seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...
Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....
Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....
" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman untuk Sisi
Jasmine merasa tubuhnya sangat lemas, di lihatnya Wiliam masih belum menurunkan pisau itu
Jasmine mencoba bernafas dengan normal, tatapan Wiliam tak berubah sedikit pun, bajunya yang berwarna putih terkena cipratan darah, rambutnya berantakan tapi dia tetap terlihat tampan walaupun sedikit menyeramkan...
" Jasmine Amora,ku tanya sekali lagi apa kamu ingin menyusulnya?" tanya Wiliam suaranya serak terdengar sangat menakutkan bagi Jasmine....
Jasmine menggelengkan kepalanya pelan,air mata Perlahan menetes dari wajah nya yang masih pucat...
Wiliam tersenyum menyeringai lalu memajukan pisau itu tepat di pipi bagian kiri Jasmine, sedikit saja Wiliam menggerakkan maka sudah bisa di pastikan wajahnya akan tergores oleh tajam nya pisau itu....
" Kamu ingin aku mulai dari mana gadis culun,pipi atau langsung tepat di jantung mu?" tanya Wiliam dengan senyuman yang menyeramkan...
Bugh
Jasmine pingsan setelah mendengar kalimat Wiliam, beruntung nya tubuh tidak mendarat di lantai yang dingin itu jika Wiliam tidak segera menahan tubuhnya
" Gadis lemah suka sekali membuat ku kerepotan" ujar Wiliam lalu mengangkat tubuh Jasmine berjalan meninggalkan ruangan itu
Baru beberapa langkah Wiliam melihat Lady,Daniel dan Axel menghampiri nya
" Jasmine"
" Wiliam"
Pekik ketiganya bersamaan
" Axel selesaikan bangkai pria sialan itu, dan pastikan semuanya aman tanpa meninggalkan jejak" titah Wiliam
" Baik Wiliam " ujar Axel meninggal kan mereka bertiga
" Lady dan Daniel kalian berdua tau tugas kalian" tanya Wiliam
Keduanya mengangguk-anggukkan kepalanya
" Bagus" kata Wiliam singkat
Sisi yang melihat itu dari jauh mengepalkan tangannya
" bagaimana mungkin dia selamat, Jasmine jika sekarang kamu selamat maka aku akan mencari cara menyingkirkan kamu dari sisi tuan muda" batin Sisi dengan segala rencana jahatnya
" Aku rasa dia akan mengalami trauma karena melihat langsung kejadian itu,tapi bagaimana bisa Jasmine mengetahui ruangan itu?" tanya Daniel
Wiliam dan Daniel menatap ke arah Lady
" Aku tidak tau dan ya salahku karena lupa memberi tahu Jasmine untuk jangan meninggalkan ruangan ini" ujar Lady dengan
jujur...
Wiliam mengambil ponselnya dan mengotak Atik selama beberapa menit lalu senyum sinis terlihat di wajah tampan nya
" Lady bawa pelayan sialan itu ke ruangan khusus" titah Wiliam
Lady sedari awal sudah curiga pada sisi pelayan itu....
" Sisi tuan Wiliam memanggil kamu ke ruangannya" ujar Lady
Lady yang langsung paham siapa yang di maksud Wiliam segera mencari wanita itu
" Ruangan tuan Wiliam " Pekik sisi dengan wajah yang sangat senang
Lady tersenyum sinis melihat itu dan sangat jijik dengan tingkah sisi
"Ya cepatlah tuan tidak suka menunggu " ujar Lady
"Baiklah aku akan segera kesana tapi sebelum itu aku ingin merapikan Penampilan ku" jawab sisi
" Hm ok" jawab lady lalu meninggalkan sisi sendri
" Akhirnya waktu yang sudah ku tunggu datang juga,aku yakin tuan muda sebenarnya menyukai ku mana mungkin dia menolak wanita cantik dan seksi seperti ku " ujar sisi dengan percaya diri
" Tapi baju pelayan ini sangat jelek aku harus mengganti nya dengan baju yang membuat penampilan ku semakin perfect dan yang Pastinya tuan Wiliam akan menyukai nya" pikir Sisi tanpa curiga sedikitpun....
Sisi menatap penampilan nya di sebuah cermin dengan wajah puas...
" Saatnya menemui pangeran ku" ujarnya dengan perasaan sangat senang..
Ceklek
pintu itu di buka sisi melangkah masuk, cahaya yang sangat temaram tidak membuat nya takut justru semakin Senang ....
