NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enam

"Hahaha.... Bagus bagus, gue suka gaya loe! " kekeh bu Rini mengacungkan dia ibu jarinya ke arah bu Soraya setelah selesai bercerita apa yang terjadi di rumahnya.

Bu Soraya hanya geleng geleng kepala sambil memunguti uang yang berserakan di lantai dan di atas meja makan.

"Kenapa nggak dari dulu aja sih kamu ngelawan dia, sayang ya tadi aku nggak lihat muka kaget si laki medusa itu." ucap bu Rini lagi.

"Hmmm... Baru ingatnya sekarang, mungkin aku sudah terlalu lelah memendam sakit ini, di tambah yang dia sakiti bukan hanya aku, tapi anak anak, aku udah capek rasanya." keluh bu Soraya.

"Selama ini aku mikirin dosa, dan terlalu manut sama laki, jadi nggak berani melawan, sekarang udah nggak kuat, dari pada aku pendam dalam hati sakit ini dan menimbulkan penyakit, lebih baik aku keluarkan, mikirin dosa, nanti aja lah, capek soalnya." keluh bu Soraya lagi.

"Alah.... Ngelawan laki medusa itu nggak salah, toh kamu dia aja begitu." sebel bu Rini.

Bu Soraya tersenyum, walau pun berceloteh, namun tangannya tetap sigap membersihkan ruang makan itu, dan mencuci piring kotor, selesai bebenah baru lah bu Soraya duduk berhadapan dengan bi Rini.

"Kamu hebat Ya, selama ini bisa bersabar bersama laki medusa yang minum memberi nafkah itu, sampai sampai hampir semua tanggung jawab kamu pikul sendiri, buat apa mempunyai suami klau semua kamu pikul sendiri, lebih baik kamu lepaskan saja, buktikan tanpa dia dan tanpa nafkah mungil dari dia, kamu dan anak anak bisa hidup bahagia." ucap bu Rini memberi semangat bu Soraya.

Bu Soraya tersenyum sambil mengaduk es teh di dalam gelas miliknya, dia belum terfikir untuk berpisah dari laki laki itu, tapi klau untuk mulai hidup mandiri dan tidak terlalu berharap nafkah dari laki laki itu "iya", bu Soraya sudah banyak rencana yang tersusun rapi di kepalanya.

" Semoga aku bisa ya, untuk memulai lembaran baru." ucap bu Soraya.

"Aamiin... Pasti bisa, apa selama ini yang kamu tidak bisa, hanya melawan suami medusa saja yang tidak bisa selama ini." kekeh bu Rini mengeluarkan amplop lumayan tebal dari kantong celana kargo pendek yang dia pakai.

"Ini, Mas Amir bilang, kamu pakai aja uang ini buat modal usaha kamu, dan warung yang ada di sebelah rumah aku sudah lama kosong, itu milik ibu mertua ku dulu, sekarang ibu sudah tidak di izinkan lagi jualan sama anak anaknya, kamu pakai aja, di dalam kios juga masih ada etalase, ada dua kulkas, satu untuk minuman dingin, satu lagi untuk simpan makanan, bisa kamu pergunakan, nggak usah mikir sewa sewa untuk sementara waktu kata mas Amir, pikirin aja kamu mau jualan apa." ucap bu Rini lagi.

"Ya Allah... Rin, kenapa kalian baik banget sama aku, sementara keluarga terdekat ku saja tidak perduli hiks." isak bu Soraya.

Bu Rini merangkul bu Soraya lalu mengusap usap punggung bu Soraya, seolah olah memberikan kekuatan.

"Suttt.... Bantuan itu tidak selalu datang dari keluarga, atau orang yang kita bantu, tapi melainkan dan orang yang tidak kita duga duga atau orang terdekat seperti saat ini, kamu orang baik pantas mendapatkan ini, jadi nggak usah melow lagi." kekeh bu Rini yang tidak ingin bu Soraya berlarut dengan kesedihannya.

"Ayo... Sekarang kita lihat warung yang mau kamu pakai, dan kita pikirkan apa yang kamu jual nantinya." ajak bu Rini menarik tangan bu Soraya.

Mau tak mau bu Soraya ikut berdiri, namun sebelumnya dia menyeka wajahnya menggunakan baju yang dia pakai.

"Nah... Gimana menurut kamu, sudah kepikiran mau jual apa? " tanya bu Rini saat mereka sudah masuk ke dalam warung bekas mertua bu Rini itu .

"Ehhh.... Ada mbak Rini sama mbak Soraya, lagi apa nih di warung kosong ini, apa mau jualan ya?" tanya tetangga bu Soraya dan bu Rini menghampiri.

"Ehhh... Teh Ida, iya nih teh, sayang ini warung udah lama kosong." jawab bu Rini.

"Mau jualan apa? " tanya Teh Ida lagi.

"Nggak tau tuh si Soraya mau jualan apa." ucap bu Rini melirik bu Soraya.

"Oalah... Yang mau jualan mbak Soraya toh." ucap Teh Ida.

"Iya teh, tapi masih bingung mau jualan apa." kekeh bu Soraya.

"Jualan masakan aja mbak, di sini kan nggak ada orang yang jualan masakan, tapi jualnya jangan yang mahal mahal mbak udah gitu masakannya ganti ganti menunya setiap hari, di jamin laku, mbak tau sendiri, orang orang di sini pada malas masak, klau di sini ada warung makanan kan bagus." ucap Teh Ida memberi saran, dan di angguki oleh bu Rini tak kalah semangatnya.

