NovelToon NovelToon
Ibu,Maaf Aku Harus Pergi

Ibu,Maaf Aku Harus Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Cuek Tapi Manis

Sejak kecil Husnan hanya memiliki satu impian: membahagiakan ibunya. Demi adiknya, ia rela kehilangan segalanya, bahkan harus berpisah dengan keluarga yang dicintainya. Bertahun-tahun kemudian ia kembali sebagai pria sukses. Namun yang menunggunya bukanlah pelukan hangat, melainkan seorang adik yang telah menjadi anak durhaka dan seorang ibu yang telah terlalu lama menangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cuek Tapi Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam pertama tanpa ibu

Setelah mereka berdua sampai di depan kantor polisi,"nak kamu tunggu di sini dulu ya, biar ibu yang masuk sendiri saja."

Hasan mengangguk"iya Bu"Jawab Hasan .

Lalu Yuni masuk kedalam kantor polisi sambil matanya berkaca-kaca.

Polisi yang melihat Yuni pun langsung menghampirinya.

"Ada apa buk?"tanya salah satu polisi.

"Saya mau lapor pak"ucap Yuni

"Lapor apa buk?mari duduk di dalam sambil menyodorkan tangannya ke arah kursi dalam .

Sesampainya Yuni pun menceritakan kronologinya kepada pak polisi.

"Apa ibu melihat kemana anak ibu pergi ."tanya polisi.

"Saya tidak tahu pak,saya sudah mencarinya kemana mana tapi tidak menemukannya."

"Baik buk nanti kalau sudah ada jejak saya akan kabari ibu."

"Baik pak makasih ya pak."ucap Yuni.

Setelah beberapa saat Yuni pun keluar sambil berharap putra sulungnya ketemu.

Sesampainya di luar.Hasan pun masih duduk di pinggir jalan.melihat ibunya keluar Hasan pun bergegas berdiri sambil menghampiri ibunya.

" Ibu... Gimana?"tanya Hasan.

Yuni pun duduk dan menceritakannya ke Hasan .

Setelah mereka selesai berbicara,mereka berdua pun akhirnya pulang.

Di sepanjang jalan mereka tidak ada yang berbicara sama sekali .Yuni hanya menatap keluar jendela angkot berharap Husnan ada di pinggir jalan, berkali kali Yuni terus berdoa semoga Husnan sedang ada di jalan yang ia lewati.tetapi harapan itu selalu pupus.

Hasan yang melihat ibunya selalu murung itu ikut sedih .

"Buk sudahlah nanti kakak pasti balik "ucap Hasan sambil menenangkan hati ibunya.

Yuni tersenyum."iya nak Kakak pasti pulang."ucap Yuni sambil menggenggam tangan putra bungsunya.

Sesampainya di rumah, Yuni pun membuka pintu berharap Husnan ada di dalam .Yuni langsung menuju ke kamar Husnan tetapi kamarnya kosong .Yuni pun duduk di ranjang Husnan sambil mengambil foto yang ada di pinggir ranjang."maaf nak ibu harusnya tidak meninggalkanmu sedetik saja.Yuni masih murung di dalam kamarnya. Tetapi Hasan yang melihat ibunya langsung menghampirinya sambil menenangkan ibunya.

"Iya, nak maaf ibu kebanyakan mikir, setidaknya ibu masih ada kamu nak."sambil memeluk Hasan .

Mereka berdua pun menangis sejadi-jadinya.

Setelah reda Yuni akhirnya mandi dan menyimpan kan makan malam.

Malam pun tiba tetapi suara jangkrik dari luar ruangan menjadi lebih terasa sepi.

Yuni masih terus memikirkan Husnan .

"Ya Allah lindungilah anak hamba dari orang orang jahat."

"Ayo buk dimakan "ucap Hasan.

"Iya nak ayo makan."

Makan pun juga masih sedih seolah ada bagian yang ikut hilang dari hidupnya.

Yuni memaksakan untuk menghabisi makanan itu.

Setelah mereka berdua selesai makan Hasan pun masuk ke dalam kamarnya dan tidur karena kelelahan.

Lalu Yuni membereskan piring dan membawanya ke dapur.

