mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Patah Hati
"Maaf ya pak, saya cuma engak mau bapak malu punya perempuan kaya saya belum berhasil dan beda jauh sekali dengan bapak" ujar Vara pelan, membuat hati Kenzo rasanya sakit.
"Kamu itu ngomong apa, saya siap nungguin kamu sampai kamu berhasil" Kenzo menatap dalam mata Vara, namun Vara langsung memalingkan nya.
"Maaf ya pak untuk masalah ini sepertinya saya tidak bisa" Vara hendak pergi namun langsung ditarik tangan nya oleh Kenzo.
"Saya ngerti maksud kamu, kita jalani kehidupan masing-masing dulu ya dan saya janji saya tetap akan menunggu kamu" Vara terdiam, tak lama Vara langsung berpamitan untuk pulang.
Disepanjang jalan Vara hanya bisa menangis memikirkan tentang tadi dimana Kenzo menyatakan perasaan nya kepada dirinya, namun untuk saat ini Vara benar-benar tidak ingin menjalin hubungan serius dengan siapapun ia tidak ingin membawa seseorang dalam proses berat nya saat ini.
Namun saat sudah dekat dengan rumah, Vara langsung berhenti untuk menghapus air mata nya dan merapikan riasan wajah nya agar mama nya tidak mengetahui tentang masalah dirinya, memang dari dulu Vara selalu menyembunyikan semua masalah nya ia tidak ingin melihat mama nya kepikiran.
Pagi itu sekitar pukul sembilan, Vara di suruh Reza melalui pesan WhatsApp untuk mengantarkan beberapa berkas ke ruangan Sena, dengan senang hati ia pun langsung mengambil berkas itu dan hendak mengantarkan nya kedalam ruangan Sena.
Tok tok tok
"Masuk" sahut Sena dari luar, sebenarnya Vara sudah mendengar ada suara seseorang dari dalam, ia pikir mungkin bos nya itu sedang bersama anak kantor, namun saat ia masuk betapa terkejutnya dengan seseorang yang ia lihat.
"Pe permisi pak Sena" Sena dan Kenzo langsung menoleh ke arah Vara, namun sedetik kemudian Kenzo langsung memalingkan wajah nya dan segera menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel.
"iya, kenapa var" Sena melihat Vara yang tengah melirik ke arah Kenzo sembari membawa berkas.
"Ooh mau nganter berkas ya, masuk aja taro disitu" ujar nya, Vara langsung melangkah mendekati meja kerja Sena dan meletak kan berkas tersebut ke atas meja lalu segera berpamitan pergi.
Setelah Vara pergi dari ruangan nya, Sena langsung tertawa keras melihat sikap Kenzo yang tiba-tiba diam.
"Lu kenapa, biasanya seneng banget ngeliat Vara" ujar Sena menggoda Kenzo, karena ia merasa Vara dan Kenzo aneh sikap nya.
"Engak, lagi pusing aja aku" ujar nya beralasan, Sena hanya bisa geleng-geleng.
Diruangan nya Vara merasa kesal sendiri, kenapa ia harus bertemu dengan Kenzo si disaat mood nya lagi berantakan kaya gini.
_bu Sefti: ke ruangan saya sekarang ya Var, surat resign nya udah jadi_
Setelah membaca pesan dari Bu Sefti ia segera keluar dari ruangan dan menuju keruangan Bu Sefti, untuk mengurus berkas resign dia.
Setelah ia selesai bertemu dengan Bu Sefti ia pun kembali keruangan nya untuk menyelesaikan tugas nya, sekitar pukul tiga sore hari Vara baru saja beres dengan pekerjaan nya dan karena waktu sudah saat nya untuk pulang ia sebagai anak gen z yang selalu tepat waktu untuk pulang ia pun langsung bersiap-siap untuk meninggalkan kantor.
Kemarin sore saat pulang kantor Anna mengajak ia untuk membeli jajanan viral di tiktok yang saat ini tengah booming, namun sayang nya kemarin Vara benar-benar sibuk akhirnya mereka memutuskan untuk pergi sore ini, kebetulan Vara juga sudah sangat penasaran dengan jajanan viral itu.
Saat sampai disana ternyata ramai sekali orang yang sudah mengantri mungkin karena waktu sudah sore.
"aduh bisa sampe isya' nih kita" ujar Vara mengeluh melihat antrian yang begitu panjang seperti ular.
"Udah engak papa daripada engak kebagian, sayang kan udah sampe sini" ujar nya.
Mereka pun segera mendekat ke arah penjual tersebut dan segera memesan nya, lalu mereka mencari tempat duduk untuk menunggu nya.
Namun baru saja mereka duduk sekitar tiga menit hujan turun begitu deras membuat cipratan air dari genteng mengenai sepatu dan baju nya.
"Aduh basa semua ini, gimana mau ganti sandal coba orang sandal ku di jok motor" ujar Vara mengeluh.
"Ya sama aja, mana ini tas ku basah bisa-bisa aku besok engak bawa tas ini" Bukan nya Reda justru hujan semakin lebat.
karena mereka takut semua barang-barang nya kehujanan jadi mereka berbondong-bondong mencari tempat teduh untuk menyelamatkan barang-barang nya.
"gini banget ya cuma pengen ikutan fomo aja malah apes" Vara hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Anna.
"Udah engak papa siapa tau jajanan nya beneran se enak itu, jadi kita engak merasa dirugikan meskipun hujan-hujanan gini" Vara dan Anna hanya bisa tersenyum.
Sekitar pukul 18.30 mereka baru mendapatkan jajanan nya, dan karena hujan pun sudah sedikit reda mereka memutuskan untuk menerobos nya daripada menunggu hujan reda hingga malam hari, apa lagi saat ini mereka sudah tidak kuat menahan rasa dingin ditubuh nya.
"Gue duluan ya var, lu hati-hati pelan aja jalan nya pasti licin" Vara mengangguk dan segera memakai helem nya.
"Iya lu juga hati-hati, kalo dah sampai kabarin" setelah mereka berpamitan mereka pun segera mengendarai sepeda motor nya kerumah masing-masing
...________________...
Waduh, apakah Kenzo dan Vara akan asing?
kasihan banget engak si Kenzo sampe sedih gitu, pokonya ikuti terus cerita nya yaaa😁
Jangan lupa support Mimin.