Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
Tantangan terbuka dari Lin Tian membuat keheningan di halaman gubuk terasa semakin mencekam. Penduduk desa yang menyaksikan dari kejauhan saling berpandangan dengan wajah pucat. Mereka mengira Lin Tian sudah gila. Bagaimanapun juga, Gu Hong bukan sekadar pengawal biasa; dia adalah penguasa tertinggi di Desa Angin Sepoi yang telah bertahun-tahun bertengger di Ranah Pengumpulan Qi Level 7.
"Bocah sombong! Kamu pikir hanya karena bisa mengalahkan beberapa pengawal sampah, kamu sudah bisa menantangku?!" Raungan Gu Hong menggetarkan udara pagi.
Wajah Gu Hong berkedut menahan amarah yang meluap. Rasa terkejutnya seketika berganti menjadi niat membunuh yang pekat. Jika dia tidak menghabisi Lin Tian hari ini, kewibawaannya sebagai kepala desa akan hancur lebur di mata penduduk.
BOOM!
Gu Hong menghentakkan kakinya ke tanah. Energi spiritualnya yang berwarna abu-abu kecokelatan meledak keluar dari tubuhnya, membentuk pusaran angin puyuh yang menerbangkan batu-batu kecil di sekitarnya. Ini adalah perwujudan Qi elemen tanah yang sangat tebal dan berat.
"Mati kamu, Lin Tian!"
Gu Hong melesat maju bagaikan banteng mengamuk. Tubuhnya yang kekar diselimuti lapisan Qi pelindung yang keras. Tangan kanannya mengepal, mengumpulkan seluruh energi spiritualnya menjadi sebuah tinju raksasa yang tampak seperti bongkahan batu besar.
Teknik Bela Diri Tingkat Rendah Kelas Bumi: Tinju Penghancur Gunung!
Menghadapi hantaman yang membawa tekanan angin luar biasa itu, rambut dan jubah Lin Tian berkibar hebat. Namun, tidak ada secuil pun rasa takut di matanya. Sepasang manik mata keemasannya justru menyala penuh semangat bertarung.
‘Level 7 Pengumpulan Qi... mari kita lihat seberapa kuat pertahanan fisikku setelah ditempa Sutra Sembilan Transformasi Langit!’ batin Lin Tian bertekad.
Lin Tian tidak menghindar. Dia mengambil kuda-kuda rendah, menarik tangan kanannya ke belakang, dan membiarkan pusaran energi di Dantiannya berputar secara terbalik dengan kecepatan maksimal. Seluruh esensi Qi murni yang padat di dalam sel-sel tubuhnya ditarik paksa dan dipadatkan ke dalam kepalan tangannya.
Di bawah kulit lengannya, samar-samar muncul gurat-gurat pola perunggu kuno dari transformasi pertama teknik sucinya.
"Dia gila! Dia berniat mengadu tinju secara langsung dengan Kepala Desa!" teriak salah seorang penduduk desa dengan ngeri.
BOOMMMM!!!
Dua tinju dengan kualitas energi yang sangat bertolak belakang berbenturan keras di udara pagi. Ledakan gelombang kejut tak kasatmata menyebar brutal ke segala arah, menciptakan dentuman yang memekakkan telinga. Tanah di bawah kaki mereka berdua langsung ambles dan retak-retak hingga radius tiga meter.
"Ugh!" Lin Tian mengerang sedikit saat merasakan tekanan berat elemen tanah milik Gu Hong mencoba menghancurkan tulang tangannya. Dia terdorong mundur sejauh lima langkah, meninggalkan jejak kaki yang dalam di tanah berlumpur.
Namun, ekspresi Gu Hong jauh lebih mengerikan.
Pria paruh baya itu terbelalak lebar. Dia tidak hanya terdorong mundur tiga langkah, tetapi dia merasakan getaran energi keemasan yang sangat tajam dan murni menerobos masuk lewat kepalan tangannya. Energi itu seakan mengabaikan lapisan Qi pelindungnya, langsung menghantam jalur meridian di lengannya hingga terasa mati rasa dan perih.
"Bagaimana mungkin?! Kepadatan Qi-mu... mengapa bisa setinggi ini?!" Gu Hong berteriak dengan suara gemetar, memegangi lengan kanannya yang kini bergetar hebat.
Dia bisa merasakan bahwa tingkat kultivasi Lin Tian sebenarnya jauh di bawahnya—mungkin hanya sekitar Level 3 atau 4—tetapi kualitas energi spiritual remaja itu ribuan kali lebih murni dan berat daripada miliknya sendiri. Rasanya seperti seember air berlumpur miliknya dipaksa berbenturan dengan setetes air raksa yang super padat.
Lin Tian mengibas tangan kanannya yang sedikit kesemutan. Senyum tipis mengembang di wajahnya yang pucat. ‘Fisik Suci dan teknik warisan Ayah benar-benar luar biasa. Bahkan tanpa teknik bela diri penyerang yang matang, aku sudah bisa menahan kultivator Level 7 hanya dengan kekuatan mentah!’
"Kepala Desa Gu, tampaknya Tinju Penghancur Gunung milikmu tidak cukup kuat untuk menghancurkanku," ucap Lin Tian tenang, namun kata-katanya terasa seperti tamparan keras di wajah Gu Hong.
"Bajingan kecil! Jangan senang dulu! Hari ini, hidupmu berakhir di sini!"
Gu Hong yang sudah dibutakan oleh rasa malu langsung menarik sebuah pedang besar bergagang besi dari punggungnya. Pedang itu memancarkan aura dingin yang tajam—itu adalah sebuah Alat Fana Kualitas Top yang dibelinya dengan harga mahal dari kota wilayah.
Dengan pedang di tangan, aura membunuh Gu Hong meningkat dua kali lipat. Dia tidak lagi peduli pada harga dirinya; dia hanya ingin mencincang remaja di depannya menjadi serpihan daging!
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