NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:845
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meluluhkan si Hacker.

Sontak pria muda di depanku itu menggenggam bunga mawar merah itu hingga tangannya berdarah tertusuk duri. Dia memelukku erat. Nafasnya terasa cepat. Aldirk membenamkan kepalanya di sela leher dan pundakku membuatku merinding.

"Aku berjanji ... aku akan membuang semua duri-duri ini untukmu," ucapnya penuh semangat sambil memelukku erat.

Aku merasa tak nyaman, aku ingin berontak. Tapi entah kenapa aku bertahan. Aku harus menggunakan segala cara agar bisa menang, sekalipun harus membiarkan tubuhku di sentuh Intens oleh targetku. Aku menekan rasa sakitku hingga menimbulkan rasa yang baru untuknya.

"Aku percaya padamu," balasku.

"Benarkah ...?? Aku berjanji, aku akan menjadi lelaki yang akan kau pilih nantinya."

"Aku menyukaimu apa adanya, teruslah jadi dirimu Aldrik. Jika kau bisa berubah, kendalikan lidahmu yang tajam, jangan playboys lagi. Okey!"

Entah apa yang ku ucapkan itu, aku meminta sesuatu yang bahkan bukan urusanku.

Aku tak menyangka, ternyata kata-kata bualan yang kuucapkan itu membuat si Hacker playboys itu menitikkan air mata. Padahal aku hanya asal mengarang kalimat, rupanya ada sesorang yang terenyuh oleh perasaan. Aldrik memelukku dengan erat.

"Sebelumnya tidak pernah ada seorang wanita yang memberikan kata-kata selembut dirimu. Mereka hanya menawarkan diri untuk tidur bersamaku. Aku ... aku ... sangat bahagia, Irish." Aldrik terisak.

Lelaki di depan ku itu berusaha menutupi wajahnya yang kegirangan sekalipun berurai air mata.

"Apa aku benar-benar mempermainkan perasaanya? Apa aku sudah keluar jalur?"

Seketika hatiku berpikir demikian. Aku baru pertama menyaksikan laki-laki menangis di pelukanku, wajar saja kan aku merasa bersalah padanya.

Aku tahu, langkah ini salah. Tapi aku tak perduli, dendamku adalah yang utama. Sekalipun harus ribuan kali aku bersandiwara, aku akan terus berbohong. Jika aku harus memalsukan senyum pahit ratusan kali, aku akan melakukannya untuk mendapatkan kepercayaan mereka.

Aldrik tertawa sendiri karena merasa bahagia. Dia menatap lama wajahku yang penuh rasa bersalah. Aku tersenyum tanpa mengedipkan mata. Rasanya sulit sekali untuk berpura-pura bahagia bersama musuh. Tapi aku lagi-lagi memaksakan pipiku untuk terus mempertahankan senyum indah ini.

"Jadilah pacarku, Irish. Akan ku berikan seluruh dunia padamu, akan ku singkirkan semua duri yang menghalangi." Ujarnya serius.

Aku tergamam. Sedikit terkejut, aku langsung di tembak cinta oleh pria yang menjadi targetku. Aku menggelengkan kepala pelan. Aku tak ingin membuat hatinya berharap. Walau sebenarnya aku sangat ingin menghancurkannya. Tapi itu bukan misiku, aku akan membuat mereka berempat terobsesi dan saling bunuh. Belum saatnya bagiku menjawab cinta Aldrik yang baru sehari ini.

"Maaf Aldrik, saat ini aku masih belum ingin memiliki hubungan dengan siapapun, biarkan aku mengenalmu lebih lanjut, setelah itu baru kita bicarakan, oke."

"Kau menolak Aldrik Starling? Apa kau tau apa makna Starling itu?"

"Ya .. aku tahu, tapi itu nama keluargamu. Bukan dirimu yang sebenarnya. "

"Apa kau mau aku membuang nama Starling untuk bersamamu?"

"Bukan ... "

"Jika itu yang kau inginkan, aku akan melakukannya. Kau hanya boleh jadi milikku Irish... aku tidak suka ada laki-laki lain bersamamu. "

"Busuk ... bukankah kalian menjadikanku taruhan? Sekarang seolah kau ingin serius dengan kebohongan itu? Mana yang harus aku percaya?"

"Bukan seperti itu, kita baru kenal satu hari, cinta tak bisa di paksakan. Aku ingin lebih mengenalmu dan keluargamu. Aku hanya merasa tak pantas dengan nama di belakangmu itu,"

Aku mencari alasan untuk menjawab desakannya yang mulai menunjukan sikap obsesinya.