Sisi melihat Wiliam dengan posisi membelakangi nya dan sedang menatap keluar jendela
Tanpa ragu sisi mendekat pada Wiliam
" honey aku sudah datang,maaf membuatmu menunggu " ujarnya dengan suara di buat selembut mungkin
Wiliam tersenyum kecil, senyum yang membuat siapa saja melihat nya akan ketakutan tapi karena posisi nya membelakangi maka sisi tidak melihat senyum nya...
" Honey apa kamu marah,aku sungguh minta maaf katakan saja apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan ku" ucap Sisi dengan memberanikan diri memeluk tubuh Wiliam dari belakang
" Um aku suka wangi tubuh mu sayang, kamu benar' sempurna, apakah kamu tahu aku sudah menunggu momen ini sedari lama" ucap Sisi terus berbicara walaupun Wiliam belum mengatakan apapun
Tangan sisi mulai meraba-raba dada bidang Wiliam
" Aku cemburu setiap ada wanita yang mendekat mu, awalnya ku pikir lady adalah ancaman tapi aku salah dia tidak tertarik padamu,aku merasa posisi ku masih aman, tapi hari ini aku merasa terancam karena kamu membawa wanita asing kemari" ucap Sisi
Wiliam berbalik dan menatap sisi dengan tatapan sangat sulit di artikan, sisi yang di tatap oleh Wiliam merasa kedua pipinya memanas, jantung nya berdegup kencang...
" Jasmine bisa sampai ke ruangan itu apa karena kamu?" tanya Wiliam dengan nada datar
Bukannya takut karena sudah ketahuan justru sisi menganggap itu hanyalah pertanyaan biasa...
" Em, awalnya aku tidak berniat tapi aku masih kesal karena dia berani menggoda kamu honey,itu membuat posisi ku terancam,dan yah tidak ada salahnya bukan aku memanfaatkan kesempatan yang ada" ucap Sisi
" Dia tersesat katanya sih ingin ke dapur dan aku sengaja memanfaatkan itu agar dia ke ruangan itu, ruangan yang sangat kamu tidak ijinkan seorang pun masuk "
" Dan apa kamu berpikir aku akan melenyapkan nya?" tanya Wiliam
" Yes honey, tapi kenapa kamu tidak membunuhnya?" tanya Sisi dengan kesal
Wiliam tersenyum lalu tangan nya terangkat mengelus dari rambut sampai ke pipi sisi...
Sisi yang mendapat perlakuan itu merasa jika Wiliam ingin menyentuhnya, membayangkan saja sudah membuat nya salting... tapi reaksi tidak berlangsung lama
Wiliam mencekik leher Sisi dengan kuat
Wajah sisi memerah dan kesulitan bernafas,sisi meronta ingin di lepaskan..
Bugh Wiliam melepaskan tubuh sisi membuat nya meringis kesakitan Pada bokong nya....
" Tu-an " ujarnya setelah menghirup udara sebanyak-banyaknya
" Kau pikir kau siapa hah"ujar Wiliam dengan suara menggelegar
Sisi ketakutan seluruh badannya bergetar
Wiliam melangkah mendekat membuat sisi berangsur menjauh
" Akhhhh" pekik sisi karna tangannya di injak dengan keras oleh Wiliam
" Hiks hiks hiks sakit tolong ampuni saya tuan" pekik sisi
Plak
Plak
Plak
Wajah sisi di tampar oleh Wiliam
" Kau hanyalah jalang kecil yang seharusnya sudah sedari lama ku lenyapkan" ucap Wiliam dengan tatapan membunuh
" Aku bukan jalang tuan, tapi wanita yang tuan bawah itulah yang jalang" ucap Sisi entah mendapatkan keberanian dari mana
" Tuan aku bisa menyenangkan tuan dari pada wanita itu aku jauh lebih unggul" ucap Sisi berusaha merayu Wiliam
Bugh
Tubuhnya terlempar karena tendangan dari Wiliam
Sisi memuntahkan cairan berwarna merah pekat
"uhuk uhuk tuan" ujar sisi
Dor
Dor
Dua tembakan membuat sisi seketika merenggang nyawa....
Wiliam mengambil tisu dan membersihkan tangan nya
" Bereskan mayat nya" ucap Wiliam pada anak buah yang sudah menunggu di depan pintu
" Baik tuan" ujarnya