NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02. Nelson - Angga

...~•Happy Reading•~...

"Tidak perlu lebay. Bilang kata hatimu, sebelum dadamu kubelah." Ucap Nelson disertai dengan ujung jari yang digerakan dari atas ke bawah di dada Angga. Hingga membuatnya merasa geli.

"Kau tega membunuh teman semata wayang ini? Siapa yang selalu merindukanmu? Niii, Angga."

"Kau merindu karna ada maunya, kan. Hmm hmm..." Nelson berkata sambil menggerakan alisnya.

Angga melepaskan tangan Nelson. "Ok Son. Aku akui dan serius meminta. Kau jangan buru-buru serahkan skripsi. Kalau kau ada, aku ikut bersinar di sampingmu. Seriusss..." Angga mengangkat dua jari.

"Para gadis melihatmu, aku ikutan tersorot. Apa lagi ada yang mau pedekate padamu, aku ketiban rejeki. Ditraktir sepanjang ruko di sana." Angga menunjuk ruko yang berjejer di luar pagar belakang kampus.

"Kau mau manfaatkan aku buat makan gratis? Minggiiirr.." Nelson mendorong bahu Angga. "Apa Evi gak cukup buatmu? Dasar buaya bakau."

"Bukan Evi gak cukup, tapi kalau kau tetap ada, aku jadi semangat susun skripsi. Pliiiiissss... Jangan serahkan skripsimu dulu." Angga serius meminta.

"Tuntutanmu makin ngawur. Aku sengaja percepat, supaya kau juga ikutan. Masa gak malu sama pacar terangmu. Evi sebentar lagi selesai dan ujian. Kau terus merengek minta ditemani."

"Kalau aku telat selesai, Ma'ku harus bayar uang semester lagi. Kau senang lihat centong nasi mendarat di kepalaku?"

"Isi kepalamu digunakan buat skripsi. Bukan gentayangan pamer tampang seniormu ke para yunior." Nelson menunjuk pinggiran kepala Angga.

"Kenapa aku lupa, ya. Untung kau bilang yunior. Aku mau kasih tahu issuu yang beredar deras saat ini."

"Kau mulai berubah seperti Mak Mak komplek yang mau bergosip." Nelson mengibaskan tangan Angga.

"Ini bukan gosip, Son. Ini info A1. Kau kenal kembang kampus di Mipa?" Tanya Angga serius.

"Gak. Aku gak pernah ke Mipa, jadi gak tahu kembang di sana." Jawab Nelson datar sambil melihat layar ponsel yang bergetar.

"Maksudku ciwi, adik tingkat yang kuliah di Mipa." Angga jadi kesal.

"Apa lagi itu. Aku gak punya waktu untuk lihat yang begituan. Centong nasi Mamaku lebih sakti membuatku fokus. Selesaikan kuliah tepat waktu atau lebih cepat, lebih baik."

"Tapi lihat dia sekali saja. Ceweknya bukan cuma cantik level 9, isi kepalanya menyaingi levelmu, jenius. Dia tertarik padamu." Angga meyakinkan Nelson dengan semangat berapi-api.

"Kau seharusnya gak usah kuliah di Teknik. Atau gak usah kuliah sekalian. Belum sebulan ditinggalin, sudah berprofesi pa'comblang." Nelson mendorong bahu Angga, agar menjauh.

"Sudah berapa lama kita berteman? Apa aku pernah tertarik yang begituan? Setelah lulus ujian skripsi, baru aku scan yang cocok di sini dan di sini." Nelson menunjuk mata dan dadanya, sebagai isyarat dia sudah memikirkan akan berpacaran dengan wanita yang cocok setelah lulus ujian.

"Tapi gak ada salahnya, discan sekarang, Son. Siapa tahu ada getaran halus di sini." Angga menunjuk dada. "Pacarannya ntarr aja." Angga belum mau menyerah.

"Kau diberi upeti berapa sama dia?" Nelson bertanya serius, sebab bukan pertama kali adik kelas yang naksir dan minta bantuan ke teman-temannya.

"Gak ada upeti. Cuma mau kenalin sama yang selevel denganmu. Tapi kalau gak mau. Jangan nyesal dan bilang aku mau senang sendiri." Angga mengangkat tangan, menyerah.

"Jadi kau belum selesai susun skripsi, karna kebanyakan bersenang-senang dengan Evi?" Nelson menembak untuk hindari pembahasan.

"Tapi kenapa Evi bisa cepat nyusun skripsi? Jangan, jangan, kau bersenang-senang dengan Eva, Evo, Eve saat Evi lagi fokus susun skripsi." Nelson menunjukan sikap curiga untuk memancing emosi Angga.

"Kau jangan lempar bara permusuhan di antara kami. Aku cuma senang lihat yang sedap sedap saja. Evi tetap di hati." Angga menepuk dadanya berulang kali.

"Gak usah alihkan ke Evi. Kalau gak mau anak Mipa itu, biarkan dia diambil sama senior di sana. Aku cuma rasa sayang dia gak jatuh ke tanganmu. Eh pelukanmu."

