NovelToon NovelToon
Pengulangan Sang Master

Pengulangan Sang Master

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kultivasi Modern
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Mo Tianxia pernah berdiri di puncak dunia.

Sebagai seorang kultivator yang telah mencapai Absolute Realm, tidak ada lagi lawan yang mampu menandinginya dan tidak ada lagi batas yang mampu menghalanginya. Namun, setelah mencapai segala sesuatu yang bisa dicapai, yang tersisa baginya hanyalah kebosanan.

Dalam sebuah keputusan yang tidak masuk akal bagi siapa pun, Mo Tianxia menghancurkan jiwanya sendiri dan memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kini, ia terbangun dalam tubuh yang lemah dengan kultivasi paling dasar.

Tidak ada kekuatan absolut. Tidak ada kedudukan tinggi. Tidak ada nama besar.

Hanya pengetahuan tentang jalan yang pernah ia tempuh.

Dengan sikap tenang dan pengalaman yang jauh melampaui usianya, Mo Tianxia kembali melangkah di jalan kultivasi. Sekte, turnamen, dunia rahasia, para jenius, dan berbagai ancaman mulai muncul di hadapannya.

Namun kali ini, tujuannya bukan menjadi yang terkuat. Ia hanya ingin menikmati kembali perjalanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Kabar tentang insiden di pasar sampai ke gubuk keluarga Mo Feng jauh lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.

"Saudagar Hu datang ke rumah Kepala Desa siang tadi," bisik tetangga sebelah kepada Su Wan sore itu, wajahnya penuh kekhawatiran. "Katanya dia marah besar. Bilang anaknya dipermalukan."

Su Wan meremas kain di tangannya. "Apa yang harus kami lakukan?"

Mo Feng, yang baru pulang dari ladang, mendengar percakapan itu dari ambang pintu. Wajahnya tegang, meski ia berusaha menyembunyikannya di depan Mo Tianxia yang sedang duduk di bangku kayu, menyusun kembali jerat kelinci yang rusak.

'Mereka mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan tidak sepadan untuk dikhawatirkan,' pikir Mo Tianxia, mengamati kedua orang tuanya tanpa mengangkat kepala. 'Seorang saudagar kecamatan. Di dunia sebelumnya, gelar itu bahkan tidak cukup untuk membuka pintu istanaku.'

Namun ia tidak mengatakan itu. Ia tahu betul bagaimana rasanya menjadi orang kecil di hadapan kekuasaan—bukan karena ia pernah mengalaminya secara langsung, tetapi karena ia telah menyaksikan penderitaan seperti itu ribuan kali sepanjang seribu dua ratus tahun hidupnya. Ia tahu ketakutan itu nyata bagi mereka yang mengalaminya, meski bagi dirinya sendiri hal itu tidak lagi berarti apa-apa.

...-----...

Malam itu, ketukan pintu terdengar lebih keras dari biasanya. Mo Feng membuka pintu dengan hati berdebar, bersiap menghadapi kemarahan Saudagar Hu.

Namun yang berdiri di depan pintu bukan Saudagar Hu. Melainkan pria berjubah sederhana yang tadi siang tersenyum kepada Mo Tianxia di pasar.

"Maaf mengganggu malam-malam begini," kata pria itu, suaranya tenang dan sopan. "Namaku Chen Feng. Aku ingin bicara sebentar dengan keluarga ini, jika diizinkan."

Mo Feng saling pandang dengan Su Wan, bingung. "Anda... bukan dari keluarga Hu?"

Chen Feng tersenyum kecil. "Bukan. Aku tidak ada hubungannya dengan keluarga Hu."

Ia dipersilakan masuk. Gubuk kecil itu terasa semakin sempit dengan kehadiran seorang tamu yang caranya berjalan, caranya duduk, bahkan caranya menempatkan kedua tangannya di atas lutut—semuanya menunjukkan seseorang yang jauh berbeda dari penduduk biasa.

Mo Tianxia duduk di sudut ruangan, mengamati dengan seksama.

'Elder dari sebuah sekte,' pikirnya, mengenali gestur itu meski Chen Feng tidak mengucapkan sepatah kata pun tentang jati dirinya. 'Kultivasi... Foundation Establishment tahap pertengahan, kalau tidak salah tebak. Cukup kuat untuk ukuran dunia sekarang.'

