Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Keajaiban Medis
Ruang rapat yang luas itu seketika hening. Semua mata tertuju pada Fang Lan, sekretaris paruh baya yang ditunjuk oleh Lin Chen.
Fang Lan telah bekerja di Grup Su selama belasan tahun. Sebuah kecelakaan laboratorium di masa lalu meninggalkan luka bakar yang mengerikan di setengah wajah kirinya. Luka itu kasar, berkerut merah, dan tampak seperti kelabang raksasa yang menempel di kulitnya. Selama bertahun-tahun, tidak ada operasi plastik maupun kosmetik paling mahal di dunia yang mampu menyamarkan luka tersebut.
Dengan langkah ragu dan tangan gemetar, Fang Lan berjalan mendekati meja Lin Chen.
"T-Tuan Lin... apa Anda yakin?" suara Fang Lan bergetar. Ia sudah terbiasa dengan tatapan jijik orang-orang, namun dijadikan bahan percobaan di depan seluruh dewan direksi membuatnya sangat gugup.
"Tentu saja," jawab Lin Chen dengan nada yang sangat menenangkan, berbeda 180 derajat dari aura membunuh yang ia pancarkan sebelumnya. Ia menyodorkan wadah porselen kecil itu. "Oleskan tipis-tipis di atas luka bakarmu. Tunggu tiga menit."
"Lelucon macam apa ini?!" Direktur Li kembali bersuara, tawanya terdengar sinis. "Luka bakar tingkat tiga yang sudah menahun tidak bisa disembuhkan bahkan oleh pakar bedah plastik di Amerika! Kau pikir salep murahan berbau bunga itu adalah obat dewa?!"
"Benar! Lin Chen, kau hanya mempermalukan Presiden Su!"
"Panggil keamanan! Kita tidak punya waktu untuk sirkus ini!"
Lin Chen bahkan tidak melirik mereka. Matanya hanya tertuju pada Fang Lan. "Oleskan."
Fang Lan menelan ludah. Ia mengambil sedikit krim berwarna putih susu itu dengan ujung jarinya. Sensasi pertama yang ia rasakan adalah dingin yang menyejukkan. Ketika krim itu menyentuh luka bakarnya yang biasanya terasa kaku dan gatal, sebuah gelombang kenyamanan seketika menjalar ke seluruh saraf wajahnya.
Satu menit berlalu. Tidak ada yang terjadi.
Direktur Li mendengus keras. "Sudah kuduga! Hanya bualan kosong! Su Ruoxue, suamimu benar-benar—"
"Tunggu! L-Lihat wajahnya!" seru salah satu pemegang saham, matanya terbelalak sambil menunjuk ke arah Fang Lan.
Su Ruoxue, yang duduk paling dekat, tanpa sadar menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya yang indah membesar karena terkejut.
Di depan mata semua orang, luka bakar merah dan berkerut di wajah Fang Lan mulai mengering dengan kecepatan kasat mata. Lapisan kulit yang rusak itu perlahan retak, seolah-olah ditarik dari dalam.
"Terasa gatal... panas, tapi nyaman..." gumam Fang Lan, tangannya tanpa sadar ingin menggaruk.
"Jangan digaruk, usap saja dengan tisu ini," ucap Lin Chen sambil menyodorkan selembar tisu basah.
Fang Lan menuruti instruksi Lin Chen. Ia mengusap wajahnya dengan tisu basah tersebut.
Sreeek...
Bersamaan dengan usapan itu, lapisan kulit mati yang tebal dan menghitam terkelupas begitu saja, jatuh ke lantai. Di baliknya... tidak ada luka, tidak ada bekas merah, apalagi daging yang rusak.
Yang terlihat adalah lapisan kulit baru yang seputih porselen, selembut kulit bayi, dan memancarkan kilau sehat yang bahkan lebih bagus daripada kulit di sisi kanan wajahnya yang tidak terluka!
Brak!
Direktur Li yang sedari tadi bersandar di kursinya, terpeleset dan jatuh ke lantai dengan posisi tidak elit.
"M-Mustahil!" teriak Direktur Li, matanya nyaris melompat keluar dari rongganya.
Seluruh ruang rapat meledak dalam kekacauan. Para direktur dan pemegang saham yang tadinya meremehkan Lin Chen kini berdiri dan berkerumun mendekat, menatap wajah Fang Lan seolah melihat hantu di siang bolong.
"I-Ini tidak masuk akal! Ini melanggar hukum sains!"
"Bahkan pori-porinya mengecil! Kulitnya seperti kembali ke usia dua puluhan!"
"Keajaiban... ini adalah keajaiban medis!"
Fang Lan mengambil cermin kecil dari saku jasnya. Saat ia melihat pantulan dirinya, air mata langsung mengalir deras. Ia menyentuh kulit barunya yang mulus dengan tangan gemetar. "Wajahku... wajahku kembali... Ya Tuhan..." Ia langsung berlutut di depan Lin Chen. "Terima kasih, Tuan Lin! Terima kasih! Anda adalah dewa penolongku!"
