NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: KEMBALI KE PELUKAN ISTRY

Setelah tuntas meletakkan dasar reformasi di Istana Naga Langit, Reno memutuskan untuk rehat sejenak dari urusan politik Alam Dewa Abadi.

Kerinduan pada Alya di Bumi sudah tidak bisa dibendung lagi.

Di kamar pribadinya yang mewah, Reno berdiri di depan cermin besar, menanggalkan jubah kebesaran beludru hitamnya dan melipatnya dengan rapi.

Tato naga di lengan kanannya memancarkan pendaran keemasan redup yang stabil.

Dia kembali mengenakan setelan jas hitam *custom* kesukaannya, menatap bayangannya di cermin dengan senyum tipis puas.

"Pakaian ini... jauh lebih nyaman daripada jubah kaisar tingkat nasional itu," pukas Reno sambil merapikan kerah jasnya.

'Hadeuhhh... niatnya liburan kultivasi, malah jadi kaisar dadakan. Untung nggak ada klan di bumi yang berani ganggu Alya selama gue pergi,' batin Reno sambil menghela napas lega.

Reno kemudian mengepalkan tangan kanannya, memicu energi Kunci Segel Alam Dewa di tato lengannya.

Pusaran energi keemasan raksasa muncul di tengah kamar, membelah dimensi ruang menuju koordinat Bumi.

*Wusss!*

Tanpa ragu, Reno melangkah masuk ke dalam pusaran tersebut.

Hanya dalam hitungan milidetik, Reno mendarat mulus di pelataran parkir *penthouse* pribadinya di Kota Provinsi, Bumi.

Suasana Bumi malam ini sangat tenang, jauh dari hiruk pikuk pertarungan tingkat dewa di Alam Dewa Abadi.

Cahaya lampu kota berkilauan di kejauhan, dan udara malam terasa sejuk menenangkan.

Reno menarik napas panjang, menghirup udara Bumi yang familiar dan sedikit berbau polusi, namun terasa sangat *homey*.

"Bumi... akhirnya gue pulang," gumam Reno dengan senyum hangat di wajah tampannya.

'Waduh... kangen banget sama aroma masakan Alya. Niatnya liburan kultivasi, malah jadi tur kangen istri,' batin Reno tertawa kecil dalam hatinya.

Reno melangkah masuk ke dalam *penthouse*, auranya yang menindas di Alam Dewa Abadi kini disembunyikan rapat-rapat.

Suasana di dalam *penthouse* sangat tenang, hanya terdengar suara alunan musik klasik lembut dari ruang tengah.

Reno berjalan menuju kamar tidur utama, jantungnya berdebar kencang penuh kerinduan.

Dia membuka pintu kamar dengan sangat perlahan, tidak ingin mengejutkan istrinya yang mungkin sudah tertidur lelap.

Di dalam kamar, Alya sedang duduk bersandarkan bantal di atas tempat tidur king size, mengenakan piyama sutra berwarna merah muda yang tampak sangat manis.

Dia sedang membaca sebuah buku, namun pandangannya tampak kosong dan sering melirik ke arah ponselnya di atas nakas.

'Cintaku... kamu beneran kangen aku ya,' batin Reno tersenyum sangat hangat melihat raut wajah cemas Alya.

Reno menutup pintu kamar dengan pelan, lalu berdeham halus untuk menarik perhatian Alya.

"Ehem," deham Reno santai dengan senyum termanisnya.

Deggg...!

Alya tersentak kaget mendengarnya, buku di tangannya hampir saja terjatuh.

Dia mendongak, matanya terbelalak lebar menatap sosok Reno yang berdiri di depan pintu.

Seakan tidak percaya dengan penglihatannya, Alya mengucek matanya berulang kali.

"R-Reno?! Kamu... kamu beneran Reno?!" tanya Alya histeris dengan suara gemetaran hebat penuh nada haru.

Alya langsung melompat dari tempat tidur, berlari kencang menghampiri Reno dan menghambur ke pelukan suaminya dengan sangat erat.

"Reno! Kamu beneran pulang! Aku kangen banget sama kamu!" ratap Alya menangis histeris di dada bidang Reno.

"Aku takut banget kamu nggak bakal pulang lagi... Aku takut kamu celaka di sana..." tambah Alya penuh nada trauma mendalam.