"Lagian, belum juga selesai tahun ke lima, sudah mau tancap gas keluar dari kampus. Nikmati masa muda di kampus dulu, Son. Masa itu gak akan terulang lagi." Angga kembali menggosok Nelson dengan kalimat menggoda.

"Bisa nikmati, kalau cuan stabil. Papa kita berbeda isi dompet. Papaku PNS P7, Papamu PNS P1. Kau mau tinggal di kampus jadi mahasiwa abadi, aman terkendali." Ucap Nelson serius.

"Loh, Papamu P7, lebih tinggi dari Papaku yang P1, dong... Kau suka merendah di atas kemakmuran keluarga."

"Itu kau bilang merendah? Kau gak ngerti PNS P7?"

"Gak. Emang jabatan apa itu."

"Makanya jangan cuma main ombak di Mall. Sekali-sekali naik perahu. Tuuh, main ombak laut." Nelson menunjuk perahu yang berlayar ke seberang dan diayun ombak .

"P7 itu; Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas Pasan. Papamu P1; Pejabat, buaya bakau...." Nelson ingin menarik telinga Angga yang serius menanggapinya.

"Kau gak usah singkat begitu. Aku kira itu jabatan di kantor PNS. Jadi apa gak bisa ditawar lagi?"

"Kau kira lagi di pasar? Sana cepat susun skripsi, peke jet tempur." Nelson menggerakan tangan seperti gerakan jet.

Angga jadi serius melihat Nelson. Dia tahu, kata kata Nelson terkesan bercanda. Tapi itu sebenarnya terjadi. "Kau sudah selesai susun skripsi?" Angga bertanya serius.

"Sudah selesai dan sudah serahkan. Aku baru turun dari atas. Sudah ok, tinggal ujian. Puas, Anggi?" Nelson tersenyum dalam hati melihat Angga melongo. "Mingkem sebelum lalat masuk piknik di gigimu."

"Aku jadi mau protes sama Penciptaku." Angga bicara asal, karena sudah tidak berguna merayu Nelson untuk menunggu dia selesaikan skripsi.

Namun dia belum puas bercanda dengan Nelson, sekalian menemani dia menunggu Evie yang sedang bertemu dosen pembimbing.

"Protes sama Penciptamu? Kau mulai mabuk laut tanpa diayun ombak?" Nelson memukul bahu Angga sambil melotot.

"Bukan begitu Son, aku dicipta dengan tampang segini, pas-pasan. Kenapa Pencipta tidak bagi sedikit tampanmu ke aku. Jadi aku tidak merasa kehilangan, kalau kau tidak ada di dekatku"

Nelson hampir tertawa melihat Angga bicara dengan wajah dibuat sedih. "Makanya kalau dalam antrian pembagian muka level 9, jangan meleng. Masih bagus dapat level 7. Kalau dapat level 1, apa Evi akan melihatmu?"

"Kau sama sekali tidak menghiburku. Sama dengan pembagian otak. Apa pembagian otak level 9 sekalian dengan tampang level 9?" Angga berusaha menahan Nelson dengan pertanyaan yang terdengar asal dan konyol.

Tapi itu yang dirasakan terhadap Nelson. Selain tampan dan berotak encer, juga humble. Sehingga dia sering kebagian bantuan, kalau kesulitan bahan kuliah atau mengerjakan tugas.

"Emangnya aku asisten Pencipta?" Nelson mendorong dada Angga dengan ujung jari. "Mungkin jatah pembagiannya sama, cuma kau pemalas gunakan otakmu. Ckckck..."

"Harap gampang, karna rasa gampang. Air sudah di leher, baru mau minta pelampung." Nelson jadi menggeleng lihat Angga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
Rahmawati
Nelson terpancing juga sama jebakan alena😭
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ganti aja namanya jadi iblis Alena gedeg banget dech karena dia udah buat hidup dan masa depan Nelson hancur bikin sedih dehh 😢😭😭
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
cihhh jijik banget dengan kelakuan Alena jangan sampai Nelson terjebak sama siasat licik nya 😩🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bener tuch cepetan pergi takut nanti ada dedemit yang tiba tiba nongol dan sok akrab, ketauan banget pengen terlihat perhatian sama Nelson 🤭😒
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jd ikutan sedih tp mau gmana lg, mg next, hidup mu, bisa kau perbaiki, Nelson 😔😔😔
Rahmawati
si hantunya mau melancarkan aksi busuk nya,, Nelson selamatkan dirimu
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
ular alena mulai mengeluarkan bisa nya. kasihan babang nelson 🙈
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kebaikan mu, disalahgunakan cwe yg mengejar mu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau masih gelap jd kebayang jalanan sepi.. banyak pohon2.. gelap.. hii.. serem juga
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
huehehehe.. mamanya lagi melow yaa Nelson. dibawa bercanda aja spy hatinya terhibur
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!