Lin Chen dengan lembut membantu wanita itu berdiri. "Tidak perlu berlutut. Kau karyawan setia Grup Su, ini adalah kompensasi yang pantas kau dapatkan."
Lin Chen kemudian berbalik menatap Su Ruoxue yang masih mematung. Pria itu mengetuk wadah porselen di atas meja dengan jarinya.
"Ruoxue, jika kita mengencerkan formula ini dengan rasio 1 banding 100 dan memproduksinya secara massal sebagai krim anti-aging dan penghilang bekas luka... menurutmu, apa yang akan terjadi pada pasar kosmetik Tiongkok?"
Su Ruoxue menelan ludah. Sebagai seorang jenius bisnis di bidang kosmetik, otaknya langsung melakukan kalkulasi liar. Jika produk ini diluncurkan, bukan hanya Grup Su akan selamat dari krisis, tetapi mereka akan langsung menguasai pasar Asia! Perusahaan kosmetik global raksasa pun akan berlutut di kaki mereka!
"Kita... kita akan menjadi perusahaan bernilai ratusan triliun," bisik Su Ruoxue dengan suara bergetar. Ia menatap Lin Chen, pria yang selama ini ia anggap sebagai 'suami cacat yang tidak berguna'. Siapa sebenarnya pria ini? Dari mana dia mendapatkan resep dewa ini?
Direktur Li yang baru saja bangkit dari lantai, wajahnya berubah pucat pasi, lalu seketika berubah merah karena keserakahan.
"B-Bagus! Ini sangat bagus!" Direktur Li tertawa terbahak-bahak, berusaha menutupi rasa malunya. "Presiden Su, dengan formula ini, kita tidak butuh Keluarga Zhao! Segera serahkan formulanya ke departemen produksi! Atas nama dewan direksi, aku, Li Jian, memerintahkan produksi massal dimulai hari ini!"
Lin Chen menatap Direktur Li dengan tatapan jijik, seolah melihat seekor lalat kotor.
"Kau salah paham, Li," ucap Lin Chen dingin. "Formula ini adalah milik pribadiku. Dan aku memberikannya hanya kepada istriku, Su Ruoxue. Bukan kepada Grup Su, dan tentu saja bukan kepada sekumpulan parasit pengkhianat sepertimu."
Wajah Direktur Li menegang. "Apa maksudmu, Lin Chen?! Kami adalah pemegang saham! Kami berhak atas aset perusahaan!"
"Beberapa menit yang lalu, kau memaksa istriku untuk mundur dan bersiap menjual perusahaan ini ke musuh. Sekarang kau berbicara tentang hak?" Lin Chen tersenyum sinis. Ia berjalan maju dan menggebrak meja dengan aura menindas yang membuat para pemegang saham mundur ketakutan.
"Aku akan memberitahumu apa maksudku. Mulai detik ini, tidak ada lagi dewan direksi. Siapa pun yang bersekongkol dengan Keluarga Zhao, jual saham kalian sekarang juga. Aku akan membelinya dengan harga pasar sebelum pembukaan bursa hari ini."
"Membelinya?" Direktur Li mencibir keras, meskipun kakinya sedikit gemetar. "Total saham kami bernilai puluhan juta Yuan! Kau hanyalah menantu miskin dari keluarga buangan! Jangan bilang kau ingin membayarnya dengan daun!"
Tanpa banyak bicara, Lin Chen mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi perbankan Swiss-nya, dan melemparkannya ke tengah meja.
Layar ponsel itu menampilkan saldo dengan angka nol yang panjang.
[Saldo Tersedia: 54.997.000,00 CNY]
Hampir 55 Juta Yuan secara tunai!
Ruang rapat kembali sunyi senyap. Suara napas yang tertahan terdengar dari mana-mana.
Di dunia bisnis, memiliki aset puluhan juta dalam bentuk pabrik atau properti adalah hal biasa. Tetapi memiliki uang tunai likuid (cash) sebesar 55 juta Yuan di dalam rekening? Itu adalah tingkat kekayaan yang sangat mengerikan!
Su Ruoxue menatap layar ponsel itu, lalu beralih menatap Lin Chen dengan tatapan rumit. Dia... dari mana dia punya uang sebanyak ini? Apakah rumor bahwa dia diusir dari Keluarga Lin tanpa membawa sepeser pun itu palsu?
"Direktur Li memegang 15% saham, senilai kurang lebih 15 Juta Yuan jika mengikuti harga kemarin. Sisanya memegang total 10%. Aku akan membelinya semua," ucap Lin Chen datar. "Tanda tangani perjanjian pengalihan saham sekarang, atau aku akan meluncurkan perusahaanku sendiri dengan formula ini besok pagi. Dan saat itu terjadi, aku jamin... saham kalian di Grup Su tidak akan berharga lebih dari tisu toilet."
Itu adalah ancaman yang telak. Dan mereka semua tahu Lin Chen tidak menggertak. Dengan khasiat "Krim Awet Muda" itu, perusahaan manapun yang memegangnya akan langsung menjadi raja. Jika Lin Chen membuat perusahaan baru, Grup Su akan hancur lebur dalam hitungan hari.
