NovelToon NovelToon
Ending Sang Ibu Tiri

Ending Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Ibu Tiri / Perjodohan
Popularitas:40.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.

Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.

"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."

Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.

"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"

"Aku? hidup kembali?"

Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepatu jahat

Athena duduk dengan manis mendengar langkah Logan menuju dirinya. Pelan, dia meletakkan gelas itu ke meja dengan mata yang belum menatap sosok suaminya yang datang padanya.

"Athena!"

"Iya? Suamiku?" Balas Athena menoleh kecil menatap napas yang tidak teratur dari dada bidang Logan.

"Logan, kami sudah mengatakan pada Athena kalau...."

"Pakai ini." Tanpa mendengar omongan mertuanya, Logan menunduk dan menggapai kaki Athena yang tersembunyi dibalik gaun pengantin nya. Sepasang sepatu tersimpan rapi dibalik kotak yang dibawanya.

Sebuah sepatu dengan hak rendah namun terlihat indah dan berkilau. Meksipun dikenakan oleh Athena, tidak akan membuat penampilannya berkurang.

Kedua orang tua Athena saling memandang. Mencerna apa yang terjadi, mereka tadi berpikir, kalau Logan akan marah dan memaksa Athena untuk pergi dengan nya. Tapi, apa ini?

Athena menatap sepatu bagian kanan diarahkan Logan kepada kakinya. Bersiap untuk memasangkan, beberapa tamu kembali berbisik-bisik seolah perlakuan pria itu sangatlah romantis. Pria yang merupakan pemilik perusahaan besar dan terkenal dengan kekayaan nya menundukkan kepalanya pada sepasang kaki indah istrinya, tanpa sungkan atau melihat situasi.

Dulu, Athena akan merasa ada ratusan kupu-kupu yang mengisi perutnya. Sentuhan tangan besar itu terasa hangat seiring dengan kakinya yang berganti sepatu. Hingga senyuman sedikit terusik saat merasakan sepatu itu menekan jempol dan jari kelingking kakinya.

"Logan, apa ini?" Tanya mommy Athena.

"Ini, sepatu khusus dari kakek ku. Untuk Athena."

"Tuan Lucas disini?" Tanya Daddy Athena memastikan.

"Bukankah dia masih di Italia?"

"Tidak, dia disini." Lucas, Athena tau nama itu. Dia adalah kakek dari Logan. Pria itu begitu dihormati dan disegani dan sepertinya memiliki sesuatu yang lebih dari itu. Namun, Athena merasa ada yang berbeda, benar.... Apa yang dikatakan oleh Daddy nya. Kakek Logan seharusnya datang saat resepsi pernikahan mereka beberapa hari lagi.

'Kenapa berbeda?' Pikir Athena.

"Kenapa kakek tidak masuk?" Pancing Athena. Tangan Logan selesai memasangkan sepatu padanya.

"Dia menunggu untuk makan malam. Di mansion!" Jawab Logan. Ekspresinya masih datar.

'Begitu ya?' Athena melihat seorang pria dengan perawakan tinggi dan kacamata yang bertengger di hidung mancung itu berdiri di depan sana. 'Perwakilan....' Athena paham sekarang, dan tampaknya Logan benar-benar harus berpura-pura untuk menerimanya dan menjadi suami yang baik.

"Ayo, sekarang berjalanlah!" Athena tersenyum tipis. Dia berdiri dengan tangannya yang digenggam oleh Logan. Sepatu itu tetap terasa sempit, alurnya tidak berubah tentu saja ada yang menukar ukurannya. Athena mendapatkan ide cemerlang.

'Akan lebih menyenangkan kalau membuat kehebohan langsung pada sasarannya!'

"Ayo, jangan tersenyum saja!" Sungut Logan dengan menetralkan ekspresi nya. Athena menurut, dia harus bersabar sedikit untuk mendapatkan apa yang diinginkannya bukan?

Pria yang pastinya kaki tangan kakek Logan menunduk kecil padanya. "Nona Athena. Mari, saya yang bertugas menjemput anda dan tuan muda Logan atas perintah Tuan besar." Jelasnya tak lupa dengan tangan yang terbuka mengarah pada mobil yang berhiaskan pengantin baru.

"Terimakasih."

Ekor mata Athena dapat melihat kecemburuan besar dari Miranda. Sedangkan Aurora, dia langsung berlari mendekati Daddy nya. Athena langsung menginjak gaunnya dan Logan dengan sigap menangkap tubuhnya. Wajah mereka langsung begitu dekat, dengan tangan Logan yang menahan pinggang ramping itu dan dada mereka yang saling naik turun.

