NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Suasana di kolam pemancingan Galatama Tirta Emas tiba-tiba menjadi sangat sunyi.

Semua mata tertuju pada pelampung merah milik Amir yang mengapung tenang di tengah kolam.

Belum ada satu menit sejak Amir melempar umpannya ke dalam air.

Bagas yang berada di lapak sebelah masih tersenyum meremehkan sambil menyilangkan tangannya di dada.

"Paling-paling umpannya dimakan ikan mujair kecil yang nyasar mencari makan."

Bagas bergumam pelan namun sengaja dikeraskan agar Amir bisa mendengarnya dengan jelas.

Amir sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari pelampung.

Ia sangat yakin dengan efek luar biasa dari Umpan Pelet Dewa yang baru saja ia racik.

Blup!

Tiba-tiba pelampung merah itu bergerak pelan ke bawah permukaan air hijau kecoklatan tersebut.

Gerakannya sangat halus namun pasti menandakan ada sesuatu yang mencicipi umpannya.

"Ini dia, ikan pertama sudah mulai masuk perangkap."

Amir membatin tenang sambil memegang erat gagang joran bambu hitamnya yang terlihat usang.

Syuut!

Pelampung itu langsung menukik tajam ke dasar kolam tanpa ragu sedikit pun.

Zzzzzrrrrt!

Suara reel pancing Amir berderit sangat nyaring memecah keheningan terik siang itu.

Senar nilon murahannya langsung menegang kaku seperti kawat baja yang ditarik dua arah.

"Dapat kau sekarang!"

Amir berteriak pelan sambil menarik jorannya kuat-kuat ke arah yang berlawanan.

Joran bambu hitam itu melengkung sangat ekstrem hingga hampir membentuk huruf U yang sempurna.

Bagas terperanjat kaget dari kursi empuknya hingga kacamata hitamnya sedikit melorot ke ujung hidung.

"Mustahil, tarikan sekuat dan seliar itu pasti ikan di atas bobot sepuluh kilogram!"

"Bagaimana bisa joran bambu rongsokan seperti itu tidak patah menahan beban sebesar itu?"

Bagas menatap tidak percaya pada pemandangan menegangkan di depannya.

Amir terus melakukan teknik tarik ulur dengan sangat tenang dan profesional.

Ia menggunakan seluruh tenaga di lengannya untuk melawan kekuatan ikan meronta di dalam air.

Berkat Kail Keberuntungan Tingkat Rendah, kail itu menancap sangat kuat merobek bibir ikan tanpa bisa lepas.

Hanya butuh waktu lima menit pertarungan sengit, seekor ikan Patin berukuran raksasa muncul ke permukaan air.

Byar!

Air memercik deras ke segala arah saat ikan itu mencoba meronta memukulkan ekornya untuk terakhir kalinya.

Amir dengan sigap mengambil serokan jaring besar yang memang disediakan di setiap lapak pemancingan.

Ia berhasil menyerok dan mengangkat ikan Patin raksasa itu ke atas daratan berlapis rumput buatan.

Gubrak glupak glupak.

Ikan gemuk berlendir itu menggelepar hebat di depan kaki Amir.

Seorang petugas kolam langsung berlari tergopoh-gopoh menghampiri Amir dengan membawa alat timbangan digital.

"Wah luar biasa sekali Mas, ini ikan Patin seberat dua belas kilogram kotor!"

"Ini resmi menjadi rekor tangkapan terbesar hari ini di kolam kami."

Petugas itu berkata dengan nada sangat kagum sambil mencatat berat ikan tersebut di papan jalannya.

Para pemancing elit di lapak lain mulai berbisik-bisik riuh melihat kejadian mengejutkan itu.

"Anak muda itu hebat sekali tarikannya, dia langsung dapat yang besar di lemparan pertamanya."

"Umpan pelet macam apa yang dia pakai sampai ikan Patin sebesar itu langsung menyambar tanpa ragu?"

Amir hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari petugas dan tatapan iri orang-orang di sekitarnya.

"Bawa saja ikan ini ke keramba penyimpanan sementaraku dulu ya, Pak."

Amir menyuruh petugas itu memasukkan ikannya ke dalam jaring besar yang terendam aman di pinggir lapaknya.

Ia kemudian melirik tajam ke arah Bagas yang wajahnya kini terlihat sedikit memerah karena menahan malu.