Hacker itu pun mengangguk pelan. Dia mengusap air matanya yang membasahi pipinya. Aldrik merasa kecewa, karena baru kali ini dia di tolak. Aku menyeka pipinya dengan lembut, Aldrik merangkul pinggangku masuk ke dalam pelukannya.

Seketika aku melihat wajah yang tampak begitu polos tapi mematikan di depanku. Seorang mesin berjalan dengan sistem keamanan yang belum bisa di tembus siapapun. Aku menegak liur melihat detail wajahnya, belahan dagunya membuatku berfikir, andai saja dia bukan keluarga Starling, mungkin aku benar-benar jatuh cinta kepadanya.

Sorot matanya tampak nyata, kilauan golden brown dari pupilnya membuatku hampir goyah. Caranya menggaet wanita memang luar biasa. Ku rasakan lingkar tangannya terus mengencang di pinggangku. Aku terbawa arus asmara.

 Tapi dia adalah musuhku. Aldrik menatapku dengan lama, dia mendekatkan wajahnya secara Intens denganku. Perlakuannya bahkan lebih lembut dari yang tadi. Satu hari ini bersamanya dia tidak menggunakan kata-kata yang kasar maupun perlakuan yang kasar kepadaku. Apa benar seseorang bisa berubah secepat itu? Aku tak percaya, itu pasti tipu muslihat keluarga Starling.

Sementara dari kejauhan di atas menara Resort, terdapat seorang penembak jitu yang telah siap melancarkan timah panasnya ke arah kami. Tampak penembak itu menempatkan posisi bidikannya yang belum pas. Aku sama sekali tidak mengetahui bahaya yang ada di belakangku.

Aldrik menarik tubuhku kedalam pelukannya sedekat mungkin. Tak sengaja tanganku membelai dadanya yang menempel di dadaku. Dia mendekatkan hidungnya ke arah wajahku.

"Oh Tuhanku... bagaimana caraku bertahan? Bibirnya benar-benar menggoda keyakinanku."

Tubuhku gemetar. Aldrik menekan leherku dengan sebelah tangannya, aku terbelalak.

 Deg... deg... deg... jantungku berdebar hebat. Rasanya detakan itu hampir meletus di dadaku. Aku hampir gelapan dibuatnya. Seperti ada sesuatu yang berjalan menuju sarafku, gelombang ketakutan dan penasaran menjadi satu.

Aldrik memiringkan kepalanya, nafasnya terasa hangat di wajahku yang hanya berjarak lima senti dari hidungnya. Aku menggemgam ujung minidress milikku.

"Apa aku akan merelakan ciuman pertamaku bersamanya?? Bagaimana ini? sial!! Aku tak tahan lagi, tapi dia musuhku."

Jantungku semakin berdebar kencang. Terasa air hangat keluar dari hidungku. Apa iya, aku sampai ingusan karna ketakutan? Atau karna ini pertamakalinya aku hendak berciuman? Kaku sekali. Otakku traveling kemana-mana.

Saraf-saraf di sekujur tubuhku rasanya mati rasa. Aku bagai bukan manusia lagi, tepatnya seperti cumi-cumi yang tak bertulang. Sekujur tubuhku lemas. Kakiku basah karena gugup.

"Siaaalll ... bibirnya menggoda sekali, ya tuhan... kenapa misi ini harus melibatkan sentuhan"

Aku semakin tak kuat akan tekanan mental yang berperang di jiwaku. Hidung kami bertemu, aku menutup mata saking gugup nya. Aldrik yang menyadari hal itu menyunggingkan senyumnya. Dia menarik leherku lagi dan dan memutar kepalaku.

Tinggal satu senti lagi bibirnya menempel di bibirku. Aku semakin gugup dan gelisah. Terasa sentuhan kulit yang membuat jantungku berdebar.

Sesaat sebelum bibirnya menjejaki bibirku, tiba-tiba suara Mike memetik keras di kupingku membuat suasana romantis itu ambyar.

"Irish ... awas! ada bahaya dari arah jam 2 ... seseorang telah mengincar Aldrik starling. Irish... awaaaaasaassss!!!"

 Aku yang mendengar peringatan itu tak sempat lagi memandang ke arah jam 2 di atas loteng menara resort. Aku membuka mata ingin menghindar.

Namun semua itu terlambat, peluru sudah terlanjur dilesetkan.

Duuaaaaarrr. Traaaasssss.

"Iriiiiiissssshhhh."

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!