"Hati-hati!" Athena mengulum senyum dihatinya, rencana nya berhasil. Logan pastinya akan melakukan hal ini mengingat ada kaki tangan kakek nya.

"Hati-hati, sepatu mu tidak tinggi." Ujar Logan dengan nada rendah.

"Mau bagaimana lagi, veil pengantin ku masih terpasang. Ekor gaun ku juga panjang suamiku." Jelas Athena.

"Daddy, aku mau semobil dengan Daddy." Aurora bersuara, tentu saja Miranda merasa sedikit senang. Karena dia tau, Logan tidak akan menolaknya.

"Nona kecil, bagaimana kalau didepan bersama...."

"Tidak mau!" Potong Aurora.

"Tidak masalah, dia bisa dipangku dibelakang bersama kami." Athena mengeluarkan jurus ibu yang baik.

"Iya, aku...."

"Aurora biar bersama mommy dan Daddy saja! Lagipula ada Miranda. Ayo sayang, sama nenek." Jennifer langsung menyela dan mengajak cucunya. Kaki kecil itu menghentak kecil dengan kepala yang menggeleng, Logan ingin bicara tapi Jennifer langsung membisikkan sesuatu pada cucunya dan tak lama Aurora mengangguk.

"Aurora sama nenek dan kakek saja. Kita bertemu di mansion Daddy! Dan mommy!" Sambungnya. Athena mengangguk kecil,. dulu dia merasa senang dengan panggilan itu sebagai sebuah ikatan yang akan terbentuk dengan kasih sayang, tapi tidak sesederhana itu.

"Iya sayang." Balas Logan menatap putrinya dengan senyuman.

"Mari, kita berangkat."

"Ayo suamiku, dan terimakasih sudah menahan ku agar tidak terjatuh."

"Jangan menunda lagi." Athena mengikuti langkah suaminya, kepalanya kembali menoleh pada Miranda yang kalah telak.

"Jangan senang dulu. Aku tidak membiarkan mu terjatuh karena..."

"Apa?" Potong Athena memalingkan wajahnya menatap wajah dengan rahang tegas itu.

"Kenapa menoleh kedepan? Aku disamping mu. Apa kau tidak ingin ada yang mendengar omongan mu? Hmm?"

"Jaga sikapmu nanti di depan kakek ku. Dia tidak akan segan berbuat untuk menghukum seseorang yang membuat nya tersinggung." Athena menganggukkan kepalanya seraya mendengar omongan Logan seperti angin lalu.

"Meskipun kau adalah istriku tetap saja untuk menjaga sikap mu. Jawab saja pertanyaannya tanpa tambahan apapun. Dan....." Logan kembali menahan ucapannya, saat Athena merebahkan kepalanya di dadanya. Jarinya bergerak mengusap-usap disana.

"Kau pastinya berpikir mungkin saja Kakek mu tidak sesederhana itu menyiapkan mobil untuk kita. Hmmm?" Tubuh Logan tersentak saat Athena menduduki pahanya dan hembusan napas mereka saling terdengar. "Kalau kau mau laporan dari pekerja kakek mu. Silakan saja, aku tidak keberatan mendengar ocehan mu ini, suamiku." Bisik Athena tepat di kuping Logan.

"Kau akan membayar ini." Tegas Logan dengan pelan tak lupa dengan tatapan tajamnya.

"Aku menunggu."

**********

Di mobil lain, Miranda sudah bersungut-sungut seraya mengelus lembut rambut pemilik tubuh kecil itu. "Aunty?" Panggil rora.

"Iya? Kenapa sayang?"

"Aunty ikut ke mansion kan? Kita makan bersama. Kakek buyut datang!" Jelas Aurora.

"Aunty....."

"Tidak apa Miranda. Datang saja, kau tamu. Kalau kau merasa khawatir akan Kakek Logan aku akan bicara dengan nya. Menjelaskan...."

"Apa tidak apa bibi?" Miranda memasang wajah khawatir dan tidak enak.

"Tentu saja, apa salahnya? Dia mengenal mu, sedikit. Benarkan suamiku? Kau bisa bicara dengan Daddy nanti. Miranda hanya sebentar untuk makan bersama."

"Kau tau Daddy kan?" Jennifer mengangguk.

"Iya Kakek! Ajak aunty Miranda ya? Rora akan bantu bicara dengan kakek buyut nanti!" Seru Aurora.