"Bener tuh Ya, masakan kamu kan lumayan enak, kebanyakan orang orang sini udah sering nyobain masakan kamu." ujar bu Rini, karena temannya itu memang sering di panggil untuk bantu bantu klau ada yang hajatan di kampung itu.

"Aku juga kepikiran itu sih, tapi agak ragu, laku nggak ya." ragu bu Soraya.

"Di coba dulu, belum juga jualan udah takut nggak laku aja." sewot bu Rini menggeplak bokong bu Soraya saking gemesnya.

"Betul itu, teh. Jualan aja dulu, nggak usah mikiri laku nggak nya, jangan pesimis dong, nanti aku bantu pasarin juga di SW ku, orang udah tau kok masakan Teteh ( panggilan kakak bagi orang Sunda, atau jawa Barat) pasti gercep orang orang." ucap Teh Ida ikut memberi semangat.

"Hmm... Bismillah aja dulu." ucap bu Soraya pada akhirnya.

"Gitu dong." ucap bu Rini menepuk bahu bu Soraya.

Dan di balas senyum tipis oleh bu Soraya.

"Oalah.... Gara gara mampir, aku lupa tadi mau kewarung." ucap Teh Ida menepuk dahinya.

"Hahaha... Udah sana ke warung, nanti yang lupa bukan mau ke warung aja, tapi mau beli apa di warung juga ikutan lupa." kekeh bu Rini.

"Iya deh, aku kewarung dulu." ucap Teh Ida gegas pergi dari warung itu.

"Ayo kita bersihkan warung ini, kan klau udah bersih kan enak di lihatnya." ujar bu Rini, siapa yang mau jualan siapa yang lebih semangat.

"Terimaksih banyak ya Rin." ucap bu Soraya yang tidak berhenti bersyukur di pertemukan dengan orang baik seperti bu Rini.

"Apa sih, suka banget ngucapin Terimakasih mulu." malas bu Rini menjulingkan matanya.

Bu Soraya terkekeh melihat wajah kesal temannya sekaligus malaikat penolongnya itu.

Ke dua wanita itu bergotong royong membersihkan warung yang sudah lama tidak terpakai itu sampai benar benar bersih dan rapi, tidak hanya merapikan perabotan dan dalam ruangan saja, namun sampai area luar juga mereka bersihkan dengan penuh semangat.

"Haaa.... Akhirnya selesai juga...! "

Bersambung.....

Haiii.... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

1
Mimin Mintarsih
akhirnya sadar juga. tp pasti akan kambuh lg ketika denger dojtrin dr ini fan adek perempuannya.
Azda Syafril
wkwkwwkkk..pa galih bis kena siraman rohani dikantornya Bu Soraya... alhmdlh dah sadar eaaa AWS sadar ny cuma sementara doang.. kena semprot ibunya berulah ge.... diceraikan bus Soraya tau rasa lho pa galih . 🤭🤣
lelah
Bu Soraya ambil aj tu uang pak galih, km simpan dgn amplop nya jgn km pke, jadi NT klu pak galih dan keluarga nya merendahkan klkm LG km lemparkan aj ke muka mereka uang yg PK galih kasih, klu keluarga nya pak galih datang marah ke km Soraya jgn mau diam lagi lawan mereka semua
Marifatul Marifatul
ko dikit sin......
yg bnyyyykkkk doooongggg
Shee_👚
lagi mode insyaf bu, dah selagi masih baik manfaatin aja. siapa tau tar berubah lagi jadi reog tinggal tendang keluar sekalian😂
Shee_👚
baru segitu aja kamu dah girang, selama ini kemana aja galih. terlalu dengerin omongan ibu sesat kamu itu sampai kamu meninggal surga yang sesungguhnya😏
Shee_👚
hah ko ya aku kalau jadi bu Soraya bakalan nangis😭
hal yang dah gak pernah terjadi sekarang di rasakan lagi. tapi apa semua akan kembali kesemula atau dah terlambat??
Shee_👚
pokoknya kalau kumat lagi buang aja, ganti bapak baru😂
Shee_👚
gibran pokoknya lope lope aku sama keberanianmu😘😘😘

gimana galih, anak yang masih kecil aja paham duwit yang kamu kasih tak seberapa, tapi sakit ya luar biasa karena uang itu
Shee_👚
justru gibran mewakili isi hati yang lain bu, tak apa aku suka🤭
Shee_👚
bagus kalau sadar, semoga aja beneran sadar. awas kalau sadar hanya sehari aku santet beneran😏
Shee_👚
gibran aku padamu😂
kaka mu tak berani nanya, tapi kamy luar biasa berani😘
Shee_👚
telat galih, ares dah gak butuh duwit daru kamu😏
Shee_👚
habis ketabrak kayanya otaknya jadi agak lain emang🤣🤣🤣
Shee_👚
ternyata kamu sadar juga kalau bodoh😏
Ma Em
mungkin pak galih sadar karena mendengar Omelan teman nya dikantor makanya akhirnya pak galih sadar , semoga sadarnya tdk sementara saja dan menjadi seterusnya sayang pada anak dan istrinya dan bertanggung jawab memberi nafkah yg pantas dan layak untuk istri dan anak anak nya bkn kepada saudara dan orang tuanya .
Muft Smoker
yx semoga pak galih bnr2 berubah ,, sebelum semua ny terlambaat
Marifatul Marifatul
yg bnyyyykkkk wkwkkkk 🥰
Shee_👚
pengin banget liat galih di gugat cere sama bu soraya gimana🤣
pucat pasi atau serangan jantung🤭
Shee_👚
selamat berjuang, semoga aja kali ini kamu beneran sadar.
jangan sampai nyesel nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!