Reno merengkuh tubuh hangat Alya ke dalam pelukannya, mencium puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.

"Hadeuhhh... cengeng banget sih istri gue ini. Kan aku sudah janji bakal pulang," pukas Reno lembut sambil mengusap punggung Alya menenangkan.

"Aku nggak apa-apa, sayang. Lihat nih, jas aku masih licin, nggak ada noda darah iblis tingkat nasional sedikit pun," tambah Reno tertawa kecil dalam hatinya.

Reno melepaskan pelukan Alya sebentar, menangkup wajah cantik istrinya dengan kedua tangannya dan menghapus air mata di pipinya.

Dia menatap lurus ke mata Alya dengan pandangan penuh cinta dan kewibawaan.

"Niatnya liburan kultivasi, malah jadi tur kangen istri. Aku juga kangen banget sama kamu, Alya," janji Reno mantap penuh nada romantis.

Reno kemudian mencium bibir Alya dengan sangat lembut dan penuh kerinduan yang mendalam.

Alya membalas ciuman Reno dengan sama hangatnya, seakan ingin melupakan seluruh kecemasan dan ketakutannya selama seminggu ini.

Setelah berciuman cukup lama, Reno melepaskan ciumannya, menatap Alya dengan senyum manis puas di wajah tampannya.

"Cintaku... kamu beneran kangen aku ya. Sampai nangis-nangis kayak anak kecil di bumi," cibir Reno tertawa mengejek keras dalam hatinya.

"Waduh... capek juga nyapu naga iblis gila di Alam Dewa. Mending kita istirahat sekarang, sayang," ajak Reno penuh misteri.

Alya mengangguk cepat, wajahnya memerah sempurna menahan rasa malu dan kebahagiaan.

"Iya, Reno. Ayo kita istirahat," sahut Alya penuh nada misteri mendalam.

Mereka berdua berjalan menuju tempat tidur utama, bergandengan tangan penuh kehangatan.

Malam ini, di Bumi, Reno Wijaya melepaskan sejenak statusnya sebagai Kaisar Naga Langit yang tak tertandingi di Alam Dewa Abadi.

Dia kembali menjadi seorang suami yang mencintai istrinya dengan tulus dan penuh kasih sayang.

'Alya... nggak ada yang boleh ganggu ketenangan hidup kita di bumi. Siapapun yang berani... bakal gue sapu sampai bersih,' batin Reno mengepalkan tangannya rapat-rapat penuh tekad.

Reno mematikan lampu kamar, menyisakan kegelapan yang menenangkan di dalam kamar tidur utama.

Dia merengkuh tubuh Alya ke dalam pelukannya kembali, merasakan detak jantung istrinya yang familiar dan menenangkan jiwa.

Malam ini, di Bumi, naga emas sejati beristirahat di pelukan belahan jiwanya.

Pemanasan di Alam Dewa Abadi sudah tuntas di tangan naga emas sejati.

Tantangan dan misteri alam kultivasi yang jauh lebih tinggi di Alam Dewa Sejati kini menunggunya di balik segel dimensi tersebut.

"Alam Dewa Sejati... Dewa Langit Utara... bersiaplah," gumam Reno dingin.

"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."

Di saat yang sama, di Alam Dewa Sejati.

Di dalam sebuah kuil kuno yang megah di atas puncak gunung tertinggi, sesosok pria berambut putih dengan zirah emas yang memancarkan aura Dewa Sejati yang sangat pekat sedang duduk bermeditasi.

Dia adalah Dewa Langit Utara—salah satu dari Empat Dewa Sejati yang menguasai Alam Dewa Sejati.

Dewa Langit Utara mendadak membuka matanya, pancaran aura Dewa Sejati di tubuhnya meledak dahsyat, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.

"Aura Kunci Segel Alam Dewa... sudah bereaksi..." bentak Dewa Langit Utara murka.

"Pewaris Sutra Naga Kuno... sudah mencapai Alam Dewa Abadi..." racau Dewa Langit Utara gila.

"Reno Wijaya! Lu benar-benar cari mati!" teriak Dewa Langit Utara histeris.

"Aliansi Dewa Sejati... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Dewa Langit Utara gila penuh amarah yang membara.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!