NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI

ISTRI PENGGANTI

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

ADELIA YHOSEP yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakanya ADELIN YHOSEP yang seorang model papan atas. Wajah mereka bak pinang dibelah dua tapi nasip mereka berdua sangatlah jauh berbeda bagaikan langit dan bumi, Adelia selalu jadi nomor dua. Semua orang hanya memuji kakaknya, Adelin—padahal Adelin yang jahat dan sering bikin masalah, tapi Adelia yang harus menanggung salahnya. Saat hari pernikahan Adelin dengan Gyantara—pria paling tampan, kaya, dan terkenal sangat mencintai kakaknya—Adelin malah kabur. Agar keluarga tidak malu, Adelia dipaksa menggantikan posisi kakaknya. Dia harus menikah dengan pria yang hatinya milik orang lain. Bisakah dia menyembunyikan kebenaran selamanya? Dan mungkinkah hati Gyantara yang dingin perlahan berubah pada dirinya? ---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

.

Angin sore berhembus lembut membelai dedaunan di taman belakang rumah Raharja. Adelia duduk sendirian di sana, memeluk lutut erat-erat. Wajahnya tenang, namun matanya tampak melamun jauh. Di dalam hatinya, ia tahu kebahagiaan kecil yang ia rasakan saat ini seperti kaca yang rapuh—indah dilihat, tapi bisa pecah seketika jika rahasia besar itu terbongkar.

Tiba-tiba suara langkah kaki yang dikenalnya terdengar mendekat.

"Del!"

Adelia menoleh cepat. Senyumnya langsung merekah saat melihat Tama berlari kecil menghampirinya, diikuti Julian yang berjalan santai di belakang dengan senyum menenangkan.

"Kalian datang!" seru Adelia sambil segera berdiri menyambut mereka berdua.

Tama langsung memeluknya erat seolah takut kehilangan. "Tentu saja! Kami sudah berjanji akan sering menjengukmu. Lagipula, kami ingin memastikan kau tidak kesepian di rumah yang sebesar ini."

Julian ikut tersenyum sambil menepuk pelan bahu Adelia. "Kami membawakan camilan kesukaanmu. Dan buku cerita yang dulu kau cari."

Mereka bertiga lalu duduk melingkar di atas rumput yang bersih. Tama sibuk membuka bekal, sementara Julian bercerita tentang kejadian lucu di tempat kerjanya. Suara tawa mereka bergema di sudut taman itu. Adelia tertawa lepas, merasa sejenak beban di pundaknya hilang terbawa kebersamaan dengan sahabat-sahabatnya yang tulus.

Namun di tengah canda tawa itu, pandangan Adelia perlahan menjadi sayu. Ia menatap wajah Tama dan Julian yang begitu ramah, begitu menerima kehadirannya di sini, tanpa tahu bahwa posisinya berdiri di rumah ini bukan karena haknya sendiri, melainkan karena sebuah kebohongan yang ia ikuti.

Mereka menyapaku sebagai istri yang pantas berada di sini, batin Adelia pilu. Mereka bahagia melihatku diterima di keluarga ini... padahal aku hanyalah pengganti. Jika mereka tahu kebenarannya, jika semua orang tahu... apakah mereka masih akan tersenyum seperti ini padaku?

Pikiran itu membuat dadanya terasa sesak perlahan. Kebahagiaan yang ia rasakan saat ini terasa begitu manis, tapi sekaligus terasa pahit di ujung lidah—karena ia tahu, pondasi tempat ia berdiri saat ini tidaklah kokoh. Ia hidup dalam bayang-bayang orang lain, menikmati kehangatan yang seharusnya bukan miliknya.

"Del? Kau kenapa?" Tama menyadari perubahan wajah sahabatnya. Ia menyentuh lengan Adelia pelan. "Tiba-tiba diam saja. Pusing?"

Adelia terperanjat, lalu segera menggeleng cepat sambil tersenyum tipis berusaha menyembunyikan perasaannya. "Tidak kok. Aku hanya... terharu saja. Terima kasih sudah datang. Rasanya aku tidak sendirian lagi."

Julian menatapnya lekat seolah bisa membaca apa yang ada di hati gadis itu, namun ia tidak bertanya lebih jauh. Ia hanya berkata lembut, "Kau tidak perlu merasa berhutang apa pun pada kami, Del. Kau adalah sahabat kami. Di mana pun kau berada, apa pun yang sedang kau jalani... bagi kami kau tetaplah Adelia yang kami kenal. Jangan memikul beban sendirian ya."

Kata-kata itu menembus langsung ke hati Adelia. Air matanya hampir menetes, namun ia berusaha menahannya. Ia mengangguk pelan, berusaha menyimpan rasa bersalah itu di sudut paling dalam hatinya.

Sore itu berakhir dengan kehangatan yang nyata. Tama dan Julian berjanji akan kembali lagi minggu depan. Saat mereka berdua melangkah pergi, Adelia berdiri di tempatnya menatap punggung mereka menjauh. Ia tersenyum, namun air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya.

Ia bahagia karena masih memiliki sahabat seperti mereka. Namun ia juga sadar... semakin ia merasakan kebaikan orang-orang di sekelilingnya, semakin berat pula beban kebohongan yang harus ia simpan rapat-rapat.

1
Riri Arjo
happy ending
Senja 00
keren sih meskipun terlalu panjang babnya
Flm Rendom
masih bab 23 TPI alurnya buat penasaran
Flm Rendom
Adelia beruntung di persahabatan😍
Wae
lumayan buat kesel si Adelin. tapi senang karena Happy ending...
Eomma'Drakor 01
semngat, aku menunggu karya karya barumu😍
Eomma'Drakor 01
happy ending 😍
Eomma'Drakor 01
memiliki orang tua yg pilih kasi itu rasanya sakit banget 🥹
Eomma'Drakor 01
akhirnya Adelia bisa hidup tenang tanpa harus menjadi bayangan kakanya
Eomma'Drakor 01
baru sadar dia kalau senyum istrinya itu manis.
Eliyawati
nggak masuk akal, masa terlalu menyudutkan, kecuali saudara tiri dan tidak mau keluar dari rumah itu
Eomma'Drakor 01
kasian Adelia
alunanfiksimalam
Jangan bersedih Adelia /Sob//Sob/
alunanfiksimalam
Makanya, kerjakan sendiri /Panic/
Tere Rere
aku greget Ama Adelia kenapa diam ajah saat di tindas😡
Adi sudiro Dero
ini Adelia bukan anak TK atau anak SD terlalu menjijikan menurut aku dia udah biasa hidup yg keras tapi kayak nggak punya otak /Awkward//Awkward//Doubt//Doubt/
Tere Rere
watak Adelin menurun dari kedua orang tuanya yg otaknya cuman separuh 😡
Tere Rere
bersyukur masih ada Tama dan Julian di saat Adelia terpuruk🥹
Tere Rere
GYANTARA bangke😡
Tere Rere
Adelin jahat banget😡😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!