Direktur Li mengertakkan giginya hingga hampir patah. Ia telah dipermalukan secara total. Namun, di hadapan uang tunai yang menggiurkan dan ancaman kehancuran, ia tidak punya pilihan.
"B-Bawa kontraknya kemari!" geram Direktur Li, wajahnya memerah karena amarah dan kekalahan.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, perjanjian pengalihan saham ditandatangani. Lin Chen mentransfer total 25 Juta Yuan secara tunai di tempat.
Kini, Su Ruoxue memegang 40% saham, dan Lin Chen mengatasnamakan sisa 60% saham atas namanya, secara efektif menjadikan mereka berdua penguasa mutlak Grup Kosmetik Su tanpa ada campur tangan pihak luar.
"Kalian sudah mendapatkan uang kalian. Sekarang, enyah dari pandanganku sebelum aku meminta satpam melempar kalian keluar lewat jendela," usir Lin Chen tanpa ampun.
Direktur Li dan rombongannya mengemasi barang-barang mereka layaknya anjing yang dipukuli, bergegas melarikan diri dari ruang rapat dengan kepala tertunduk.
[Ding!]
[Misi Sampingan: Selamatkan Ratu Es selesai!]
[Mendapatkan 5.000 Poin Sistem.]
[Fitur Baru Terbuka: Toko Sistem (System Shop)! Host dapat menggunakan poin untuk membeli pil, teknik bela diri, dan teknologi dari berbagai dimensi.]
Lin Chen tersenyum mendengarnya.
Setelah ruangan sepi, hanya tersisa Lin Chen dan Su Ruoxue. Wanita cantik berjuluk Ratu Es itu berdiri dari kursinya. Ia menatap pria yang berdiri di seberang meja. Pria yang selama ini tinggal di rumahnya, namun terasa begitu asing hari ini.
"Lin Chen..." Suara Su Ruoxue terdengar ragu, bercampur dengan kelegaan dan kebingungan. "Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Dan... kenapa kau membantuku?"
Lin Chen berjalan mendekat. Ia mengambil sehelai rambut yang jatuh di dahi Su Ruoxue dan menyelipkannya ke belakang telinga wanita itu, sebuah gestur intim yang membuat wajah dingin Su Ruoxue tiba-tiba memerah.
"Karena kau adalah istriku," jawab Lin Chen pelan namun penuh kepastian. "Meskipun hanya di atas kertas, kau adalah tanggung jawabku. Tidak ada yang boleh menyentuh milik Lin Chen."
Lin Chen menatap lurus ke dalam mata Su Ruoxue, memberikan wanita itu rasa aman yang belum pernah ia rasakan sejak kakeknya jatuh sakit.
"Urus produksi krim ini. Aku harus pergi menemui seseorang," ucap Lin Chen santai sambil berbalik. "Dan oh, jika Zhao Tian mencoba menghubungimu lagi, abaikan saja. Orang mati tidak butuh balasan pesan."
Di saat yang sama, di sebuah klub malam bawah tanah eksklusif milik Keluarga Zhao.
PRANG!
Sebuah gelas kristal mahal hancur berkeping-keping dilempar ke dinding.
Zhao Tian duduk di sofa dengan wajah yang dibalut perban tebal, matanya merah menyala penuh kebencian. Di tangannya ada sebuah ponsel yang baru saja ia tutup panggilannya.
"Direktur Li gagal?! Bajingan tidak berguna!" raung Zhao Tian. "Dan kau bilang pelakunya adalah si cacat Lin Chen?!"
Di hadapannya, berdiri seorang pria paruh baya dengan bekas luka codet di wajahnya, mengenakan baju bela diri. Dia adalah 'Serigala Hitam', kepala pembunuh bayaran faksi bawah tanah yang berafiliasi dengan Keluarga Zhao.
"Tuan Muda Zhao, menurut informan kita, Lin Chen tidak hanya mengacaukan rapat, tetapi dia juga memiliki kekuatan bela diri. Dia mematahkan lengan Ah Long hanya dengan satu gerakan," lapor Serigala Hitam dengan suara serak.
"Persetan dengan bela dirinya! Meridiannya sudah dihancurkan oleh Keluarga Lin di Ibukota, semua orang tahu itu! Dia pasti menggunakan semacam trik murahan!" Zhao Tian menggebrak meja, rasa sakit di pipinya mengingatkannya pada tamparan memalukan tadi pagi.
"Serigala Hitam, aku tidak peduli berapa harganya. Kumpulkan pasukanmu malam ini juga. Bawa ahli bela diri terbaikmu. Aku ingin Lin Chen ditangkap hidup-hidup, patahkan setiap tulang di tubuhnya, dan bawa dia ke hadapanku. Aku akan menyiksanya sampai mati di depan mata Su Ruoxue!"
Serigala Hitam menyeringai kejam, memperlihatkan deretan giginya yang menguning. "Sesuai keinginan Anda, Tuan Muda. Malam ini, Donghai akan memiliki satu mayat tambahan di dasar sungainya."