'Lihatlah Athena! Aku mendapatkan apa yang tidak kau dapatkan dan aku akan berusaha untuk membuat pria tua itu percaya padaku.' batin Miranda.

"Hore!"

"Tapi ingat rora. Apa yang nenek katakan tadi?"

"Iya nenek! Rora tidak akan lupa!" Keduanya saling tersenyum penuh makna.

Athena mulai melihat gerbang besar yang menyambut kedatangan mereka. Roda empat itu berhenti saat sudah memasuki halaman mansion.

'Ini dia, tempat dimana aku merasakan neraka. Dan aku akan mengubahnya!'

"Tuan besar Lucas sudah menunggu. Beliau berpesan, agar langsung ke ruang makan." Salah satu pelayan datang membawa pesan.

"Dengan gaun pengantin ini?" Tanya Logan memastikan.

"Iya tuan muda." Jawab pelayan.

"Baiklah."

Athena menginjak lantai marmer yang mengkilap itu. Telapak sepatunya bersentuhan langsung meninggalkan bunyi yang khas. 'Sedikit lagi Athena.'

"Daddy!"

"Kakek buyut!" Rora berlari diikuti oleh Miranda dibelakang.

"Ayo!" Bisik Logan berupa perintah. Athena melangkah, namun tak lama suasana langsung berubah saat bunyi yang cukup keras mendarat di lantai.

"Ouch! Kakiku!" Teriak Athena. Logan berbalik dengan rahang mengetat. Menatap sosok istrinya yang bersentuhan dengan lantai.

"Logan? Ada apa dengan istrimu?" Lucas, dia langsung bicara dan beranjak dari tempat duduknya.

"Mungkin menginjak gaun pengantin Daddy." Jawab Jennifer.

"Seharusnya kita membiarkan dia berganti pakaian. Athena pastinya tidak terbiasa dengan gaun berat." Lanjut Jennifer.

"Ayo berdiri." Ucap Logan mendekat dan menggapai tangan Athena untuk segera bangkit seolah berkata dengan matanya untuk mengentikan akting ini seraya menjulurkan tangannya.

Tapi Athena bukanlah sosok yang sama lagi. Dia mengabaikan uluran tangan Logan. "Maafkan aku kakek, aku tidak bermaksud untuk merusak pertemuan pertama kita. Ataupun tidak mensyukuri pemberian Kakek. Tapi, kakiku terluka! Lihatlah! Sepatunya melukai kakiku!" Jelas Athena dengan tangan yang melepaskan salah satu sepatu dan semuanya dapat melihat lecet berupa kemerahan yang begitu kontras di kaki putih Athena.

'Dia!' Miranda mematung ditempatnya, tidak menyangka Athena berbuat seperti itu. Seharusnya dia menahan nya dan tetap berpura-pura baik.

1
Akasia Rembulan
semoga bahagia selamanya..
chataleya
Dewi Athena dilawan... 🤣🤣🤣
chataleya
ayo taklukkan suamimu Athena 👍
chataleya
siap mengasuh bocil kematian 🤣
Dewi kunti
berpandangan mata,apa berpegangan tangan
Wahyuningsih
lanjut thor yg buanyk klau up n hrs tiap hri jgn lma2 upnya thor tk inaaak menunggu sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makaciih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus meryua dajal emang
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
skakmat kan 🤣, puas banget aku /Proud/
Dewi kunti
hhhhhhh emak mertua di smash smp gak berkutik
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
skakmat kan 🤣, puas banget aku /Proud/
aku
sejane jenipong iki kenaWhy?? agk laennya jauh bnr 😌😌
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
itu si Jennifer gak introspeksi diri sama sekali ya? aduhh, bisanya hanya nyalahin orang😑
MataPanda?_
lanjut trus kak up banyak"😄
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
singa betina dan anjing?? wah siapa yang menang tuh🤣
aku
agk aneh si log. apa dy hbs terlahir jg? 🤔🤔
mauza
next
mauza
upp
Dewi kunti
naaaaahhhh gitu,belajar untuk menerima selagi itu baik
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ihhh, kesel banget sama si Jennifer, bisanya nyalahin orang terus, gak mau intropeksi diri. lebih baik kalian pindah ke rumah baru, kalau masih sama Jennifer, yang ada si Jennifer pengaruhi Aurora yang enggak-enggak terus, dan akhirnya malah jadi anak yang pembangkang😑
N. Siti 12mplb_ukk
smgt thor dtnggu up nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!