"Bagaimana Paman Bagas, joran bambu murahan saya masih utuh dan tidak patah kan?"

Amir bertanya dengan nada santai yang penuh dengan sindiran telak.

Bagas mendengus kasar dan memalingkan wajahnya kembali menatap kolam.

"Itu cuma kebetulan saja, ikan buta mana yang mau makan umpan jelekmu itu dua kali."

"Lagi pula, satu ekor belum membuktikan apa-apa di kolam galatama elit ini."

Bagas mencoba membela harga dirinya yang mulai terkoyak habis-habisan.

Amir tidak membalas ucapan itu lagi dan kembali mengambil sejumput Umpan Pelet Dewa dari baskomnya.

Ia memasangnya kembali di kail dan melemparnya dengan akurat ke titik yang sama di tengah kolam.

Kali ini, keajaiban magis umpan dari Sistem benar-benar menunjukkan taringnya yang mengerikan.

Hanya dalam hitungan belasan detik setelah pelampung menyentuh air, umpan itu langsung disambar dengan buas.

Zzzzzrrrrt!

Reel pancing Amir kembali menjerit melengking jauh lebih keras dari sebelumnya.

Kali ini tarikannya terasa jauh lebih kuat dan membabi buta dari ikan Patin tadi.

Amir dengan sigap menarik jorannya dan kembali bertarung dengan monster air tawar.

Sekitar delapan menit kemudian, seekor ikan Bawal seberat lima belas kilogram berhasil diangkat paksa ke daratan.

Petugas kolam kembali berlari dengan wajah takjub dan menimbangnya dengan tangan gemetar.

Namun rentetan kejutan gila ini tidak berhenti sampai di situ saja.

Amir terus melempar umpannya dan menarik ikan-ikan raksasa secara beruntun tanpa jeda sedikit pun.

Ikan Lele berbobot sepuluh kilogram, ikan Nila raksasa delapan kilogram, hingga ikan Mas seberat sebelas kilogram berhasil ia taklukkan.

Semuanya ditarik naik ke daratan semudah memungut batu kerikil dari dalam genangan air.

Dalam waktu kurang dari dua jam penuh keringat, keramba penyimpanan Amir sudah penuh sesak dengan puluhan ikan monster.

Sementara itu, lapak Bagas dan puluhan pemancing elit berduit lainnya sama sekali tidak mendapatkan satu gigitan pun.

Air di sekitar lapak mereka seolah-olah berubah menjadi sumur mati beracun yang ditinggalkan semua ikan.

Semua makhluk air di dalam kolam seakan berkumpul dan berebut brutal hanya untuk memakan Umpan Pelet Dewa milik Amir.

"Sialan, ini benar-benar hal yang tidak masuk akal sehat!"

Bagas membanting joran karbon mahalnya ke tanah dengan penuh amarah yang meledak.

"Hei anak muda, kau pasti pakai obat perangsang ikan ilegal yang merusak ekosistem kan?"

"Kau curang dan membuat ikan-ikan kami mabuk tidak mau memakan umpan kami!"

Bagas mulai berteriak menuduh Amir di depan semua orang untuk mencari kambing hitam.

Beberapa pemancing lain yang frustasi juga mulai ikut-ikutan memprotes karena mereka merasa sangat dirugikan.

"Benar kata Pak Bagas, tidak mungkin ada orang normal yang bisa menarik ikan besar setiap lima menit sekali secara beruntun!"

"Pasti ada yang tidak beres dengan umpan baunya itu, petugas keamanan tolong periksa dia sekarang juga!"

Suasana di sekitar kolam pemancingan mendadak menjadi sangat riuh dan panas oleh teriakan protes.

Dua orang petugas keamanan kolam bertubuh kekar mulai berjalan mendekati lapak Amir dengan wajah penuh curiga.

Amir tetap duduk tenang di kursinya tanpa menunjukkan rasa panik sedikit pun di wajahnya.

"Silakan periksa umpan saya sepuasnya kalau kalian memang tidak percaya pada kemampuan murni."

"Ini hanya pelet biasa yang saya beli dari meja resepsionis depan tadi, saya cuma menambahkan air kolam untuk mengaduknya."

Amir menunjuk baskom kecilnya yang kini hanya tersisa satu kepal Umpan Pelet Dewa.

1
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!