NovelToon NovelToon
The Mafia'S Only Weakness

The Mafia'S Only Weakness

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mel R.

Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.

Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjelang pernikahan

Mendengar ucapan dari Elena, ada rasa sakit yang di rasakan olehnya. Isabella jadi bingung. Tapi hatinya dan otak nya hari ini benar-benar sangat keras untuk saat ini.

"Nona, saya permisi dulu, tolong makan, makan siang nya. Saya akan datang 15 menit lagi." Elena pamit. Dengan mengetuk pintu lalu sang pengawal yang berjaga di depan langsung membukakan pintunya.

Isabella hanya terdiam melihatnya. Yang tadi pikirannya ingin kabur, sekarang malah memikirkan penderitaan yang di alami oleh Dominic selama ini.

Selama menjadi kekasih nya dulu, pria itu memang benar-benar sangat baik. Pastinya juga akan melakukan apapun untuk nya.

Tapi satu, ibunya Dominic tidak menyukai nya. Karena apa? karena status nya yang miskin. Dia tidak setara dengan keluarga Salvatore. Tapi di balik itu semua, Dominic selalu menomor satukan nya.

Itu yang membuat Isabella tidak mau menikah dengan Dominic untuk sekarang ini. Selain memikirkan hubungan pria dengan Clara, Isabella juga tidak mau nanti semua ini berdampak kepada Damian.

Isabella duduk, menatap mewah nya makanan yang tersaji. Tapi jujur selama di Asterrar, dirinya tidak mampu membelikan makanan seperti ini. Ini adalah makanan mahal.

"Aku jadi bingung" gumam Isabella. Di satu sisi ada cinta, di sisi lain ada mertua jahat.

"Bingung kenapa hmmm?"

"Astaga, kapan kamu masuk" kaget Isabella. Seharusnya dia mendengar pintu di buka seperti Bibi Elena tadi.

Kehadiran Dominic benar-benar senyap.

Dominic tidak langsung menjawab, tapi ia langsung duduk di samping Isabella. "Sejak kamu melamun" barulah Dominic menjawab.

"Kenapa belum makan sayang. Jangan lihat makanan nya seperti itu. Apa kamu kurang suka dengan menu nya?" Dominic berkata lembut.

"Aku tidak lapar" Jawab Isabella dengan jujur.

"Makanlah sedikit agar kamu tidak sakit. Kata Elena kamu mencari ku" Dengan cepat Isabella langsung menggelengkan kepalanya.

Terlalu gengsi untuk mengakui nya.

Melihat Isabella yang masih belum bergerak sama sekali, Dominic langsung mengambil makanan untuk Isabella.

"Buka mulut mu" Isabella tidak tahu kenapa tiba-tiba dengan otomatis nya mengikuti perkataan Dominic.

Dominic yang melihat nya tersenyum dengan tipis. Sampai Isabella tidak sadar bahwa makanan nya sudah habis.

"Good job sayang.." gemas Dominic. Sepertinya memang Isabella mau makan kalau dirinya suapi.

Dan Isabella tersadar dengan itu. Dirinya tadi bilang tidak mau lapar. Tapi apa sekarang...

Terlalu gengsi emang.

Bibi Elena datang untung mengambil piring kotor nya, lalu habis itu langsung pergi lagi.

"Aku mau bertemu Damian." Dirinya merindukan putranya itu. Dan kepikiran juga bagaimana dengan Layla adiknya.

"Nanti sayang, kamu pasti akan bertemu dengan putra kita." Perasaan Dominic terlalu hangat saat berbicara seperti ini dengan Isabella. Dominic ingin seperti ini, sepanjang hidup nya.

"Lalu bagaimana dengan Layla?"

"Dia akan di jemput nanti sore. Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan mengurus nya untuk mu."

"Lalu bagaimana dengan orang tua mu juga? terutama dengan ibu mu" Isabella bertanya lagi dengan penasaran. Sedikit melirik ke arah Dominic.

Dominic menghembuskan nafasnya.

"Sayang, lihat aku. Kamu akan baik-baik saja dengan ku. Akan ku pastikan itu. Kamu tidak perlu memikirkan dia." Dominic menakup wajah Isabella dengan menatap dalam mata wanita nya.

"Kamu tidak tahu ke khawatiran ku Dominic. Ibu mu itu adalah orang yang harus ku waspadai. Aku tidak mau kegilaan ibumu berdampak kepada putra ku" ia langsung mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam pikiran nya sejak tadi pagi.

