangat. "Ayo, Kak! Nenek, ini temannya Haruna!"

Nek Lasmi yang sejak tadi memperhatikan dari dalam tersenyum haru melihat interaksi itu. "Ayo, silakan masuk juga, Nak," ajaknya kepada ibu muda itu, membukakan pintu lebih lebar.

Perempuan muda itu melangkah masuk, duduk di dipan kayu sederhana yang ditawarkan Nek Lasmi. "Terima kasih, Nek. Saya Sarah, baru pindah minggu lalu bareng suami dan Kirana."

"Nek Lasmi," balas nenek itu, tersenyum ramah. "Terima kasih sudah mau mampir, Nak. Jarang sekali ada yang mau singgah ke gubuk reyot ini."

Kedua perempuan itu mulai berbincang akrab, sesekali melirik ke arah Haruna dan Kirana yang sudah asyik bermain boneka di sudut ruangan, tawa kecil mereka menggema memenuhi gubuk yang biasanya sunyi itu.

"Haruna ini anaknya ceria sekali, ya, Nek. Pintar pula bicaranya," puji Sarah, matanya masih memperhatikan kedua anak yang bermain dengan riang.

Wajah Nek Lasmi berubah sendu mendengar pujian itu. "Iya Nak, Haruna memang anak yang cerdas dan baik hatinya. Sayangnya..." ia menghela napas panjang, "selama ini nggak ada anak-anak di sini yang mau berteman sama dia. Karena kondisi kakinya, dia sering diejek, bahkan pernah dilempari batu."

Sarah terdiam sejenak, wajahnya menyiratkan keprihatinan yang tulus. "Ya ampun, kasihan sekali. Padahal Haruna anak yang baik banget."

"Makanya, Nak," Nek Lasmi tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca menatap Kirana yang tertawa lepas bersama Haruna, "Nenek senang sekali lihat Haruna bisa main bareng anak lain kayak sekarang ini. Sudah lama sekali dia nggak seceria ini."

Sementara itu, di sudut ruangan, Haruna dan Kirana asyik mendandani boneka mereka masing-masing, sesekali tertawa bersama membicarakan hal-hal kecil yang membuat mereka bahagia.

"Kak," Haruna tiba-tiba bertanya, suaranya pelan namun penuh rasa penasaran, "kenapa Kakak mau main sama Haruna? Anak-anak lain nggak ada yang mau main sama Haruna, soalnya kaki Haruna beda."

Kirana menghentikan permainannya sejenak, menatap Haruna dengan tatapan heran, seolah pertanyaan itu adalah hal paling aneh yang pernah ia dengar. "Emang kenapa harus nggak mau? Haruna itu cantik, terus pintar banget ngomongnya. Baik juga, kasih Kakak peyek tadi. Terus Haruna juga ceria, bikin Kakak seneng main sama Haruna."

Mata Haruna langsung berkaca-kaca, namun kali ini bukan karena sedih. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ada seseorang seusianya yang memandangnya bukan sebagai anak cacat, bukan sebagai anak buangan Melainkan sebagai Haruna apa adanya, dengan segala kebaikan dan kecerdasan yang ia miliki.

"Beneran, Kak?" tanya Haruna, suaranya bergetar antara tak percaya dan bahagia.

"Iya, beneran! Ngapain Kakak bohong," jawab Kirana sambil tersenyum lebar, kembali melanjutkan permainan bonekanya seolah tak ada yang istimewa dari jawabannya barusan.

Namun bagi Haruna, kata-kata sederhana itu terasa seperti keajaiban terbesar yang pernah ia terima. Tawa kecilnya pun pecah, menggema riang memenuhi gubuk sederhana itu... tawa paling tulus yang sudah lama sekali tak terdengar dari bibir mungilnya, sejak dunia mulai menunjukkan sisi kejamnya kepada gadis kecil itu.

1
Ilfa Yarni
nah lo saiing jatuh cinta nih kayaknya dan tuan bagas bisa ya dia mengenali haruna dan ingat wajah anknya yg dia buang setelah lahir
Ilfa Yarni
akhirnya ank kandung dan ank pungutnya bagas bertemu gmn kelanjutannya ya
Iffanaya 😽
nah kan ternyata anak angkat bahkan istri nya sendiri gk tau, kyk nya setelah buang Hanura ngangkat anak buat gantiin Hanura
Ilfa Yarni
akhirnya ank pungutnya satu universitas dgn haruna aku ingin lihat gmn reaksi bagas klo ketemu haruna apakah dia sadar klo itu ank yg dia buang
Muft Smoker
apa reynand ank yg di ambil Bagas setelah buang haruna ,, buat gantiin haruna???
Iffanaya 😽
apa setelah buang haruna, Larasati hamil lg tp umur nya 18 thn seumuran haruna 🤔
Ilfa Yarni
nah lo wmang enk ank kandung dibuang itu sireynan km pungut dmn
Iffanaya 😽
duuuh jd nangis aku Thor bacanya 😭😭 sedih bgt semangat haruna
Ilfa Yarni
aaa aku Baca ini nagis trus semangat ya haruna km bisa bumtikan pd dunia bahwa ketidaksempurnaan tubuhmu tidak akan menghalangi kesuksesanmu
Muft Smoker
semangat trus haruna ,,
aq GX bakal bosen buat ngucapin kata tu ,,
disaat org yg sempurna byk yg malas2aan ,, Krn merasa punya hidup yg serba berkecukupan ,,
malah menyia2kan hidup muda ny ,,
sedangkan km yg punya kekurangan tdk prnh menyrut kan semangat mu ,,
nenek mu pasti bangga melihat mu dari atas sana haruna ,,
Ilfa Yarni
aaaa sedih bamget aku sampe nangis bacanya aku benci sama kedua orangtua aruna yg tega membuangnya krn kakinya ga normal
Ilfa Yarni
huhuhu. sedih bamget
Muft Smoker
terkadang emnk kondisi seseorang yg di bilang parah ,,
tau2 keliatan ny sembuh seperti biasa ,, yx pertanda kalo tu kondisi sementara sebelum mereka pergii ,, 🥹😭😭😭 ,,

semangat trus haruna ,, km boleh berduka ,, tp cita2 jgn sampe di lupain,,
Muft Smoker
km bnr haruna ,, mimpi bisa menunggu tp nenek mu entah sampai Kpn bisa nunggu ,,
semangat haruna ,,
ni hanya kesuksesan yg tertunda ,,
msh ad jalan lain menuju sukses yg bisa km raih ,,
Muft Smoker
semangat haruna ,, di balik ini semua pasti ada kejutan besar buat dirimu ,,
Ilfa Yarni
knp tib2 begitu kan jadi pecah konsentrasi haruna
Ilfa Yarni
km sangat pintar haruna km pasti bisa mask universitas itu
Muft Smoker
semangat haruna ,, km pasti bisa sukses ,,
Ilfa Yarni
km pasti sukses haruna aku yakin itu
Muft Smoker
semangat haruna ,,
km harus tunjukin ma org2 yg jahatin km ,,
kalo keterbatasan km tdk menghilang kan semangat km belajar ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!