Chen Feng, di sisi lain, sedang mengamati Mo Tianxia dengan cara yang sama.

"Aku melihat kejadian di pasar tadi siang," kata Chen Feng akhirnya, memecah keheningan. Ia menatap langsung ke arah Mo Tianxia, bukan ke orang tuanya. "Boleh aku bertanya sesuatu padamu, Nak?"

Su Wan hendak menyela, tetapi Mo Feng menahan lengannya.

Mo Tianxia mengangguk sopan. "Silakan, Tuan."

"Bagaimana kau berdiri seperti itu saat didorong?" tanya Chen Feng langsung, tanpa berbasa-basi. "Anak seusiamu seharusnya tidak memiliki keseimbangan seperti itu tanpa latihan bertahun-tahun."

Ruangan menjadi hening. Su Wan menatap suaminya dengan cemas, tidak yakin bagaimana harus menjawab.

Mo Tianxia menatap Chen Feng cukup lama sebelum menjawab. 'Ia langsung ke inti masalah,' pikirnya. 'Tidak buruk.'

"Aku hanya kebetulan berdiri dengan baik, Tuan," jawabnya akhirnya, nada suaranya sesederhana mungkin. "Mungkin karena aku sering membantu ayah membawa air dari sungai. Itu membuat kakiku cukup kuat."

Jawaban itu masuk akal. Cukup masuk akal untuk anak desa biasa. Namun mata Chen Feng tidak sepenuhnya percaya.

Ia menatap Mo Tianxia beberapa detik lebih lama, seolah mencoba menembus jawaban sederhana itu untuk mencari sesuatu di baliknya. Namun yang ia lihat hanyalah sepasang mata bocah tujuh tahun yang tenang, tidak menunjukkan tanda-tanda kebohongan maupun kegugupan.

'Aneh,' pikir Chen Feng. 'Sangat aneh. Tapi aku tidak bisa menemukan kejanggalan yang jelas.'

Ia akhirnya mengangguk, meski keraguan masih tersisa di matanya.

"Aku mengerti," katanya. Lalu ia berbalik kepada Mo Feng dan Su Wan. "Sebenarnya aku datang bukan untuk masalah pasar tadi siang. Aku datang untuk urusan lain—dan mungkin, ini bisa menjadi kesempatan bagi keluarga kalian."

"Kesempatan?" tanya Mo Feng, alisnya berkerut bingung.

Chen Feng mengangguk pelan.

"Aku bagian dari sebuah sekte kultivasi," katanya. "Kami sedang mencari calon disciple baru. Aku berencana mengadakan ujian di desa-desa sekitar wilayah ini dalam beberapa hari ke depan."

Su Wan menahan napas. Mo Feng menatap Mo Tianxia, lalu kembali menatap Chen Feng.

Mo Tianxia, di sudut ruangan, mempertahankan wajah tenangnya. Namun di dalam hati, sesuatu bergerak—sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

'Sekte kultivasi,' pikirnya. 'Sudah waktunya.'

1
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
tekad nyaa lebih besar daripada yang lain pastiii
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
yaaa karna jiwa nyaa dahh buyut buyut makanyaa gak gampang ditebakk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
mantapp kasih paham bossss 💅
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata gak di dunia nyata gak didunia novel sama ajaa 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
anak yang terlampau pintar dan dewasa sampai orang tua yang lain pun merasa heran
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
nama yang emang sudah ditakdirkan
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata mc nyaa anak pungut 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ: manaa adaa /Curse//Facepalm/
total 2 replies
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
Apakah terlahir kembali untuk menyambut masa kejayaannya lagi 😌
^_^
mo tianxia emangnya gk pernah jadi bayi dulunya sebelom jdi penguasa dunia?
^_^
ada yang hrus dibicarain justru di sini, kalen punya uang kagak buat rawat anak orang ini?
^_^
klo minta ke Dewa Othor pasti dikabulin, kalen salah aja caranya
^_^
lgi pda maen petak umpet ges
^_^
gak ngerti novelnya bahas apa, tpi gk tau pen baca aja ^_^
Nnoyre: gak apa apa sih/Joyful/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!