Dan Dominic mengerti dengan itu.

"Aku sudah tahu langkah apa yang akan ku lakukan di saat aku mengambil sebuah keputusan." ingatkan Dominic bahwa ia adalah seorang raja pembisnis. Raja di kegelapan. Yang tentunya sudah tahu resiko dan keuntungan apa saja jika ia akan mengambil sebuah keputusan.

"Ini semua terlalu mendadak. Aku masih belum bisa menerima mu sepenuhnya." Jujur Isabella.

"Sayang, maafkan aku. Beri aku kesempatan untuk menembus semua kesalahan ku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu" Mata Dominic mulai memanas jika menyangkut dengan kesalahan nya.

"Aku sudah memaafkan mu. Sudah lebih dari lama. Tapi aku tidak akan lupa dengan apa yang kau lakukan dulu."

Terdengar sakit, tapi melihat Isabella yang sudah mulai tenang atau mungkin sudah mulai menerima keadaan, membuat Dominic merasa lega sedikit.

"Aku tidak akan menyangkal itu. Ingatkan saja kesalahan ku. Agar aku semakin mencintai mu."

"Sudahlah, aku ingin tidur. Aku sudah mengantuk. Ingatkan Damian untuk makan siang juga. Aku butuh istirahat"

"Aku mengerti sayang. Maaf yah." Dengan lembut Dominic mengelus rambut Isabella. Wanita ini benar-benar cinta nya. Selain cinta nya dulu sudah besar, kini semakin bertambah besar karena sudah melahirkan anak nya.

Dominic melihat Isabella yang sudah terbaring di atas di ranjang.

"Aku berjanji akan membahagiakan mu" Katakan ia adalah pria yang bucin akut. Dab itu di akui oleh Dominic.

"Nanti malam, kamu akan menjadi milik ku Bella sayang" Dominic tersenyum dan segera keluar untuk melihat sejauh mana persiapan pernikahan mereka.

Jeremy dan anak buah nya yang lain sampai kewalahan dengan acara mendadak ini. Kalau di pikir, mana bisa mempersiapkan pernikahan hanya dalam satu hari.

Tapi ini Dominic. Selalu mau pekerjaan dengan kata Sempurna.

Sore hari nya, MUA sudah datang. Kini Isabella sedang di rias. Ia menatap wajah nya di pantulan cermin yang sudah di sulap sedemikian rupa.

Sangat cantik...

Isabella masih tidak menyangka bahwa ia akan segera menjadi seorang istri Dominic yang tinggal menghitung menit.

"Kak Bella!!"

Para MUA yang merias Isabella beserta Isabella langsung menoleh ke asal suara. Itu Adik nya Lily.

"Lily..."

"Maafkan Lily kak." Lily sangat sedih melihat kakak nya yang sudah siap dengan baju pengantin nya. Padahal kedatangan mereka ke kota ini hanya untuk meraih impian Damian.

Tapi tidak sangka hari kedua kakak nya tidak di kota ini malah langsung menikah. Dan menikah nya dengan orang yang telah menyakiti kakak nya.

"Jangan menangis Lily, kakak baik-baik saja." Lily memeluk kakak nya. Hanya bisa menangis karena tidak berbuat apa-apa. Mereka hanya orang miskin.

"Kak, seharusnya kita tidak usah datang ke sini. Seharusnya aku tidak ikut membujuk mu." Lily sangat menyesal dengan itu.

"Tidak apa-apa Lily. Kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri." Isabella tersenyum sambil mengelus tangan Lily.

"Mohon maaf Nona Isabella. Anda di suruh agar segera ke tempat acara" Seorang pengawal datang memberitahukan bahwa sebentar lagi acaranya akan di mulai.

"Tuan sudah menunggu di bawah Nona" Ucap pengawal itu lagi.

"Iya, terimakasih." Ucap Isabella.

Para MUA langsung mengecek lagi penampilan Isabella. Mereka takut ada kesalahan nanti yang membuat Dominic marah kepada mereka karena kinerja nya kurang bagus.

"Sudah selesai Nona. Anda sangat cantik. Semoga pernikahan Anda di lancarkan." Ucap MUA itu dengan tulus.

Isabella tersenyum mendengar nya. Tidak tahu saja bahwa pernikahan ini karena di paksa oleh Dominic.

1
meliana
kalian semua jangan lupa mampir yah, di jamin seru dengan cerita cerita author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!