NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6/ merawatmu dan ingatan

Suasana di UKS itu terasa dingin dan sepi sangat kontras dengan pikiran Tivane yang bising seolah di dalam kepalanya sedang memasang kaset rusak dan terasa memukul kepalanya dengan keras.

Ia merintih merasakan sakit yang teramat sangat dalam di kepalanya dan dadanya yang terasa sesak seolah di himpit oleh kenyataan keras yang membuat ia sedikit goyah dan sedikit lunglai.

Di dalam ruangan itu hanya ia dan Rigecherta yang tak sadarkan diri, sementara dokter tadi pamit untuk membeli obat yang sudah habis.

"Gimana? Rige udah bangun?" Pertanyaan River membuat ia tersentak dan menoleh melihat ke tiga teman Rigecherta sudah di sana.

"Belum" jawabnya pelan dengan pandangan masih ke arah liontin kalung Rigecherta.

"Eh, btw itu kalung si Rige siapa sih? Di pake Mulu perasaan" ucap Skyler pada Veros.

"Nggak tau, nggak pernah di kasi tau juga setiap gue nanya" jawab River membuat Skyler mengumpat pelan.

"Bukan lo anj-" umpat Skyler gemas.

"Oh, itu sih teman atau bisa di bilang cinta masa kecilnya Rige yang pindah kota. Dari yang gue denger sih gitu" jawab Veros sambil melirik Tivane yang matanya sedikit berkaca-kaca.

"Widih.. sampe sekarang dia masih?" Tanya River sedikit takjub mendengar jawaban Veros.

"Kayaknya sih, makanya masih di pake" jawab Veros membuat Tivane menunduk.

" Lo kenapa Van?" Tanya Skyler saat melihat Tivane hanya diam dan menunduk.

" Nggak, nggak papa kok" jawab Tivane membuat mereka mengangguk, namun ujung mata Veros bisa menangkap bahwa Tivane sedang sedih.

Beberapa saat hening sampai akhirnya Rigecherta muai membuka mata perlahan bertepatan saat River melihat ke arahnya.

" Lo udah bangun?" Tanya River langsung heboh membuat mereka semua menoleh ke arah Rigecherta.

"Gimana? Apa yang masih sakit?" Tanya Skyler tak kalah heboh.

"Udah, dia lagi pusing itu" ucap Veros Manarik kedua temannya untuk keluar memberi ruang untuk Rigecherta dan Tivane.

"Yok, keluar. Biar dia tenang" ucap Veros membuat River langsung berdiri dan mengangguk.

" Tolong di jagain ya mbak Tivane " ucap Skyler manis sebelum keluar dari ruangan.

"Ayo buka mulut." Ucap Tivane sambil mengendokkan bubur yang di beli oleh teman-teman Rigecherta tadi.

" Ayo buka mulut " ucap Tivane lagi saat Rigecherta hanya diam sambil memandangnya.

" Lo kenapa sih nggak makan? Kenapa lo hujan-hujanan kemarin? Kenapa nggak pernah ingat sama kesehatan? Hah?!" Tanya Tivane lirih menahan tangis.

"Lo gini karna kemarin kan?" Tanya Tivane dengan air mata mulai meluncur ke pipi.

"Sorry, gue nggak ingat sama lo" ucap Tivane sambil terisak kecil merasa bersalah pada cowok ini.

"Lo udah ingat?" Tanya Rigecherta kaget dan matanya ikut memerah melihat Tivane menangis.

"Udah. Maaf bikin lo nunggu terlalu lama" ucap Tivane lirih dan sesenggukan kecil.

" Iya nggak papa" Rigecherta langsung beranjak memeluknya membuat Tivane jatuh ke pelukannya dan menangis di dada Rigecherta.

" Gue seneng lo udah ingat gue" ucap Rigecherta sambil mengeratkan pelukan membuat Tivane mengangguk dan membalas pelukan itu.

"Maaf" ucap Tivane tenggelam di dada Rigecherta.

"Udah, jangan nangis lagi" bujuk Rigecherta namun Tivane malah mengeratkan pelukannya.

"Yeu, cengeng" ledek Rigecherta mencoba mencairkan suasana.

"Bodo, " decak Tivane membuat Rigecherta tertawa pelan walau matanya masih memerah.

"Udah" bujuk Rigecherta sambil melepaskan pelukan dan menyeka air mata Tivane.

" Yaudah nih minum dulu. Lo pucet banget anjir." Decak Tivane khawatir membuat Rigecherta menatapinya sambil tersenyum tipis.

"Pusing Tiva.." rengek Rigecherta membuat Tivane langsung melotot.

"Siapa suruh nggak makan. Siapa suruh Lo hujan-hujanan kemarin?!" Omel Tivane membuat Rigecherta mengangguk pasrah saja saat di omelin.

"Gue lupa sarapan tadi karena pengen cepet-cepet ketemu sama lo" ucap Rigecherta jujur membuat Tivane merasa bersalah.

"Sorry, gue nggak maksud cuekin Lo, gue cuma-" ucapannya terpotong saat Rigecherta berkata lembut.

"Ya I know, lo pasti ngerasa aneh kan, padahal baru beberapa jam sebelumnya gue bilang nggak punya pacar. Tapi itu adek tiri gue" jawaban Rigecherta membuat Tivane langsung manyun dan mengangguk lalu mengambil piring makanan yang ia letakkan tadi.

"Yaudah makan dulu, biar cepat sembuh" ucap Tivane sambil menyuapkan makanan pada Rigecherta membuat Rigecherta membuka mulut dengan patuh.

Sementara di luar teman-teman mereka menatap itu dengan senyuman.

"Eh Ver, lo tau dari kapan hubungan mereka?" Tanya River menatap Veros.

"Dari lama" jawab Veros santai.

"Terus kenapa lo nggak ada bilang sama kita hah?!" Tanya Skyler sok galak.

"Kalian nggak ada nanya" jawab Veros santai.

" Ih iya juga ya" jawab mereka bersamaan.

"Ceritain dong gimana mereka sampe sekarang tuh kenapa" pinta River pada Veros membuat Veros melirik dan mengangguk.

_kisah masa kecil mereka gimana yaa?_

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!