Kemudian Yuni mengambil foto Husnan yang berada di kamarnya dan menyelimuti tubuh Hasan.

Yuni masuk ke dalam kamarnya dan duduk sambil memegang foto itu.air matanya mulai mengalir dan membasahi foto itu.

Sementara Husnan berada di rumah mewah itu tidak merasakan kemewahan sebaliknya ia masih belum adaptasi sama yang terlalu mewah.

Husnan sedang duduk di kursi ruang tamu,ia masih teringat ibunya."Bu maaf saya jadi anak durhaka "

Hendra yang melihat Husnan yang murung itu mengajaknya makan.

"Hus.. ayo makan malam dulu."

"Iya om"jawab Husnan kaget karena ada suara om Hendra.

Husnan pun berjalan ke ruang makan sambil menghilangkan sisa-sisa air matanya.

Setelah sampai mereka pun di sambut sama pembantu yang berdiri di samping meja.

"Halo dik Husnan "ucap para pembantu.

Husnan hanya cuek,ia pun duduk di sebelah Hendra.

Hendra yang melihat Husnan yang dari ia masuk rumah selalu sedih."Husnan.. kamu mikir apa ? Apa gak betah tinggal di sini atau ada hal lain yang membuatmu sedih.?"

Tanya om Hendra yang mulai curiga dengan Husnan.

"Enggak om .. saya cuma terharu bisa ketemu orang sebaik om."

Jawab Husnan sambil mengucek matanya.

"Ya sudah kalau betah di sini,ayo makan dulu sebelum dingin.

Husnan hanya mengangguk."iya om"

Melihat makanan yang terlalu mewah itu Husnan kepikiran lagi sama ibu dan adiknya.namun ia berusaha menutupinya .

Husnan hanya makan sedikit lalu Hendra menanyakan"kenapa makannya sedikit sekali?" Tanya Hendra sambil menatap Husnan .

"Tidak apa apa om saya biasa makanya sedikit."

Hendra hanya mengangguk"oh.ya udah mari ikut om ke kamar om"

Husnan mengangguk dan berjalan di belakang Hendra .

Sesampainya di kamar Hendra, Hendra pun berjalan masuk dan membawa sebuah kotak .

"Apa ini isinya om?

"Ini sesuatu jangan di buka dulu,bukanya setelah sampai di kamar."

Husnan mengangguk "makasih om saya ke kamar dulu "

Hendra tersenyum "anak itu baik dan sopan, penasaran sama orang tuanya gimana mending dia."gumamnya di dalam hati.

Husnan melangkah ke kamar . sesampainya ia pun membuka sebuah kotak itu.

Ternyata kotak itu berisi beberapa setel pakaian sepatu sepasang sepatu yang kayaknya mahal.

"Astaga om itu baik banget.gumamnya."

Tetapi Husnan tidak terlalu bahagia, justru malah menjadi makin sedih karena mengingat ibu dan adiknya yang masih memakai pakaian lusuh.

Tiba tiba ada suara yang mengetuk pintu.

"Dok..dok."

Husnan pun menuju ke pintu kamar dan membukanya.Hendra tersenyum kepada Husnan.

"Gimana hus..?suka gak sama yang om kasih.?"

"Suka banget om makasih ya om "

"om juga berterimakasih sama kamu karena ada kamu jadi om bisa menebus kesalahan masa lalunya,oh iya besok pakai ya."

"Baik om besok saya pakai besok."

"Kalo begitu om ke kamar dulu."

"Baik,silahkan om."

Husnan pun kembali ke dalam ranjangnya, rasanya campur aduk ada bahagia dan ada sedih.

Husnan pun berusaha untuk bisa tidur.namun di pikirannya masih teringat sama wajah ibunya yang tersenyum dan berkata ibu tidak akan menyerah.

"Bu.. maaf saya tidak bisa memilih."

Air mata Husnan kembali jatuh.malam itu meskipun tidur di kasur empuk dan kamar yang mewah,ia justru jadi kesepian dan merindukan ibu dan adiknya di hatinya ia hanya bergumam"Bu... maaf aku salah."

1
the virtuso
saling support kak
Putry Chan
💪
Otna Forever
Siiip, lanjutkan
Obby Ilhamsyah: semangat nulis novelnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!